
Manda langsung duduk disamping Austin, langsung merangkul lengan Austin dan menyandarkan kepalanya pada pundak Austin.
Allice yang melihat langsung dengan otomatis menggeser tubuhnya menjauhi Manda dan Austin.
Austin yang melihat Allice menjauh langsung menahannya agar tak menjauh.
"Disini aja." Pinta Austin.
"Ish Sayang, kamu apaan sih, kan ada aku, aku kan bisa nemenin kamu, dari pada cewe cabe ini." Ucap Manda menunjuk Allice.
Allice yang dikecam cabai cabaian oleh Manda langsung menatap Manda dengan tatapan tajam nan dinginnya.
"Gw kaga ikut ikutan ya." Ucap Gilbert mulai agak sedikit menjauh.
"Gw juga dah." Imbuh Ryan.
"Please jangan diambil hati, omongan cabe kaya dia, cabe teriak cabe." Batin Austin menatap Allice.
"Lu sendiri betah." Ucap Allice berdiri dan hendak pergi.
"Tunggu!" Suruh Austin menghempas Manda dari tangannya. Ia langsung menarik tangan Allice, dengan hasil Allice langsung berbalik menatap Austin.
Austin langsung menyambar bibir Allice didepan semuanya, Allice yang kaget dengan spontan memelototkan matanya sempurna melihat Austin dengan beraninya melakukannya didepan semua siswa. Ia sebenarnya ingin menolak, namun entah mengapa ia tak bisa melakukannya, Allice menutup matanya menikmati perlakukan Austin.
Manda yang melihat Allice diperlakukan manis oleh Austin langsung terbakar api cemburu, bahkan ia bukan siapa siapa Austin.
Panas serasa lihat gebetan sama yang lain :v
"Wah mereka ada hubungan."
"Nggak nyangka gw."
"Allice yang kaya gitu bisa digituin sama Austin, dan dia nggak nolak."
"Saling suka mungkin."
Gumam para siswa yang berada dikantin.
"Aaaaa iri dah gw." Ucap Azza.
"Tenang, ada aku." Ucap Ryan.
"Iuh jyjyk." Ucap Adel dan Gilbert.
"Yeee iri lu." Kompak Azza dan Ryan membalas.
"Dasar ****** lu, berani beraninya ngambil Austin dari gw!" Marah Manda hendak mendekat kearah Austin dan Allice, namun kakinya langsung dihadang oleh kaki Adel hingga mengakibatkan Manda jatuh tersungkur.
"Hahahahhah" Tawa siswa dikantin.
"Brengsek!" Umpat Manda langsung berdiri.
"Dasar lu ******, orang tua lu pasti ******." Ucap Manda menunjuk Allice, Allice yang tadi menutup matanya langsung membuka matanya. Namun bukan Allice lah yang keluar melainkan sisi gelap Allice.
Sisi gelap Allice keluar karna ia tak terima bahwa orang tuanya disebut ****** oleh Manda.
Austin yang melihat perubahan warna mata Allice langsung terkaget dan melepaskan ciumannya.
"Allice, lu kenapa?" tanya Austin kaget memegang kedua pundak Allice, namun Allice langsung menyingkirkan tangan Austin dan berbalik menatap Manda.
"Adoh gimana ini, masih banyak anak nih, nggak tepat banget waktunya." Panik Azza.
"Gini." Ucap Adel.
"SEMUANYA MASUK KEKELAS MASING MASING! MAKANAN KALIAN SEMUA GW YANG BAYAR." Teriak Adel pada para siswa dikantin.
"Ok, makasih ya." Ucap semuanya langsung pergi kekelas masing masing, karna mereka juga takut pada Allice dkk.
Manda yang melihat perubahan warna mata Allice langsung terkaget dan gemetar.
"Lu...lu?!" Tunjuk Manda pada Allice.
Allice langsung mengangkat tangannya keudara diikuti Manda yang juga terangkat keudara.
Austin dkk yang melihat langsung terkaget dan tidak sama sekali mengira.
"Dia kenapa?" tanya Ryan.
"Diem aja, nanti tanyanya." Suruh Azza.
"Kenapa, ada apa dengan Allice? jangan sembunyiin sesuatu dari gw." Ucap Austin meminta penjelasan.
"Aduh gimana ya, kalo sekarang gw jelasin, gw takutnya si Manda udah mati duluan." Ucap Adel panik.
"Kok bisa?!"
"Hentiin dulu sono, gw kaga berani." Suruh Adel.
"Ahkhh lepasin gw." Teriak Manda mulai kehabisan nafas.
"Hmm bagaimana, nikmat bukan." Ucap sisi gelap Allice dengan menyunggingkan senyum devilnya.
"Akh tolong, lepasin gw, lu bukan orang." Ucap Manda.
"Ya, gw bukan orang, tapi iblis cantik." Ucap Allice menekan kata 'Iblis Cantik'.
"Allice lepasin ya, kasihan itu." Ucap Austin berusaha mendekat.
"Tin, jangan." Cegah Azza namun tak dihiraukan oleh Austin.
Namun saat Austin mendekat, tangan Allice langsung diayunkan yang langsung membuat Austin terpental.
"Akh" Rintih Austin terjatuh.
"Austin, lu nggak papa?" Panik Adel dan Azza membantu Austin berdiri.
"Nggak papa." Jawab Austin.
"Jangan pernah ikut campur!" Tekan Allice pada Austin.
Austin terus mencoba ia langsung berlari dan memeluk Allice dari belakang.
"Jangan kasihan, kasihan juga Mama lu." Bisik Austin yang mampu membuat Allice langsung tersadar. Ia menutup matanya dan membukanya kembali, dan jatuhlah Manda kelantai dengan kerasnya.
"Lepas." Ucap Allice melepaskan pelukan tangan Austin yang melilit ditubuhnya, dengan otomatis Austin langsung melepaskannya.
Allice langsung berjongkok dihadapan Manda dan berkata.
"Jaga mulut lu baik baik, atau lebih dari ini." Ucap Allice penuh ancaman.
"B...baik." Jawab Manda mengangguk takut memegangi lehernya yang memerah.
"Syukur." Ucap lega Adel dan Azza.
"Keren." Ucap Gilbert dan Ryan malah takjub.
"Keren palak mu!" Kesal Adel dan Azza kompak menjitak kening Gilbert dan Ryan.
"Pergi lu!" Usir Allice. Manda langsung berusaha berdiri dan pergi begitu saja. Namun saat Manda pergi tubuh Allice terasa lemas dan hampir jatuh, namun langsung ditangkap oleh Austin.
"Kenapa?" tanya Austin panik.
"Nggak." Jawab Allice berdiri lagi.
"Ini." Ucap Adel memeberikan minum pada Allice. Austin langsung menerimanya dan memberikannya langsung kehadapan mulut Allice, Allice menatap sebentar Austin dengan Austin yang langsung mengangguk.
Allice langsung meminum airnya hingga habis.
Saat itu juga speaker sekolah berbunyi menandakan adanya pengumuman.
***************************************
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕