Oh My Uncle

Oh My Uncle
OMU ~ Bab 32



Rosa mulai melihat ke arah Reyhan, dengan perasaan canggung Rosa langsung menanyakan alasannya bisa mengalami kecelakaan.


Reyhan pun mulai menjelaskan semuanya dia juga menceritakan hubungan awal mereka berdua, Rosa terdiam dengan perasaan tak percaya jika dulu dia telah berselingkuh dengan Paman suaminya sendiri.


"Jadi kau adalah paman suami ku?"


"Iya, Rosa."


"Tapi, bagaimana bisa aku melakukan perbuatan seperti itu."


"Itu hal wajar jika kau berselingkuh dengan ku, lagi pula kau bahkan tidak di hargai sama sekali oleh suami mu sendiri."


Lalu Reyhan pun mendekat ke arah Rosa, wanita itu hanya bisa menundukkan kepalanya. Perasaan canggung dan jantungnya yang terus berdetak dengan kencang membuat Rosa bingung harus melakukan apa. Di saat Reyhan hendak mencium kening Rosa, wanita itu langsung mendorong tubuh Reyhan dengan pelan agar ia menjauh dari dirinya.


Nampak Reyhan menatap dengan sedikit kecewa tapi pria itu tetap berusaha untuk tersenyum, "Maaf." Kalimat itu yang terlontar dari mulut Rosa, ia sadar jika dirinya telah membuat Reyhan kecewa.


"Aku tahu, jadi kau tidak perlu meminta maaf."


Setelah mengatakan itu Reyhan langsung bergegas pergi meninggalkan Rosa, nampak Rosa melihat kepergian Reyhan yang menghilang di balik pintu.


Kini Reyhan hanya bisa duduk dengan pikiran yang masih fokus kepada Rosa, hingga rasa sakit di kepalanya kembali datang.


Tapi Reyhan berusaha untuk menahan rasa sakit di kepalanya,hingga Sheila datang dan langsung membantu Reyhan.


"Kenapa denganmu? Apa kepala mu sakit lagi?" Sheila nampak panik lalu wanita itu langsung meminta pelayan untuk membawakan obat milik Reyhan.


Keributan itu membuat Rosa keluar dari kamar, dia melihat Reyhan tengah terbaring di atas sofa. Di sampingnya ada seorang wanita cantik yang tengah merawat Reyhan.


"Ada apa ini?" Rosa tiba-tiba bertanya dan hal itu membuat Sheila langsung melihat ke arahnya.


"Siapa kau?" Sheila langsung balik bertanya dan menatap sinis ke arah Rosa.


Bi Marni pun langsung menjelaskan jika Rosa adalah kekasih Reyhan yang telah lama hilang tapi kini Rosa tengah.


Mendengar hal itu Sheila langsung terdiam dengan tatapan mata yang masih melihat ke arah Rosa.


"Mas Reyhan, kenapa bi?" Rosa kembali bertanya, Bi Marni pun menjelaskan jika Reyhan kembali mengalami sakit kepala.


Reyhan kini mulai membuka matanya, tatapannya langsung tertuju pada sosok Rosa yang berdiri tak jauh darinya.


Sheila pun segera pergi menjauh dari Reyhan, kini Rosa berada di samping Reyhan. Ada perasaan sedih saat melihat keadaan Reyhan saat ini, meski Rosa kehilangan ingatannya tapi entah kenapa saat melihat Reyhan yang seperti ini hatinya terasa sangat sendu dan ingin menangis.


"Jangan sedih, sayang." Reyhan tiba-tiba mengatakan itu, ia seakan tahu apa yang sedang di pikiran oleh Rosa.


"Aku memang tidak mengingat mu, tapi aku berharap kau cepat sembuh dan tidak sakit-sakitan seperti ini."


Mendengar perkataan dari Rosa membuat Reyhan sangat bahagia, "Tentu, aku pasti akan sembuh karena obat untuk menyembuhkan ku sudah di temukan."


Reyhan langsung memeluk Rosa di depan semua orang, Rosa nampak sedikit kaget dan malu ketika Reyhan memperlakukannya seperti itu di depan orang banyak.


Sheila yang melihat kemesraan Rosa dan Reyhan.


"Sebaiknya kau segera istirahat." Sheila langsung angkat bicara dan menyuruh Reyhan untuk segera istirahat.


Lalu Reyhan pun di bantu oleh Rosa pergi ke kamar untuk beristirahat, nampak Sheila menatap dingin kedua orang yang mulai menghilang di balik pintu kamar.


Setelah cukup lama Rosa pun keluar, ia langsung berjalan ke arah Sheila. "Maaf, saya ingin meminta obat untuk di minum oleh Mas Reyhan."


"Apa maksudmu?" Sheila nampak sinis menanggapi perkataan dari Rosa.


"Maksudnya, biar saya saja yang memberikan obat untuk Mas Reyhan."


"Em.. Jangan mentang-mentang kau wanita yang dia cari, jadi kau bisa seenaknya. Lagi pula kau tidak perlu repot-repot mengurusi soal obat Reyhan, biar aku saja."


Rosa terdiam, entah kenapa ada perasaan tidak suka saat mendengar perkataan dari Sheila.


"Lagi pula kau bahkan tidak bisa mengingat siapa Reyhan, tapi kau sekarang pura-pura peduli kepada nya. Aku ragu jika kau adalah kekasihnya yang selama ini ia cari, bisa saja kau hanya orang miskin yang menyamar dan berpura-pura menjadi kekasihnya yang hilang lalu berpura-pura hilang ingatan."


Mendengar hal itu Rosa hanya diam, meski di hatinya ia sangat kesal mendengar perkataan dari Sheila.


"Meski aku tidak mengingat siapa Reyhan, tapi yang jelas pria itu memilih ku untuk berada di sisi nya. Dan ini tidak ada hubungannya dengan mu, kau hanya seorang dokter. Dan tugas mu adalah merawat pasien bukan malah mencampuri urusan pribadinya." Timpal Rosa yang sudah sangat kesal.


"Kau! Beraninya yah kau menghina ku."


"Aku tidak menghina mu atau merendahkan dirimu, tapi aku hanya ingin menyadarkan mu tentang posisi mu di sini."


Setelah mengatakan itu Rosa langsung bergegas pergi kembali ke dalam kamar, Sheila hanya diam dan menatap kesal ke arah wanita itu.