
Good boy!” ucap Alex saat menyuapi Alex makan dan mengelus kepala sang anak
Elisa hanya diam saja melihat interaksi Leo dan Alex yang terlihat Alex penuh perhatian dan kelembutan kepada Leo.
“Nah setelah selesai makan, sekarang kita temani mommy dulu ya untuk belanja di supermarket. Setelah itu baru kita naik kereta lagi” ucap Alex
Leo menganggukan kepalanya dan Alex tersenyum kearah Leo sedangkan Elisa hanya memasang wajah tenang dan tersenyum melihat kedekatan Alex dan Leo.
Kemudian mereka keluar dari restoran dan langsung menuju ke supermarket, sesampainya disana Elisa terlihat sibuk mencari keperluan yang akan dibelinya. Alex membawakan troli belanjaan dengan Leo didudukan di atas kursi anak troli tersebut.
Banyak para pengunjung yang melihat mereka. Elisa ,Alex dan Leo terlihat seperti keluarga bahagia. Banyak yang mengira kalau mereka adalah sepasang suami istri dengan satu anak.
Tampang Leo yang tampan dan menggemaskan menjadi bahan perbincangan pembeli di supermarket tersebut. Hingga Elisa menyelesaikan belanjaannya dan Alex mendorong troli sampai kasir.
Setelah membayar semua belanjaan Elisa, terlihat di wajah Elisa yang lelah. Semua belanjaan yang di beli Elisa di bawa oleh para bodyguard yang selalu mengikuti kemana pun Elisa pergi. Sedangkan Alex dia menggendong Leo yang tidak mau lepas darinya.
“Kita langsung pulang saja yaa, aku sedikit pusing. Oh ya tolong kamu buatkan proposal kerjasama dengan PT. AHS Company,Rik!” ucap Elisa
“PT. AHS Company?” tanya ulang Alex
“Ya, ini rencana pertamaku sebagai CEO, membuat kerjasama dengan perusahaan besar itu yang tidak pernah di dapatkan oleh CEO sebelumnya.” Ucap Elisa sambil mereka berjalan menuju parkiran
“Ya baik , jadi anda akan ikut tender dengan proyek besar dari perusahan besar tersebut, non?” tanya Alex
“Iya, jadi aku meminta tolong kepadamu untuk mencari tahu tentang tender proyek itu, baca dan teliti apa saja persyaratannya, cek juga semua berkas-berkas apa yang harus ada dalam pengajuan tender dengan perusahaan itu” ucap Elisa
“Tentu nona, akan saya laksanakan” ucap Alex dengan tegas
“Para komisaris selalu memandang rendah aku, hanya karena aku seorang wanita. Maka aku akan menunjukan pada mereka kalau seorang wanita tidak akan kalah dengan pria dalam memimpin perusahaan.” Ucap Elisa
“Baiklah akan saya mulai untuk mencari semua informasi tentang tender proyek perusahaan itu, dan akan saya langsung buat proposal itu nanti malam,nona” ucap Alex
Kemudian Elisa dan Alex masuk kedalam mobil yang sudah terparkir di depan lobby mall. Mereka langsung pulang ke rumah Elisa, namun sebelum pulang Alex harus membujuk Leo yang menagih ingin naik kereta dan setelah dibujuk akhirnya Leo langsung ingin pulang. Entah apa yang diucapkan oleh Alex sampai-sampai Leo menurut sekali dengan Alex.
.
.
.
Dan malam harinya saat Leo sudah terlelap tidurnya, Elisa dan Alex membuat proposal kerjasama itu secara bersama. Mereka mengerjakannya di kamar Leo dengan duduk bersila pada karpet dengan meja bundar ada di tengahnya sebagai tempat alas laptop mereka.
Nona, bagaimana menurut anda ?” ucap Alex membalikkan laptopnya menghadap elisa agar Elisa bisa membaca isi proposal yang dibuat oleh Alex.
“Kenapa pengajuan harga tender nya lebih tinggi ? penawaran ini jauh lebih tinggi dari harga tender itu, pasti kita akan kalah dengan perusahaan lain yang akan memberikan penawaran yang lebih bersahabat.” Ucap Elisa
“Harga dibawah tender akan membahayakan peluang kita untuk menang, dan kita akan memiliki resiko akan dipandang kurang kredibilitas oleh klien sehingga menempatkan diri dalam bahwa, karena tidak mampu menjalankan tender dengan anggaran yang sudah mereka tetapkan,serta kan memberikan kesan bahwa harga rendah mencerminkan kualitas perusahaan rendah dan bisa juga kita dianggap akan melakukan pengurangan spesifikasi dan kualitas barang untuk mendapatkan harga yang murah.” Ucap Alex menjelaskan
“Tapi harga yang kamu buat ini jauh lebih tinggi dari peserta tender lainnya” ucap Elisa
“Saya mendapatkan bocoran kalau CEO dari PT.AHS Company itu lebih memilih mengeluarkan uang lebih tapi dengan hasil yang memuaskan dan diatas ekspektasinya. Penawaran yang saya buat ini, saya jamin akan menarik perhatiannya” ucap Alex
“Apa kamu berani mengambil resiko kalau nanti kita kalah tender hanya karena bocoran yang kamu dapatkan." ucap Elisa
“Saya sangat yakin nona. Saya berani mengambil resiko dengan saya tidak digaji selama setahun jika ternyata info yang saya dapatkan salah.” Ucap Alex
Elisa menatap tajam kearah Alex dan akhirnya dia menyetujui proposal yang dibuat oleh Alex.
“Baiklah, aku percaya kepadamu. Laksanakan apa menurutmu yang terbaik untuk mendapatkan tender besar itu” ucap Elisa
“Baik nona” ucap Alex dengan tersenyum
“Aku kembali ke kamar, kamu juga lebih baik segera istirahat. Besok kita akan pergi pagi sekali ke kantor!” ucap Elisa sambil merapikan laptopnya.
Elisa langsung melangkah menuju tempat tidur Leo yang sudah terlelap dan merapikan selimut Leo serta memberikan kecupan pada kening sang anak.
Setelahnya Elisa langsung melangkah menuju pintu penghubung kamarnya dan langsung masuk kedalam kamarnya. Alex terus memperhatikan Elisa sampai Elisa menutup kembali pintu penghubung tersebut.
Alex langsung mengambil ponselnya dan menghubungi sang asisten.
“Jo periksa baik-baik proposal yang aku kirim ke emailmu” ucap Alex
“Baik Tuan, apa perusahaan nona Elisa akan ikut serta dalam mengikuti proyek kita?” tanya Jo
“Ya.. dan kamu buatkan bahan presentasinya dan segera kirim ke emailku. Besok Elisa pasti akan menyuruhku untuk membuatnya” ucap Alex
“Ya baik tuan akan segera saya laksanakan” ucap Jo
“Jo apa itu cucuku yang nakal” ucap seorang wanita yang ada di belakang Jo
“ALEX” teriak omanya dalam sambungan telepon Jo
“Ya oma,ada apa?”tanya Alex
"Dasar cucu tidak tahu diri, kamu sudah sebulan ada di Indonesia tapi kamu tidak pernah datang ke rumah oma!”ucap Oma
“Maaf Oma, aku banyak pekerjaan disini jadi belum sempat untuk mengunjungi Oma. Mungkin nanti aku akan mengunjungi Oma” ucap Alex mencoba menenangkan sang Oma
“Siapa anak kecil yang bersamamu tadi? Dan Kenapa penampilan kamu seperti itu? Jangan bilang kalau kamu sudah mempunyai anak?” tanya Oma
“Apa maksud Oma?” tanya Lex
“huft... aku mendapatkan informasi kalau kamu datang ke mall bersama dengan seorang anak dan wanita cantik namun penampilan kamu sangat culun. Anak itu terlihat sangat mirip denganmu sewaktu kecil. Apa kamu masih tidak mau jujur kepada ku?” tanya Oma
“Aku akan menceritakannya kepada Oma tapi tidak sekarang!” jawab Alex langsung mematikan sambungan teleponnya.
“Huft...cepat sekali Oma mendapatkan informasi dan aku harus segera menemui Oma sebelum Oma menghancurkan rencanaku!” gumam Alex pelan dan menaruh ponselnya di atas meja.
Alex langsung membereskan laptopnya dan segera naik ketempat tidur Leo dan merebahkan tubuhnya di samping sang anak. Alex melihat wajah tampan Leo yang sangat menggemaskan dan dia langsung mengecup kening sang anak dengan penuh kelembutan.
"Sayang sebentar lagi kita akan berkumpul bersama, Daddy janji akan mendapatkan kamu dan mommy kita akan hidup bersama dengan penuh kebahagian." ucap Oskar Pelan Leo langsung memeluk tubuh Alex dan Alex membalas pelukan sang anak.
.
.
.
...****************...
Bersambung ....
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YAA....
BERJUDUL. MY FAVORIT SECRETARY
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐