Oh My Uncle

Oh My Uncle
OMU ~ Bab 10



Reyhan langsung masuk ke kamar Rosa, ia melihat keponakan nya tengah tertidur pulas.


"Paman, kenapa kau masuk ke sini?" Rosa langsung panik saat melihat Reyhan tiba-tiba masuk.


"Dia sudah tidur?"


"Seperti nya sudah."


Reyhan langsung mendekat kepadanya lalu dia menampar pipi Galih dengan keras dan rupanya obat tidur nya bekerja dan Galih tidak bangun sama sekali. Rosa yang melihat suaminya di tampar hanya bisa terdiam dengan mata yang terkejut.


Reyhan langsung menarik pinggang Rosa dan membawanya keluar dari kamar, "Uh.. Paman."


Reyhan langsung memeluk Rosa di luar kamar, hari sudah menjelang malam dan semua orang sudah terlelap dalam tidur.


Kini mereka saling berciuman satu sama lain dengan kedua tangan Reyhan yang meremas bagian atas tubuh Rosa, wanita itu sangat menikmati permainan yang di berikan oleh Paman suaminya.


Rosa tersenyum dan mencium lembut bibir Pamannya, meski dia tahu apa yang mereka lakukan ini salah.


"Paman, yang kita lakukan ini salah." Bisik Rosa dengan nada sayu.


"Tidak Rosa, kau wanita ku dan kau milik ku." Reyhan langsung membawa Rosa ke dalam pelukannya.


Pria itu langsung kembali mencium bibir Rosa dengan ganas, tangannya mulai kembali menggerayangi tubuh Rosa hingga wanita itu memejamkan matanya.


"Paman jangan nanti ada orang."


Mendengar hal itu Reyhan langsung memangku tubuh Rosa dan membawanya masuk ke dalam kamar. Reyhan dengan lembut mencium dan membuka pakaian wanita di depannya, tapi saat Reyhan ingin memberikan tanda merah di leher Rosa. Wanita itu langsung melarang, "Jangan Paman, nanti Mas galih akan curiga."


"Jangan sebut namanya lagi di depan ku." Reyhan saat kesal jika Rosa menyebut nama pria itu di depannya, meski Rosa berstatus istrinya Galih tapi pria itu bahkan tidak menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami.


Hari itu ranjang pun ikut bergoyang dan menjadi saksi bisu kebrutalan Reyhan saat meniduri Rosa, keduanya di landa kenikmatan yang tidak pernah di rasakan sebelumnya.


Hingga Rosa dan Reyhan pun terbaring di atas ranjang dengan tubuh yang lemas dan penuh keringat.


"Tidurlah Rosa."


"Tapi bagaimana jika Mas Galih bangun dan dia tidak menemukan ku di sampingnya."


"Aku akan membangunkan mu, sebelum pria itu bangun."


Rosa pun tersenyum, entah kenapa perasaan nyaman dan hangat muncul di benak Rosa. "Kenapa, kau ingin di peluk?" Reyhan langsung tersenyum saat melihat ke arah Rosa, lalu pria itu memeluk tubuh Rosa dan mengelus rambutnya.


Kini Rosa sudah terlelap dalam tidurnya, Reyhan menatap lembut wanita itu. Dia ingin bisa memiliki Rosa sepenuhnya tapi status Rosa saat ini menjadi halangan untuknya.


"Bagaimana caranya agar Galih cepat-cepat menceraikan Rosa." Gumam Reyhan dengan pikiran yang masih melayang pada rencana yang harus dia buat.


Rosa terbangun oleh suara Reyhan yang lembut, dia menyuruh Rosa untuk segera bangun dan kembali ke kamarnya karena bisa saja sebentar lagi Galih akan bangun.


Tapi sebelum itu, Reyhan mencium bibir Rosa dengan lembut.


Kini Rosa berada di kamar suaminya, Rosa langsung pura-pura tidur dan benar saja Galih terbangun dan langsung memeluk Rosa.


"Emm.. Selamat pagi, mas." Rosa langsung tersenyum dengan mata yang seakan masih mengantuk.


"Kau tidak saja dulu," Galih langsung bergegas pergi ke kamar mandi, hari ini dia sangat senang karena kini Rosa sudah sangat cantik dan juga lebih seksi.


Jika di bandingkan dengan dulu, Rosa sangat jauh berbeda dan Galih pun sekarang merasa jika pernikahannya dengan Rosa bisa lebih baik lagi.


Setelah selesai mandi, Galih langsung memeluk istrinya dengan lembut. "Sayang, kamu cantik sekali hari ini." Puji Galih.


"Mas terlalu memuji, tapi tetap Melinda yang paling cantik."


"Siapa bilang, sekarang kau yang paling cantik. Mas minta maaf karena dulu selalu mengabaikan mu." Galih langsung memegang tangan istrinya dan melihat nya dengan tatapan penuh penyesalan.


Mendengar hal itu tidak membuat Rosa senang tapi malah membuat Rosa semakin kesal, karena selama ini saat dirinya jelek Galih selalu menghina dan bahkan tidak ingin dekat-dekat dengannya.


Tapi kini di saat dirinya sudah glow up, Galih malah langsung bersikap manis kepadanya. Jika buka karena Reyhan yang memberikan uang untuk perawatan wajah mana mungkin Rosa bisa secantik sekarang.


"Iya, dan semua ini karena Pamanmu jika dia tidak memberikan ku skincare pasti aku masih menjadi gadis jelek." Rosa tersenyum saat mengatakan itu, dia ingin sekali menyindir Galih secara halus.


Tapi rupanya Galih tanpa rasa tahu malu langsung tertawa, "Hahaha.. Kau benar, jadi kita harus berterimakasih kepada Paman. Paman memang orang yang baik,"


Rosa langsung mengerutkan keningnya saat mendengar perkataan Galih, lalu Galih langsung keluar dari kamar untuk sekedar berjalan-jalan.


Sementara Rosa tengah membersihkan tubuhnya, setelah selesai mandi. Rosa dan yang lainnya pun langsung sarapan bersama.


Nampak Galih bermanja-manja kepada istrinya bahkan menyuruh Rosa untuk menyuapinya.


Reyhan hanya bisa menahan emosi di hatinya saat melihat tingkah konyol Galih yang terus bermanja-manja kepada Rosa.


Tring...


Sebuah pesan masuk ke handphone Galih yang rupanya dari Melinda, dengan terpaksa Galih harus segera pergi untuk menemui Melinda.


"Maafkan aku sayang, aku harus pergi dulu. Aku janji nanti malam aku akan kembali ke sini untuk menemani mu tidur."


"Baik Mas, hati-hati di jalan."


Sebelum pergi Galih mencium bibir Rosa tepat di depan Reyhan, lalu pria itu langsung pergi begitu saja.


Kini mata Rosa melirik ke arah Reyhan yang tengah menatapnya dengan tatapan dingin.


Reyhan langsung mendekat Rosa dan mengambil sebuah tisu yang sudah di basahi dengan air, dia langsung mengelap dengan lembut bibir Rosa.


"Kita harus membersihkan bakteri yang menempel di bibirmu, bisa saja pria itu menularkan rabies."


Mendengar hal itu Rosa terkekeh saat melihat tingkah Reyhan yang sedang cemburu, "Paman, kau cemburu?"


"Siapa yang tidak cemburu, kau wanita ku. Aku tidak suka jika kau berdekatan dengan pria itu."


Rosa pun tersenyum lalu dia mencium bibir Reyhan dengan lembut dan membelai wajah pria di depannya, dan kemesraan mereka pun di lihat oleh para pelayan yang bekerja di kediaman Reyhan.