MY DARK

MY DARK
MD#25



Malam harinya, pria yang hendak bunuh diri tadi sudah sadarkan diri.


"Aduh gw dimana nih." Ucapnya sesaat setelah sadar dengan memegang tengkuknya sendiri.


"Aduh gw dimana nih." Ucap Gabriel menirukan gaya pria tersebut dengan nada yang mengejek.


"Lu? siapa lu?" Kaget pria tersebut bertanya.


"Gw siapa? lu yang siapa." Jawab Gabriel.


"Kok gw nggak mati sih." Ucap pria tersebut.


"Udah gila lu, bunuh diri dikantor gw, kalo mau mati dilaut aja sono." Ucap Gabriel.


"Ini kantor lu?" Tanyanya. "Berarti gw sekarang ada di ruangan elu dong." Lanjutnya.


"Nah itu tahu." Ucap Gabriel.


"Udah sadar kan lu, sekarang pergi sono, gw kau balik." Usir Gabriel.


"G...gw udah nggak punya apa apa lagi, orang tua gw ditipu sama tunangan gw, mereka meninggal kena serangan jantung, dan sekarang gw sendiri nggak punya apa apa." Ucap pria tersebut menunduk sedih, yang dapat menggerakkan rasa iba Gabriel.


"Kasihan juga idup lu." Ucap Gabriel.


"G..gw boleh minta tolong?" tanya pria tersebut ragu.


"Apa? buruan cepet, asal jangan gw lu jadiin bini." Ucap Gabriel.


"Nggak lah, gw minta tolong buat malam ini gw tidur disini ya, malam ini aja, gw nggak ada tempat tinggal." Ucapnya.


"Kesian juga nih orang, kalo gw usir ntar jadi gelandangan dijalan, tapi ntar kalo gw biarin disini malah digosipin karyawan gw yang hobinya ngerumpi." Batin Gabriel berfikir.


"Boleh ya." Pintanya memelas.


"Gini, lu ikut gw ke apartemen gw, buat sementara lu tinggal aja disitu." Ucap Gabriel memberikan pertolongan.


"Beneran?" tanyanya berbinar.


"Iya Bambang, nama lu sapa?" tanya Gabriel.


"Oh iya, nama gw Raiden Daren Geovani." Ucap Raiden memperkenalkan diri.


"Geovani?" tanya Gabriel.


"Iya, itu marga kuarga gw." Ucap Raiden.


"Kaya pernah denger dah gw." Batin Gabriel. "Perasaan aja kali yah." Lanjutnya lagi.


"Udah ayok buru." Ajak Gabriel berjalan terlebih dahulu, ia langsung menuju parkiran mobilnya.


"Iya lah, siapa lagi, biasa aja kali, lu juga pernah kaya." Ucap Gabriel.


"Iya, dulu." Ucap Raiden sedih.


"Udah lupain, buruan ayok, gw juga mau balik kerumah." Ucap Gabriel langsung masuk mobil diikuti Raiden.


Hanya 3 menit Gabriel dan Raiden sudah berada didepan gedung bertingkat apartemen Gabriel.


"Lah sedeket ini." Ucap Raiden.


"Iya lah deket, nape lu kaga mau?" tanya Gabriel.


"Eh nggak kok, gw mau banget." Ucap Raiden cepat.


"Yaudah ayok masuk." Ajak Gabriel memimpin jalan.


Saat sudah sampai didepan pintu Gabriel langsung membukanya dan menyuruh Raiden untuk masuk.


"Lu masuk, kamar lu yang disebelah kiri, yang disebelah kanan itu kamar gw, jangan lu tempatin." Pesan Gabriel.


"Iya, makasih ya." Ucap Raiden tulus.


"Iya, buat makanan dikulkas masih ada banyak, besok pagi gw kesini lagi, gw balik dulu." Ucap Gabriel langsung pergi.


"Baik juga itu cewe, meskipun kelihatan cuek nggak peduli, tapi aslinya malaikat." Gumam Raiden yang sudah masuk kedalam apartemen Gabriel.


"Tunggu aja lu, gw bakal bales perbuatan keluarga lu, dan ambil balik apa yang harusnya jadi milik gw." Gumamnya lagi menaruh dendam pada keluarga tunangannya yang sudah mencampakkan nya karna hanya ingin mengambil hartanya saja.


"Gw besok harus cari kerja." Gumamnya langsung pergi kekamarnya.


***************************************


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPA👆


SEE YOU NEXT EPISODE 😉


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕