MY DARK

MY DARK
MD#22



"Apa lu pada liat liat, bubar sono." Suruh Azza pada siswa yang terus melihat kearah mereka.


Sontak semua siswa yang berada dikantin langsung bubar dengan sendirinya.


"Lu... lu bertiga?" tanya Adel yang belum mengerti.


"Fake nerd." Ucap Allice menyeruput es teh nya.


"Lu udah tahu Lice? kok nggak ngasih tahu kita?" tanya Adel.


"Kapan lu tanya?" tanya balik Allice.


"Maaf ya kita bohong sama kalian, kita sebenernya nggak ada maksud kok buat ngebohongin kalian, tapi kita cuman disuruh Austin aja." Ucap Ryan.


"Biar nggak dikejar kejar sama cewe cabe cabean." Imbuh Gilbert.


"Lah lu Austin kaga ngasih tahu lu, padahal kita udah ketemu waktu itu dimansion Allice." Ucap Azza.


"Lah kita aja dulu kaga deket." Jawab Austin santai menyeruput es teh Allice.


Azza dan Adel yang melihat apa yang dilakukan oleh Austin langsung melotot tak menduga, karena Allice sama sekali tidak marah, padahal jika ada yang merebut atau mengganggu makanannya ia akan marah.


"Dia nggak marah." Bisik Adel pada Azza.


"Suka kali sama Austin." Balas Azza juga berbisik.


"Kalian bisikin apaan sih?" tanya Gilbert.


"Eh kaga." Jawab Adel.


"Kalian maafin kita kan?" tanya Ryan memastikan.


"Iyain, biar seneng." Jawab Azza.


"Makasih."


"Tin, lu pernah ketemu mereka sebelumnya? kok lu nggak cerita sama kita?" tanya Gilbert.


"Lu pernah tanya?" tanya balik Austin.


"Bener bener nggak ada akhlak." Batin Gilbert mencibir Austin yang didengar Allice, Allice hanya tersenyum tipis yang hampir tak terlihat.


"Yang serius dikit ngapa." Kesal Ryan. "Dari tadi ditanya jawabnya 'lu pernah tanya' atau nggak 'kapan lu tanya' bosen gw." Imbuh Ryan.


"Pernah, waktu habis balik dari negara C, orang tua lu pada juga ada, lu pada aja yang kaga ikutan." Jawab Austin datar.


"Lah berarti tante Nindi sama tante Disa emak lu pada." Ucap Azza.


"Iya Nindi emak gw." Jawab Ryan.


"Bagus."


"Apanya yang bagus?" tanya Ryan.


"Pasti habis ini gw dijodohin sama lu." Jawab Azza memutar bola matanya malas.


"Kok bisa?" tanya Ryan.


"Banyak tanya lu." Yang langsung membuat Ryan diam.


"Keroftop aja kuy." Ajak Adel.


"Lah kaga masuk kelas?" tanya Gilbert.


"Kita ikutan deh, kan nggak jadi nerd lagi, jadi bisa los dol." Ucap Ryan.


"Yaudah ayok." Ajak Azza.


Namun Allice dan Austin sudah terlebih dulu berjalan meninggalkan mereka berempat dibelakang.


"Tungguin elah." Ucap Adel langsung menyusul Allice dan Austin disusul yang lain dibelakangnya.


Saat sudah sampai diroftop mereka ber enam langsung duduk menyelonjorkan kakinya menikmati terpaan angin yang berhembus melewati mereka dengan sopan nya.


"Buset ini roftop bagus bener." Takjub Ryan. "Kenapa kita nggak dari dulu kesini sih." Imbuhnya senang.


"Ya iyalah bagus orang yang ngubah designnya si Allice sendiri, dan nggak ada yang kesini selain kita." Ucap Adel.


"Dan lu bertiga orang yang kesini pertama kali selain kita." Ucap Azza.


"Wah berasa tamu kehormatan gw." Ucap Ryan.


"Tamu kehormatan? ape lu? pejabat? presiden?" Ejek Azza.


"Kang cendol gw mah." Ucap Ryan.


"Ngapain nih kita?" tanya Gilbert. "Masa selonjoran aja." Imbuhnya.


"Ngegame aja cuy." Ucap Adel langsung mengeluarkan HP nya dari saku.


"Main apaan nih?" tanya Azza.


"Among us aja." Jawab Ryan.


"Ok."


"Lice, ku ikut kaga?" tanya Adel.


Krik, krik, krik, tak ada jawaban sama sekali dari Allice karna ia sudah terbang kealam mimpinya. Adel langsung melihat kearah Allice.


"Buset udah tidur aja." Ucap Adel.


"Bangunin aja." Ucap Austin.


"Jangan, biarin aja, udah biasa gitu, jangan diganggu." Ucap Adel memperingati.


"Ok."


Jadilah mereka berlima bermain game sampai jam pulang sekolah.


***************************************


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPA👆


SEE YOU NEXT EPISODE 😉


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕