MY DARK

MY DARK
MD#24



Pria tersebut yang mendengar deheman Gabriel langsung berbalik dan menatap Gabriel.


"Si.. siapa lu? ngapain disini?" tanya pria tersebut.


"Harusnya yang nanya tuh gw, lu siapa? ngapain lu disini? diauruh turun kaga mau yaudah gw yang naik." Jawab Gabriel.


"Gw nggak mau turun, gw mau mati aja." Ucap pria tersebut.


"Ya kalo lu mau mati silahkan, tapi jangan disini, S'F Company terlalu bagus buat lu bunuh diri, nggak level tau nggak." Ucap Gabriel.


"Lu.. lu! ya nggak ada otaknya." Kesal pria tersebut.


"Lah lu maunya apa sekarang, lu mau loncat kan, bunuh diri kan, yaudah bunuh diri aja, tapi jangan disini." Ucap Gabriel santai.


"Gw nggak mau tahu gw mau loncat!" tekatnya hendak loncat.


"Yaudah sini gw bantuin dorong deh, biar cepet." Ucap Gabriel sudah memajukan kedua tangannya hendak mendorong.


"Eh jangan jangan jangan, gw bisa sendiri." Ucap pria tersebut, namun ia juga hanya maju sedikit dan tidak berani lebih lagi.


"Nih orang niat bunuh diri nggak sih." Batin Gabriel. "Elah lama." Batinnya lagi.


"Drama lu." Ucap Gabriel langsung memukul punggung pria tersebut dengan tenaganya hingga pria tersebut pingsan seketika.


"Pak, bawa nih orang keruangan saya." Suruh Gabriel pada Satpam yang sudah menunggu sedari tadi.


"Baik, Nona." Ucap Satpam langsung memapak pria tersebut untuk dibawa keruangan Gabriel.


"Nanti panggilin dokter sekalian, Pak." Ucap Gabriel.


"Baik, Nona."


Dibawah, para karyawan langsung dibuat kagum dengan apa yang dilakukan oleh Gabriel.


"Nona bos sungguh amajing."


"Keren abis."


"Nggak hilang wibawanya."


"Tambah betah gw kerja disini."


Kagum para karyawan dengan tindakan yang dilakukan oleh Gabriel.


"Bubar bubar semuanya, lanjutkan kerja." Ucap Satpam yang berada dibawah membubarkan kerumunan karyawan yang sedari tadi menonton.


Diruangan Gabriel.


Satpam merebahkan tubuh pria tersebut dikasur milik Gabriel.


"Nona, saya sudah panggilkan dokter, sebentar lagi akan datang." Ucap Satpam tersebut sopan.


"Nih orang kenapa pengen bunuh diri sih, kaga guna benget, kaga sayang apa sama yang sayang sama dia." Batin Gabriel.


Tak lama datanglah dokter bersama seorang satpam.


"Nona." Ucap dokter memanggil Gabriel.


"Eh Dokter, ini Dok, periksa." Ucap Gabriel menunjuk pria yang pingsan dikasurnya.


Dokter langsung memeriksanya dengan teliti.


"Nona, siapa pria ini?" tanya Dokter.


"Nggak tahu Dok, nih orang tadi gila main mau loncat dari atas gedung." Jawab Gabriel.


"Pria ini kemungkinan ada masalah yang membuatnya tertekan dan mendorongnya untuk mengakhiri hidupnya, ini kenapa bisa pingsan?" Jelas Dokter yang menanyakan kronologi kenapa pria tersebut bisa pingsan.


"Oh itu Dok, tadi saya pukul belakangnya, langsung deh pingsan." Jawab Gabriel.


"Pantas saja, ini kemungkinan sadarnya akan lama, karna pukulan yang Nona berikan cukup keras." Ucap Dokter memberi tahu.


"Wah hebat dog saya, Dok." Ucap Gabriel malah memuji dirinya sendiri.


"Ada ada saja." Ucap Dokter. "Saya sudah memberikan suntikan, tinggal menunggu sadar saja, saya permisi." Ucap Dokter lalu pamit undur diri.


"Baik Dok, makasih banyak." Ucap Gabriel. "Pak, anterin." Suruh Gabriel pada satpam.


Kini tinggalah Gabriel dan pria tersebut yang masih belum sadarkan diri.


"Woy lu bangun dong ah, nyusahin orang aja lu, gw nih ntar lagi balik, masa iya harus nungguin lu sadar dulu baru balik, kan enakan di elu kaga di gua." Ucap Gabriel memandang pria tersebut.


"Tau lah, gw bilang dulu sama papa." Ucapnya lagi langsung membuka HP nya mengetikan pesan untuk Alvaro.


***************************************


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPA👆


SEE YOU NEXT EPISODE 😉


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕