Oh My Uncle

Oh My Uncle
OMU ~ Bab 33



Rosa berjalan masuk ke dalam kamarnya, pikirannya masih terpaku pada sosok Shella yang terus menyerangnya secara halus.


Wanita itu seperti sangat membencinya tapi Rosa bingung apa kesalahannya, dan lagi bukankah Shella hanyalah seorang dokter tapi kenapa dia sangat mencampuri urusan Reyhan.


Lalu Bi Marni tiba-tiba mengetuk pintu kamar Rosa dan mengantarkan makanan untuknya.


"Bi, memangnya Mas Reyhan sakit apa? Lalu apa sudah lama?"


Bi Marni pun terdiam, "Saya juga kurang tahu, beliau sakit apa. Tapi yang pasti beliau sakit setelah non Rosa menghilang." Jawab Bi Marni.


Rosa pun terdiam, meski dia tidak ingat apapun tapi ada perasaan bersalah di hatinya karena ulahnya Reyhan menjadi seperti ini.


Kemudian Rosa kembali pergi ke kamar Reyhan, ia bisa melihat sosok pria itu tengah tertidur lelap.


Kantung mata Reyhan nampak terlihat sangat jelas yang menandakan pria itu kurang tidur, wanita itu perlahan berjalan mendekat ke arah Reyhan.


Di saat Rosa melihat wajah Reyhan, pria itu tiba-tiba tersenyum dan membuka matanya. Rosa yang merasa malu pun hendak pergi tapi Reyhan langsung memegang tangan wanita itu.


"Mau kemana?" Tanya Reyhan yang menarik Rosa agar duduk di sampingnya.


"Maaf, aku telah mengganggu mu."


Reyhan tersenyum saat mendengar perkataan dari Rosa, "Kenapa mengatakan hal itu, tentu saja kau tidak menganggu ku sama sekali."


Rosa hanya diam, lalu sebuah pertanyaan muncul di benaknya. "Apa kau jadi seperti ini karena aku?" Tiba-tiba Rosa mengatakan hal itu.


"Seperti ini? Memangnya aku kenapa?"


"Ya sekarang kau sakit-sakitan,"


"Siapa yang bilang jika aku sakit-sakitan? Apa Bi Marni? Kau lihat, aku sehat. Jadi jangan khawatirkan kondisi ku." Pinta Reyhan.


"Meski kau berkata seperti itu, aku tahu jika kau sedang sakit. Dan ku harap kau cepat sembuh karena walaupun aku tidak mengingat mu, aku tetap tidak ingin melihat mu seperti ini."


Mendengar Rosa yang sedang menghawatirkan nya, Reyhan sangatlah senang.


"Dengan kau berada di sisi ku selamanya, itu akan sangat membuat ku bahagia."


Mendengar hal itu Rosa terdiam dengan wajah yang memerah, hingga tiba-tiba Bi Marni datang untuk mengatakan jika ada tamu yang ingin bertemu dengan Rosa.


Rosa pun segera pergi untuk menemui orang yang ingin bertemu dengannya dan rupanya itu adalah Dokter Andri.


"Rosa, bagaimana kabarmu?"


"Kabar ku baik-baik saja, Dok. Lalu bagaimana dengan kabarmu? Dan juga Nek Sari?"


"Kabar ku dan Nek Sari baik,"


"Jadi ada apa Dokter datang ke sini? Lalu bagaimana dokter tahu jika aku tinggal di sini?"


"Aku ke sini karena ingin berbicara denganmu." Tiba-tiba Dokter Andri memasang ekspresi yang serius.


"Berbicara? Tentang apa?"


"Aku ingin kau ikut dengan ku pulang, rumah mu bukan di sini." Pinta Andri kepada Rosa.


Rosa terdiam dan masih tidak paham, "Tapi bukankah ini memang rumah ku? Dan Mas Reyhan, ia kekasih ku di masa lalu."


"Dan kau percaya begitu saja? Rosa, bisa saja pria itu berbohong kepada mu. Kau jangan terlalu polos seperti itu." Pinta Andri kepada Rosa.


"Aku memang tidak mengingatnya sepenuhnya, tapi aku yakin jika pria itu adalah orang yang baik."


"Baik? Rosa, di luar sana banyak pria-pria jahat. Dan jangan mudah percaya dengan Reyhan, sebaiknya kau ikut pulang dengan ku. Dan lagi nek Sari sangat merindukan, apa kau sudah tidak ingat lagi dengan Nek Sari yang selama ini merawat mu?" Tiba-tiba Andri mengatakan hal itu yang membuat Rosa merasa bersalah kepada Nek Sari.


"Tentu saja aku selalu ingat Nek Sari."


"Lalu tunggu apa lagi? Ayo kita pulang," Pinta Andri.


Di saat Andri tengah membujuk Rosa, Reyhan tiba-tiba datang dan langsung menjawab perkataan dari Andri.


"Siapa kau, berani membawa kekasih ku pergi." Ucap Reyhan dengan tatapan yang marah.


Rosa langsung berbalik melihat ke arah Reyhan, "Mas Reyhan, kenapa kau bangun? Sebaiknya kau beristirahat lagi di kamar."


"Jika aku tidak datang, mungkin pria ini akan menghasut mu untuk pergi dari rumah ku dan meninggalkan ku, Rosa." Jawab Reyhan, lalu tatapan Reyhan kembali melihat ke arah Andri.


"Rumah Rosa bukan di sini, jadi tidak ada salahnya mengajak Rosa untuk kembali pulang." Jawab Dokter Andri yang menatap Reyhan tanpa rasa takut sama sekali.


"Rosa akan tetap tinggal di sini karena aku adalah kekasihnya, dan tempat ini adalah rumahnya. Jika bukan karena Rosa hilang ingatan, ia tidak akan pernah pergi dari ku."


Mendengar hal itu Dokter Andri terdiam, lalu ia langsung bangkit dan segera pergi. Tapi sebelum itu, ia melihat ke arah Rosa dan pergi begitu saja.