My Introvert Wife

My Introvert Wife
Bab 8



aku akan memilih pria ketiga ini, memang terlihat nerd tapi dia terlihat sangat propesional dan sangat terlihat lebih fokus bila di berikan tugas. Dia terlihat pendiam jadi dia tidak akan membuat ku pusing.” Gumam Elisa dalam hatinya


“ huft...” Elisa mengehembuskan nafasnya dengan perlahan


“ Riki Herlambang? Apa kamu blasteran?” tanya Elisa


“ iya benar bu, ibu saya orang Indonesia dan ayah saya orang Belanda” jawab pria itu


Pria culun yang berada di depan elisa adalah Alexo yang sudah mulai menjalankan penyamarannya.


“bagus,dia menjawab dengan sesuai tanpa harus berbelit-belit” gumam Elisa dalam hati


.


.


.


...****************...


NEXT ...


“ saya tidak meragukan kamu dalam pekerjaanmu, pengalaman kerjamu yang sangat banyak dan bagus saya hanya akan bertanya siapkah kamu bekerja dalam waktu dua puluh empat jam? Tidak mengenal hari libur atau tanggal merah? Karena kamu harus siap sedia dikala saya memerlukan kamu jika ada hal-hal mendesak.” Ucap Elisa


“ baik saya setuju, bu” jawab Alex atau Riki dalam penyamaran


“ baiklah kalau begitu, mulai besok kamu sudah bisa mulai bekerja, dan disana ruang kerjamu!” ucap Elisa sambil menunjuk ruangan untuk Alex bekerja.


“ baik nona” jawab Alex


“ serahkan berkas ini ke bagian HRD, dan kamu sudah diperbolehkan untuk pulang” ucap Elisa sambil menyerahkan berkas pada Alex


Alex mengambil berkas yang di berikan oleh Elisa dengan segera.


“ saya permisi dulu kalau begitu nona. Saya pastikan anda tidak akan menyesal telah menerima saya sebagai asisten pribadi anda!” ucap tegas Alex


“ iya segera serahkan berkas itu, kalau tidak nanti kamu tidak akan mendapatkan gaji” ucap Elisa tegas dengan nada sedikit mengusir.


Alex melangkahkan kaki keluar dari ruangan Elisa menuju ruang dimana HRD berada. Alex merasa sangat jengkel dengan penyamarannya karena dia harus rela disuruh-suruh oleh orang lain, namun demi mendapatkan apa yang diinginkannya dia harus meredam rasa kesalnya. Sedangkan di ruangan Elisa sedang memikirkan suatau hal.


“ kenapa aku merasa pernah melihat pria itu? Pria itu terlihat sangat berwibawa dan terkesan berkuasa meskipun penampilannya terlihat culun tetap tidak bisa menutupi ketegasan dan wibawaan pada dirinya. Bahkan dia tidak mengucapkan kata terimakasih setelah aku terima dia bekerja. Ck... kenapa juga aku harus memikirkan itu” ucap Elisa pelan dan dia langsung melanjutkan kerjanya.


.


.


.


“ ehh tuan sudah datang, bagaimana tuan hasil interviewnya?” tanya asisten Jo


“ enak sekali ya kamu Jo disini santai-santai sedangkan au harus bekerja” ucap Alex dan melepaskan jas yang dia pakai.


Jo hanya terdian dengan ucapan Alex dan mengambil jas yang buka oleh Alex dan memindahkannya ke tempat baju kotor.


“ ambilkan aku minuman!!!” ucap Alex menyuruh Jo sambil menggulungkan kemeja tangan panjangnya dan segera duduk di sofa yang berada di ruangkeluarga apartemen miliknya.


“ maaf tuan tapi anda belum makan siang tuan” ucap Jo


“ ck... ambilkan saja apa susahnya... CEPAT JO...KALAU TIDAK GAJIMU AKU POTONG!” ucap Alex meninggikan suaranya


“baik tuan” jawab Jo dengan cepat mengambilkan minuman yang diinginkan sang bos.


Jo tau minuman apa yang diinginkan sang bos dikala dia sedang kesal. Tidak lama kemudian Jo kembali dengan sebotol champagne dan gelas flute lalu meletakkannya di atas meja.


Ruang keluarga Apartemen Alex



selama ini tidak ada yang berani membiku perintah tapi wanita itu berkali-kali memerintahku dengan nada dia yang sangat dingin pula. “ ucap Alex


“ sabar tuan, ingat dengan tujuan tuandatang kembali ke Indonesia.” Ucap Jo


“ ck... enak sekali kamu ngomong sabar... dia seenaknya menyuruh dan mengatur aku ... dia kira dia siapa coba berani sekali untuk mengatur dan menyuruh-nyuruh aku” ucap Alex sambil menyesap minumannya


Jo tidak menjawab ucapan sang bos dia tahu bosnya sedang sangat kesal, dia berusaha untuk tidak mengeluarkan suara tawanya mendengar keluhan sang bos.


Alex adalah salah satu pria terkuat dan terkaya di benua Eropa, tidak ada yang berani untuk mengatur dan menyuruh sang bos, karna bosnya itu sangat disegani dan sangat dingin dan kejam kepada para pesaingnya.alex sekarang sedang menyamar untuk mengetahui kebenaran akan anaknya dia harus merelakan harga dirinya jatuh.


“ anda harus lebih sabar tuan, ingan tujuan kita tuan untuk mengetahui kebenaran daddy dari anak nona Elisa apa benar dia anak anda atau bukan. Jangan sampai mereka mencurigai anda dan kita gagal mendapatkan informasi yang kita inginkan. Lagian tuan harusnya senang bisa berdekatan dengan nona Elisa yang cantik dan sangat susah didekati oleh pria, tapi dia dengan anda saya perhatikan dia berbeda.” Ucap Jo


Alex melirik tajam pada asistennya yang mengatakan Elisa cantik, di hatinya ada rasa tidak terima kalau Elisa ada yang memuji. Jo yang di tatap tajam oleh Alex merasa bingung dan dia merasa tidak ada yang salah dengan ucapannya.


...****************...


Bersambung ....


TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊


MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏


JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏


JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐