My Introvert Wife

My Introvert Wife
Chapter 3 : Hukuman



Andrian pov


Aku benar benar lelah, sudah berapa kali aku marah-marah dan memecat pegawai magang karena melanggar peraturanku.


Peraturan pertama


Semua pegawai wanita tidak boleh dekat dengan CEO lebih dari satu meter.


Walau ini hari pertama mereka aku benar-benar tidak toleransi walaupun mereka menangis keluar dari perusahaan. Siapa peduli? Aku orang yang sangat memegang prinsipku. Jika bisa aku ingin semua pegawai adalah laki-laki, tapi karena ini perusahaan kakakku, aku tak bisa berbuat apa-apa untuk membuat peraturan seperti itu.


Melihat wanita tersenyum saja aku merasa mual. Pernah ada yang nekad mendekatiku, aku langsung merasa gatal diseluruh tubuhku. Apapun yang melekat pada jati diri "wanita" aku benar-benar membencinya.


"Andri.. Andri.. Bagaimana kau bisa menikah jika dekat wanita saja kau tidak bisa.. ckckck.. apa kau ingin jadi gay Dri..? " Goda sekertarisku yang bernama Kinta. Saat kami berdua dia lebuh sering bercanda, tapi saat diluar atau urusan rapat wajahnya benar datar seperti tembok.



"Aku masih lelaki normal kin.. hanya saja aku benar-benar tidak suka dekat dengan perempuan.. oh ya.. bisa kah kau cari informasi pegawai kita yang memakai kacamata bulat dan rambut hitamnya yang diikat kebelakang hari ini? dari pakaiannya dia terlihat seperti pegawai magang baru hari ini.. " ucapku panjang lebar, karena aku menganggap kinta seperti sahabatku sendiri. Aku pun masih berkutat dengan berkas dihadapanku.


"Sepertinya sudah mau kiamat nih.. Seorang Andri Pratama Tertarik Dengan Wa-wanita??? " kali ini reaksi Kinta benar-benar berlebihan dan mau buru buru keluar


"Kau salah paham Kin.. aku hanya ingin tau diruanh mana dia kerja, karena aku mau memberinya pelajaran karena telah membuatku kesal.. " Jawabku cuek dengan gelagat Kinta yang sudah heboh tidak kepalang.


"Ha?? itu saja.. Dri.. kau benar benar membuatku kecewa.. sampai kapan kau akan jomblo ngenes seperti ini..umurmu sudah 35 Andri.. aku sebagai sekertarismu benar benar prihatin..kaya tapi jomblo..ckckck.." dia pun langsung melongos pergi


Oke.. kali ini aku benar-benar tersinggung. Ini sudah keseratus kalinya dia selalu menyinggunh status jombloku. Aku menenangkan kepalaku dan bersandar dikursi. Kupijit pelipisku yang terasa sakit.


Kejadian di toilet itu benar-benar memalukan, itu pertama kalinya aku berciuman dengan wanita dan dia melihat hal paling memalukan dari diriku.


Tapi walau begitu tubuhku tidak bereaksi apa-apa dan malah menikmatinya. Apa ada sesuatu yang spesial dari dirinya. Aku sebenarnya tidak peduli tapi rasa penasaranku benar-benar membuncah.


Teleponku berbunyi. Kulihat nama Ayahku akupun langsung mengangkatnya.


"Ada apa Dady.., kalau ingin mencarikan aku wanita. Lebih baik Dady menyerah saja.. " ucapku sambil menghela napas


"Dasar anak durhaka, tidak kau juga Brian.. kenapa kalian tidak mau memberiku cucu hahh..!! " terdengar teriakan ayahku dibalik telepon. Aku hanya bisa mengernyit menjauhkan telepon dari telingaku, suara ayahku benar-benar keras bahkan tanpa loudspeaker.


"Ya.. ya.. jadi itu saja.. kalau begitu aku tutu-" ucapku bosan mendengar gerutu ayahku


"Tunggu Andri.. ehm.. Dady ingin mengabarimu besok kau datang ke London. Omamu sedang sakit dan ingin bertemu denganmu.. " Kali ini ayahku tidak mengomel dan berteriak tak karuan lagi.


"Oke Dady.. " ucapku enteng dan langsung menutup telepon. Aku sayang dengan Omaku walau umur Oma sekitar 80-an aku sungguh tidak bisa mengabaikan. Soal alergi, kalau untuk nenekku mungkin itu salah satu pengecualian. Aku hanya tak bisa berdekatan dengan wanita yang berkisar umur 15-50 tahun.


Kinta pun masuk dan menyampaikan laporannya hari ini, masih terlihat wajahnya yang sedikit mengambek. Aku hanya bisa terkekeh dengannya.


".. oh.. ya wanita yang kau ingin tau dia benar benar pegawai magang baru, namanya Liliana dan dia bekerja dilantai 13 bagian manajemen keuangan. Tapi katanya hari ini dia membolos padahal sewaktu rapat dia sempat hadir, tapi setelah keluar dia benar benar tidak kembali lagi.. " ucap Kinta


"Ho... punya nyali rupanya dia, berani sekali membolos diperusahaanku. Katakan pada ketua timnya beri dia hukuman selama magang dia akan mengerjakan tugasnya 2 kali lipat dibanding pegawai yang lain dan setiap hari dia bekerja disini harus membersihkan toilet dilantai 1 sampai 5 selama dia magang dan jangan beri toleransi apapun.. " ucapku tegas seakan tidak boleh ada penolakan.


"Kau benar benar kejam bos.. ya sudah.. Akan kulaksanakan.." kali ini Kinta agak ketakutan dan malah memanggilku bosnya. Setidaknya dia tau etika bahwa orang yang berani cari masalah padaku akan kubuat dia menyesal.


"Oh ya satu lagi.. " ucapku


"Apa bos.. " Kali ini Kinta menjawab lesu, sepertinya hatinya terlalu lembut untuk menghukum wanita walau wajahnya datar.


"Mulai besok aku akan ke London, aku serahkan pekerjaanmu sampai disini untukmu.. " Ucapku lalu aku pun berkutat lagi dengan komputer menyelesaikan berkas yang harus diselesaikan


Saat Kinta keluar, aku tersenyum kemenangan membayangkan wajah kesal gadis itu. Siapa tadi namanya? oh.. iya Liliana.. seringai kejamku pun keluar. Sayang besok aku tak bisa melihat penderitaannya.