
Alex menuntun Elisa, mereka berdua melewati salah satu pintu yang membuat Elisa penasaran.
“Lex, apa ini kamar lagi?” tanya Elisa
“Oh ini bukan, ini ruang kerjaku. Apa kamu mau melihatnya?” tanya Alex
Elisa mengangguk, dan Alex langsung menekan password kunci pintu digital itu, membiarkan Elisa melihat deretan angkanya, dan setelah menempelkan ibu jarinya pada gagang pintu barulah pintu ruangan kerja Alex terbuka.
“Silahkan masuk, sayang” ucap Alex
Ruang kerja Alex sama halnya pada ruang kerja pada umumnya, terdapat rak-rak buku menjulang tinggi hingga ke langit-langit kamar, dengan meja kerja yang menjadi titik utama ruangan itu, serta kaca besar di belakangnya yang memperlihatkan area taman belakang mansion serta tirai berwarna krem yang menjuntai dari langit-langit ruang kerja itu.
Ruang kerja Alex juga terdapat sepasang sofa santai dengan meja yang antik didepannya, disampingnya terdapat mini bar yang terdapat deretan minuman beralkohol dari berbagai negara, serta terdapat tiga buah kursi bar sebagai pelengkapnya.
“Sayang, apa kamu minum?” tanya Alex
“Tidak terimakasih, aku sedang tidak ingin minum saat ini aku hanya lapar saja.” Ucap Elisa melewati Alex
“Apa kamu sudah lapar lagi, sayang? Padahal saat sarapan tadi kamu sudah makan banyak di pesawat” ucap Alex
“Tidak tahu, aku sudah merasakan lapar lagi dan dimana kamar kita. Aku ingin berganti baju, Lex” ucap Elisa
Alex mendekati Elisa, membuat Elisa memundurkan kan tubuhnya sampai punggungnya menyentuh rak buku sehingga sedikit membuat dirinya kaget, sedangkan Alex terus mendekat hingga mengungkung Elisa disana. Alex mendekatkan wajahnya pada wajah Elisa, namun Elisa menghindar.
“Lex, apa yang akan kamu lakukan, aku belum sikat gigi lhohhh” ucap Elisa mengelak
“Tidak masalah sayang aku menyukai semuanya yang ada pada dirimu” ucap Alex pelan tepat di samping telinga Elisa
Terdengar bunyi klik dan rak buku itu langsung bergeser ke belakang, membuat Elisa memekik kaget.
“Sayang, kamu ternyata mudah sekali kaget. Seharusnya kamu tahu dong kalau ruang kerja biasanya akan terhubung dengan kamar, sama seperti di mansion kamu yang terhubung dengan ruang kerja dan kamar Leo sayang.” Ucap Alex sedangkan Elisa sedikit cemberut.
Mengabaikan ledekan Alex, Elisa membuka lebar pintu rahasia itu, hingga terlihatlah ruangan yang jauh lebih besar dari ruangan kerja Alex, elisa bisa menebak ini lah kamar utama yang ada di mansion ini, dan tentu akan menjadi kamarnya juga.
Elisa tercengang melihat desain kamar ini berbeda dengan desain ruang kerja Alex. Kamar ini di desain dengan warna kesukaan Elisa sama seperti dengan kamarnya.
“Lex ini...” ucap Elisa
“Ya sayang, aku meminta desain kamarku dirubah, jadi saat ini aku meminta desain kamarku sama seperti desain kamarmu, sayang” ucap Alex memotong ucapan Elisa
“Kenapa?” tanya Elisa sambil terus masuk kedalam kamar mereka.
“Aku ingin membuat dirimu merasa nyaman, sayang. Dan jujur saja aku juga menyukai desain kamarmu, jadi membuat aku merasa tenang dan damai dengan warna-warna monochrome itu” jawab Alex sambil tersenyum lembut ke arah Elisa yang menatap wajahnya.
“Terimakasih!” ucap Elisa dan langsung menghambur memeluk tubuh Alex dan tentunya Alex membalas pelukan itu.
“Semoga kamu menyukainya sayang” ucap Alex sambil mengelus punggung Elisa dengan lembut
“Ya aku menyukainya, terimakasih” ucap Elisa dan pelukan Alex
“Bagus kalau kamu menyukainya, nah sekarang kalau kamu mau mandi, mandilah supaya kamu lebih segar. Dan pilihlah gaun terbaik di lemari pakaian kamu aku akan mengajakmu ke suatu tempat.” Ucap Alex
“Kamu mau mengajakku kemana, Lex?” tanya Elisa
“Katanya tadi kamu lapar, sayang? Aku akan mengajak kamu makan ke salah satu restoran terbaik di kota ini” jawab Alex
“Oh yasudah kalau begitu aku mandi dulu” ucap Elisa
“Sayang, apa mau aku temani?” ucap Alex menggoda Elisa
“Ohh tidak terima kasih!” ucap Elisa mendengus mengerti maksud ucapan Alex.
“aku bisa membantu menggosok punggungmu, sayang”Ucap Alex
“Tidak ! aku bisa sendiri” ucap Elisa
“Sayang, tangan kamu tidak akan sampai menjangkau seluruh bagian punggung kamu” ucap Alex terus merayu Elisa
“Ck... aku bisa menggunakan handuk kecil” ucap Elisa
Dan sekeras apapun Elisa menolak, pada akhirnya Alex lah yang menang. Saat ini Elisa sedang duduk di bathtub yang sudah terisi air hangat dipenuhi busa menutup setengah bagian tubuhnya.
Sementara Alex sedang menggosok punggung Elisa lalu memberikan pijatan-pijatan lembut di leher dan punggung sang istrinya. Elisa merasa nyaman dan rileks menikmati pijatan lembut yang dilakukan oleh Alex yang saat ini sudah resmi menjadi suaminya. Elisa memejamkan matanya menikmati setiap sentuhan yang diberikan Alex.
“Bagaimana, apa terasa nyaman?” bisik Alex di telinga Elisa dan elisa hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Lalu Elisa membuka matanya saat merasakan kedua tangan Alex yang tadinya sedang memijat punggungnya, kini perlahan kedua tangan Alex berpindah ke bagian depan tubuh Elisa lalu memainkan kedua puncak gunung kembar Elisa dengan lembut.
Elisa memangkinkan wajahnya kearah Alex, ia akan protes dengan apa yang dilakukan oleh Alex namun bibir Alex sudah ********** dengan ciuman dalam dan mendesak, mengirimkan gelenyar-gelenyar halus ke seluruh tubuh Elisa hingga pada area pribadinya. Kemudian Alex memutuskan ciumannya.
.
.
.
...****************...
Bersambung
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YA DENGAN JUDUL "MY FAVORIT SECRETARY"
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐