
Elisa dan Alex sudah ada dalam perjalanan menuju sekolah Leo, Elisa tidak jadi ke kantornya akibat paksaan dari Alex yang tidak mengijinkan Elisa untuk bekerja dalam kondisi yang tidak baik.
“Lex apa sebaiknya kita kekantor saja, kita perlu membahas perjanjian kerjasama kita sebelum penandatangan kontrak yang akan dilakukan minggu depan.” Ucap Elisa sambil memandang wajah tampan Alex yang tidak menggunakan samarannya
“Sayang, sudah aku katakan bahwa kita akan membahasnya nanti dirumah, kamu harus istirahat dan kamu juga harus mengurangi aktivitasmu” ucap Alex
“Ck... kalau membahasnya di rumah itu tidak akan berhasil deh, yang ada nanti Leo pasti akan terus mengganggu kita” ucap Elisa
“Tenang saja sayang, anak kita itu sangat menggemaskan, lagian aku juga sangat ingin menghabiskan waktu bersama dengannya, kemungkinan besar setelah penandatangan kontrak nanti aku tidak akan ikut kembali kesini. Aku sudah terlalu lama meninggalkan kewajibanku disana dan aku juga tidak bisa terlalu lama lagi meninggalkan kantorku” ucap Alex
Elisa hanya diam saja dia tidak menjawab ucapan dari Alex, dia hanya menghela nafas panjang. Dia cukup mengerti akan kesibukan Alex yang sangat padat, entah hatinya merasa tidak suka saat mendengar Alex tidak akan kembali lagi.
Elisa merasakan tidak senang, dia sudah merasa nyaman dengan keberadaan Alex yang selalu ada disisinya selama 2 bulan ini. Perhatian Alex terhadap dirinya dan sang anak sangat membuat hati Elisa nyaman. Entah apa yang harus dijelaskan kepada sang anak kalau daddy-nya akan pergi lagi.
Elisa takut Leo akan merasakan kehilangan lagi dan sang anak akan merasa sedih. Saat ini dia sudah mengetahui kebenaran sang daddy, kalau Alex ada di Belanda nanti bagaimana kalau Leo nantinya merindukan daddy nya. Alex melihat kearah Elisa yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
“Sayang kamu jangan khawatir aku pasti akan menyempatkan diri untuk mengunjungi kalian.” Ucap Alex dan menggenggam tangan Elisa
Elisa hanya diam dan membiarkan Alex menggenggam tangannya.
“Aku sungguh-sungguh kepadamu, aku sangat ingin menikahimu dan memberikan keluarga yang utuh untuk anak kita. Tolong kamu pikirkan lagi dan pikirkan tentang anak kita Leo sayang. Aku tahu kamu belum mencintaiku tapi aku sudah mencintaimu aku akan terus berusaha untuk membuat kamu juga mencintaiku aku janji kepadamu akan selalu menjaga dan mencintaimu lambat laun kamu juga pasti menerima cintaku, saat ini mungkin hanya rasa nyaman yang kamu rasakan tapi nanti juga kamu akan membalas cintaku.” ucap Alex
“Hmmm aku akan memikirkannya nanti” jawab Elisa
“Ya sayang terimakasih, tolong kamu pertimbangkan lamaran aku ini” ucap Alex dan mengecup tangan Elisa
Elisa yang tangannya di kecup oleh Alex dia secara spontan melirik kearah Alex dengan tatapan kaget. Di hatinya ada rasa entah itu rasa apa, namun Elisa tidak menolak apa yang dilakukan oleh Alex kepadanya.
Elisa merasakan debaran jantungnya yang terus berdebar cepat saat melihat senyum dari Alex. Wajah elisa terlihat bersemu merah, dia langsung mengalihkan tatapannya ke arah samping jendela. Sedangkan Alex dia hanya tersenyum melihat wajah Elisa yang malu-malu itu.
Mobil yang di kendarai oleh Alex telah sampai di depan sekolahan sang anak dan Elisa melihat keberadaan Leo dan baby sitternya. Elisa dilarang turun oleh Alex, jadinya dia menunggu sang anak didalam mobil dan membiarkan Alex menghampiri sang anak. Alex turun dari mobilnya dengan tampang yang sangat berwibawa dan wajah yang tampan itu menjadi perhatian para ibu-ibu yang ada di sekolahan Leo. Elisa merasa kesal melihat Alex yang di tatap oleh para wanita.
“My Son” ucap Alex tepat di samping Leo yang sedang asik memainkan rubik di tangannya.
“Daaadddd” teriak Leo dan langsung memeluk sang daddy
“Ayo kita pulang sayang, mommy sudah menunggumu di dalam mobil” ucap Alex dan langsung menggendong Leo dan berjalan menuju mobilnya.
Elisa melihat Alex dan Leo yang berjalan mendekat ke arahnya. Benar kalau Leo adalah anaknya karena wajah Alex dan Leo sangat mirip, hanya wajah Leo yang terlihat versi Alex kecil. Elisa melihat Leo yang terus tersenyum dan Leo sangat senang saat Alex datang tadi. Dia memikirkan apa yang diucapkan Alex yang ingin memberikan kebahagian kepada anaknya dengan memberikan keluarga utuh seperti orang lain.
“Hallo sayang, bagaimana sekolahmu hari ini?” tanya Elisa kepada Leo
“Celu mom, Eo unya anyak flend” ucap Leo dengan semangat
“Sayang kamu duduk bersama suster dulu ya, kaki mom sedang sakit saat ini, jadi tidak bisa memangku kamu” ucap Alex kepada Leo
“Lex, aku tidak apa-apa Cuma memangku Leo saja tidak akan menjadi masalah” ucap Elisa
“Mom enapa? Mom akit?” tanya Leo dengan wajah khawatir
“Tidak sayang, mom hanya terkilir saja kakinya, Leo tidak usah sedih begini dong” ucap Elisa dan mencium pipi gembul sang anak
“Cius mom? Eo mau duduk cama cus aja deh” ucap Leo
“beneran sayang mom tidak apa. Ya sudah kalau Leo mau duduk sama suster juga tidak apa” ucap Elisa
Leo langsung melangkahkan kaki kecilnya menuju kursi belakang yang sudah ada susternya. Alex tersenyum melihat pengertian Leo kepada mommy nya. Alex langsung menjalankan mobilnya menuju mansion Elisa.
.
.
.
...****************...
Bersambung
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐