My Introvert Wife

My Introvert Wife
Bab 70



Elisa, Leo, baby sitter beserta kedua bodyguard dari Elisa dan tidak lupa bodyguard dari Alex yang sedari tadi mengikutinya, mereka semua berhenti di salah satu rumah pedesaan yang dijadikan kafe, kursi dan meja panjang tertata rapi di halaman yang langsung mengarah ke kanal.


Hal tersebut menyajikan pemandangan kanal dengan segala kesibukannya. Banyak juga wisatawan yang makan di kafe tersebut.Elisa memilih meja di sudut halaman, tepatnya tempat aliran kanan berbelok, hingga Elisa bisa melihat kanal itu dari dua sisi.


Leo juga bisa bermain dengan bebek-bebek yang ada di sekitar sana, sambil mengunyah makanan yang di suapi oleh baby sitternya. Sementara kedua bodyguard Elisa dan bodyguard Alex selalu berjaga-jaga di sekitar mereka.


Elisa merasa nyaman dengan pemandangan asri itu, sambil menunggu salah satu pramusaji menghampirinya. Elisa tidak bisa berbahasa belanda namun bahasa inggris merupakan bahasa kedua di negara tersebut. Elisa menarik nafas panjang sebelum bergumam.


“Mungkin aku akan betah disini. Kalau saja ....” ucap Elisa pelan terpotong oleh ucapan dari pria yang membuat dirinya kesal.


“Kalau saja apa?” ucap Alex memotong ucapan dari istri tercintanya.


Elisa terlonjak kaget di kursinya dengan kedatangan yang tiba-tiba suaminya. Alex duduk di depan Elisa, dia terus memandangi wajah istrinya yang terlihat sedang kesal dan sedih, Alex tersenyum manis di hadapan istrinya.


“Kalau saja apa, sayang?” tanya Alex


Elisa tidak menjawab pertanyaan dari Alex, bahkan dia menghindar dari tatapan tajam sang suaminya itu. Elisa mengalihkan tatapannya dengan melihat jam tangan yang ada di pergelangannya.


“Ck... kamu butuh waktu yang cukup lama untuk menyusul kami Lex? Apa pacarmu itu begitu menyita waktu kamu?” ucap elisa dengan mata disipitkan serta suaranya yang sangat ketus.


Sebenarnya Alex melihat Elisa saat Elisa berhenti di tengah jembatan. Istrinya itu terlihat sangat menawan. Elisa menengadahkan wajahnya ke langit, membuat perhatian Alex. Sampai Elisa melanjutkan perjalanannya hingga menuju kafe.


“Sayang, apa kamu cemburu?” tanya Alex sambil menyeringai lebar.


Alex merasa sangat senang saat Elisa mulai merasa cemburu padanya, yang berarti istrinya itu saat ini sudah mulai menaruh perasaan padanya.


“Ck... siapa yang cemburu” jawab Elisa dengan ketus tapi terlihat di wajahnya kalau dia sedang menahan kesal.


“Sayang, aku bahkan senang kalau kamu itu sedang cemburu. Tolong jangan salah paham aku dengan wanita tadi tidak ada hubungan apa-apa sama sekali. Aku hanya menyayangi dirimu, hanya kamu yang ada di hati aku. Maafkan aku yang sudah membuat kamu kesal, dan maaf kamu jadi telat untuk makan.” Ucap Alex sambil menggenggam tangan Elisa dengan Lembut sedang Elisa enggan menjawabnya dan dia mengalihkan tatapannya keluar melihat Leo yang sedang asik bermain dengan bebek-bebek.


Pramusaji yang datang menyelamatkan Elisa dari tatapan Alex. Tanpa melihat buku menu, dengan cepat Alex menyebutkan pesanannya dalam bahasa Belanda. Alex tidak bertanya pada Elisa apa yang diinginkan istrinya itu.


“Sepertinya kamu sudah hafal dengan menu yang ada di kafe ini?” tanya Elisa


“Ya aku lumayan sering ke kafe ini.” jawab Alex


Kemudian Alex menggenggam kedua tangan Elisa yang ada di atas meja.


“Sayang, kamu belum menjawab pertanyaan aku? Tolong maafkan aku, aku tidak bisa didiamkan oleh kamu. Sumpah aku tidak ada hubungan apapun dengan wanita manapun. Maafkan aku sayang, maaf kalau sudah membuat kamu kesal, tapi tolong jangan pernah menghindar dariku.” Ucap Alex dengan tulus.


“Iyaaa” jawab Elisa dengan berat hati menganggukkan kepalanya.


“Kenapa kamu lebih memilih makan di kafe ini dari pada di rumah bersama mommy, daddy dan Anggita?” tanya Alex


“Ohh ayolah sayang, katanya sudah memaafkan aku tapi kenapa masih jutek saja. Maafkan aku sayang.” Ucap Alex sambil mencium tangan Elisa.


Elisa tidak menolak tangannya yang terus digenggam dan di kecup oleh suaminya itu. Elisa masih sangat kesal pada suaminya itu, dia kesal pada Alex yang tidak menolak saat wanita tadi menciumnya.


Elisa sangat kesal dan merasa sakit hati melihat hal tersebut. Tanpa dia sadari air matanya keluar dari pelupuk matanya, hal itu membuat Alex sungguh merasa sangat bersalah.


“Sayang, kenapa menangis? Maafkan aku sayang” ucap Alex dan langsung berpindah duduk tepat di samping sang istrinya dan membawa tubuh Elisa kedalam pelukannya.


“Hiks...Hiksss” tangis Elisa menjadi-jadi saat sudah berada dalam pelukan suaminya.


“Sstttt... sudah sayang jangan menangis, maaf aku sudah membuat kamu kesal dan membuat kamu sakit hati. Sumpah aku sudah membuat wanita itu kapok, aku sudah memberikannya pelajaran. Tolong jangan menangis kamu adalah hidupku sayang.” Ucap Alex sambil mengelus penggung Elisa dengan lembut sedang Elisa masih menangis dalam pelukan suaminya.


“Maafkan aku sayang...” ucap Alex lagi yang masih mendengar tangis Elisa


Entah kenapa Elisa merasa sangat sensitif akhir-akhir ini, bahkan pola makannya juga sangat meningkat. Dalam pelukan Alex ada rasa nyaman dan sedikit membuat hatinya sedikit tenang.


Alex melepaskan pelukannya dan menatap wajah Elisa yang basah oleh air mata istrinya kemudian Alex mengusap sisa air mata istrinya dan memberikan kecupan pada kening dan bibir Elisa. 


"I love You" ucap Alex setelah mencium bibir Elisa dengan lembut.


Kedua mata mereka saling bertatap, Elisa melihat dalam mata Alex yang menyiratkan ketulusan dan rasa cinta yang sangat besar untuk dirinya.


.


.


.


...****************...


Bersambung ....


TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊


JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YA DENGAN JUDUL "MY FAVORIT SECRETARY"


MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏


JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏


JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐