
Hari ini adalah hari dimana dilangsungkannya acara wisuda bagi kelas XII, Oca dan Gabriel yang dengan susah payah membujuk agar Alvaro dan Sisil (palsu) menghadirinya sebagai pemilik sekolah, akhirnya turut hadir.
Austin dkk juga Azza dan Adel yang mulanya ingin menampilkan sebuah persembahan, tidak jadi menampilkannya karena ketidak adaan Allice.
Acara demi acara sudah dilangsungkan, kini adalah giliran dimana Gabriel dipersilahkan untuk menyampaikan pidato dan ucapan selamatnya.
"Baiklah terima kasih atas diundangnya saya sebagai tamu kehormatan, saya Gabriel menyampaikan selamat kepada seluruh siswa kelas XII untuk kelulusan kalian, para adik adikku tercinta Azza dan Adel selamat, meski ketidak adaannya Allice disini kalian harus tetap semangat, terima kasih." Ucap Gabriel langsung turun dari panggung dan duduk kembali dikursi bersama Raiden.
"Terima kasih atas sambutan dari Nona Gabriel." Ucap MC.
"Baik acara selanjutnya adalah sambutan dari pemilik sekolah, silahkan Tuan Alvaro dan Nyonya Sisil waktu dan tempat kami persilahkan." Lanjutnya.
Alvaro dan Sisil (palsu) maju dari sisih kiri panggung, namun disaat yang bersamaan munculah Sisil (asli) dari sisih kanan panggung dengan menggunakan jubah yang menutupi hampir seluruh tubuhnya dan hanya memperlihatkan bagian mulutnya saja.
Semuanya terkaget dengan siapa yang tiba tiba naik keatas panggung. Namun Sisil (asli) langsung membuka penutup kepalanya dan memperlihatkan wajahnya, hingga membuat seluruh orang yang ada disana kembali terkaget.
"2 Sisil." Kaget Ale.
"Mana mungkin ada orang yang sama persis, bahkan Sisil tidak memiliki kembaran." Lanjut Ale yang masih terkaget.
"Siapa kamu?" tanya Alvaro pada Sisil yan asli.
"Istrimu." Jawab Sisil asli.
"Kau! kau ini siapa?! berani beraninya datang meniru wajahku dan mengaku sebagai istri dari suamiku." Ucap Sindi.
"Istri? kau ini gila atau bagaimana? suami mu saja sudah dibunuh oleh putriku Allice malam itu, dan kau dengan sengaja mendorong Allice dari atas tebing dan hingga sekarang dia masih belum ditemukan." Ucap Sisil santai.
"Kau jangan asal bicara!" Seru Sindi menunjuk Sisil.
Semuanya yang mendengar langsung terkaget dan bingung, mereka tidak tahu siapa Sisil yang asli dan yang palsu.
"Aku asal bicara? tanyakan saja pada kakak eh maaf istri kakak ku Ale." Ucap Sisil menunjuk Oca.
Hingga semuanya langsung melihat Oca yang tersenyum kearah Sisil.
"Ma, Mama tahu sesuatu?" tanya Adel serius.
"Dia yang memakai jubah adalah Tante mu yang asli, dan yang berdiri disamping Om mu itu adalah Sindi." Tutur Oca pada Adel yang didengar oleh semuanya.
Semuanya terkaget dengan apa yang dikatakan oleh Oca.
"Dengarkan sendiri." Ucap Sisil pada Sindi.
"Hahahah kalian sudah tahu semuanya, jika sudah mari lihat pertunjukan ku." Ucap Sindi dengan tawa jahatnya. Ia langsung mengunci tangan Alvaro dan menodongkan pistolnya dipelipis Alvaro, membuat semuanya membulatkan matanya sempurna.
"Alvaro!" Teriak semuanya takut.
Sisil yang hendak maju langsung diperingati oleh Sindi.
"Jika kau maju selangkah lagi akan ku tembakkan peluru padanya." Ucap Sindi mengancam.
"Sisil jangan, Nak!" teriak Momy Unna.
Sisil yang mendengar ancaman Sindi sama sekali tidak takut dan malah terus maju.
"Urusan mu dengan ku, kenapa kau melibatkan orang lain dalan urusan kita, kau ini sangat pengecut, pantas saja purti ku dapat menemukanmu dengan mudah." Ucap Sisil meraih tangan Alvaro hendak menariknya, namun Sindi langsung menarik pistolnya dan.....
Semuanya langsung menutup matanya rapat rapat.
Sindi langsung terjatuh dengan darah yang terus mengucur didadanya, perlahan ia menutup matanya, nyawa Sindi langsung melayang keangkasa lepas.
"Kau tak apa?" tanya Sisil pada Alvaro.
"Tidak." Jawab Alvaro masih terkaget.
Semuanya yang mendengar suara Alvaro dan Sisil langsung membuka matanya, mereka terkaget bukannya Alvaro yang tertembak malah Sindi yang terjatuh dengan memegangi dadanya yang bercucuran darah.
"Akan ku jelaskan nanti, tapi lihat dulu siapa yang dibelakang mu." Ucap Sisil.
Dibelakang Alvaro ada seseorang dengan memakai jubah dan penutup wajah.
"Siapa dia?" tanya Austin bergumam.
"Siapa dia?" tanya Alvaro pada Sisil.
"Bukalah, Sayang." Suruh Sisil. Orang tersebut langsung memnuka penutup wajahnya dan menampilkan Allice.
"ALLICE!!!??" Semuanya berteriak kaget terheran heran melihat Allice berdiri dengan tegap dihadapan semua orang.
Austin langsung berlari keatas panggung dan...
Grep!
Ia langsung memeluk Allice dengan eratnya.
"Lu, lu nggak papa? nggak lecet, kan?" Ucap Austin membolak balikkan tubuh Allice, memeriksanya dengan teliti.
"Nggak papa, lebay lu." Balas Allice tersenyum.
"Lu ye, kita semua gila nyariin lu." Seru Gabriel menjitak dahi Allice.
"Salah lu sendiri, orang dicari nggak ada ya tinggalin lah." Balas Allice dengan santainya.
"Aaaaa Allice kita kangen." Ucap Adel dan Azza langsung memeluk Allice.
"Tapi gw nggak kangen sama lu pada." Ucap Allice, Adel dan Azza langsung melepaskan pelukannya dan menatap Allice dengan datar.
***************************************
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕