
Elisa selesai dengan make up naturalnya, dia melangkah ke arah lemari sepatu dan dia kembali dibingungkan dengan berbagai macam sepatu yang berjejer rapi di sana.
Sepatu yang disiapkan oleh Alex merupakan sepatu dengan brand ternama dengan harga yang selangit. Disana juga terdapat lemari tas branded yang sudah terisi penuh. Semua barang yang disiapkan oleh Alex semuanya adalah barang-barang dengan selera dari Elisa.
Elisa memilih stiletto shoes berwarna sama dengan dress yang digunakannya. Tapi elisa sedikit kesulitan mengambilnya karena posisinya diletakan di bagian tertinggi. Elisa melihat sekeliling dan dia melihat ada tangga kecil, dia langsung melangkah ke arah tangga itu namun sebelum Elisa mengambilnya, Alex lebih dulu mencegahnya.
“Sayang, mau apa dengan tangga itu?” tanya Alex
“Aku ingin mengambil stiletto shoes itu, tapi letaknya terlalu tinggi.” Jawab Elisa sambil melihat wajah tampan sang suami.
“Kemarilah, sayang.” Ucap Alex sambil menari tangan Elisa
“Sayang kamu lihat angka kecil di depan sepatu itu?” tanya Alex dan Elisa menganggukan kepalanya.
“Tekan angka itu disini” ucap Alex sambil menunjuk layar digital di lemari kaca itu.
Elisa mengikuti apa yang disuruh oleh Alex, dia menekan angkanya lalu keluarlah tangan robot dari bagian belakang lemari itu untuk mengambil sepatu yang Elisa inginkan, lalu tangan robot itu turun dan menghilang di bagian bawah lemari sepatu tersebut.
“Sekarang buka itu!” ucap Alex sambil menunjuk rak kabinet di bawah lemari kaca itu, dan Elisa menunduk untuk membukanya. Ternyata terlihatlah sepasang stiletto shoes yang diinginkannya.
“Ya ampun, sungguh sangat keren.” Ucap Elisa merasa sangat kagum dengan fasilitas yang ada di mansion Alex sedangkan Alex hanya terkekeh saja melihat wajah Elisa yang menurutnya sangat menggemaskan.
Setelah keduanya selesai bersiap akhirnya Alex pergi bersama Elisa. Pemandangan Amsterdam siang hari pada musim panas memang terlihat cantik, dengan siluet bangunan tua yang terpantul di permukaan kanal nya.
Salah satu kota di dunia yang ramah pada pesepeda. Kota sepeda yang menjadi impian para goweser yang ingin merasakan sensasi bersepeda di tengah perkotaan dengan nyaman.
“Semakin banyak saja pengendara sepeda disini, Lex” ucap Elisa
“Ya dan jumlah sepeda lebih banyak dari jumlah penduduk kota ini.” ucap Alex
Elisa masih melihat keluar jendela mobil, terlihat banyak pengendara sepeda dari mulai anak-anak, sampai orang tua. Mereka mengayuh sepeda di jalur warna merah. Para pengendara sepeda tersebut rata-rata mereka melengkapi diri dengan kacamata dan earphone serta helm sepeda sebagai pelindung kepala mereka.
“Saat terakhir kesini, aku ingin menyewa sepeda tapi mommy dan daddy tidak mengizinkannya, aku hanya bisa gigit jari saja saat melihat kakak aku hilir mudik dengan sepedanya.” Ucap Elisa
“Aku akan mengijinkan kamu naik sepeda disini, tapi tidak perlu menyewanya nanti bisa menggunakan sepedaku, aku akan menemani kamu nanti.” Ucap Alex dengan santai dan Elisa langsung menatap Alex dengan penuh harap.
“Benarkah? Kamu tidak memberikan harapan palsu kan?” tanya Elisa
“Tentu saja sayang aku mengijinkannya. Bersepeda salah satu olahraga favoritku” jawab Alex
“Wah terimakasih, Lex” ucap Elisa dan tersenyum senang
‘Ahh senangnya akhirnya, sedikit demi sedikit aku bisa meluluhkan hatinya. Aku akan membuat kamu membalas cintaku, sayang’ batin Alex
Alex tersenyum tipis melihat Elisa yang introvert kini sudah mulai banyak bicara dengannya dan sudah sangat nyaman didekatnya. Alex sangat yakin bahwa sebentar lagi Elisa akan membalas rasa cinta dan sayangnya.
“Kenapa senyum-senyum seperti itu?” tanya Elisa
“Tidak apa-apa, terimakasih sayang kamu sudah menerimaku menjadikan aku suamimu. Sungguh aku sangat mencintaimu” jawab Alex dan menarik tubuh Elisa hingga kepala Elisa bersandar pada dada bidang Alex.
“Huuuammm” Elisa menguap dalam dekapan Alex
“Apa kamu mengantuk, sayang?” tanya Alex
“Iya.. tiba-tiba aku merasa lelah, biarkan aku tidur sebentar ya ini sangat nyaman “jawab Elisa sambil memejamkan kedua matanya dan mencari posisi yang lebih nyaman lagi di dekapan sang suaminya itu.
“Ya sudah, tidurlah kalau begitu nanti aku akan membangunkan kamu saat kita sudah sampai.” Ucap Alex pelan sambil mengecup lembut kepala Elisa.
“Maaf tuan, sebentar lagi kita akan segera sampai” ucap asisten Jo pelan takun membangunkan nyonya nya.
“Bawa berkeliling terlebih dulu saja, sampai istriku bangun dari tidurnya dengan sendiri.” Ucap Alex
“Baik tuan” ucap Jo tanpa protes
Alex terus mendekap tubuh Elisa dengan lembut dan sesekali dia mengecup kepala sang istri dengan lembut agar tidur sang istri tidak terganggu. Terlihat Elisa tidur dengan pulas tanpa terasa terganggu dengan kecupanyang diberikan oleh Alex sang suaminya.
...****************...
Bersambung
TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊
JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YA DENGAN JUDUL "MY FAVORIT SECRETARY"
MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏
JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏
JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐