MY DARK

MY DARK
MD#44



📢Pengumuman untuk semua siswa kelas XII segera berkumpul dilapangan sekarang juga, karna ada pengumuman penting dari kepala sekolah.📢


"Ada apaan sih itu?" Tanya Gilbert.


"Tau, enakan dikantin, dilapangan panas juga ah." Keluh Ryan.


"Bencong ye lu." Ucap Gilbert dengan nada mengejek.


"Mulut lu kalo ngomong suka bener." Ucap Ryan.


"Apaan sih itu, pengumuman apa coba, lu tahu ngga, Za?" tanya Adel pada Azza.


"Kaga tahu juga gw." Balas Adel. "Lu tahu, Lice?" Lanjut Adel bertanya pada Allice.


Allice hanya merespon dengan mengangkat kedua bahunya pertanda tidak tahu.


"Yaudah kita kelapangan aja, liat, seberapa penting." Ucap Adel mengajak.


"Awas aja kalo nggak penting, gw masukin kekandang macan." Ucap Azza berjalan kearah lapangan bersama yang lain.


Allice dan Austin yang berjalan paling belakang, dengan Austin langsung menarik tangan Allice agar berhenti.


"Maaf." Ucapnya setelah Allice berbalik menatapnya.


"Buat?" tanya Allice datar.


"Yang tadi, gw udah..." Belum Austin meneruskan ucapannya langsung dipotong oleh Allice.


"Lupain." Potongnya.


"Tapi gw nggak enak tadi ditonton anak anak, kalo nggak karna si Manda mungkin gw nggak akan gituin lu." Ucap Austin menyesal.


"Lu nggak enak nya dimana?" tanya Allice.


"Nggak enak aja, terkesan memaksa." Jawab Austin.


"Memaksa?" Tanya Allice lagi yang langsung diangguki Austin.


"Terus gw nolak?" tanya Allice langsung pergi begitu saja. Austin yang mendengar ucapan Allice langsung diam dan satu detik kemudian ia tersenyum berlari menyusul Allice.


"Yang tadi itu beneran?" tanya Austin mengimbangi langkah Allice.


"Frist kiss gw." Jawab Allice. Austin yang mendengar pengakuan Allice langsung tersenyum bahagia.


"Sama." Ucap Austin meraih tangan Allice dan menggandengnya, dengan Allice yang tidak menolak.


"Semoga lu bisa bahagia sama gw, dan lupain semua masalah lu." Batin Austin tersenyum senang.


"Semoga." Jawab Allice denagan membatin, namun dengan wajah yang tetap datar dan penuh kebimbangan.


Saat telah sampai dibarisan. Adel, Azza, Ryan dan Gilbert yang melihat Austin menggandeng tangan Allice dengan tersenyum senang, menduga bahwa Austin dan Allice sudah resmi.


"Wah wah wah, ada yang baru nih." Celetuk Azza.


"Iya, sampe digandeng mulu." Imbuh Ryan menyenggol lengan Austin.


"Lihat tempat napa, gw kan juga pengen." Ucap Gilbert.


"Pengen pengen, nih." Ucap Adel mengangkat tangan dengan jari jari yang sudah mengepal tepat didepan wajah Gilbert.


"Hahahha makan tuh bogeman." Ejek Azza dan Ryan.


"Norak lu pada." Cibir Austin yang masih saja menggenggam tangan Allice.


"Diem." Suruh Allice karna sudah melihat Sena yang maju keatas podium hendak menyampaikan sesuatu.


"Loh eh itu bukannya om Sena, kok bisa disini?" Ucap Ryan yang menyadari.


"Iya lah, kan kepala sekolahnya dia, pemilik sekolahnya baru nih disamping kita, yang gandengan mulu kek trek gandeng." Ucap Azza memberi tahu.


"What!? jadi ini sekolah punya lu, Lice." Kaget Ryan. Azza langsung menutup mulut Ryan.


"Emmmm." Jawab Ryan yang masih dibekap.


"Udah itu lepasin, ntar meninggoe sepupu gw." Ucap Gilbert.


"Eh, sorry sorry." Ucap Azza langsung melepas bekapannya.


Sena yang baru saja naik keatas podium melihat semua siswa dengan seksama, ia bermaksud untuk melihat para keponakannya sudah bergabung atau belum. Namun saat ia melihat kearah Allice dkk ia langsung tersenyum senang, melihat Austin dan Allice yang sudah dekat.


Allice yang melihat Sena tersenyum sendiri dengan melihat kearahnya langsung melepaskan tangannya yang digenggam oleh Austin.


"Kenapa?" tanya Austin. Allice menjawab dengan kode mata yang diarahakan oada Sena. Auatin yang mengerti langsung menatap datar Sena.


"Ok anak anak semuanya, mohon perhatiannya sebentar." Ucap Sena meminta perhatian. Seketika semua siswa langsung terdiam mendengarkan Sena sebagai kepala sekolah berbicara.


"Untuk acara kelulusan kalian anak kelas 12, Bapak dan para dewan guru sudah memutuskan bahwa acara wisuda akan diadakan tiga hari lagi, jadi mohon untuk para siswa sekalian menyiapkan diri, dan Bapak minta untuk setiap kelas menampilkan sebuah persembahan." Ucap Sena.


"Ada yang ingin ditanyakan?" Lanjutnya.


"Pak!" Ucap salah satu siswa.


"Ya kamu, bagaimana what happen aya naon?" tanya Sena.


"Persembahannya apa, Pak?"


"Untuk persembahan silahkan kalian menampilkan, boleh tari, dance, nyanyi atau yang lainnya, yang bisa menghibur, karna orang tua kalian juga akan hadir." Ucap Sena.


"Juga ada tamu special." Lanjut Sena.


"Siapa, Pak?" tanya para siswa penasaran. Tapi tidak dengan Allice dkk, karna mereka sudah tahu pasti, bahwa tamu spesial nya adalah Alvaro.


"Kita akan kedatangan pemilik sekolah, dan CEO muda S'F Company, dan juga pewaris resmi sekolah kita kelak." Ucap Sena.


"Hah! loh ada kak Iel, elu juga?" Kaget Adel laku bertanya pada Allice.


"Gila." Ucap Allice.


"Ok baiklah, kalau sudah tidak ada yang ditanyakan, silahkan kalian boleh kembali kekelas masing masing, dan diskusikan apa yang akan ditampilkan." Ucap Sena lalu turun dari podium. Semua siswa langsung berhamburan menuju kelas masing masing, tapi tidak dengan Allice dkk juga Austin dkk.


"Kita nggak balik kekelas?" tanya Ryan.


"Kalian aja dulu, kita mau keruang kepala sekolah." Ucap Azza.


"Ngapain?" tanya Ryan.


"Nih." Jawab Azza menunjuk Allice.


"Oh, ok." Paham Ryan.


"Kita tunggu aja di roftop." Ucap Austin.


"Hmm." Dehem Allice mengangguk lalu pergi memimpin jalan.


***************************************


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPA👆


SEE YOU NEXT EPISODE 😉


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕