My Introvert Wife

My Introvert Wife
Bab 23



Alex tidak langsung tidur dia mengirim pesan kepada asistennya untuk segera mengecek proposal yang dikirimkannya. Kemudian Alex menaruh ponselnya di atas meja dan dia memperhatikan sang anak yang sedang tertidur pulas. Alex memandang Leo dengan penuh kasih sayang.


“Apa yang dikatakan oleh Oma benar, aku tidak akan bisa menyembunyikan samaran aku lebih lama lagi jika keluarga Elisa sudah kembali dari luar negeri. Sebelum itu terjadi aku harus sudah bisa mendapatkan hati Elisa. Kalau masih tidak bisa dengan berat hati aku harus mengambil Leo itu tidak akan sulit dengan hasil tes DNA yang menyatakan kalau Leo adalah anakku. Tapi aku akan berusaha untuk meluluhkan hati Elisa, aku tidak ingin menyakitinya untuk kedua kalinya.” Ucap Alex pelan saat memandang wajah Leo.


Kemudian Alex ikut berbaring di atas tempat tidur Leo, dan dia memeluk sang anak dengan penuh kasih sayang. Alex memejamkan matanya dan akhirnya dia tertidur sambil memeluk Leo.


.


.


.


...****************...


NEXT....


Pagi harinya sekali Alex sudah terbangun dan sekarang dia sedang memandikan Leo sang anak yang tidak mau dimandikan oleh susternya.


Setelah selesai memandikan Leo dan memakaikan pakaian kepada Leo, babysistter Leo mengajak Leo untuk segera keluar dari kamarnya menuju ruang makan. Sedangkan Alex bergegas untuk mandi kembali karena hari ini dia akan pergi kekantor bersama dengan Elisa. Leo hari ini akan di jaga oleh babysitternya yang sudah sembuh dari sakitnya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama Alex untuk mandi dia telah rapi menggunakan setelan kantornya dengan penampilan yang culun. Alex keluar dari kamar Leo menuju ruangan makan. Tidak lama Elisa juga datang dan bergabung bersama merek untuk sarapan.


Setelah selesai sarapan Elisa dan Alex akan berangkat ke kantor bersama seperti biasanya. Sebelum berangkat ada drama yang di buat oleh Leo dengan menangis histeris karena tidak mau di tinggal dia ingin ikut bersama dengan Alex dan Elisa.


Alex berusaha membujuk Leo dengan perlahan sampai pada akhirnya Leo menurut kepada Alex untuk diam di rumah bersama dengan babysistter nya.


Sesampainya di perusahaan Elisa langsung masuk kedalam ruangannya bersama dengan Alex. kemudian mereka bekerja dengan serius dihadapan laptop masing-masing.


Alex menghampiri Elisa yang sedang serius dengan laptop nya duduk di kursi kebesarannya.


"Nona ada kabar bagus! Proposal kita sudah di terima oleh perusahaan AHS Company. Namun ada persyaratannya...." ucap Alex menggantung


Elisa mendengar ucapan dari Alex dia langsung mengalihkan pandangannya dari laptop menjadi memperhatikan Alex dalam versi culun.


"Benarkah ? Apa persyaratannya?" tanya Elisa.


"Benar nona, anda bisa langsung mengecek email anda"ucap Alex


Ana langsung menampilkan senyumnya dan dia langsung membuka emailnya dan membaca isi dari email perusahaan AHS Company.


" Wah isi persyaratan adalah dia meminta aku langsung sebagai CEO yang turun tangan dalam proyek tersebut bersama dengan CEO dari AHS Company nya yang memegang proyek tersebut! Wah Rik CEOnya langsung yang akan turun tangan." ucap Elisa sangat terkejut dan dia terlihat senang


"Ya nona" ucap Alex


Alex merasa senang melihat Elisa terlihat sangat bangga dan bahagia akan berhubungan langsung dengan CEO dari perusahaan AHS Company tersebut padahal itu dirinya sendiri.


Kemudian Elisa sedikit berpikir mengenai persyaratan yang di ajakan perusahaan AHS Company tersebut.


"Apa Mr.Alexo terlalu santai ya ? sampai-sampai dia sendiri yang harus repot-repot mengurus proyek tersebut." ucap Elisa sambil mengetuk-ngetuk kan bolpoin nya diatas meja.


Alex tidak menjawab ucapan dari Elisa di memilih untuk kembali kemeja kerjanya.


Ada rasa sedikit kesal kepada Elisa, dia pikir Elisa akan mengucapkan selamat kepada Alex. Tepat hari ini Alex berulang tahun selaku asisten pribadi dari Elisa dia merasa kalau Elisa sedikit keterlaluan kalau tidak mengetahui tanggal lahirnya.


Alex kembali fokus pada berkas-berkas di tas mejanya. Namun tidak lama dia di panggil oleh Elisa.


"Rik... Sini sebentar deh" ucap Elisa


"Ya nona ada apa?" tanya Alex sambil melangkah mendekat kearah meja Elisa


"Ternya Elisa akan memberikanku hadiah" ucap Alex dalam hatinya


Alex melihat Elisa mengeluarkan kotak jam tangan dari merk ternama dan itu merupakan merk jam yang biasa dia pakai.


"Ulurkan tanganmu,Rik" ucap Elisa


Tanpa menjawab Alex langsung mengulurkan tangannya kepada Elisa. Elisa langsung melepas jam tangan Alex yang di pakai oleh Alex dan menggantinya dengan jam tangan yang di berikan oleh Elisa.


Ya Elisa memberikan sebuah jam tangan kepada Alex. Dengan santai Elisa memasangkan jam tangan pemberiannya di tangan Alex. Jam tangan milik Alex sebelumnya merupakan Jam tangan mahal dan hanya ada 5 pcs didunia.


Alex melihat jam tangan yang di berikan oleh Elisa dia tahu itu merupakan jam tangan Mahal keluaran terbaru dengan bentuk unik namun harganya masih di bawah jam tangan yang dipakai sebelumnya.


Alex merasa pernah melihat jam yang di berikan Elisa untuknya namun dalam model untuk perempuan dan Alex melihat Elisa menggunakan.


"Apa dia membelikan aku jam tangan berpasangan?" tanya dalam hatinya sendiri


Kemudian Elisa memperlihatkan jam tangannya yang sama dengan Alex dan Elisa menekan tombol kecil yang ada di samping jam tersebut.


Alex kaget saat jam yang di gunakan bergetar saat Elisa menekan tombol pada jam tersebut dan jam tersebut mengeluarkan sebuah suara "BIP" dan warna kaca pada jam tersebut berubah menjadi warna Oranye.


" Jam kita terhubung satu sama lain. kalau aku menekan tombol tadi dan ada suara pada jam kamu itu berarti aku sedang dalam keadaan berbahaya dan jam milikku dan jam kamu sudah ada GPS nya nanti akan terhubung pada laptopmu. Aku juga sudah menyeting jam milik Leo kalau Leo nanti kacanya akan berubah menjadi warna Biru." ucap Elisa menjelaskan


"Wahh terimakasih nona, maaf kalau boleh tahu anda menyetingnya dimana karena saya tahu jam ini merupakan jam kekuatan terbaru dari merk ternama?" tanya Alex


"Oh iya untuk menyetingnya hanya Daddy dan Papi ku saja yang tahu, dan sinyal GPS akan terhubung langsung pada mereka saat aku menekan tombolnya tadi." ucap Elisa dan dia sedikit tersentak kaget


"Ya Tuhan pasti saat ini Daddy dan papi sangat khawatir kepadaku karena aku tadi menekan tombolnya" ucap Elisa dan menepuk jidatnya sendiri.


Tidak lama ponsel Elisa berbunyi dan dilihat itu adalah panggilan dari Daddy-nya. Alex yang memegang ponsel Elisa dia langsung menyerahkan ponsel Elisa.


"Nona Daddy anda menelepon" ucap Alex sambil menyerahkan ponsel Elisa.


.


.


.


...****************...


Bersambung ....


TERIMAKASIH KEPADA PARA PEMBACA MOHON DUKUNGANNYA YAAA 🙏😊


JANGAN LUPA BACA KARYA AUTHOR YANG LAINNYA YAA....


BERJUDUL. MY FAVORIT SECRETARY



MOHON MAAF APABILA MASIH BANYAK SALAH PENULISAN 🙏


JANGAN LUPA LIKE VOTE FAVORIT DAN HADIAHNYA YAAA 👍❤️🌹🙏


JANGAN LUPA KASIH BINTANG 5 YAAA ⭐⭐⭐⭐⭐