My Introvert Wife

My Introvert Wife
Bab 27



“Tidak perlu kamu tunggu di sini saja, aku hanya akan pergi ke toilet. Dan itu sekretaris aku sudah datang.” Ucap Elisa


“Maaf aku telat... rik yuk kita ke lantai dance floor itu yuk.” Ajak sekertaris Elisa dengan penampilan menggoda dan pakaiannya yang sangat minim


“Tidak saya disini saja, saya kan menemani nona Elisa” ucap Alex


“Sudah sana kamu bersenang-senang, lagian saya ingin ke toilet sebentar.” Ucap Elisa


.


.


.


...****************...


NEXT ...


Mau tidak mau Alex menuruti kemauan sekretaris Elisa karena sudah disuruh oleh Elisa.  Elisa melangkah gontai ke area outdoor club yang tidak seramai di dalam club. Sebenarnya Elisa bukan ingin ke toilet dia hanya ingin ketenangan saja karena rasa pusing sudah mulai terasa di kepalanya.


“Wah indah sekali pemandangan dari luar sini” ucap Elisa pelan saat memandangi kawasan perkotaan saat malam hari.


Biasanya Elisa akan datang ke club ini dengan kakak dan saudaranya itu pun mereka hanya duduk-duduk di area luar club. Elisa terus menyusuri area itu, melihat kawasan perkantoran saat malam hari dari berbagai sisi. Lalu ada seseorang yang menghentikan langkah Elisa dan Elisa melihat wajah pria asing itu.


“For you!” ucap pria itu sambil menyerahkan air mineral ke Elisa namun Elisa langsung menolaknya.


“No, thanks!” ucap Elisa tegas dan melanjutkan langkahnya


“This drink from the guy that came with you! Itu dia” ucap pria itu sambil menunjuk ke arah Alex dan sekretarisnya yang sedang berada di dance floor.


Elisa menerima minuman itu karena dia merasa itu berasal dari Alex dan dia melanjutkan jalannya kembali walau kepalanya merasa sedikit pusing dan dia masih tidak kembali kedalam club. Elisa meminum air mineral pemberian dari pria asing tersebut. Tidak lama dia merasakan pusing yang semakin menjadi dan dia merasakan panas dan bergairah. Elisa pernah merasakan hal seperti ini dulu saat dia dijebak oleh temannya. Elisa tahu saat ini dia sedang dalam pengaruh obat seperti dulu.


“Ohhh ****..!!!! pria tadi pasti membohongiku! Aku harus segera mencari Riki!” ucap Elisa pelan dan segera bergegas masuk kedalam club.


Elisa baru saja beberapa langkah, ada seseorang yang merangkul pinggangnya dan Elisa langsung berontak, Elisa tahu bahwa pria itu yang memberinya air mineral tadi.


“come on baby!” ucap pria asing seolah Elisa adalah kekasihnya.


“No... lepaskan aku!” ucap Elisa teriak berusaha melepaskan diri dari pria asing tersebut dan pria asing tadi tetap membawa Elisa ke arah pintu keluar.


“Rikkk!!!” teriak Elisa mencari Alex tetapi dia tidak menemukannya.


‘Ya Tuhan dimana dia’ ucap Elisa dalam batinnya


Lalu tiba-tiba ada yang menarik lengan pria asing tersebut dan memberikan bogeman mentah membuat pria asing langsung tersungkur di lantai. Elisa menjerit karena kaget dan dia melihat siapa yang melakukan itu ternyata itu bodyguardnya yang selalu menjaga Elisa. Kemudian Alex mendekat kearah Elisa, dia tadi mencari Elisa karena perasaan tidak tenang.


“Nona, anda tidak apa-apa?” tanya Alex


Elisa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, dia melihat pria asing tersebut sudah babak belur karena dipukuli oleh para bodyguard Elisa.


“Rik apa pria itu mati?” tanya Elisa kepada Alex


Elisa saat ini sudah sangat sensitif minuman yang tadi diberikan oleh pria asing tersebut sudah beraksi. Elisa meminta untuk diantar ke apartemen miliknya. Alex belum mengetahui dimana apartemen milik Elisa, dia sedikit bingung dan Alex mengamati gelagat dari Elisa yang terlihat sangat resah.


“Dimana apartemen anda nona?” tanya Alex dan membopong Elisa keluar dari club tersebut.


“Bram mengetahuinya, biarkan bram yang menyetirnya” ucap Elisa dan Alex hanya mengangguk kepalanya saja


Apartemen Elisa tidak jauh dari club tempat mereka berada saat ini. Bram berlari menyiapkan mobil setelah berbicara dengan manager club mengenai keributan tadi. Manager itu sudah mengenali mereka dan membiarkan mereka pergi dengan segala kerugian akan dikirimkan tagihannya ke kantor daddy Lee.


Mobil yang dikendarai oleh Bram dan ditumpangi oleh Elisa beserta Alex sudah tiba di apartemen Ellisa. Elisa tidak ingin pulang kerumah dalam keadaan seperti saat ini. elisa terlihat sangat gelisah saat masuk ke dalam lift bersama dengan Alex.


“Nona apa yang terjadi dengan mu?” tanya Alex pada Elisa


Elisa tidak menjawab pertanyaan Alex dia sudah sangat bergairah dan hasratnya semakin besar setelah pintu lift terbuka Elisa langsung bergegas masuk ke dalam unit apartemen miliknya diikuti oleh Alex dari belakang. Alex merasa sangat kesal kepada pria asing yang sudah berai menjebak Elisa wanitanya. Untungnya pria asing tersebut sudah babak belur oleh para bodyguard Elisa dan diamankan oleh bram.


Alex masuk ke dalam unit apartemen Elisa, sedangkan Elisa dia sudah masuk kedalam kamar mandi untuk berendam semoga saja dengan berendam pengaruh obat tersebut bisa hilang. Alex langsung mengunci pintu kamar Elisa dia mengamati kamar Elisa yang terlihat estetik. Desain kamar Elisa dipadukan kombinasi warna putih dan hitam pada dindingnya, serta furniture kayu dengan warna putih yang dominan memberikan kesan sederhana tapi modern.


Alex melangkah ke arah pintu kamar mandi dan nafasnya tercekat saat melihat Elisa sedang berendam di dalam bathtub, terlihat wajah cantik Elisa memuat dan menggigil.


“Ya Tuhan!” pekik Alex dan langsung mendekati Elisa untuk membantunya berdiri dan mengangkatnya keluar dari dalam bathtub. Alex mendirikan tubuh elisa di samping bathtub tapi kaki Elisa terlalu lemas untuk berdiri. Alex kemudian membopong tubuh Elisa dan langsung merebahkan di atas tempat tidur, kemudian menutupi tubuh Elisa dengan bedcover.


“Rik, tolong aku kedinginan” ucap Elisa merintih menahan tangan Alex agar tidak meninggalkannya.


“Iya saya tahu, saya harus membuka pakaian saya terlebih dahulu nona” ucap Alex


“jangan Rik” ucap Elisa sambil menggelengkan kepalanya.


“Itu satu-satunya cara untuk membantu anda, kamu tenang saja saya hanya berbagi hawa panas dari tubuh saya itu cara cepat untuk membuat anda kembali hangat lagi. Saya hanya akan memeluk anda dan tidak akan melakukan apapun yang tidak diinginkan kamu!” ucap Alex


“Kalau begitu cepatlah!!!” ucap Elisa melepaskan genggamannya dari tangan Alex.


Dengan cepat Alex membuka pakaiannya dan membuangnya asal, Alex sekuat tenaga menahan gairahnya saat ini. Alex sudah tidak mengenakan sehelai benangpun pada tubuhnya sama halnya dengan Elisa. Alex langsung masuk kedalam selimut dan langsung memeluk Elisa dengan sempurna.


.


.


.


...****************...


Bersambung ....


TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊


MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏


JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏


JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐