
Sedangkan Alex dia memesan Long Island Iced Tea yang terbuat dari Vodka, triple detik,tequila, rum ringan, gin dan cola sehingga memberikan warna kuning yang terlihat menenangkan. Konsentrasi alkohol yang yang di pesan oleh Alex lebih tinggi dari pada minuman milik Elisa.
.
.
.
...****************...
NEXT...
“Baik nona, akan saya siapkan barangnya” ucap pelayan
Elisa hanya menganggukkan kepalanya dan duduk santai sambil memainkan ponselnya. Setelah menunggu pelayan menyiapkan kacamatanya kemudian Elisa menyerahkan Black Card nya untuk membayar belanjaannya.
“Ini untukmu,Rik” ucap Elisa menyerahkan kacamata jalan pria kepada Alex
“Apa ini nona?” tanya Alex
“Ini sebagai hadiah ulang tahunmu dariku, dan ini kacamata sepasang dan itu sama dengan milikku” ucap Elisa dan tersenyum kearah Alex
“Ahh nona, ini tidak perlu” ucap Alex menolak padahal di hatinya merasa sangat bahagia
“Tidak ada penolakan!” ucap Elisa tegas
“Baiklah nona, saya terima hadiah ini dan terimakasih banyak” ucap Alex
‘Aku tidak menyangka kalau Elisa akan memberikan hadiah ulang tahun untuk ku... Ahh sayang cepatlah kamu mencair dan kita akan hidup bahagia bersama dengan anak-anak kita’ gumam Alex dalam hati
“Ini nona kartunya, terimakasih sudah berbelanja di tempat kami.” Ucap pelayan dan menyerahkan
Elisa hanya tersenyum dan mengambil black card miliknya. Alex dan Elisa keluar dari toko kacamata mereka berdua berjalan menuju parkiran.
“Rik, lebih baik kita langsung menuju club saja” ucap Elisa sambil berjalan
“Baik nona” ucap Alex
Club yang dituju oleh Elisa dan Alex merupakan club yang berlokasi di sekitar tempat bisnis ibukota. Club tersebut memiliki desain yang berbeda pada umumnya, desain nya sangat luar biasa indah dan menampilkan cahaya yang indah. Elisa dan Alex sampai di club tersebut dan ternyata sekertaris Elisa belum sampai. Alex dan Elisa duduk di sofa VIP yang berada di club tersebut sambil menikmati alunan musik DJ.
“Apa anda ingin saya temani ke dance floor, nona?” tanya Alex
“Tidak, kalau kamu mau kesana silahkan saja, tidak perlu mengkhawatirkan aku” ucap Elisa
“Tidak nona, saya akan menemani anda disini” ucap Alex
Elisa hanya mengangkat kedua bahunya sebagai jawaban. Tidak lama pesanan minuman Elisa dan Alex tiba. Elisa memesan minuman yang terbuat dari vodka, tripel sec,jus cranberry dan jus jeruk nipis yang disajikan dalam gelas martini. Sedangkan Alex dia memesan Long Island Iced Tea yang terbuat dari Vodka, triple detik,tequila, rum ringan, gin dan cola sehingga memberikan warna kuning yang terlihat menenangkan. Konsentrasi alkohol yang yang di pesan oleh Alex lebih tinggi dari pada minuman milik Elisa.
“Rik, kalau kamu mau membuka botol buka saja, tidak perlu sungkan kepada aku” ucap Elisa sambil menyesap minumannya sambil menatap kearah Alex.
“Tidak perlu, ini saja sudah cukup nona lagian saya kan harus menyetir ” ucap Alex
“Santai saja, kita bisa menyuruh Bram untuk membawa mobil. Nikmatilah harimu ini, aku memberikan kebebasan karena hari ini adalah hari ulang tahunmu.” Ucap Elisa
“Baiklah kalau begitu” ucap Alex dan langsung memanggil pelayan
“ Ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya pelayan
“Saya pesan martell cohiba brandy satu” ucap Alex
“Apa ada lagi tuan?” tanya Pelayan sambil menuliskan pesanan Alex
Alex
“Baik, ditunggu sebentar tuan” ucap pelayan
“Nona, anda harus menemani saya minum malam ini” ucap Alex mengajak Elisa untuk minum bersama
“Aku tidak biasa minum brandy, Rik” ucap Elisa
“Hmm baiklah , tapi hanya satu gelas saja ya” ucap Elisa
Alex menganggukan kepalanya dan tersenyum, Elisa melihat secup di wajah Alex seketika dia merasakan perasaan aneh di dadanya saat melihat senyum Alex. Saat ini penampilan Alex tidak menggunakan kacamata tebalnya, wajah tampan Alex dengan tompel palsu masih terlihat bahwa Alex pria tampan dan wajahnya memikat Elisa.
Garis rahang tegas yang dimiliki Alex membuatnya terlihat semakin maskulin. Elisa menggelengkan kepalanya untuk menjernihkan pikirannya tentang Alex, kemudian dia menegak Cosmopolitannya hingga tandas.
‘Apa mungkin aku tertarik kepadanya? Apa karena aku sering bersamanya dan bisa membuatku merasakan seperti ini’gumam Elisa dalam hatinya.
Kemudian minuman pesanan Alex tiba dengan dua buah gelas brandy snifter untuk Alex dan Elisa. Pelayan tersebut membukakan tutup botol dan menuangkan minuman itu ke gelas snifter mereka.
“Apa kamu tidak menambahkan batu es ke dalamnya ?” tanya Elisa
“kamu harus mencoba meminum brandy dengan cara neat, tanpa tambahan batu es atau campuran apapun. Supaya brandy tetap murni, dengan begitu kita baru bisa benar-benar menikmati rasa brandy secara penuh.” Ucap Alex
Alex mengangkat gelas snifternya dan elisa mengikutinya mereka berusalang dengan beradukan gelas snifternya hingga terdengar bunyi.
“Cheers!” ucap Alex
Alex menghirup aroma esensial yang masuk kedalam rongga hidungnya sebelum menyesap sedikit minumannya itu. Alex langsung meletakan kembali gelas snifternya saat dia melihat Elisa langsung menegak habis brandy nya, sehingga membuat Elisa langsung meringis.
“Aku tidak mau meminumnya lagi!” ucap Elisa sambil bergidik ngeri dan menatap gelas kosongnya.
“Hahahahahah” suara tawa Alex saat melihat Elisa
“Apa yang lucu?” tanya Elisa dengan menatap tajam Alex
“Cara anda menikmati brandy itu salah, nona. Jelas saja anda tidak akan mau meminumnya lagi, karena alih-alih menyesapnya sedikit demi sedikit anda malah langsung menegaknya hingga habis”ucap Alex mengangkat gelasnya.
“Lihat gelas ini nona, bagian bawahnya lebar untuk membantu aroma alkohol menguap. Sementara bagian atasnya yang mengecil, itu bertujuan untuk menahan aroma minuman tetap berada di dalam gelas. Jika anda mengangkat gelas ini sampai dagu, hidung anda akan mencium aroma buah bahan pokok dari brandy. Dan jika anda menaikan lebih tinggi gelasnya sampai pada bawah hidung maka aroma rempah-rempah yang tercium dari hidung dan mulut anda. Dan wanginya lebih kuat dari sebelumnya.” Ucap Alex menjelaskan Elisa dengan setia mendengarkan
“Tujuannya adalah supaya indera anda terbiasa terlebih dahulu dengan aromanya, baru anda menempelkan bibir anda untuk membasahi bibir anda dengan cairan brandy itu, agar mulut anda terbiasa dengan rasanya. Dan ketika indera perasa anda sudah terbiasa barulah anda bisa menyesapnya sedikit demi sedikit, dengan begitu anda baru bisa merasakan rasa brandy itu dengan benar.” Ucap Alex
“Ck... kenapa kamu baru mengatakannya sekarang? Dan berapa kandungan alkohol dari minuman ini?” tanya Elisa
“saya pikir anda sudah mengetahuinya. Kandungan alkohol sekitar empat puluh persenan dan jangan bilang anda mudah mabuk, nona.?” Tanya Alex dengan terus menatap wajah cantik Elisa
“Tidak aku tidak mudah mabuk, tapi aku tidak mau meminumnya lagi” jawab Elisa mengelak padahal saat ini kepalanya sudah mulai terasa ringan dan pikirannya sudah tidak bisa fokus lagi.
Elisa bangkit dari sofa dia ingin pergi ke toilet, dan Alex mencegahnya.
“Nona anda mau kemana? Biar saya temani anda” ucap Alex
“Tidak perlu kamu tunggu di sini saja, aku hanya akan pergi ke toilet. Dan itu sekretaris aku sudah datang.” Ucap Elisa
“Maaf aku telat... rik yuk kita ke lantai dance floor itu yuk.” Ajak sekertaris Elisa dengan penampilan menggoda dan pakaiannya yang sangat minim
“Tidak saya disini saja, saya kan menemani nona Elisa” ucap Alex
“Sudah sana kamu bersenang-senang, lagian saya ingin ke toilet sebentar.” Ucap Elisa
.
.
.
...****************...
**BERSAMBUNG ....
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA...
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA 🙏😍👍😊
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 ⭐⭐⭐⭐⭐**