MY PERSONAL ASSISTANT

MY PERSONAL ASSISTANT
Flashback Soraya



"Rein, kamu jangan curi - curi cium ya, aku lagi ngerjain tugas nih. Kalau kamu gangguin terus nggak selesai - selesai" protes Soraya kesal karena Rein terus saja mencuri - curi kesempatan menciumnya.


"Ututututuuuu yang lagi ngerjain tugas. Kamu pasti lulus kok, tenang aja nilai kamu nggak bakalan anjlok cuma gara - gara telat ngumpulin tugas" ledek Rein.


"Ih sembarangan kamu deh, aku tuh bulan depan bakalan ada even penting makanya aku mau kelarin tugas - tugas aku biar nggak kepikiran. Sono ih, kamu ganggu banget" Soraya berusaha mengusir Rein keluar dari apartemennya.


Rein yang memang sedang ada jadwal syuting hari itu mau tak mau menuruti Soraya untuk pergi walaupun sebenarnya dia masih ingin menghabiskan banyak waktu bersama Soraya, wanita yang baru dia kencani selama dua tahun ini. Rein merasa bahagia memiliki kekasih seperti Soraya meskipun ibunya menentang karena Soraya adalah anak yang dibesarkan di panti asuhan yang tidak jelas asal usulnya.


Tapi beruntung hubungan mereka tidak terendus media, karena mereka berhasil menyembunyikannya dengan baik. Sampai suatu hari salah satu akun gossip memposting foto mereka berdua yang sedang berkencan di Bali, kebetulan saat itu Soraya sedang ada pemotretan di Bali sementara Rein sengaja untuk menyusulnya.


Akibat postingan itu, hubungan mereka akhirnya diketahui oleh publik. "Mah, aku nggak bisa putusin Soraya. Aku cinta sama dia" teriak Rein kepada Angeline.


"Rein kau tahu apa soal cinta, kau itu hanya mau bersenang - senang sama dia. Kau bisa lihat akibat hubunganmu dengannya yang diketahui publik banyak fans yang melakukan boikot. Kita bisa rugi ratusan juta Rein. Kau mau agensi ini bangkrut?" sergah Angeline.


"Dengar mama akan merilis pernyataan kalau kalian nggak ada hubungan apa - apa, dan kau tidak boleh melakukan apapun dan ini datanglah kesana, maka kau akan tahu gadis seperti apa Soraya itu" seru Angeline sambil emnyerahkan sebuah kunci kamar hotel berbintang kepadanya.


Rein menatap keycard itu dengan ragu - ragu tapi dia tetap mengambilnya. Soraya menerima uang yang diberikan oleh pria yang juga anggota pejabat tanah air setelah mereka menghabiskan malam panas mereka bersama, malam ini adalah malam terakhir Soraya sebagai wanita bayaran. Sejak dia mengenal Rein, dia memutuskan untuk berhenti dan mencintai Rein dengan sepenuh hatinya. Dia juga tidak ingin jika Rein mengetahui kenyataan yang sebenarnya jika dia terus melakukan hal ini.


Setelah bertahun - tahun akhirnya dia bisa menemukan kebahagiaannya dia tidak ingin jika masa lalunya akan merusak semuanya. "Makasih om, ini banyak banget" jawab Soraya.


"Nggak papa, kamu sudah layani om dengan baik. Aya, kalau om minta lagi boleh, nanti om tambahin uangnya. Om pengen banget" sahut lelaki yang lebih pantas sebagai ayahnya itu.


Soraya mengangguk, toh hari ini hari terakhirnya jadi biarlah dia melakukan ini untuk yang terakhir. Dia tidak menyadari kalau Rein sudah menelponnya berkali - kali. Ditempat lain Rein menjadi gusar karena Soraya tidak juga mengangkat teleponnya.


Rein lalu melirik ke arah keycard yang diberikan oleh ibunya. Apa iya Soraya ada disana? Rasa penasaran yang besar membuat Rein memutar haluan mobilnya menuju sebuah hotel mewah, dia langsung menuju ke kamar yang tertera di keycard itu. Didepan kamar Rein tampak ragu untuk masuk, setelah terpaku beberapa saat Rein menempelkan keycard itu dan menekan handle pintu kamar suite itu.


Pria itu menciumi setiap inci bagian tubuh Soraya dengan penuh gelora dan gairah yang memuncak seraya menghujamkan miliknya kedalam Soraya, sampai dia berada di puncak kenikmatannya sendiri dan merebahkan tubuhnya disamping Soraya.


Jantung Rein berdegup kencang, bibirnya mengatup erat, tangannya terkepal saat dia melihat Soraya sedang bercinta dengan seorang pria yang pantas disebut sebagai ayahnya. Seketika dia merasa jijik dengan Soraya, meskipun mereka terkadang juga berhubungan se x tapi melihat Soraya bercinta dengan orang lain seketika membuatnya mual.


Soraya yang baru saja selesai menikmati permainannya terkejut saat melihat Rein menatapnya nyalang, "R-Rein... sayang. K-kamu ngapain disitu" sahut Soraya panik dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Jadi benar yang dikatakan orang - orang bilang? K-kamu wanita seperti ini?" tanya Rein yang masih tidak bisa mempercayai penglihatannya.


"Rein... dengerin penjelasan aku dulu, ini... ini.... nggak seperti yang kamu pikir" Soraya berusaha teruse berkelit walaupun itu jelas sangat sia - sia melihat ekspresi dan tatatapn jijik yang ditunjukkan oleh Rein kepada dirinya.


Rein menggelengkan kepalanya tidak percaya, dia menoleh ke arah Soraya dan berpaling ke arah pria tua yang tersenyum puas dengan begitu memuakkan, Rein bahkan bisa mencium aroma cairan dan keringat yang bercampur menjadi satu di tubuh Soraya. Bahkan dia bisa melihat tubuh Soraya yang terlihat lengket dan beberapa buah pengaman yang dibuang asal ke lantai menunjukkan berapa kali mereka telah bermain sepanjang malam.


Tanpa mengatakan apapun Rein segera pergi meninggalkan Soraya mengabaikan teriakan putus asa Soraya yang memanggil dan mengejarnya. Keesokan harinya Angelin merilis pernyataan pers, dan mengatakan bahwa antara Soraya dan Rein tidak memiliki hubungan apapun, bahkan dengan sadis Angeline mengatakan kalau Soraya yang mengharapkan Rein dan selalu mengganggu serta menggoda Rein untuk berpacaran dengannya. Akibatnya sosial media Soraya dipenuhi hujatan dan makian, bahkan dia beberapa kali diteror oleh fans dari Rein.


Merasa tidak terima Soraya berniat untuk menemui Angeline di kantornya, tapi saat dia akan keluar seseorang datang ke apartemennya, "Mau ngapain lo kesini? Puas lo bikin hubungan gue sama Rein hancur?" sergahnya.


Saat Soraya berbalik, tamunya membekap Soraya dengan saputangan yang sudah dilumuri obat tidur hingga membuatnya tidak sadarkan diri. Orang ini kemudian mengatur kamar mandi, mengisi bathub dengan air panas, meletakkan tubuh Soraya lalu mengiris urat nadi Soraya dengan cutter lalu memposisikan seolah - olah Soraya bunuh diri. Selesai melakukan itu, dia lalu pergi meninggalkan apartemen Soraya.


Rein masih tidak mau berbicara dengan siapapun saat dia tahu soal pekerjaan sampingan Soraya, dia merasa dikhianati oleh kekasihnya tapi rasa cinta Rein kepada Soraya yang begitu besar membuat Rein mau memaafkan dan memberi kesempatan kepada Soraya.


Rein lalu menelpon Soraya tapi betapa terkejutnya dia ketika yang mengangkat  panggilannya adalah petugas kepolisian yang mengabarkan kematian Soraya. Kematian Soraya lalu diputuskan sebagai kasus bunuh diri dan penyelidikan pun ditutup. Sementara Rein akibat rasa shock dan terkejutnya, membuat dia tidak bisa menahan diri terus menerus menyalahkan diri sendiri atas kematian Soraya hingga membuat dia harus mendapat perawatan dari seorang psikiater selama beberapa lama.