
Diperusahaan S'F Company, Gabriel yang sedang memimpin rapat dengan tenang dan penuh kewibawaan, tiba tiba seluruh karyawan kantor berlari keluar gedung untuk melihat seorang pria yang berdiri di gedung paling atas, hendak melompat mengakhiri hidupnya.
"Pada kenapa sih?" Batin Gabriel yang penasaran dan merasa terganggu.
"Maaf semuanya, agak terganggu karna berisik." Ucap Gabriel sopan pada para kolega peserta rapatnya.
"Tidak apa apa, Nona." Ucap salah satu dari mereka.
"Kamu tolong cek, ada masalah apa diluar." Suruh Gabriel pada salah satu bawahannya.
"Baik." Ucapnya langsung pergi mencari tahu. Tak lama kemudian ia langsung kembali memberitahukan apa yang sedang terjadi diluar.
"Nona, ada seorang laki laki berada dilantai paling atas, hendak melompat bunuh diri." Ucapnya memberi tahu.
"Yasudah, terima kasih." Ucap Gabriel.
"Gw bunuh juga tuh orang, berani beraninya ganggu kantor gw, kalo viral gw yang kena batunya." Batin Gabriel geram.
"Baik, Bapak, Ibu yang terhormat, rapat kali ini cukup sampai disini dulu, lain waktu kita lanjutkan lagi." Ucap Gabriel sopan dengan wibawa yang besar.
"Baik Nona, senang bekerja sama dengan, Anda." Ucap salah satu kolega.
"Terima kasih banyak." Ucap Gabriel tersenyum ramah. Semua kolega langsung meninggalkan ruangan rapat.
"Siapa yang berani beraninya bunuh diri disini?" tanya Gabriel.
"Kurang tahu Nona, sepertinya bukan orang kantor sini." Jawabnya.
Gabriel tak menjawab lagi, ia langsung keluar melihat apa yang terjadi diluar, saat Gabriel keluar dengan otomatis semua karyawan membuka jalan untuk Gabriel.
Gabriel mendongak keatas melihat siapa yang beraninya ingin mengakhiri hudupnya, ia melihat seorang pria yang sepertinya seumuran dengannya.
"WOY NGAPAIN LU DISITU?" tanya Gabriel berteriak agar pria tersebut dapat mendengarnya.
"JANGAN HALANGIN GW HIDUP GW NGGAK BERHARGA LAGI GW UDAH NGGAK SANGGUP." Teriak pria tersebut seperti orang yang sedang putus asa.
"Gimana nih, kalo dia mati disini pasti S'F Company jadi buruk namanya."
"Iya pasti nanti nggak ada yang mau kerja disini."
"Itu disuruh turun aja."
Gumam para karyawan takut.
Gumaman para karyawan sampai ditelinga Gabriel.
"Bener juga kata mereka, nih orang kalo mati disini hancur reputasi kantor." Batin Gabriel.
"WOY TURUN LU KALO MAU BUNUH DIRI NYEMPLUNG AJA KELAUT JANGAN DISINI ITUNG ITUNG NGASIH MAKAN HIU LU." Teriak Gabriel.
"JANGAN HALANGIN GW, BIARIN GW MATI DISINI KALO DILAUT DINGIN." Teriak pria tersebut.
"Pak, Bapak ikut saya naik." Titah Gabriel berbicara pada Satpam.
"Tapi Nona, ini berbahaya." Khawatir Satpam.
"Udah Pak, Bapak ikut saya." Yakin Gabriel langsung masuk dan menaiki lift dari lantai satu hingga lantai paling atas.
Saat sudah sampai dilantai paling atas, Gabriel langsung naik keatas atap diikuti Satpam yang sebenarnya Satpam tersebut juga takut.
"Pak, Bapak tunggu sini." Suruh Gabriel.
"Hati hati, Nona." Pesan Satpam.
"Santai Pak, dia tuh bege." Ucap Gabriel santai lalu maju mendekati pria yang hendak mengakhiri hidupnya.
"Itu lihat lihat."
"Apa apa ada apa?"
"Eh itu nona bos."
"Nona Gabreil nagapain diatas."
"Itu bahaya banget."
Panik semua karyawan yang ada dibawah.
Gabriel melihat kebawah.
"Buset ini kantor tinggi benget, kaga nyadar gw, nih jatoh beneran mati gw." Batin Gabriel.
"Ehem." Dehem Gabriel mencolek pundak pria tersebut.
***************************************
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕