MY DARK

MY DARK
MD#37



Dimarkas BDG.


Kini Allice sudah berada dimarkas berkutat dengan laptop dikamarnya.


Adel dan Azza yang baru datang langsung masuk begitu saja.


"Eits mau pada kemana lu?" tanya Bastian.


"Allice dimana?" tanya Adel.


"Ada noh dikamar nya, mau pada ngapain lu pada? dateng dateng cari Allice, minimal cari gw dulu kek yang tamvannya melebihi bokap lu pada." Ucap Bastian percaya diri


"NAJIS GANTENGAN PAPA GW." Kompak Adel dan Azza.


"Kompak bener, Neng." Ucap Bastian.


"Tau ah." Ucap Azza acuh langsung pergi kekamar Allice diikuti Adel.


Sampai didepan kamar Allice, Azza dan Adel langsung masuk tanpa mengetuk pintu kamar. Allice yang berada didalam langsung melihat kearah pintu dengan tatapan tajam.


"Ehh maaf maaf." Ucap Adel yang mengerti tatapan Allice.


"Ngapain?" tanya Allice datar menutup laptopnya.


Azza dan Adel langsung duduk disofa.


"Kemana aja sih lu, bilangnya cuman kekantor bentar, tapi lama amat, kita samperin kemansion kaga ada orang." Ucap Adel.


"Kek doi aja lu." Cibir Allice.


"Yeee, orang beneran dikata doi, ya kali gw mau sama lu." Ucap Adel.


"Iya, lu mau nya sama Gilbert." Ucap Azza.


"Mulut lu ya." Kesal Adel terlihat malu.


"Eleh malu malu tapi mau." Ejek Azza.


"Eh tadi gw lihat berita di hand phone perusahaan Geovani udah balik lagi ke anaknya." Ucap Adel berusaha mengalihkan pembicaraan.


"Iya, siapa tadi nama anaknya?" tanya Azza yang sudah teralihkan.


"Raiden kalo ga salah si tadi." Jawab Adel.


"Raiden? bukannya itu orang yang dateng sama kak Gabriel waktu tunangan gw itu?" Ucap Azza menyadari.


"Kakak ipar gw." Ucap Allice.


"BENERAN?!" tanya Adel dan Azza kompak kaget.


"Hmmm." Dehem Allice menjawab.


"Wohoho bentar lagi ada yang official nih, tinggal adek nya doang." Ucap Adel.


"Ngaca." Balas Allice datar.


"Yeeeee kalo gw mah jelas beda." Ucap Adel tak terima.


"Iya, ada Gilbert." Celetuk Azza mulai mengejek lagi.


"Kesel gw sama lu." Ucap Adel.


Tok, tok, tok.


Pintu diketuk seseorang dari luar.


"Masuk." Suruh Azza dari dalam.


"Ada apa?" tanya Adel setelah salah satu anggota BDG membuka pintu.


"Queen, ada tiga orang laki laki yang ingin bertemu, katanya teman Queen, dan sudah ada janji dengan Queen." Ucap anggota BDG memberi tahu.


"Siapa?" tanya Azza penasaran.


"Kurang tahu, Queen." Jawabnya.


"Sudah kembalilah." Suruh Allice.


"Baik." Ucapnya langsung pergi tak lupa menutup kembali pintu.


"Kepo lu buruan, ntar juga tahu lu." Ucap Allice langsung berjalan meninggalkan Adel dan Azza keluar.


Adel dan Azza yang sudah penasaran hanya mengikuti Allice tanpa bertanya lagi. Sampai diruang tamu markas, Austin dkk langsung berdiri kaget melihat Allice dkk keluar, juga Austin dkk yang kaget (-Austin dan Allice).


"KALIAN?!" Kaget Adel, Azza, Gilbert dan Ryan.


"Azza, kamu kok disini?" tanya Ryan tak percaya. Sementara Azza yang sudah tahu Ryan adalah Black Bat tidak begitu kaget.


"Ya kamu yang ngapain disini? orang ini markas kita." Jawab Azza santuy.


"Kamu?!" Ucap Ryan yang belum percaya.


"Lu juga, Del?" tanya Gilbert.


"Lah kalo nggak ngapain gw disini? main catur? kaga mungkin juga." Jawab Adel.


"Wah gw nggak mimpi ini, kan?" tanya Gilbert yang masih belum percaya.


Plak!


Adel langsung menampar pipi Gilbert tanpa permisi.


"Aws sakit, ngapain lu nampar gw." Kesal Gilbert memegang salah satu pipinya.


"Udah sadar belum dari mimpi indah lu?" tanya Adel.


"Gw nggak mimpi." Ucap Gilbert mengusap pelan pipinya.


"Kamu jelasin ke aku." Titah Ryan.


"Iya iya, ntar dijelasin, tapi ngapain pada kesini?" Balas Azza.


"Ini Austin." Tunjuk Ryan pada Austin.


"Lice, gw ada sesuatu." Ucap Austin menatap Allice.


"Wah lu mau nembak Allice ye." Ucap Adel menduga.


Austin dan Allice langsung memutar bola matanya malas.


"Gw udah nemuin satu informasi yang mungkin bisa buat petunjuk lu." Ucap Austin dalam hati.


"Ikut gw." Ucap Allice langsung membawa Austin kedalam ruang pribadinya.


"Mereka kenapa dah?" tanya Gilbert.


"Tau." Jawab Adel acuh langsung duduk.


"Kamu jelasin." Ucap Ryan yang masih meminta penjelasan.


"Iya, ikut aku." Ucap Azza.


"Kemana?"


"Ikut aja ayok, kebalkon." Jawab Azza membawa Ryan kebalkon terdekat.


Kini tinggalah Gilbert dan Adel.


"Del, lu nggak mau bawa gw jalan kemarkas BDG, ini markas 5x lebih gede dari markas BB." Ucap Gilbert melihat sekeliling markas.


"Yaudah ayok, gw bawa, lagian nggak ngapa ngapain juga gw sama lu." Ucap Adel memimpin jalan.


***************************************


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPA👆


SEE YOU NEXT EPISODE 😉


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕