
Elisa terbangun dalam dekapan sang suami, dan Alex juga tengah tertidur. Elisa menatap lembut wajah tampan Alex, pria yang sudah beberapa bulan ini mengisi hari-harinya dan selalu ada untuknya.
Elisa sudah sangat merasa nyaman berada disisi Alex yang saat ini sudah menjadi suami sah nya, hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Alex yang cenderung dingin dan kaku serta arogan, tapi saat bersama Elisa Alex menjadi berbeda dia sangat sabar, perhatian, dan lembut.
Ada rasa yang membuncah di dalam dada Elisa saat dia memandang wajah tampan Alex, garis rahangnya yang tegas seolah melembut saat pria itu tengah tertidur. Wajah Alex ini akan menjadi wajah Leo dewasa kelak.
“Sayang, kamu sudah puas memandangiku?” tanya Alex tiba-tiba sambil membuka matanya dan tersenyum lembut.
“Astaga!” pekik Elisa kaget
Elisa langsung menjauh dari dekapan Alex dan melengos ke arah jendela sambil memejamkan matanya, dia merasa malu karena tertangkap basah sedang memandangi wajah tampan sang suami.
“Aduh malu sekali aku, rasanya aku ingin kabur dalam situasi seperti ini” ucap Elisa pelan tapi masih bisa terdengar oleh Alex
“Hahahaha sayang kenapa kamu malu dan ingin kabur? Memangnya kamu pikir aku akan mengizinkannya?” tanya Alex
“Ck... kamu hanya pura-pura tidur ya?” tanya Elisa sambil memicingkan kedua matanya dan menatap dongkol kearah Alex
“Kalau iya kenapa sayang, aku suka ko di pandang sama kamu, istriku” ucap Alex
Elisa baru akan membalas ucapan dari Alex tapi sesaat kemudian terdengar suara bunyi perut keroncongan di dalam perutnya, membuat Alex tertawa lepas.
“Hahahaha sayang apa kamu selapar itu?” tanya Alex sambil menghapus air mata tawa di sudut matanya.
“Sebenarnya kita mau kaman dimana? Kenapa tidak sampai-sampai? Ini sudah jam ... astaga sudah jam 5 sore?!” pekik Elisa
“Pantas saja perut ku sudah demo, bagaimana tidak aku melewatkan makan siang ku!” ucap Elisa sambil menatap wajah Alex dengan kesal.
“Jangan menyalahkan aku sayang, kamu saja yang tidurnya terlalu pulas” ucap Alex
“Ck.. kenapa tidak kamu bangunkan aku? Bukankah aku sudah bilang untuk membangunkan aku kalau sudah sampai!” ucap Elisa dengan nada kesal
“Aku tidak tega untuk membangunkan kamu, sayang. Aku tahu kamu kelelahan karena percintaan kita tadi pagi” ucap Alex pelan tepan di samping telinga Elisa dan membuat Elisa wajahnya merona mendengar ucapan Alex
“Trus sekarang kita mau kemana? Apa kita akan pulang ?” tanya Elisa
“Pulang? Tidak kita akan makan dulu, sayang” jawab Alex
“Tapi aku mengkhawatirkan Leo, Lex. Kita sudah meninggalnya terlalu lama” ucap Elisa
“Tenang saja sayang, Leo aman anak kita itu sudah makan dan sedang mengeksplorasi mansion kita. Lagian kamu tenang saja ada Anggita yang selalu berada disisinya. Leo sudah sangat akrab dengan auntynya itu” ucap Alex menenangkan kekhawatiran sang istri.
Elisa tidak memiliki alasan lagi untuk segera kembali ke mansion. Lagi pula saat ini dia juga sudah sangat lapar, jadi dia kan menuruti Alex untuk makan malam terlebih dahulu.
Restoran tempat makan mereka nanti akan berada di atap sebuah gedung. Tempat makan yang dipilihkan oleh Alex ini sangat indah memperlihatkan pemandangan Amsterdam dari dalam restoran dengan desain yang unik.
“Waahhh ini indah sekali, Lex” ucap Elisa yang terus menatap kearah jendela dan menampilkan keindahan kota.
“Yaa memang indah tapi aku menyesal mengajak kamu makan disini, sayang” ucap Alex dengan nada merajuk.
Elisa mengalihkan pandangannya dari luar kearah wajah tampan sang suami yang sedang merajuk.
“Kenapa?” tanya Elisa
“Karena pemandangan luar itu lebih menarik untukmu dari pada aku” ucap Alex merajuk
“Hahahahah iya memang benar, pemandangan di luar sangat indah sih..” ucap Elisa sambil tertawa dan menatap kembali e luar.
“Ahhh kamu menyebalkan sekali sayang” ucap Alex kesal
“Hahaha tidak ko kamu juga sungguh menarik untuk di pandang” ucap Elisa mencoba menggoda Alex dan dia menatap manik mata Alex dan tersenyum manis ke arah sang suami.
“Ahhh I love You my wife!” ucap Alex sambil mengecup tangan Elisa
Tidak lama kemudian, makanan yang di pesan Alex datang. Hidangan klasik dari mulai Eropa kontemporer hingga menu international. Elisa tanpa aba-aba dia langsung menyantap hidangan yang sudah tertata rapih di atas meja. Alex melihat Elisa yang makan dengan lahap, membuat Alex tersenyum lembut.
“Sayang, pelan-pelan saja makannya kalau kurang bisa tambah lagi. Kamu benar-benar terlihat seperti orang kelaparan saja” ucap Alex
Elisa menelan makannya terlebih dahulu sebelum menjawab ucapan Alex.
“Ck... semua ini gara-gara kamu yang membuat aku kelaparan!” ucap Elisa
“Iya .. iya .. aku yang salah sudah membuat kamu kelaparan. Ya sudah lanjutkan makannya “ ucap Alex
Alex memilih mengalah, karena wanita selalu benar, lalu Alex mengambil tisu dan membersihkan jejak makanan di sudut bibir sang istrinya. Jika itu wanita lain pasti akan sangat tersanjung dengan sikap Alex, tapi tidak bagi Elisa. Elisa nampak tidak peduli, istrinya itu masih asik dengan makanannya. Alex hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Elisa.
.
.
.
...****************...
BERSAMBUNG.....
MOHON DUKUNGAN YAAA ....
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN KASIH ⭐⭐⭐⭐⭐🙏🤗