
kamu masih disini Rik? Apa kamu mau membuat aku menunggu lama!” ucap Elisa ketus
“Maaf nona, ini bukan salah Pak Riki ini salah saya karena saya menahannya tadi, saya ingin mengajak pak Riki untuk clubbing sebagai merayakan ulang tahun pak Riki.” Ucap Sekretaris sambil menunduk dia takut kalau Elisa akan marah.
“Clubbing? Hmmm itu ide yang bagus, rik segera kamu pesankan ruang VVIP di club X... Kita akan merayakan ulang tahunmu disana!” ucap Elisa
Alex langsung melongo saat mendengar ucapan dari Elisa, karena Elisa mau merayakan ulang tahunnya bersama.
“Baik nona” ucap Alex
“Maaf nona apa aku harus mengajak karyawan yang lain?” tanya sekretaris
“Tidak perlu, hanya kita bertiga saja sudah cukup!” ucap Elisa
“Baiklah kalau begitu. Nanti kita bertemu disana tau bagaimana nona?” tanya sekretaris
“Kita bertemu disana saja! Oh ya nanti kalau ada yang mencari saya, bilang saja saya sedang pergi!” jawab Elisa dan sekretarisnya hanya menganggukan kepalanya
“Ayo berangkat sekarang Rik” ucap Elisa
“Baik nona” ucap Alex
Alex dan Elisa melangkahkan kakinya menuju lift khusus langsung menuju parkiran dimana mobil Elisa terparkir.
.
.
.
...****************...
Next...
“Rik nanti kita mampir dahulu ke mall ya” ucap Elisa
“Baik nona, apa anda akan membelikan mainan lagi untuk Leo?” tanya Alex dan melirik kearah Elisa yang duduk di kursi sebelah pengemudi
“Tidak” jawab singkat Elisa
Alex melihat wajah Elisa yang tampak jutek dan seolah-olah Elisa tidak ingin di ganggu lagi.
‘Ck... Kenapa sulit sekali untuk mencairkan gunung es ini.’ gumam Alex dalam hati
Alex kembali memfokuskan pandangannya ke arah jakanana yang cukup ramai, wajar kalau jalanan ini selalu ramai karena posisi mall yang dimaksud oleh Elisa berada di area perkantoran besar. Sesampainya di mall Elisa keluar dari mobilnya dan diikuti oleh Alex dari belakang. Elisa masuk kedalam sebuah toko kacamata mewah.
“Ada yang bisa kami bantu, nona?” ucap pelayan toko dengan sopan
“Tolong carikan kacamata yang cocok untuk asistenku!” ucap Elisa
“Maaf nona itu tidak perlu!” tolak Alex pelan agar Elisa tidak marah
“Tidak, kamu menjadi asisten pribadiku, dan aku ingin melihat penampilanmu yang layak tidak seperti sekarang seperti penjaga sebuah perpustakaan seperti ini!” ucap Elisa
“Tapi nona...” ucap Alex belum selesai sudah di potong oleh Elisa
“Lakukan saja kalau tidak aku akan memecatmu!” ucap Elisa mengancam Alex
Alex mendengar ancaman dari Elisa membuat dia marah dan kesal, memangnya siapa dia berani memecatnya, kalau bukan demi anaknya dan juga Elisa yang sudah berada dalam hati Alex, dimana mungkin menerima perlakuan seperti itu.
“Hmmm baiklah kalau nona memaksa, saya akan lakukan apa kemauan anda.” Ucap Alex
Alex mengikuti pelayan toko kaca mata dan mengecek mata Alex terlebih dahulu. Setelah serangkaian pengecekan mata, Alex menghampiri Elisa kembali.
“hasilnya kedua mata tuan masih normal, tidak ada minus maupun silinder dan lainnya. Tapi kenapa tuan memakai kaca mata setebai itu?” tanya pelayan toko kacamata
Elisa mendengar ucapan pelayan yang memeriksa Alex membuat dia mengerutkan keningnya dan menatap pada Alex.
“Apa maksud dari ucapan pelayan itu, Rik?” tanya Elisa
“Hmm itu hanya kaca mata baca saja nona, dan saya memang selalu menggunakannya sebagai pelengkap penampilan saya.” Ucap Alex mencoba mengelak dan takut Elisa akan curiga
“Mulai hari ini kamu tidak boleh pakai kacamata itu, aku lebih suka kamu tidak memakai kacamata seperti ini!” ucap Elisa dengan tegas
‘Ya ampun, apa aku tidak salah dengar kalau dia menyukaiku’ gumam Alex dalam hati
“Oke kalau begitu” ucap Elisa
“Permisi nona apa anda jadi membeli kaca mata ini?” tanya pelayan toko
“Tentu saja, tolong bungkus kan” ucap Elisa
Elisa memilih sepasang kacamata jalan yang satu untuk Alex dan satunya lagi untuk dirinya. Dia ingin memberikan kacamata kepada Alex sebagai hadiah ulang tahunnya.
“Baik nona, akan saya siapkan barangnya” ucap pelayan
Elisa hanya menganggukan kepalanya dan duduk santai sambil memainkan ponselnya. Setelah menunggu pelayan menyiapkan kacamatanya kemudian Elisa menyerahkan Black Cardnya untuk membayar belanjaannya.
“Ini untukmu,Rik” ucap Elisa menyerahkan kacamata jalan pria kepada Alex
“Apa ini nona?” tanya Alex
“Ini sebagai hadiah ulang tahunmu dariku, dan ini kacamata sepasang dan itu sama dengan milikku” ucap Elisa dan tersenyum kearah Alex
“Ahh nona, ini tidak perlu” ucap Alex menolak padahal di hatinya merasa sangat bahagia
“Tidak ada penolakan!” ucap Elisa tegas
“Baiklah nona, saya terima hadiah ini dan terimakasih banyak” ucap Alex
‘Aku tidak menyangka kalau Elisa akan memberikan hadiah ulang tahun untuk ku... Ahh sayang cepatlah kamu mencair dan kita akan hidup bahagia bersama dengan anak-anak kita’ gumam Alex dalam hati
“Ini nona kartunya, terimakasih sudah berbelanja di tempat kami.” Ucap pelayan dan menyerahkan
Elisa hanya tersenyum dan mengambil black card miliknya. Alex dan Elisa keluar dari toko kacamata mereka berdua berjalan menuju parkiran.
“Rik, lebih baik kita langsung menuju klub saja” ucap Elisa sambil berjalan
“Baik nona” ucap Alex
Club yang dituju oleh Elisa dan Alex merupakan club yang berlokasi di sekitar tempat bisnis ibukota. Club tersebut memiliki desain yang berbeda pada umumnya, desain nya sangat luar biasa indah dan menampilkan cahaya yang indah.
Elisa dan Alex sampai di club tersebut dan ternyata sekertaris Elisa belum sampai. Alex dan Elisa duduk di sofa VIP yang berada di klub tersebut sambil menikmati alunan musik DJ.
“Apa anda ingin saya temani ke dance floor, nona?” tanya Alex
“Tidak, kalau kamu mau kesana silahkan saja, tidak perlu mengkhawatirkan aku” ucap Elisa
“Tidak nona, saya akan menemani anda disini” ucap Alex
Elisa hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban. Alex kembali terdiam dan menikmati musik serta sesekali dia melihat wajah cantik Elisa. Tidak lama pesanan minuman Elisa dan Alex tiba. Elisa memesan minuman yang terbuat dari vodka, triple sec,jus cranberry dan jus jeruk nipis yang disajikan dalam gelas martini.
Sedangkan Alex dia memesan Long Island Iced Tea yang terbuat dari Vodka, triple detik,tequila, rum ringan, gin dan cola sehingga memberikan warna kuning yang terlihat menenangkan. Konsentrasi alkohol yang yang di pesan oleh Alex lebih tinggi dari pada minuman milik Elisa.
.
.
.
...****************...
Bersambung ....
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YAA....
BERJUDUL. MY FAVORIT SECRETARY
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐