MY DARK

MY DARK
MD#42



Siang hari, seperti biasa Allice dkk juga Austin dkk duduk manis memakan makanan masing masing dikantin sekolah. Namun bedanya kali ini Allice dan Austin merasakan kecanggungan yang tak bisa diutarakan.


"Gw tadi malem lihat lu berdua ngobrol mesra mesraan ditaman markas, udah jadian ya lu berdua?" tanya Ryan yang mempelankan ucapannya pada kata 'markas' agar tak didengar oleh anak anak yang lain.


Sontak Adel dan Gilbert langsung saling pandang dan mengangguk bersamaan, meng iya kan.


"Wah parah lu pada." Ucap Azza.


"Iye, udah jadian kaga bilang bilang." Imbuh Ryan.


"Lah mana ada lu tanya." Ucap Adel.


"Iye, kalo lu tanyanya semalem juga gw jawab semalem, orang lu tanya baru sekarang." Imbuh Gilbert.


Sedangkan Austin dan Allice hanya melihat sekilas dan langsung melanjutkan makannya.


"Lice?" Panggil Adel.


"Hmmm." Dehem Allice menyahut tanpa melihat wajah Adel.


"Lu kapan?" tanya Adel. Allice yang tak mengerti apa yang ditanyakan oleh Adel langsung menatap Adel dan menaikkan satu alisnya pertanda 'Apa?'


"Lu kapan jadian sama Austin?" Ucap Azza.


Allice hanya menjawabnya dengan menaikkan kedua bahunya acuh.


"Aneh lu." Cibir Azza.


"Tin, kapan lu nembak Allice? lu kan udah suka sama Allice tuh, dia juga kayaknya sama kaya lu, keburu diambil yang lain." Ucap Gilbert.


"O,on." Batin Allice menyeruput kuah baksonya.


Austin langsung melihat Allice yang masih asik memakan bakso tanpa memperdulikan dan memikirkan apa yang dikatakan Adel, Azza dan Gilbert.


"Lu kenapa sih Lice, marah sama gw, jangan diem gini kenapa." Batin Austin yang terus memandang Allice, Allice yang mendengar apa yang dikatakan oleh batin Austin langsung beralih meminum es teh nya.


"Gw tahu kali Tin, tapi gw harus nuntasin apa yang belum selesai, gw nggak mau lu kecewa disaat terakhir." Batin Allice.


"Lu berdua kenapa sih? dari tadi diem diem bae." Ucap Ryan. "Berantem lu ya?" Lanjutnya bertanya pada Allice dan Austin.


Allice dan Austin sama sekali tidak menjawab.


"Tah dah gw, sama orang yang masih labil." Ucap Ryan.


"Labil pala mu." Batin Allice menatap tajam Ryan, Ryan yang tak sadar ditatap oleh Allice, langsung disenggol oleh Azza dengan otomatis Ryan melihat Azza dengan cepat Azza memberikan kode mata untuk melihat Allice.


Ryan yang sudah melihat Allice langsung tersenyum menunjukkan deretan gigi rapih nya.


"Maap." Ucap Ryan tersenyum.


Saat itu juga datanglah trio M kemeja Austin dkk juga Allice dkk. Trio M langsung saja mengusir Allice dkk.


"Heh lo cabe pada pergi sono, kita mau duduk sama Bebep kita." Usir Manda.


"Hahahahahah." Tawa Azza dan Adel.


"Heh siapa lu? main ngusir kita." Ucap Azza.


"Pfffft, pacar? gw tunangannya mau apa lu." Ucap Azza.


"Heleh ngaku ngaku doang bisanya lu." Ucap Mela meremehkan.


"Siapa yang ngaku ngaku? bener kok." Ucap Ryan berdiri merangkul dan menunjukkan cincin dijari manisnya, dengan Azza yang juga menunjukkan jari manisnya.


"See?" Ucap Azza.


"Nggak nggak mungkin, lu pasti peke ilmu guna guna ya!" Marah Mela hendak melepas cincin Azza namun langsung ditahan oleh Ryan.


"Apa? guna guna? mau pakek kek enggak kek, bodo amat, gw udah sayang dan suka sama Azza, calon istri gw." Ucap Ryan menekankan kata calon istri.


Seluruh kantin yang mendengar langsung riuh dan gaduh.


""Ahh nggak nggak mungkin!" Ucap Mela berlari pergi dari area kantin karna sudah dibuat malu.


"Kalau kamu Gilbert, pasti belum punya pacar kan? kamu suka kan sama aku." Ucap Melly bergelayut manja ditangan Gilbert.


"Apa lu! udah gw bilang jangan deket deket gw, jijik tahu nggak gw, lu bukan siapa siapa ya, jadi jangan pegang pegang gw, virus tahu nggak, pacar gw aja nggak seaneh elu!" Kesal Gilbert menghempas tangan Melly lalu memeluk Adel.


"Ah kamu kok gitu sih, Sayang." Ucap Melly gang belum tahu malu karna sudah ditonton oleh semua penghuni kantin.


"Udah sono pergi lu, muka kek corcoran beton berlapis lapis gitu, gw mau sama lu? sorry selera gw Adel." Ucap Gilbert membuat malu Melly, Melly yang sudah dibuat malu langsung pergi menyusul Mela.


"Ups, sakit itu pasti, hati hati ya cabe." Ejek Adel menekan kata cabe.


"Awas lu!" Ancam Melly.


"Uch takut." Drama Adel.


"Bagus." Puji Adel pada Gilbert.


"Iya dong, apa sih yang nggak buat kamu." Gombal Gilbert.


"Hoek." Kompak Azza dan Ryan merasa jijik akan gombalan Gilbert.


Kini giliran Manda yang berusaha menggoda Austin.


***************************************


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPA👆


SEE YOU NEXT EPISODE 😉


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕


Author mau minta saran ni sama para Readers semua, enaknya Author nerusin SWET BUT PSYCHO (Normal novel), THE SECRET OF NERD GIRL (Chat story) atau bikin cerita baru judulnya BROKEN HOME?