Oh My Uncle

Oh My Uncle
OMU ~ Bab 31



Hari ini Reyhan kembali datang ke rumah Nek Sari, dia akan menjemput Rosa untuk kembali pulang ke rumah.


Rosa sangat berat hati untuk meninggalkan Nek Sari sendirian di rumah, tapi Reyhan berjanji akan menjaga Nek Sari dan memenuhi kebutuhannya.


Rosa mulai masuk ke dalam mobil BMW milik Reyhan, pria itu dengan lembut memegang tangan Rosa tapi Rosa hanya diam dan malah menarik tangannya.


Meski mendapatkan respon seperti itu dari Rosa, Reyhan tetap sabar karena dia tahu jika semuanya harus memiliki proses.


Di sepanjang jalan, Rosa melihat keluar kaca mobil, pemandangan di luar sangatlah indah. Dan rintik-rintik hujan pun mulai membasahinya kaca mobil, perasaan bingung terus menyelimuti benak Rosa. Apa yang harus dia lakukan sekarang, meski pria itu pernah ada di kehidupannya tapi Rosa sama sekali tidak bisa mengingatnya dan baginya saat ini pria itu tidak lebih dari orang asing.


Kini Rosa sudah berada di sebuah mansion mewah dan juga besar, untuk beberapa saat Rosa menatap takjub tempat tinggal pria yang mengaku sebagai kekasihnya itu.


"Bagaimana, apa kau menyukai tempat barumu?"


Rosa hanya tersenyum tipis dan enggan untuk menjawab, lalu Reyhan langsung mengajak Rosa untuk masuk ke dalam kamar mereka berdua.


"Ini kamar kita." Bisik Reyhan dengan senyuman hangat.


"Tapi kita belum menikah, mana bisa sekamar berdua?"


Rosa langsung mengatakan ketidak setujuan nya sekamar dengan Reyhan, "Baiklah, kau tidur di kamar ini dan aku akan tidur di kamar yang lain."


Reyhan pun harus mengalah demi kebaikan Rosa, meski hatinya sedikit sakit dengan sikap Rosa yang sangat dingin kepadanya.


Rosa kini berada di dalam kamar, tatapan matanya terpaku pada banyaknya foto-foto dirinya dengan Reyhan yang tertata rapi di atas meja.


Foto-foto mesra mereka berdua, meski begitu Rosa masih sedikit takut dengan Reyhan. Tapi ada sebuah perasaan hangat dan nyaman saat dia bersama dengan Reyhan.


Perlahan Rosa mulai duduk di atas ranjang, matanya terus melihat-lihat isi kamar yang sangat rapi. Rosa mulai membaringkan tubuhnya di atas ranjang, dia bisa mencium aroma wangi pria itu yang menempel di sarung bantal.


Perasaan familiar kembali menyelimuti hati Rosa, dia merasakan perasaan tidak asing dengan wangi pria itu.


Perlahan Rosa memeluk bantal itu dan mulai memejamkan matanya, perasaan nyaman kembali datang menyelimuti tubuhnya. Sisi lain dari dirinya seperti merindukan wangi tubuh pria itu, meski Rosa tidak mengingat apapun tapi entah kenapa hati kecilnya seperti menginginkan pria itu.


Perlahan Rosa mulai terlelap dalam tidurnya, samar-samar di dalam mimpi dia kembali bertemu dengan sosok Reyhan.


Pria tampan yang mengaku sebagai kekasihnya, di mimpinya Rosa hanya bisa diam dan terus mengikuti kemana pria itu pergi. Mereka saling memadu kasih dan bersukacita bersama, seperti sepasang kekasih.


Di dalam mimpi, Rosa seperti mengenal jauh sosok Reyhan. Hingga tiba-tiba semuanya menjadi gelap dan Reyhan pun menghilang, Rosa pun kembali bermimpi tentang sosok pria asing yang mendorongnya ke jurang.


Terdengar suara ketukan di pintu kamar, Rosa pun mulai membuka pintu dan melihat Reyhan datang dengan sebuah nampan berisikan makanan.


"Kau belum makan, jadi aku membawakan untukmu." Ujarnya dengan sebutan senyuman.


"Terimakasih."


Reyhan berjalan masuk ke dalam kamar, dia menaruh nampan di atas meja dengan sebuah senyuman, Reyhan langsung menyuruh Rosa untuk segera makan.


"Ini makanan kesukaan mu saat dulu, tapi entah sekarang kau masih menyukainya atau tidak."


Mendengar hal itu Rosa terdiam, dia tidak mampu untuk menjawab perkataan dari Reyhan. Dengan perlahan Rosa mulai memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya, suapan demi suapan dia lakukan. Makanan itu terasa enak dan familiar di mulutnya, rasa yang seperti pernah dia rasakan sebelumnya.


"Bagaimana, apa kau menyukainya?" Reyhan kembali bertanya dengan nada lembut.


"Iya, aku menyukainya dan rasanya sangat enak."


"Syukurlah jika kau menyukainya, Bi Marni sengaja memasak makanan ini untuk mu."


"Bi Marni?"


"Ah, kau pasti lupa. Dia pembantu di rumah ini, sekaligus orang yang sangat dekat denganmu dulu."


Mendengar hal itu Rosa tersenyum tipis, dia kembali memakan makanannya dengan perlahan. Reyhan tersenyum saat melihat kekasihnya ada di samping dirinya, meski Rosa sudah tidak mengingatnya tapi Reyhan bertekad akan membuat wanita itu kembali mengingatnya dan mereka akan menjalankan kehidupan seperti dulu lagi.


Rosa mulai membereskan sisa piring kotor miliknya, tapi Reyhan langsung menghalangi niat wanita itu.


"Kau tidak boleh melakukan pekerjaan seperti itu,"


"Tapi.." Reyhan dengan cepat memotong perkataan dari Rosa.


"Kau di sini adalah Tuan rumah dan banyak pembantu yang akan melakukan pekerjaan itu."


Seorang pelayan pun datang dan langsung membawa piring kotor bekas Rosa, "Apa kau sangat kaya sampai bisa memiliki banyak pelayan?"


Reyhan ingin tertawa saat mendengar pertanyaan dari Rosa, "Tidak, aku sama sekali tidak kaya. Aku hanya pria biasa tanpa kekayaan yang melimpah."


Rosa pun terdiam seakan mengerti dengan jawaban dari Reyhan, kini mereka hanya bisa saling diam satu sama lain. Rosa nampak sedikit gugup ketika dia menyadari jika Reyhan terus menatapnya dengan senyuman yang manis.