
Rasanya ada sesuatu yang menyayat hati Elisa, dan rasanya sakit sekali. Elisa langsung pergi dari sana dan melangkahkan kakinya untuk bertemu dengan sang anaknya, yang saat ini sedang bermain dengan bebek.
“Anda baik-baik saja nona?” tanya bodyguard Elisa saat nona mudanya tiba disana .
Para bodyguardnya itu pasti melihat semuanya dari jendela, dan tentunya terlihat jelas dari luar jendela. Elisa sangat bersyukur, karena daddy Lee bersikeras untuk membiarkan kedua bodyguard Elisa untuk ikut bersamanya.
Bodyguard yang di tugas mengawal mommy Sopie dulu, kini beralih menjadi pengawal Elisa. Kedua pria itu benar-benar membantu Elisa di negara asing ini, terutama di saat-saat seperti ini.
“Hmm ya aku baik-baik saja. Dan tolong jangan bilang daddy mengenai hal ini” ucap Elisa
“Baik nona” jawab bodyguard Elisa terpaksa
“Nona anda, nona Yosie, nona Yuma dan nona Megan adalah permata nya tuan Lee dan tuan Heru, kami diperintahkan untuk menjaga baik-baik kalian berdua, jadi kami tidak akan tinggal diam saja, saat anda mendapatkan perlakuan seperti itu.” Geram bodyguard kepercayaan daddy Lee itu
Semua bodyguard daddy Lee dan Papi Heru memang terkenal kesetiaannya dan loyalitasnya yang tinggi. Meski begitu Elisa tetap saja terharu dengan perhatian yang begitu besar dari para bodyguardnya. Mereka semua benar-benar menjalankan perintah daddy Lee dan papi Heru sampai ke titik komanya juga.
“bagaimana dengan wanita itu? Apa anda ingin kami menghilangkannya?” tanya bodyguard Elisa
“Astaga! Jangan, wanita itu memang tinggal di daerah sini, dan aku tidak mau kalian mengotori tangan kalian hanya karena wanita itu. Biarkan saja dia” jawab Elisa
Padahal Elisa sendiri tidak dapat mengabaikannya. Dan saat ini sebenarnya Elisa lapar sekali, entah kenapa dia akhir-akhir ini sering sekali merasa kelaparan.
“Apa kalian membawa snack?” tanya Elisa pada kedua bodyguardnya.
Salah satu bodyguardnya mengeluarkan sesuatu dari saku jas hitamnya, yang ternyata adalah snack yang biasa di makan oleh para anak buah daddy Lee, dan langsung menyerahkan snack tersebut kepada Elisa. Elisa langsung membuka dan memakannya, snack tersebut terbuat dari kacang, karamel, dan nougat yang dilapisi oleh coklat susu.
“Apa anda lapar, nona?” tanya salah satu bodyguardnya
“Sedikit” jawab Elisa dengan singkat.
“Aku melihat ada kafe tidak jauh dari sini, dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. apa anda mau kami mengantar anda kesana, nona?” tanya bodyguard itu
"Ayo, tunggu apa lagi kita kesana saja.” Jawab Elisa
Tanpa diperintah dua kali, salah satu bodyguardnya menghampiri Leo dan menggendongnya, mengabaikan rengekan Leo yang di ganggu saat bermain dengan bebek-bebek yang ada disana.
“Kita lihat bebek yang jauh lebih banyak lagi yaa. Tuh mommy Leo juga ikut.” Ucap bodyguard membujuk Leo dan akhirnya Leo menganggukkan kepalanya.
Tapi saat mereka melangkahkan kakinya ke luar halaman, dua orang bodyguard Alex menghadang Elisa, sontak itu membuat kedua bodyguard Elisa langsung pasang badan di depan nona mudanya itu.
“Anda mau kemana nona?” tanya salah satu bodyguard Alex
“Aku mau keliling desa ini, sebentar dan sudah mendapatkan izin dari suamiku! Apa kalian meragukannya?” tanya Elisa dengan tegas
“Maaf nona” ucap bodyguard Alex lalu memberikan mereka jalan, tapi salah satunya mengikuti Elisa.
Mereka menyusuri jalan pedesaan itu, saat menyebrangi jembatan kayu yang unik, Elisa menghentikan langkahnya di tengah- tengah jembatan, lalu melihat ke arah kanal di bawahnya, tempat perahu, kano, dan boat berlalu-lalang.
Pantas saja banyak wisatawan yang berkunjung pada musim panas seperti ini, terlihat sekali pemandangan yang sangat indah. Rata-rata pasangan yang berada di desa itu adalah pasangan yang sudah berusia lanjut. Daerah ini steril dari polusi udara,belum lagi ketenangan dan kedamaian yang mampu diberikan desa ini untuk warganya.
Kedua tangan Elisa mencengkram erat pagar jembatan kayu itu, lalu memejamkan matanya dan menengadahkan wajahnya ke langit, membiarkan panas matahari menerpa wajahnya dan merasuk ke dalam pori-porinya.
Elisa menghirup dalam-dalam udara bersih ini kedalam paru-paru melalui hidungnya, dan menghembuskan nya dengan pelan melalui mulutnya.
Berulangkali Elisa melakukannya itu, hingga di rasa cukup dan rasa sesak dan sakit yang menekan dadanya sedari tadi karena bayang-bayang wanita itu dan Alex yang terus menari-nari dalam pikirannya. Elisa mulai kembali tenang dan melanjutkan perjalanannya.
Sedangkan saat ini di rumah mendiang granny nya Alex, wanita itu sedang di maki habis-habisan oleh mommy Alia, Anggita. Alex juga sama murkanya kepada wanita yang selama ini mengejar dirinya.
Bahkan wanita itu sudah Alex tampar dua kali hingga sudut bibirnya terluka. Alex menyadari ketidak adaan istrinya, dia semakin marah kepada wanita itu. Pasti Elisa saat ini sedang marah kepadanya.
“Brengsek, dasar wanita tidak tahu diri sudah aku katakan berulang kali kalau aku tidak menyukai dirimu dan aku sudah mempunyai istri yang sangat cantik. Gara-gara kamu pasti istriku saat ini tengah marah kepadamu. Jangan pernah kamu datang ke hadapanku lagi! Kalau sampai kamu menampakan wajahmu lagi di hadapanku maka jangan pernah salahkan aku untuk melakukan hal kasar terhadapmu!” ucap Alex dengan tegas
“Lex, lebih baik kamu cepat cari Elisa dan Leo. Jangan sampai dia pergi lagi dan menjauh dari kami” ucap daddy David
Alex mendengar ucapan daddy nya dia langsung saja pergi keluar dari rumah itu untuk mencari keberadaan istri dan anaknya. Alex pastikan pasti saat ini Elisa sedang marah kepadanya. Alex tidak mau hal itu sampai terjadi, dia takut kehilangan istri yang sudah menjadi jiwanya saat ini.
.
.
.
...****************...
Bersambung
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YA DENGAN JUDUL "MY FAVORIT SECRETARY"
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐