MY DARK

MY DARK
MD#31



Setelah Austin sampai dimansionnya ia langsung masuk dan menemui Vera.


"Maaaa, burung Austin nggak digoreng, kan?" tanya Austin.


"Nggak, noh dikandang." Tunjuk Vera pada burung hantu yang berada dikandang.


"Untung aja nggak telat, telat semenit udah mama bunuh." Ucap Vera.


"Laknat." Gumam Austin sangat pelan, agar tidak dapat didengar oleh Vera.


"Jadi, kenapa?" Tanya Austin.


"Sahabat sendiri mau tunangan situ kaga tahu." Cibir Vera.


"Ha? tunangan? sahabat? siapa?" tanya Austin beruntun.


"Iya tunangan, sahabat lu siapa lagi kalau bukan Gilbert sama Ryan." Jawab Vera.


"Disekolahin mahal mahal, digedein, dikasih makan tiap hari, bergaul ama binatang, temen manusianya dua doang." Ucap Alvian yang tiba tiba muncul dari belakang Austin.


"Dasar anak tek tok." Cibir Austin. "Banyakin aja sono main tek tok, biar serasa muda kembali." Lanjut Austin.


"Wah siap itu anak muda, biar ketampanan ku tidak luntur terkucek." Balas Alvian.


"Kaga mau luntur sono pekek Daia, bersihnya all out, wanginya stand out." Ucap Vera.


"Promosi bahhhh." Ucap Alvian.


"Kaga tahu lagi gw." Batin Austin melihat tingkah kedua orang tuanya seperti anak ABG.


"Jadi yang tunangan siapa? Gilbert atau Ryan?" tanya Austin.


"RYAN" kompak Vera dan Alvian menjawab.


"Sama?" tanya Austin lagi.


"Tau deh lupa, siapa tadi namanya, pokoknya sepupunya si Allice." Ucap Vera menjawab.


"Sepupu? dia punya sepupu?" Batin Austin bertanya tanya, karna ia belum mengetahui sama sekali bahwa Adel dan Azza adalah saudara sepupu Allice.


"Udah sono, masuk siap siap, jangan ampe telat." Suruh Vera pada Austin.


"Hmmm." Dehem Austin langsung pergi masuk kedalam kamarnya.


Malam harinya semuanya sudah berkumpul dimansion Azza, mereka semua diundang untuk menyaksikan pertunangan Azza dan Ryan, yang hanya dihadiri keluarga inti, kerabat dan teman dekat saja.


Dikamar Azza, kini Azza tengah bersiap dengan ditemani oleh Adel dan Allice.


"Lu kok bisa sih tunangan sama si Ryan?" tanya Adel.


"Tau." Imbuh Allice.


"Tenang dulu napa, gw awalnya juga nggak tahu kali, tiba tiba mama sama papa bilang, kalo gw bakal ditunangin sama anak temennya, tapi waktu itu gw belum tahu siapa itu anaknya, mama sama papa cuman bilang itu anaknya om Zidan sama tante Nindi." Ucap Azza menjelaskan.


"Terus kenapa lu mau?" tanya Adel lagi mengintrogasi.


"Lu inget nggak waktu disekolah, gw bilang kalo gw bakal dijodohin sama Ryan, terus Ryan tanya kenapa gw nggak jawab?" tanya Azza.


"Hmmm." Dehem Allice.


"Hmmm, hmmm, hmmm doang, inget kaga lu?" kesal Azza yang hanya direspon deheman oleh Allice.


"Iye."


"Awalnya gw nggak tahu kalau anaknya om Zidan sama tante Nindi itu si Ryan, abis gw tahu kalo itu si Ryan, gw jadi mikir lagi." Tutur Azza. "Setelah sehari semalem gw mikir, akhirnya gw setuju, ya kalo gw lihat si Ryan ok juga, baik juga kok." Imbuh Azza.


"Oh gw paham sekarang, intinya lu suka sama Ryan, kan." Ucap Adel mengambil kesimpulan.


"Hmmm gimana ya, bisa dibilang iya." Ucap Azza tersenyum.


"Kita jadi saudaraan dong kalo gitu, secara kita sepupuan, terus si Ryan itu juga sepupu Gilbert." Ucap Adel.


"Tau dari mana lu, kali Ryan sama Gilbert sepupuan?" tanya Azza.


"Ah anu, waktu itu gw sama Gilbert nggak sengaja ketemu di cafetaria, ngobrol deh kita." Jawab Adel.


"Eleh lu juga suka sama si Gilbert, kan?" tanya Azza.


"Kaga tahu." Jawab Adel.


"Kalo suka beneran gimana dong." Batin Adel didengar oleh Allice.


"Nikahin lah." Ucap Allice.


"Enak aja lu." Sangkal Adel.


"Lu aja sana sama si Austin, cocok lu berdua." Ucap Adel.


"Iye, cocok lu sama Austin, sama sama datar sama sama dingin." Imbuh Azza.


"Dingin apaan, cerewet iya." Ucap Allice keceplosan.


"Nahhhhh kan, lu berarti pernah jalan sama dia." Ejek Azza.


"Sok tau lu." Ucap Allice.


"Lagian tuh orang yang ngirim surat." Ucap Allice.


"HAH?!" kaget Azza dan Adel.


"Jadi mereka Black Bat." Ucap Adel.


"Hmmm." Dehem Allice meng iya kan.


"Terus mereka tahu kalau kita BDG?" tanya Azza.


"Nggak juga." Jawab Allice santai.


"Untung aja." Ucap Azza menghela nafas.


"Besok juga mereka tahu." Ucap Allice.


"Kok?"


"Besok mereka kemarkas." Ucap Allice.


"Hayoloh Za, lu harus jelasin sama si Ryan." Ucap Adel.


"Santai aja, gw bakal jelasin ke dia." Balas Azza.


Saat itu juga Austin dan Gilbert menyeret Ryan menuju pojok taman untuk menanyakan sesuatu.


"Ngapain ku berdua bawa gw kesini sih?" tanya Ryan dengan nada yang sedikit kesal, karna ia ditarik paksa oleh sepupu dan sahabatnya ini.


"Bentaran doang, kita mau nanya." Ucap Gilbert.


"Apa? buruan, nggak enak itu sama yang lain." Ucap Ryan yang sedari tadi sudah ditatap oleh semua orang.


"Mereka ngapain sih?" tanya Dinda pada Devano sang suami, yang melihat calon menantu nya dipojokan.


"Biasalah urusan anak muda, sebentar itu kayaknya." Jawab Devano.


"Al anak lu mana?" tanya Alvian pada Alvaro.


"Siapa?" tanyanya balik.


"Ya anak lu itu lah, duanya." Jawab Alvian.


"Oh, si Allice ada, palingan lagi nemenin Azza dikamar, kalo Gabriel masih ada urusan katanya." Tutur Alvaro.


"Lu kok bisa nerima ditunangin sih?" tanya Gilbert.


"Ya gimana dong, gw juga awalnya dipaksa, tapi setelah gw tahu kalau itu si Azza, ya gw iyain aja, Azza nya juga setuju, tapi gw belum tanya pasti sih, dia kepaksa atau engga." Jawab Ryan menjelaskan.


"Azza sepupu Allice?" Ucap Austin dengan nada bertanya.


"Iya, baru tahu lu, bukan cuma Azza sama Allice yang sepupuan, si Adel juga." Ucap Gilbert.


"Iya, papanya si Adel itu kakaknya mamanya Allice, terus mamanya Allice itu kakaknya mamanya Azza." Ucap Ryan.


"Belibet lu." Ucap Gilbert yang mendengar penjelasan Ryan yang menurutnya sangat membingungkan.


"Terus...."


"Gini om Ale punya adik, nah adiknya itu mamanya Allice sama mamanya Azza." Ucap Gilbert mengulangi.


"Elah sama aja kali." Ucap Ryan.


"Kalian bertiga ngapain di situ?" Tanya Oca sedikit berteriak.


"Oh nggak kok Tan, cuman ngobrol aja." Jawab Gilbert.


"Udah ayok kesana." Ajak Ryan berjalan diikuti Austin dan Gilbert.


"Hello aperione, kita come back nih." Ucap Serena yang baru datang bersama Sena, Kelvin dan Karin, dengan Sena dan Kelvin yang menggendong kedua putra mereka.


"Buset, ponakan gw itu, siniin." Suruh Dinda mengambil anak Sena.


"Nih." Ucap Sena memberikan anaknya.


"Mom, Bi." Sapa Alvaro pada Momy Unna dan Bibi Rosa.


"Iya, Al." Sapa balik keduanya.


"Mereka siapa?" tanya Gilbert berbisik pada Austin dan Ryan.


"Nggak tahu." Jawab Ryan juga berbisik. Sedangkan Austin hanya mengangkat bahunya tak tahu.


"Yang mau tunangan sama ponakan gw sape nih?" tanya Kelvin.


"Nih." Tunjuk Gilbert dan Austin pada Ryan.


"Oh elu, ganteng juga, tapi masih bau kencur." Ucap Kelvin.


"Kaga ngaca lu dulu, masih SMA udah minta nikah." Cibir Devano.


"Weeeit, kita beda." Sangkal Kelvin.


Taklama datang Azza dengan Adel dan Allice disampingnya.


Ryan yang melihat Azza begitu cantik dengan gaun selutut dan high heels nya langsung terpana akan kecantikan dan keanggunan Azza.


"Nih nih udah dateng." Ucap Serena.


"Mulai aja udah, keknya udah ada yang ga sabar ini." Ucap Zidan melirik putranya yang terus memandangi Azza tanpa berkedip.


"Hahah hayuk." Ucap Nindi juga tak sabar.


"Ok semuanya, karna disini sudah lengkap semua, mari kita mulai acara yang bahagia ini." Ucap Sena mengambil alih acara layaknya MC.


"Dipersilahkan untuk Ryan putra Zidan dan Nindi, untuk mengutarakan isi hatinya kepada Azza putri Devano dan Dinda." Imbuhnya.


Saat Ryan ingin mengatakan sesuatu tiba tiba...


"Weit weit bentar ada yang ketinggalan nih, masa iya inces yang cantik tiada tara ini melewati moment sakral." Ucap Gabreil yang tiba tiba datang bersama Raiden.


"Buset nih orang main nongol aja." Ucap Ale.


"Maap, maap, telat." Ucap Gabriel menyengir.


"Siapa tuh?" tanya Oca menunjuk Raiden.


"Calon mantu gw." Celetuk Alvaro. Gabriel dan Raiden yang mendengar langsung malu.


"Paaaaaa." Malu Gabriel.


"Bercanda, sini Raiden." Ucap Alvaro memanggil Raiden agar berdiri disampingnya.


"Lanjut lanjut." Ucap Gabriel.


***************************************


~BERSAMBUNG~


LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5


JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE


JANGAN LUPA👆


SEE YOU NEXT EPISODE 😉


BYE~


AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕