
Elisa melirik kearah Alex yang sedang konsen mengendarai mobilnya, sesekali dia memalingkan wajahnya kembali.
“Kenapa ? baru sadar ya kalau daddy nya Leo itu sangat tampan” ucap Alex dengan pedenya
“Ck... pede banget kamu” ucap Elisa
“Iya juga sayang, tidak perlu malu-malu mengatakan kalau aku ini tampan dan kamu menyukai ketampananku” ucap Alex sambil tersenyum
“Ck...terserah apa katamu.. Oh ya terimakasih kamu sudah mau berterus terang terhadap Leo kalau kamu adalah daddy nya aku baru pertama kali melihat wajah bahagia yang Leo pancarkan saat tahu bahwa kamu adalah daddy nya, aku tadinya masih mencari waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya tapi kamu sudah mengatakannya duluan” ucap Elisa
“Tidak perlu berterimakasih, karena itu sudah sewajarnya Leo mengetahui kalau aku adalah daddy nya, aku sudah berjanji kepada kamu dan keluargamu bahwa aku akan memberikan keluarga yang utuh untuk anak kita, aku berjanji akan memberikan yang terbaik untuk anak anak kita aku akan berusaha untuk bisa membuat kalian bahagia sayang” ucap Alex sambil tersenyum ke arah Elisa
Elisa mendengar ucapan Alex dia tersipu malu, ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Alex kalau Leo harus tahu dari sekarang. Elisa juga bersyukur Leo bisa dengan mudahnya mempercayai ucapan Alex dan sangat dekat dengan Alex, ya mungkin ikatan batin seorang anak dan daddy nya memang tidak bisa terbantahkan.
“Mulai dari sekarang kamu dan Leo adalah prioritas hidupku, dan kalian adalah tanggung jawab ku” ucap Alex santai
“Tanggung jawab kamu hanya untuk Leo saja,Lex. Aku bukan tanggung jawabmu” ucap Elisa
“Kata siapa kamu bukan tanggung jawabku, kamu adalah ibu dari anak-anakku dan kamu adalah calon istriku jadi sudah sewajarnya kamu adalah tanggung jawabku” ucap Alex
“Hmmm sudah kukatakan bahwa aku tidak ingin menikah” ucap Elisa sambil menatap ke arah samping.
“Terserah apa yang kamu katakan, aku pasti bisa membuat kamu luluh sayang dan kamu juga harus memikirkan anak kita” ucap Alex
“Oh ya katamu kita akan menandatangani kontrak kerjasama di Belanda, apa itu benar?” tanya Elisa
“Iya sayang, dan minggu depan kita akan berangkat ke Belanda” ucap Alex
“Hmmm... Apa tidak bisa dilakukan disini saja, Lex? Lagian kamu juga ada disini. Aku tidak mau jauh dari Leo terlalu lama “ ucap Elisa memberikan usulan
“Tidak bisa sayang, tandatangan kontrak itu harus dilakukan di depan komisaris AHS Company, yang mengharuskan kamu dan aku ke sana. Kita bisa ajak leo untuk ikut juga sayang jadi kamu tidak perlu khawatir berjauhan dengan anak kita” ucap Alex memberikan penjelasan.
“Tapikan Leo baru saja masuk sekolah, apa tidak menjadi masalah kalau dia harus ijin selama seminggu?” tanya Elisa
“Sayang, Leo itu masih playgroup dan sekolah itu juga milik keluargamu, jadi kamu tidak perlu mencemaskannya tidak akan jadi masalah. Lagian aku juga ingin mengajak anakku ke tempat kelahiranku sayang” jawab Alex
“Hmm baiklah, Leo akan aku ajak ikut bersama dengan kita” ucap elisa memberikan keputusannya
“El ayo kita menikah” ucap Alex setelah menepikan kendaraannya di pinggir jalan.
“Apa kamu sudah gila, Lex? Kamu sendiri sudah tahu jawabannya” ucap Elisa sedikit kesal
“Tolong pikirkan anak kita Leo. Apa kamu tidak ingin memberikan keluarga yang utuh kepada anak kita? Apa kamu tidak melihat kebahagiaannya Leo tadi saat tahu bahwa aku adalah daddy nya. Tolong pikirkan itu sayang” ucap Alex memohon sambil menggenggam kedua tangan Elisa
“Apa kamu mencintaiku, Lex?” tanya Elisa dengan menatap tajam Alex
Elisa melihat sorot mata Alex yang menyatakan kejujuran dari ucapan yang diberikannya. Elisa juga memang sudah merasa sangat nyaman dengan kehadiran Alex, selain dari keluarganya Alex lah pria luar yang bisa membuat Elisa merasa nyaman.
“Hmmm akan aku pikirkan, lebih baik sekarang kita ke kantor hari sudah semakin siang dan kamu juga harus menjemput Leo.” Ucap Elisa dan melepaskan genggaman tangannya dari Alex dan memalingkan wajahnya dari tatapan Alex.
“Terimakasih sayang” ucap Alex tulus
Alex langsung menjalankan kembali mobilnya menuju perusahaan Elisa yaitu ESC Group. Alex sesekali melirik kearah Elisa yang sedang menatap jalanan yang macet.
“Sayang apa kamu belum ada tanda-tanda hamil lagi?” tanya Alex
“Apa maksud kamu ?” tanya Elisa dan menatap tajam kearah Alex yang mengemudikan mobilnya.
“Kita kan sudah berbagi malam penuh dengan gairah, dulu saja saat pertama kali kita melakukannya itu bisa langsung menghasilkan Leo. Aku juga saat ini yakin kalau kecebong ku kali ini bisa berhasil membuat adik untuk Leo, anak kedua kita sayang. “ ucap Alex santai
“Brengsek...!!! Hentikan mobilnya SEKARANG!!!” ucap Elisa dengan sangat kesal
Alex secara spontan menepikan mobilnya dan tanpa menunggu mobil itu berhenti dengan sempurna Elisa sudah keluar dari dalam mobil itu lalu menutup pintu mobil itu dengan sangat kencang.
.
.
.
...****************...
Bersambung ....
YUK BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YA DENGAN JUDUL
"MY FAVORIT SECRETARY"
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐