My Introvert Wife

My Introvert Wife
Bab 65



Setelah selesai kegiatan panas antara dirinya dengan sang istri tercinta. Alex terus merengkuh tubuh sang istri yang terlelap dalam tidur siangnya. Rasa lelah setelah melakukan kegiatan panasnya dengan Alex, Elisa langsung tertidur.


Merasa Elisa sudah tidur dengan sangat pulas Alex beranjak dari tempat tidurnya, menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Meninggalkan sang istri yang masih nyenyak di atas tempat tidur.


Alex selesai membersihkan dirinya di kamar mandi, senyumnya mengembang lebar saat melihat sang istri masih terlelap tidur karena kelelahan telah melakukan pertempuran yang sangat bergairah. Percintaan mereka tadi sepertinya sudah menguras energi sang istri. Alex tidak menyangka, kalau istrinya yang introvert itu memiliki gairah yang tidak kalah besarnya dengan dirinya, meski Elisa mampu menutupinya dengan sikap acuhnya.


Alex menyelesaikan kegiatan mandinya, kemudian dia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya. Alex duduk di samping sang istri yang masih terlelap, jemarinya membelai lembut pipi mulus sebelum  Elisa. Elisa hanya bergumam sebentar akhirnya dia kembali terlelap.


“Bangun sayang. Mau sampai kapan kamu tidur? Nanti kamu marah kepada aku karena kamu sudah melewatkan jam makan siang kamu” ucap Alex sambil mengelus pipi sang istri.


Elisa hanya bergumam tidak jelas, kedua matanya masih terpejam juga. Alex tidak kehabisan ide untuk membangunkan sang istri. Alex menyelipkan tangannya kedalam selimut Elisa, lalu tangannya memainkan puncak bukit kembar sang istri.


“Ayo bangun sayang, atau aku akan memakan kamu lagi” ucap Alex membisikan tepat di samping telinga Elisa, hal itu langsung membuat Elisa berguling ke sisi lain tempat tidurnya.


“Ck... kamu benar-benar maik, Lex” ucap Elisa dengan suara serak khas bangun tidur.


Elisa meraih jubah tidurnya dan menatap kesal kearah sang suami yang sedang menyeringai, lalu Elisa langsung bergegas ke kamar mandi. Alex hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah dari sang istri yang kadang lembut kadang juga ganas.


“Istriku itu akan bersikap sangat lembut hanya saat sedang bercinta saja” ucap Alex pelan


Tidak lama Elisa keluar dari kamar mandi dengan handuk yang dililitkan pada tubuhnya dan handuk kecil di lilitkan di atas kepalanya. Alex langsung bangun dan bersandar pada kepala tempat tidur. Dia terkekeh pelan saat melihat Elisa sibuk membuka laci-laci meja Alex yang ada di kamar itu.


“Kalau kamu sedang mencari hair dryer, kamu tidak akan menemukannya, sayang. Aku tidak menyimpan alat itu disini” ucap Alex dan terkekeh pelan


Elisa memicingkan kedua matanya ke arah sang suami.


“Lalu bagaimana aku mengeringkan rambutku. Oh ya bagaimana cara wanita-wanita mu mengeringkan rambutnya kala disini?” tanya Elisa sedikit kesal


“Aku tidak pernah membawa masuk satupun wanita kesini. Hanya kamu satu-satunya dan hanya kamulah yang hanya boleh masuk kesini, sayang” jawab Alex dengan santai.


“Wahhh aku sungguh tersanjung mendengarnya” ucap Elisa .


Elisa melepas handuk di atas kepalanya, kemudian di tekan-tekan rambutnya dengan sesekali menggosoknya, agar air di rambutnya itu mampu meresap ke dalam handuk tersebut.


“Mau aku bantu, sayang?” tanya Alex


“Tidak terimakasih. Lebih baik kamu segera kenakan pakaianmu, aku sudah sangat lapar!” jawab Elisa


“Yayayaya.... lagian kamu tidur susah sekali di banguninnya” ucap Alex dan turun dari tempat tidur dan melangkah menuju ruang ganti.


“Ck... kan kamu juga yang membuat aku kelelahan” ucap Elisa


“Dan siapa yang sangat menikmatinya tadi” ucap Alex sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Elisa bersemu.


‘sial aku tidak pernah menang kalah berdebat dengannya!’ gerutu Elisa dalam hati, dan dia sambil mengenakan pakaiannya kembali.


“Kenapa memakai pakaian yang tadi?” tanya Alex


“Memangnya kamu melihat aku membawa baju lain apa?” tanya Elisa


Alex melangkah ke lemari pakaian di seberangnya dan membukanya lebar-lebar, membiarkan Elisa melihat semua isinya.


“Bukan, ini baju Leo! Ya tentu saja ini bajumu, sayang. Dan kenapa terlihat kaget seperti itu? Baju-bajumu sudah aku siapkan disini. Lagian di mansion jauh lebih banyak dari ini” jawab Alex dengan santai.


“Bukan begitu, Lex. Aku hanya tidak menyangka kamu menyiapkan bajuku juga disini” ucap Elisa


Alex melangkah mendekati Elisa, lalu memegang kedua bahu sang istri.


“Aku hanya ingin kamu merasa nyaman, dimanapun kamu berada, aku ingin memudahkan semua urusanmu, sayang. Semuanya menjadi tanggung jawab aku sebagai suami kamu. Sungguh aku sangat mencintaimu Elisa Aeri Sabrina Isakh.” Ucap Alex lembut dengan memberikan kecupan pada kening sang istri.


“Hmm terimakasih banyak , Lex” ucap Elisa dan dia memeluk tubuh alex dengan erat, kemudian Alex pun membalas pelukan Elisa dan memberikan kecupan pada kepala sang istrinya.


“Apapun akan aku lakukan untuk kamu dan anak kita, sayang. Kalian adalah sumber kebahagian ku, dan kalian adalah prioritas utama dalam hidupku.” Ucap Alex


Setelah keduanya selesai berpakaian kembali, keduanya keluar dari perusahaan Alex menuju sebuah restoran. Saat ini Elisa ingin makan makanan yang berkuah, karena dia sedang merasa tidak enak badan, terutama di area perutnya. Makanan hangat meringankan rasa tidak nyaman di perutnya.


“Mr. Isakh” sapa seseorang di samping meja mereka.


Alex meletakan garpu dan pisau di tas piringnya, lalu membersihkan mulutnya sebelum melihat siapa pemilik suara itu.


“Ya?” jawab Alex dengan raut wajah yang terlihat sangat kesal.


“Saya Gabriel dari Gab Group. Bisa kita bicara sebentar?” jawab orang tersebut sambil mengulurkan tangannya.


“Jo...!!!” teriak Alex dengan suara yang terdengar menyeramkan, membuat jantung Elisa ikut berdetak cepat, mengerikan mendengar suara Alex yang seperti itu yang baru pertama kali Elisa denger. Tidak lama kemudian asisten Jo sudah berada di antara mereka.


“Urus orang ini!!” ucap Alex memerintahkan Jo dan Jo langsung menganggukkan kepalanya.


“Mari ikut saya!” ucap Jo dengan suara tegas


“Tapi  ada hal yang ingin saya bahas dengan Mr. Isakh, saya....” ucap orang tersebut terhenti saat melihat tatapan tajam Jo, kemudian pria itu langsung mengangguk lalu mengikuti langkah Jo. 


.


.


.


...****************...


Bersambung


TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊


JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YA DENGAN JUDUL "MY FAVORIT SECRETARY"


MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏


JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏


JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐