
Alex beserta rombongannya telah tiba di Amsterdam, saat ini mereka semua dalam perjalanan menuju mansion Alex. Mobil yang mereka tumpangi telah tiba di sebuah mansion yang sangat mewah terletak di tengah kota. Saat akan memasuki mansion di luar gerbang yang menjulang tinggi ternyata disana sudah banyak para wartawan yang menunggu kedatangan Alex beserta Elisa dan para asistennya. Para wartawan yang menunggu kedatangan mereka meminta konfirmasi atas pernikahan Alex dan Elisa yang sudah tersebar luar.
Alex tidak ingin membuat Leo takut di hari pertama sang putra datang ke tempat kelahirannya. Mobil terus melaju masuk kedalam mansion tidak memperdulikan para wartawan yang terus mencari berita. Namun mereka tidak bisa berbuat apa karena para penjagaan sangat ketat.
“Kirim semua peringatan ke seluruh media massa, aku akan menuntut siapapun yang melanggar hak privasi ku, aku dan istriku akan mengadakan jumpa pers sesegera mungkin, jadi sampai itu terjadi aku tidak ingin ada satu media pun yang mengganggu kehidupan pribadi ku!” ucap Alex dengan tegas kepada asisten Jo.
“Baik tuan” jawab Jo
“Tuntut siapapun yang mengambil foto istri dan anakku yang secara diam-diam!” ucap Alex
“Baik tuan” jawab Jo
“Lex, apa itu tidak berlebihan?” tanya Elisa
“Tidak sayang, aku ingin kamu dan juga Leo bebas kemanapun kalian pergi tanpa ada gangguan dari para pencari berita itu maupun dari para pengusaha yang ingin mendekatiku melalui dirimu sayang” ucap Alex dengan lembut
“Ya baiklah aku mengerti” ucap Elisa
Elisa tahu permasalahan yang seperti ini pernah terjadi dialami oleh mommy dan kakak iparnya dulu, banyak menghadapi para penjilat atas suruhan suami mereka yang ingin bekerjasama mengandalkan istrinya untuk dekat mommy dan kakak iparnya.
Elisa mengerti kehidupannya bersama seorang terkaya dan berpengaruh seperti Alex pasti tidak jauh seperti itu yang terjadi kepada mommy nya dan kakak iparnya. Pesta demi pesta, jamuan makan malam serta acara amal dan lainnya pasti akan sering dia hadiri nantinya bersama Alex. Elisa membayangkannya saja sudah membuat dia pusing. Pernikahan ini akan banyak merubah aspek dalam kehidupannya.
Sementara itu mansion Alex terlihat sangat megah dan juga luas. Setiap sudut ruangannya di tata sempurna dengan berbagai interior dan perabotan yang bernuansa modern dan elegan.
Elisa melihat taman belakang yang ada di mansion itu terlihat sangat indah dan nyaman banyak bunga yang ditanam oleh Alex. Semua tanaman yang di tanam oleh Alex merupakan tanaman kesukaan Elisa dan taman belakang itu baru di renovasi kurang lebih seminggu yang lalu demi menyambut kedatangan Elisa.
“Sayang apa kamu menyukai taman ini?” tanya Alex tepat di belakang tubuh Elisa dan memeluknya dari arah belakang.
“Hmm ya aku menyukainya ini semua tanaman kesukaan aku, Lex. Terimakasih ya oh ya dimana Leo?” tanya Elisa
“Tentu sayang ini aku buat khusus untuk kamu. Leo sudah pergi ke kamarnya di atas tadi bersama dengan anggita dan baby sitternya, anak kita sungguh antusias ingin melihat kamarnya.” Ucap Alex
“Mansion ini dekat dengan perusahaan ku jadi mempermudah untuk bolak balik ke kantorku nanti untuk menyelesaikan kontrak. Setelah selesai nanti aku akan mengajak kalian ke rumah peninggalan oma, nanti pasti kamu akan menyukainya.” Ucap Alex dengan lembut dengan posisi masih memeluk Elisa dari arah belakang dan Elisa hanya menganggukkan kepalanya dengan memandang taman belakang.
“Oh ya Lex, aku dengar dari daddy Lee perumahan yang di depan kanal itu harganya sangat mahal, hanya orang – orang tertentu saja yang mampu membelinya. Aku dulu pernah meminta pada daddy untuk membeli rumah di kawasan elit dekat kanal itu tapi tidak jadi karena mommy lebih menyukai Italia. Bahkan daddy sampai membeli villa mewah di Lake Como buat mommy karena Mommy sangat menyukainya” Ucap Elisa
“Sayang apa kamu menyukai Amsterdam dari pada tempat seindah Lake Como?” tanya Alex
Elisa membalikkan badannya dan menghadap ke arah sang suaminya, Elisa menatap wajah tampan Alex.
“Lex apa kamu juga menyukai Lake Como?” tanya Elisa
“Tentu sayang, siapa yang tidak menyukai tempat seindah dan seromantis itu.”
“Romantis? Apa kamu pernah menghabiskan waktu bersama seorang wanita disana?” tanya Elisa sambil memicingkan kedua matanya.
“Aku pernah kesana bersama seluruh keluargaku dan daddy juga memiliki villa di sana sebagai hadiah pernikahan mereka dan daddy membeli villa itu untuk mommy. Tenang saja sayang aku hanya untuk mu seorang, mungkin aku juga memiliki masa lalu tapi itukan dulu dan untuk sekarang kamu lah hidupku kita menjalani lembaran baru dalam hidup kita, sayang !” ucap Alex sambil mengelus kedua pipi Elisa .
“Sayang kamu kenapa cemberut seperti itu? Jangan bilang kamu cemburu ya?” tanya Alex sambil tersenyum lebar
“Ck... siapa yang cemburu” jawab Elisa mengelak entah kenapa rasanya ada sesuatu yang menyakitkan ke dalam dadanya saat membayangkan Alex pernah dekat dengan wanita lain dan melakukan hal romantis.
“Ck .. kamu terlalu percaya diri sekali, Lex” ucap Elisa sambil mendorong Alex dan dia bergegas masuk kedalam mansion, tapi tangannya di tahan oleh Alex dan Alex menarik Elisa hingga ia masuk kedalam pelukan Alex.
“Sayang aku menyukai kamu kalau cemburu seperti itu.” Ucap Alex mengeratkan pelukannya dan Elisa terus berusaha berontak dalam pelukan Alex.
“Aku ingin melihat Leo “ ucap Elisa
“Leo sedang santai bersama aunty nya di kamarnya sayang.” Jawab Alex
“Hmmm baiklah lalu dimana kamarku?” tanya Elisa
“Kamar kita sayang.” Ucap Alex mengoreksi ucapan Elisa.
“Yaaa kamar kita dimana?” tanya Elisa
Alex menggenggam tangan Elisa, lalu menuntunnya melewati ruang keluarga dan terus naik ke lantai dua. Di mansion Alex terdapat enam kamar dan yang satu kamar Leo, dan kamar utama miliknya dan Elisa.
Empat kamar lainnya kosong biasanya kalau keluarganya sedang menginap disini seperti saat ini Anggita akan tinggal bersama dengan Alex karena dia tidak mau berjauhan dengan keponakannya.
Alex membawa Elisa menuju kamar Leo, Alex sengaja mendesain kamar Leo mirip dengan kamarnya saat di mansion Elisa. Terlihat Leo sedang asik menggambar bersama sang aunty hingga dia tidak menyadari keberadaan kedua orang tuanya.
“Bagaimana menurutmu, sayang kamar anak kita?” tanya Alex
“Apa kamu sengaja menyiapkan kamar Leo dengan desain yang mirip di mansion aku?” tanya Elisa
“Tentu saja, aku ingin Leo merasa nyaman disini, dan bahkan di mansion lainnya aku sudah menyiapkannya untuk kamu dan Leo. Karena Leo memiliki ke samaan denganku akan betah saat kamarnya sama dengan kamar pertamanya.” Ucap Alex
“Ya, aku baru menyadarinya kalau Leo memiliki sifat yang sama denganmu.” Ucap Elisa
“Tentu saja sayang, Leo anak aku, sekarang mari kita ke kamar kita saja” ucap Alex mengajak Elisa
.
.
.
...****************...
Bersambung
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YA DENGAN JUDUL "MY FAVORIT SECRETARY"
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐