
Hari yang ditunggu tunggu oleh Gabriel, Raiden, Allice dan Austin sudah tiba, dimana pernikahan antara dua pasang orang ini akan diadakan secara bersamaan dengan jeda waktu akad satu jam.
Pernikahan pertama adalah Gabriel dan Raiden.
Raiden berjalan dengan menggandeng tangan Gabriel menuju altar pernikahan, semua tamu undangan ternganga karna kecantikan yang dipancarkan oleh Gabriel dan ketampanan Raiden yang pari purna.
Disisi lain, Austin menghampiri Allice kedalam ruang gantinya.
"Austin, ngapain kesini?" tanya Allice yang sedang dirapikan oleh stylish.
"Mbak, saya mau bicara sebentar." Ucap Austin bermaksud mengusir orang orang yang ada dalam ruangan tersebut dengan cara halus.
Orang yang ada disana yang mengerti langsung cepat cepat meninggalkan ruangan dan membiarkan Austin berbicara pada Allice.
"Mau ngomong apa?" tanya Allice menatap cermin dimana ada pantulan dirinya dan Austin.
"Kamu beneran mau nikah sama aku?" tanya Austin, sontak Allice langsung berdiri berbalik menghadap Austin.
"Lu gila ya! kita udah berapa jam lagi mau naik ke kealtar, sekarang lu tanyain hal ini ke gw?!" Ucap Allice terlihat kesal dan marah akan pertanyaan Austin.
"Iya gw tanyain ini karna gw belum pernah ngucapin langsung isi hati gw sama lu, dan gw belum tahu dengan sebenarnya apa yang lu rasain." Ucap Austin.
"Nih anak gila juga, nggak perlu diucapin, cukup dengan rasa." Batin Allice.
"Lu nggak inget kejadian waktu disekolah?" Tanya Allice.
"Iya gw inget banget." Jawab Austin.
"Yaudah kalo lu inget kenapa harus tanya?"
"Tapi gw mau kita ucapin secara langsung." Ucap Austin.
"Yaudah iya." Pasrah Allice.
"Allice sejujurnya gw suka sama lu, udah dari lama, makasih lu udah mau nerima gw sebagai calon suami lu yang bentar lagi akan jadi suami sah lu." Ucap Austin tulus.
"Iya, Austin gw juga cinta sama lu, dan gw mau jadi istri lu satu satunya." Ucap Allice menakan kata satu satunya.
"Tuan, Nona, sekarang giliran kalian naik kealtar." Ucap salah seorang memanggil mereka.
"Iya." Jawab Allice.
Tiba tiba Azza dan Adel masuk kedalam ruangan.
"Loh Tin, ngapain lu kesini, sono keluar, bentar lagi giliran lu." Ucap Adel.
"Iya." Ucap Austin langsung keluar.
"Ngapain tuh anak tadi, udah kaga sabaran amat keknya." Ucap Azza.
"Biasalah pengantin baru mah beda." Ucap Adel.
"Ga sabaran palak mu." Ucap Allice. "Udah ayok." Lanjutnya.
Allice keluar dengan diapit oleh Azza dan Adel menuju altar pernikahan. Dengan Austin yang juga diapit oleh Ryan dan Gilbert.
Setelah melaksanakan apa yang harus dilaksanakan kini giliran keempat mempelai melakukan pelemparan bunga. Mereka berempat melakukannya secara bersamaan.
1
2
3
dan hap!
Azza menangkap bunga dari Gabriel dan Raiden dan Gilbert yang menangkap bunga dari Allice dan Austin.
Ryan langsung merangkul bahu Azza dan tersenyum.
"Giliran kita bentar lagi." Ucap Ryan tersenyum.
Gilbert langsung mendekat dan berlutut dihadapan Adel.
"Yes i will." Jawab Adel.
"Wah wah wah good." Sorak Oca dan Disa lalu saling memeluk, karna meraka akan menjadi sebuah keluarga.
Tiba tiba lampu redup dan satu lampu menyala menunjukkan Austin dan Allice yang sudah memegang mic akan bernyanyi.
Mereka berdua bernyanyi bersama mengikuti alunan musik, lagu yang mereka bawakan adalah say you won't let go, dengan arti lirik yang penuh makna.
I met you in the dark
You lit me up
You made me feel as though
I knew I loved you then
But you'd never know
Cause I played it cool when I was scared of letting go
I knew I needed you
But I never showed
But I wanna stay with you
Until we're grey and old
Just say you won't let go
The End
Mampir juga ke novel baru Author judulnya Just Friends.
Thank you guys so much and see you on the next Novel💙💜
VISUAL
Allice Fera Faraqueen
Austin Jonathan Sanjaya
Adele Agatha Vero
Gilbert Geraldo Vernandez
Azzarine Zakira Danendra
Ryan Alveno Berta Berry
Gabriella Faraqueen
Raiden Daren Geovani