
“Eunggghhhh” suara leguhan Leo sambil membuka kedua matanya secara perlahan.
Alex mengelus kepala sang anak yang baru saja terbangun dari tidurnya. Alex memasang senyum saat Leo memperhatikannya dengan senyum dan langsung menghambur ke dalam pelukan Alex.
“Daddy “ ucap Leo sambil memeluk tubuh Alex dengan erat
“Ya sayang ini daddy, maafkan daddy yang baru bisa menemui Leo” ucap Alex sambil memeluk Leo dengan erat
Leo terus saja mengucapkan kata daddy hingga membuat Alex terkekeh pelan dan tanpa dia sadari air matanya haru di sudut matanya keluar. Alex sungguh merasa sangat bahagia akhirnya sang anak memanggil dirinya dengan sebutan daddy.
‘Daddy janji akan memberikan keluarga utuh untuk mu sayang, daddy akan menciptakan keluarga yang bahagia denganmu dan juga mommy kamu. Kita tidak akan pernah terpisah lagi, daddy berjanji dengan segenap jiwa daddy akan menebus waktu yang terlewati tanpa kehadiran daddy. Daddy sangat menyayangi kamu, son.’ Ucap dalam hati Alex sambil memeluk tubuh Leo.
Alex melepas pelukannya secara perlahan dan menangkup kedua pipi Leo yang chubby dan memberikan kecupan pada seluruh wajah sang anak. Leo tertawa bahagia mendapatkan kecupan pada seluruh wajahnya.
“Daddy stopp” ucap Leo sambil terkekeh pelan merasa geli karena kena bulu halus pada wajah Alex yang mulai tumbuh.
“Ya sayang, daddy sangat menyayangi Leo” ucap Alex dan tersenyum
“Eo juga sayang daddy” ucap Leo
“Oh ya bagaimana tadi sekolah Leo, Apa kamu sudah punya teman baru?” tanya Alex
“Ya dad, Eo sudah unya flend dong” jawab Leo dengansemangat
“Wah hebat ya anak daddy sudah punya teman baru, ada berapa teman baru Leo?” tanya Alex
“Anyak dong dad” jawab Leo dengan semangat
“Hahahah bagus, Leo senang tidak sekolah disana dan punya teman baru ?” tanya Alex
“Eo cenang cekali dad, Eo cuka cekoa dicana Eo punya flend baru dan bu gulu nya juga baik, flend baru Eo juga baik-baik dad.” Jawab Leo dengan tersenyum
Terlihat wajah Leo senang saat sekolah tadi. Alex bersyukur kalau Leo tidak sama seperti sang mommy yang introvert.
“Bagus kalau begitu daddy jadi ikut senang. Bilang daddy ya kalau ada teman Leo yang nakal kepada Leo” ucap Alex
Leo menganggukan kepalanya sebagai jawaban dari ucapan Alex. Kemudian Leo bangun dari tempat tidurnya dan mengajak Alex bangun dan berjalan menuju meja belajar kecil milik Leo. Sang putra ingin menunjukan karya gambarnya saat tadi di sekolah.
“Dad, lihat gambalnya tadi aku gambal ini” ucap Leo dan memperlihatkan hasil gambarnya itu.
Alex melihat gambar Leo yang masih tidak terlalu jelas tapi Alex paham apa yang di gambar oleh sang anak. Gambar tersebut adalah sebuah keluarga yang terdiri dari anak, ayah dan ibu.
“Wah Leo gambar daddy, mommy sama kamu juga ?” tanya Alex
“Ya dad” jawab Leo
“Terimakasih sayang, daddy sayang Leo, jadi anak yang pintar ya jangan nakal ya sayang” ucap Alex dan membawa sang anak kedalam pelukannya Leo juga memeluk Alex.
Leo sangat merindukan sosok daddy dan akhirnya dia bisa bertemu dengan sang daddy dan memeluk daddynya. Sama seperti anak-anak lainnya yang memiliki keluarga yang utuh dan saat ini Leo sangat senang karena dia juga mempunyai daddy dan mommy bersamanya.
“Dad apa daddy ga akan tinggal Eo lagi?” tanya Leo menatap wajah Alex dengan intens
“Tidak sayang, daddy tidak akan tinggalkan Leo dan mommy lagi. Maafkan daddy yang baru kembali karena pekerjaan daddy di luar negeri.” Jawab Alex
“dad kelja jauh ya, kenapa Eo dan mommy tidak ikut daddy?” tanya Leo
“Maaf sayang, kan mommy juga disini ada kerjaan, nanti kita bisa tinggal bersama Leo bantu daddy bujuk mommy untuk menikah sama daddy ya, Leo mau kan bantu daddy?” tanya Alex
“Iya” jawab Leo sambil menganggukan kepalanya dengan semangat.
“Kalian sedang apa?” tanya Elisa
Alex langsung berdiri dan menghampiri Elisa dan membantu memapah Elisa sampai duduk diatas tempat tidur Leo.
“Sayang, kenapa kamu tidak istirahat saja, jangan terlalu banyak menggerakan kaki kamu dulu” ucap Alex khawatir
“Tidak apa ko” jawab Elisa santai dan melihat gambar diatas meja belajar
“Sayang, apa kamu menggambar?” tanya Elisa
“Ya mom, Eo gambal family” jawab Leo dengan semangat dan mengambil gambarnya untuk di perlihakan kepada Elisa.
Elisa sedikit tertegun saat mendengar Leo mengatakan Family ada rasa sakit di hatinya, terlihat jelas di matanya kalau sang anak sangat menginginkan sebuah keluarga, dia juga melihat kalau Leo sangat senang mengetahui kalau daddy nya sudah ada bersamanya.
“Bagus sayang” ucap Elisa saat Leo melihatkan gambarnya dan Elisa mengelus kepala sang anak yang terlihat sangat senang.
“Ada yang ingin aku katakan, El” ucap Alex kepada Elisa
“Katakan saja” jawab Elisa
“Sayang kamu temui sus ya, main dulu di taman belakang atau tidak temui oma kamu, daddy dan mommy ada yang harus dibicarakan dulu” ucap Alex kepada Leo
Leo yang terbilang anak cerdas dia sangat mengerti dan dia menganggukan kepalanya dan mengecup pipi Alex dan pipi Elisa, lalu dia langsung berlari keluar kamarnya mencari susternya atau omanya.
“Apa yang ingin kamu bicarakan Lex?” tanya Elisa
“Ayo kita menikah, berikan keluarga yang utuh untuk anak kita, apa kamu tidak melihat betapa senangnya Leo melihat kedua orang tuanya bersama, El” ucap Alex dengan tegas menatap wajah cantik Elisa
“Aku sudah menjawabnya beberapa kali, aku tidak ingin menikah!” jawab Elisa
Alex kemudian duduk disamping Elisa dan memegang tangan Elisa dengan perlahan, dia mencoba meredam rasa kesalnya dengan sikap keras kepala Elisa.
“El kamu tidak mau menikah karena alasan yang tidak masuk diakal. Kamu takut pada rasa yang belum tentu terjadi. Kamu terlalu takut pada khayalan kamu buat. Kamu sudah menyerah sebelum kamu mencobanya dan kamu lebih memilih menyakiti anak kita daripada menghadapi rasa sakit yang belum tentu itu terjadi. Coba kamu pikirkan perasaan leo El, dia butuh kita orang tuanya, apa kamu tidak melihat wajah senang Leo saat mengetahui kebenaran tentang diriku yang adalah daddy kandungnya!” ucap Alex dengan panjang lebar menjelaskan dan masih mencoba mengontrol emosinya yang kapan saja bisa meluap.
“Kamu tidak mengetahui tentang aku, kamu tidak mengerti akan diriku Lex” ucap Elisa melepaskan genggaman tangan Alex dan dia berdiri dari duduknya.
“Makanya kamu jelaskan padaku EL. Aku hanya ingin memberikan kebahagian untukmu dan anak kita” ucap Alex sambil menahan tangan Elisa yang mencoba pergi.
.
.
.
...****************...
Bersambung
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YA DENGAN JUDUL "MY FAVORIT SECRETARY"
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐