
Rosa mulai membuka matanya, ia melihat ke sekeliling tempatnya berada. Tapi Rosa sama sekali tidak mengetahui dimana ia sekarang, hingga sosok pria paruh baya datang menghampirinya.
"Kau sudah sadar."
Rosa mengerutkan keningnya karena ia sama sekali tidak mengetahui siapa sosok pria di depannya.
"Siapa kau?" Tanya Rosa dengan wajah yang ketakutan.
Faldi mengerutkan keningnya saat mendengar pertanyaan dari wanita yang pernah menjadi menantunya itu.
"Baru beberapa bulan, kau bahkan sudah lupa kepada mantan ayah mertua mu."
Rosa berpikir sejenak, jadi pria tua ini adalah mertuanya di masa lalu.
"Apa mau mu?" Tanya Rosa.
"Tentu saja untuk balas dendam, gara-gara kau anak ku kini mendekam di penjara. Jika bukan ulah mu dan juga adik ku, anak kesayangan ku sekarang pasti sudah menjadi orang yang sukses."
Rosa kembali terdiam, meski pria tua di hadapannya mengenalnya tapi saat ini Rosa sama sekali tidak mengingat apapun.
"Aku minta maaf apa yang terjadi pada putramu, tapi sungguh saat ini aku tidak bisa mengingat apapun. Bahkan aku juga tidak mengenal mu." Ucap Rosa dengan tatapan mata yang bersungguh-sungguh.
Faldi terdiam saat melihat tatapan mata Rosa yang menunjukkan kejujuran, tapi hal itu tidak membuat Faldi kasian. Ia sangat marah atas apa yang terjadi pada Galih, lalu Faldi menarik tangan Rosa dan membentur kan tubuh dan kepala wanita itu ke dinding.
Rosa hanya bisa merengek kesakitan, ia merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya. Hingga darah segar tiba-tiba mengalir dari keningnya, perlahan kesadaran Rosa pun mulai menghilang.
Melihat Rosa tidak sadarkan diri, Faldi langsung menyuruh anak buahnya untuk menyeret tubuh Rosa dan mengikatnya di sebuah kursi.
**
Reyhan pun nampak marah melihat ketidaksopanan pelayannya.
"Tuan, Nona Rosa..." Ucap pelayan itu dengan panik.
"Rosa? Ada apa dengannya?" Tanya Reyhan yang mulai panik.
"Nona Rosa di culik oleh pria asing." Jawab pelayan tersebut.
Reyhan seketika langsung terdiam dengan tatapan mata yang terkejut, lalu pelayan pun memberitahukan plat nomor mobil yang menculik Rosa.
Reyhan langsung menelpon temannya yang bekerja di kepolisian untuk segera melacak lokasi mobil yang membawa Rosa pergi.
Reyhan hanya bisa duduk terdiam dengan perasaan yang masih kacau. Ia bingung tentang keadaan Rosa yang masih belum di temukan, hingga teman Reyhan pun menghubungi nya dan memberikan lokasi dimana mobil yang di gunakan untuk menculik Rosa.
Reyhan mengerutkan keningnya, ia tahu betul dimana tempat ini. Tempat itu merupakan gudang penyimpanan milik kakaknya yang sudah lama tidak di gunakan, Reyhan pun menebak jika dalang di balik penculikan Rosa pasti kakaknya.
"Reyhan, kau mau keman?" Stella langsung mendekat ke arah Reyhan saat melihat pria itu tengah bersiap-siap untuk pergi.
"Aku akan pergi untuk menjemput Rosa," jawabnya.
"Apa? Kondisi mu sedang tidak baik, kau bisa menyuruh supir untuk menjemput wanita itu," ucap Stella berusaha untuk menghentikan Reyhan.
Tapi Reyhan hanya diam dan mengabaikan perkataan Stella, wanita itu kembali berusaha untuk menghentikan Reyhan agar pria itu tidak pergi. Bukannya menurut Reyhan langsung memaki Stella dengan nada keras hingga wanita itu terdiam dengan tatapan mata yang takut.
Reyhan langsung menyuruh anak buahnya untuk segera mengepung tempat dimana Rosa tengah di sandra.
"Aku tidak akan pernah mengampuni mu jika kau berani melukai kekasih ku."