
Kini Rosa sudah bisa keluar dari rumah sakit, Reyhan langsung mengajak Rosa untuk pulang ke rumah mereka.
Rosa merasa sangat rindu dengan suasana rumah yang selama ini menjadi saksi bisu kisah cintanya bersama dengan Reyhan.
"Bagaimana, apa kau sangat senang pulang ke sini?" tanya Reyhan yang menatap Rosa dengan mata yang senang.
"Iya, aku sangat merindukan suasana rumah ini." Ucap Rosa.
Reyhan yang senang pun langsung memangku tubuh Rosa dan membawanya ke dalam kamarnya, semua pelayan yang melihat kemesraan Reyhan pun turut senang.
Di dalam kamar, Reyhan mulai memeluk dan mencium Rosa seperti dulu.
Ia sangat merindukan sosok Rosa yang selama ini telah hilang dari kehidupannya.
"Mas," panggil Rosa dengan nada lembut.
"Ada apa sayang?" tanya Reyhan heran.
"Aku tidak suka melihat mu bersama dengan Stella, wanita itu sepertinya menyukai mu." Ucap Rosa dengan nada sendu.
"Baik, jika itu keinginan mu aku akan mengusir dan memecat Stella." Reyhan memeluk dan mencium Rosa, ia pasti akan melakukan keinginan kekasihnya itu.
"Terimakasih, tapi sekarang sebaiknya kau beristirahat. Aku tidak ingin calon suami ku terus sakit-sakitan," bisik Rosa dengan tangan yang membelai wajah Reyhan.
"Tentu."
Reyhan mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang, di sampingnya ada Rosa yang senantiasa menunggu Reyhan sampai pria itu terlelap tidur.
Rosa hanya bisa memandangi wajah Reyhan yang kini tengah tidur, ia sangat mencintai Reyhan. Pria yang sudah memberikan kebahagiaan terbesar untuknya, jika bukan karena Reyhan mungkin saat ini Rosa masih berada di dalam hubungan suami istri bersama dengan Galih.
Di saat Rosa ingin terlelap tidur, tiba-tiba suara ketukan terdengar yang membuat Rosa hanya terbangun dan melihat siapa yang mengetuk pintu kamarnya.
"Ada apa Bi?" Rosa mengerutkan keningnya saat melihat Bi Marni datang dan mengganggu waktu istirahatnya.
"Maaf Nona, tapi Nona Stella datang. Beliau kini tengah marah-marah dan ingin bertemu dengan Pak Reyhan."
Rosa memutar bola matanya bosan, ia langsung berjalan menghampiri Stella yang berada di lantai bawah dan tengah di cegah oleh para pelayan.
"Apa kau tidak memiliki sopan santun? Kau masuk ke rumah orang lain tanpa izin?" Rosa langsung melemparkan kata-kata pedas dan tidak bersahabat untuk Stella, ia ingat bagaimana wanita itu memperlakukannya dulu.
"Kau yang harusnya sadar diri, kau telah menyakiti Reyhan dan kini kau berpura-pura menjadi wanita yang mencintai Reyhan hanya untuk memanfaatkannya saja!" Stella mengatakan hal yang bagi Rosa itu tidak masuk akal.
"Apa otakmu sudah tidak berfungsi lagi? Kau itu seorang psikiater tapi harusnya yang di obati itu bukan otaknya Reyhan tapi kau! Kau harus segera berobat ke psikiater yang lain, kau mengatakan hal yang tidak masuk."
"Jaga mulutmu yah! Aku ini wanita yang berpendidikan dan aku lulusan terbaik dari London dan yang pasti pendidikan ku tidak bisa di bandingkan dengan wanita rendahan seperti mu yang bahkan tidak tamat SMA!"
"Iya aku memang bukan wanita berpendidikan seperti mu dan bukan lulusan terbaik dari London, tapi setidaknya aku masih punya otak! Dan bisa menyadari mana pria yang mencintai ku dan yang tidak, tidak seperti mu! Kau mencintai Reyhan tapi ingat yang di cintai oleh pria itu adalah AKU. Jadi sebaiknya kau pergi dari rumah ini karena aku tidak sudi melihat wanita yang memanfaatkan pekerjaan dan gelarnya hanya untuk mendekati kekasih ku." Rosa menatap Stella dengan tatapan kesal dan marah. "Pelayan, bawa wanita yang tidak tahu malu itu keluar dari rumah ini dan ingat jangan sampai biarkan wanita itu menginjakkan kakinya ke rumah ini, meski di meminta dan memaksa jangan pernah biarkan dia masuk!"
Rosa mengatakan itu dengan nada tinggi dan penuh penekanan, Stella hanya bisa diam dan menatap marah ke arah wanita rendahan yang bahkan tidak berpendidikan sama sekali.
"Memangnya siapa dirimu! Kau bahkan wanita yang tidak tahu malu, kau menikahi keponakan Reyhan dan kini kau menggoda pria itu. Dasar p*lacur!"
Suara tamparan seketika terdengar keras, Rosa tanpa asa-asa menampar wajah Stella hingga wanita itu terdiam.
"Sebaiknya kau diam! Kau sama sekali tidak mengetahui apapun tentang ku dan masa lalu ku, jadi jangan pernah kau berani menghina ku ataupun menghina Reyhan."
Pelayan pun langsung membawa Stella keluar dari rumah Reyhan, kini Rosa hanya bisa berjalan pergi menuju balkon. Ia terus memikirkan apa yang di katakan oleh Stella, apa dirinya seorang wanita murahan karena telah memiliki hubungan dengan paman mantan suaminya sendiri?