My Introvert Wife

My Introvert Wife
Bab 37



“Brengsek...!!! Hentikan mobilnya SEKARANG!!!” ucap Elisa dengan sangat kesal


Alex secara spontan menepikan mobilnya dan tanpa menunggu mobil itu berhenti dengan sempurna Elisa sudah keluar dari dalam mobil itu lalu menutup pintu mobil itu dengan sangat kencang.


“BUGHHH” suara pintu mobil


Elisa melangkahkan kakinya dengan cepat, Alex berusaha mengejar Elisa. Elisa yang memakai sepatu high heels yang lumayan tinggi, membuat high heelya terselepi pada lubangn jalan yang tidak rata. Membuat kaki Elisa terkilir hingga langkah goyah hampir terjatuh.


“ARRGGGHHHHH!!!” teriak Elisa saat akan terjatuh.


Untung saja dengan sigap Alex menahan tubuh Elisa, kalau tidak pasti saat ini Elisa sudah terjatuh.


“Bodoh...!!! ini akibatnya kamu pergi dengan keadaan sedang marah” ucap Alex saat menahan tubuh Elisa.


“Ya Tuhan... kakiku sakit sekali, Lex” ucap Elisa dengan meringis sakit.


Alex tanpa aba-aba dia langsung menggendong Elisa dengan ala bridal style kemudian membuka pintu mobil dan mendudukan elisa dengan kedua kakinya masih menjulur keluar. Alex berjongkok untuk memeriksa kaki Elisa yang terkilir.


“Ayo kita kerumah sakit” ucap Alex


“Tidak, tolong pijat saja kakinya Lex, tidak perlu ke rumah sakit.” Ucap Elisa


“Tidak bisa sayang, aku tidak bisa asal memijat kakimu dan aku tidak bisa memastikan bagian mana yang cedera. Kita kerumah sakit saja untuk memastikannya ya sayang” ucap Alex khawatir


“Hmmm ya sudah, bawa aku ke rumah sakit X saja” ucap Elisa


Kemudian Alex memasukan kaki Elisa ke dalam mobil dengan berselonjor. Alex langsung menutup pintu mobil bagian Elisa dan dia segera masuk kedalam mobil untuk menyetir dan mengantar Elisa menuju rumah sakit. Elisa mengambil ponselnya dan menghubungi dokter keluarganya yang ada di rumah sakit X.


“ Hallo om, aku sedang menuju ke rumah sakit X kaki ku terkilir, tolong siapkan dokter ortopedi untuk memeriksa kakiku” ucap Elisa dalam sambungan telepon dengan dokter pribadinya.


“Ya baik, akan om siapkan dokter ortopedi untuk memeriksa kaku mu. Apa daddy dan mommy kamu tahu kalau kaki kamu terkilir?” tanya dokter pribadi Elisa


“Tidak dan tolong jangan beritahu hal ini kepada daddy dan mommy. Aku hanya terkilir biasa saja.” Ucap Elisa


“Hmm baiklah, sampai berjumpa di rumah sakit ya sayang” ucap dokter pribadi


“Ya terimakasih banyak “ ucap Elisa dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


“kamu menghubungi siapa ?” tanya Alex


“Ohh aku menghubungi dokter pribadi keluargaku” jawab Elisa


“Apa dia laki-laki?” tanya Alex


“Iya lah dia laki-laki orang aku memanggilnya Om ya pastinya itu laki-laki dong. Tenang saja dia sudah tua ko sudah seumuran dengan daddy. Jadi jangan membuat aku marah lagi dengan pikiran negatif kamu itu. Aku tahu kamu itu sangat pencemburu.” Ucap Elisa


“Hmm ya aku tidak suka kalau kamu dekat pria lain. ya aku akui kalau aku pencemburu dan hanya kamu wanitaku dan kamu adalah milikku.” Ucap Alex


“Sudahlah jangan membuat aku kesal terus kepadamu, kaki aku terkilir juga ini semua gara-gara kamu tahu” ucap Elisa


“Lahh kenapa kamu menyalahkan aku sayang, itu salah kamu sendiri kenapa marah-marah kenapa juga kamu harus keluar dari mobil dan berjalan cepat seperti tadi” ucap Alex sedikit kesal karena disalahkan oleh Elisa.


“Hmmm ya baiklah ini salah aku maaf kan aku yang sudah membuat kamu kesal” ucap Alex mengalah dan menggenggam sebelah tangan Elisa.


Elisa tidak menjawab ucapan Alex, dia membiarkan tangan Alex menggenggamnya. Elisa tidak memungkiri kalau dia ada rasa yang entah itu apa yang tumbuh kalau bersama Alex. Debaran jantung yang selalu menggebu saat Alex perhatian dan bersikap lembut kepadanya.


Alex dan Elisa tiba di rumah sakit X dan kedatangan mereka sudah di sambut oleh sang dokter keluarga Elisa. Elisa turun dari mobil dengan di gendong oleh Alex menuju kursi roda.


Elisa di periksa oleh dokter ortopedi yang di siapkan oleh dokter keluarga Elisa. Dokter ortopedi itu masih terlihat muda, hal itu membuat Alex sedikit meradang. Namun demi kesehatan Elisa di berusaha untuk tenang.


Samaran Alex sudah di lepas saat tadi di mobil sebelum turun. Ketampanan Alex dan wibawanya sangat terlihat.


"Ah ini sangat sakit" ucap Elisa saat kakinya di periksa oleh dokter ortopedi.


"Tahan sayang" ucap Alex tepat di samping Elisa dan tangan Elis mencengkram tangan Alex dengan cukup kuat.


"Untungnya tidak ada cedera yang serius, jadi saya hanya akan membalutnya dengan perban elastis untuk mencegah pembengkakan dan membuat pergelangan kaki anda menjadi lebih baik." ucap dokter ortopedi sambil membalut kaki Elisa.


"Lakukan apa yang menurut anda baik dan buat calon istriku tidak merasakan sakit lagi." ucap tegas Alex


Elisa hanya diam saja mendengar ucapan Alex yang menyatakan bahwa dirinya adalah calon istrinya seorang Alexo Reichard Ishak.


"Baik tuan" ucap dokter ortopedi


"Nah selesai, jika kaki anda merasa kebas dan gatal segera buka perbannya, serta selama 2 hari kurangi gerakan yang membuat kaki anda menjadi lebih parah, letakan posisi kaki dengan lebih tinggi saat anda berbaring dan dua atau tiga dalam sehari buka perban kurang lebih 1jam agar memperlancar peredaran darah anda setelahnya anda bis memasangnya kembali."ucap dokter ortopedi menjelaskan


"Ya terimakasih penjelasannya, saya bisa mengurus calon istri say dengan baik" ucap Alex


"Ya tuan, ini say resepkan obat anti nyeri untuk nona Elisa." ucap dokter sambil menyerahkan kertas resep kepada Alex


"Terimakasih dok" ucap Elisa


Alex membantu Elisa untuk duduk di kursi roda untuk menuju mobilnya sedangkan resep obatnya dia menyuruh salah satu bodyguard untuk mengambil. Elisa dan Oskar akan segera ke sekolah Leo mereka tidak jadi pergi kekantor.


.


.


.


...****************...


Bersambung


TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊


MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏


JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏


JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐