
Keesokan harinya seperti biasa Allice dkk pergi kesekolah dengan Gabriel juga Alvaro yang juga pergi kekantor.
Kini Gabriel yang memiliki seorang beban yang harus ia tuntaskan, sebelum kekantor ia pergi terlebih dahulu ia pergi ke apartemennya menengok dan menjemput Raiden.
"Buset susah juga harus bolak balik mansion, apartemen, kantor, ini masih jomblo aja susah, apa lagi kalau udah nikah, ngurusin suami sama anak, haduhhhhh poseng." Ucap Gabriel dalam mobil saat akan menuju altar nya.
Disisi lain, Raiden yang sudah bangun dari tidurnya, ia langsung menengok jam, dan langsung mandi membersikan tubuhnya.
"Udah jam segini, gw mandi aja, ntar Gabriel datang gw mau ngelamar kerjaan dikantornya." Ucap Raiden beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.
Sesaat setelah mandi.
"Lah gw kaga punya baju ganti." Ucapnya lalu pergi mencari baju dialmari, namun ia tak menemukan apapun. Raiden langsung memberanikan diri untuk masuk kekamar Gabriel, mencari baju yang mungkin bisa ia kenakan.
"Ini kamar keren banget." Takjub Raiden melihat design kamar Gabriel, ia langsung membuka almari pakaian Gabriel.
"Buset ini almari isinya cuman hodie semua." Ucap Raiden memilih hodie yang cocok dan tidak kekecilan dibadannya.
"Nah ini pas nih." Ucapnya lalu memakainya. Setelah memakainya ia langsung pergi kedapur untuk membuat sarapan untuk dirinya sendiri.
Saat sudah selesai membuat sarapan ia langsung menuangkannya kepiring, saat itu juga datanglah Gabriel.
"Wah wah wangi banget nih, masak apa lu?" Tanya Gabriel yang baru datang.
"Eh udah dateng, ini masak nasi goreng aja, mau?" Jawab Raiden langsung menawarkan nasi gorengnya pada Gabriel
"Nggak lu makan aja, udah sarapan gw." Ucap Gabriel duduk didepan Raiden.
Raiden makan dengan santainya sedangkan Gabriel terus memandangnya dengan seksama dari ujung kaki hingga ujung rambut.
"Lu kenapa lihat gw nya gitu amat?" Tanya Raiden yang merasa tidak nyaman dengan tatapan yang diberikan oleh Gabriel.
"Ngapain lu pake baju gw?" tanya Gabriel.
"Oh ini, maaf ya, gw nggak punya baju ganti, jadi tadi gw nyari aja baju lu, eh nemu hodie yang ini kebetulan pas." Terus terang Raiden.
"Yaudah lu pake aja, ntar lu ikut gw." Ucap Gabriel.
"Kemana?" tanya Raiden.
"Lu mau cari kerja kan?" Tanya Gabriel.
"Iya." Jawab Raiden.
"Yaudah ntar lu ikut gw, kerja dikantor gw, mau?" Ucap Gabriel.
"Mau benget, jadi apa?" tanya Raiden semangat 45.
"Asisten pribadi gw." Jawab Gabriel.
Raiden yang mendengar jawaban tak terduga dari Gabriel seketika langsung terbatuk, tersedak nasi goreng buatannya sendiri.
"Nepe lu, nih minum minum." Panik Gabriel langsung menyodorkan gelas berisi air pada Raiden, dengan Raiden langsung meminumnya.
"Lu nggak becanda, gw jadi asisten lu?" tanya Raiden yang masih terkejut.
"Ada nada bicara gw yang kelihatan bercanda?" tanya balik Gabriel dengan mimik wajah yang dibuat sangat serius.
"Nggak."
"Sooooooo, mau kaga?" tanya Gabriel.
"Mau." Jawab Raiden cepat.
"Yaudah buru itu habisin dulu, ntar ikut gw." Suruh Gabriel bermain HP nya.
Setelah beberapa saat, Raiden sudah menghabiskan sarapannya.
"Udah selesai." Ucapnya memberi tahu Gabriel.
"Buset cepet amat." Kaget Gabriel.
"Terlalu semangat." Ucap Raiden tersenyum menunjukkan deretan giginya yang rapi.
"Buset anak orang senyumnya udah kaya caramel." Batin Gabriel.
"Jadi?" tanya Raiden.
"Jadi ayok." Ajak Gabriel.
***************************************
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕