
Alex sesekali dia melirik kearah Elisa, biasanya Alex sangat mudah bosan dengan wanita tapi berbeda dengan Elisa. Wanita yang saat ini menyandang status sebagai ibu dari anaknya itu sangat unik dan cantik berbeda dari wanita-wanita yang selalu mengejar Alex. Elisa terlihat kuat tapi sekaligus dia juga terlihat rapuh.
Alex baru pertama kali mengejar seorang wanita, biasanya para wanita yang selalu mengejar dirinya. Tidak ada wanita yang mengabaikan pesona seorang Alexo Reichard Ishak.
Berbeda dengan Elisa dia tidak sama dengan wanita lainnya, Alex masih saja diabaikan oleh Elisa tapi dia tidak akan menyerah untuk mendapatkan hati Elisa, mungkin saat ini hanya rasa nyaman yang dirasakan oleh Elisa mungkin sebentar lagi Elisa akan membalas rasa cintanya.
Tidak terasa mobil yang di kendarai Alex telah tiba di pekarangan mansion Elisa. Elisa saat ini tertidur didalam mobil sama halnya dengan Leo yang tertidur dalam pangkuan baby sitternya.
Alex terlebih dahulu turun dan membukakan pintu Elisa, dia tidak akan membangunkan wanita pujaannya itu. Sedangkan Leo sudah digendong masuk kedalam rumah oleh bodyguard Leo. Alex menggendong Elisa yang masih terlelap, dan Elisa juga tidak terganggu dari tidurnya saat tubuhnya di gendong oleh Alex.
“Kenapa dengan Elisa, Lex?” tanya daddy Lee saat melihat Alex akan masuk kedalam mansion.
Daddy Lee dan mommy Sopie baru saja turun dari dalam mobilnya setelah menjemput sang istri dari bandara. Sebenarnya dia sudah mendengar laporan dari bodyguard yang selalu mengawasi Elisa. Ada rasa kesal dan senang bersamaan saat melihat Elisa bersama Alex.
Daddy Lee tahu Alex terus berusaha untuk memenangkan hati Elisa dan daddy Lee sangat senang dengan ketangguhan Alex menghadapi sifat Elisa. Daddy Lee juga merasa kalau sang putrinya sudah mulai merasakan getaran cinta namun dia masih tidak menyadarinya saja.
“Kaki Elisa terkilir, dad. Aku akan membawanya ke dalam kamar saat ini dia sedang tertidur” jawab Alex
“Dad? ... Siapa juga yang mengijinkan kamu masuk kedalam kamar Elisa, Lex? Putriku kakinya terkilir pasti ini gara-gara kamu kan” ucap daddy Lee
“Dad sudar biarkan Alex membawa Elisa masuk dulu, kasihan putriku” ucap mommy Sopie menenangkan sang suami
“Sudah Lex, bawa masuk aja Elisa kedalam” ucap mommy Sopie menyuruh Alex membawa Elisa masuk
Tanpa menjawab Alex dengan segera masuk kedalam mansion dan membawa Elisa kedalam kamar untuk membaringkan tubuh pujaan hatinya yang sedari tadi tidur tanpa terganggu dengan ucapan sang daddy yang terdengar sangat keras itu.
Elisa sangat nyaman saat di gendong oleh Alex. Alex masuk kedalam kamar Elisa dan langsung membaringkan tubuh sang pujaan hatinya dengan sangat perlahan. Dari arah belakang masih ada daddy Lee dan mommy Sopie yang sedari tadi mengikuti Alex.
Setelah membaringkan Elisa Alex berbalik badan dan berhadapan dengan mommy Sopie sedangkan daddy Lee mendekat kearah Elisa dan membenarkan selimut yang menutup tubuh sang anaknya itu.
“Mom boleh kah aku memanggil mu dengan sebutan mom dan dad seperti Elisa?” tanya Alex
“Tentu saja boleh, aku yakin Elisa akan luluh kepadamu teruslah berusaha” ucap mommy Sopie dengan menampilkan senyum sedangkan daddy Lee diam saja karena dia tidak bisa berkutik kalau berhadapan dengan sang istri tercintanya.
“Terimakasih, aku akan menemani Leo dulu, permisi” ucap Alex dan segera pergi melangkah keluar dari kamar Elisa dan segera masuk kedalam kamar sang anak yang masih tertidur.
Kedua orang tua Elisa masih berada di dalam kamar sang anak, mereka duduk di sofa yang ada di kamar itu. Mereka merasa senang akan kedekatan Elisa dan Alex tapi tetap saja ada rasa takut juga kalau Alex nantinya akan menyakiti putri kesayangannya itu.
“Mom bagaimana menurutmu tentang Alex?” tanya daddy Lee
“Menurutku dia pria yang baik, dia juga terlihat sangat mencintai putri kita dia sangat gigih dan terus bersabar menghadapi sifat putri kesayangan kamu itu dad, dia juga terlihat sangat tampan dan juga tubuhnya yang gagah itu” ucap mommy Sopie
“Ck.. sayang ingat masih lebih tampan diriku dan aku juga masih terlihat gagah” ucap daddy Lee
“Hahahahah kamu masih yang tertampan sayang tapi kamu sudah tua saat ini dan kita ini sudah jadi oma dan opa” ucap mommy Sopie sedikit tertawa melihat tingkah rasa cemburuan sang suami
“Hmm ya sayang, aku juga melihat kesungguhan Alex terhadap Elisa dan Leo, jadi kita biarkan saja mereka semoga lambat laun Elisa bisa menerima cinta Alex. Mereka terlihat serasi sekali terlihat seperti keluarga yang sangat harmonis.” Ucap daddy Lee
“Ya sayang, kita serahkan semuanya keputusan kepada Elisa saja.” Ucap daddy Lee dan langsung beranjak dari duduknya mengajak sang istri untuk keluar dari kamar Elisa.
Saat ini Alex sedang menemani putranya tidur sedangkan babysitternya dia suruh untuk mengerjakan pekerjaan lain. Alex sedang fokus memainkan ponselnya mengecek beberapa pekerjaannya melalui email yang dikirim asisten nya yang ada di Amsterdam. Dan terdengar suara pintu kamar Leo terbuka memperlihatkan mommy Sopie masuk kedalam kamar Leo.
“Lex maaf mommy menganggu” ucap mommy Sopie dan duduk di sofa sedangkan Alex duduk pada tempat tidur sang putra, tepatnya duduk disebelah tubuh Leo yang sedang tertidur.
“Tidak ko mom” ucap Alex dan menaruh ponselnya.
“Lex, mommy harap kamu bisa membujuk Elisa untuk mau menikah denganmu. Elisa memang sangat keras kepala dia sangat kuat akan pendiriannya dia sama persis seperti daddy nya tidak ada yang bisa menggoyahkan nya dengan mudah. Mommy ada cara semoga dengan cara ini Elisa bisa berubah pikiran.” Ucap mommy Sopie
“Cara apa mom?” tanya Alex dengan semangat
“Coba kamu berikan shock terapi untuknya, orang yang seperti Elisa harus diberikan kejutan yang menyakitkan dulu, baru mereka akan sadar dengan perasaannya sendiri.” Jawab mommy Sopie dengan sangat pelan tapi masih bisa terdengar oleh Alex
“Bagaimana caranya mom?” tanya Alex
“Nanti kamu akan tahu shock terapi apa yang akan manjur untuk menyadarkan isi hatinya Elisa yang selalu saja keras kepala. Mungkin dengan cara yang sama seperti mommy lakukan kepada daddy dulu” ucap mommy Sopie dan tersenyum
Alex masih bingung dan tidak mengerti apa yang dimaksud dari ucapan calon mertuanya itu. Hingga mommy Sopie menepuk bahu Alex yang terbengong kemudian sang mommy Sopie segera melangkahkan kakinya keluar kamar Leo, sebelum keluar mommy Sopie mengatakan sesuatu kepada Alex.
“Janganlah pulang dulu, nanti kita akan makan malam bersama dengan papi Heru, Lex” ucap mommy Sopie
“Baiklah mom dan terimakasih” ucap Alex
Alex kemudian memandang wajah tampan sang anak yang masih terlelap dia mengelus rambut pirang Leo dengan penuh cinta. Kemudian Alex mengecup kening Leo dan dia kembali fokus pada ponselnya untuk melanjutkan pekerjaannya.
.
.
.
...****************...
Bersambung
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐