My Alpha's King

My Alpha's King
09



Amara Pov.


Semuanya selalu berputar dikepalaku, kajadian itu, tembakan itu, manusia berjubah hitam itu dan ibuku, kenapa dia membawa ibuku? Akan dibawa kemana ibuku??! Ingin rasanya aku turun dari kasur rumah sakit ini dan segera mencari ibuku, tapi aku bisa apa dengan kondisiku yang seperti ini?


Kliknkkkk...


Suara pintu terbuka, dan munculah Mycle disana dengan senyum manisnya yang selalu dia tampilkan kepadaku, ya tuhan, mengapa pria itu selalu saja membuat aku rasanya ingin selalu memalingkan muka ketika melihatnya tersenyum.


Dia mendekat kekasur rumah sakitku dan duduk disampingku.


"Apa yang sedang kau fikirkan sayang??". Tanya nya dengan wajah serius.


"Tidak".


"Kau yakin hmmm??".


"Tidak ada Mycle". Jawabku membuatnya mengangguk singkat.


"Kau membuatku khawatir Amara". Ucapnya dengan suara lembut.


"Kenapa kau khawatir kepadaku??". Tanyaku balik, dan tiba tiba saja matanya berubah menjadi hijau bercampur merah, kenapa begitu?? Apa karna pantulan cahaya?? Atau dia pakai soflent? Atau mataku yang salah lihat???


"Kenapa kau tanya begitu??!! Jelas aku khawatir karna aku sayang padamu, kau ini mateku, calon luna ku, kau miliku, kau hidup ku, kau harus tau itu, aku tidak suka kau bertanya seperti itu lagi!". Ucapnya dengan wajah memerah, ah aku tahu, perubahan matanya itu karna dia sedang marah dan akan kembali normal ketika marahnya redah, apa begitu??


"Maaf kan aku". Ucapku pelan, aku juga jadi merasa bersalah kepadanya, dia sudah terlalu baik kepadaku dan aku tidak ingin membuatnya kecewa.


Dia tersenyum dan tanganya bergerak kepuncak kepalaku, menghelusnya dengan sangat lembut kemudia diciumnya sekilas, Oh tuhan ini sangat manis.


"2 hari lagi kau bisa pulang, aku sudah bicarakan ini dengan dokter Zara,dan kau juga harus balik lagi kesini untuk memasang jaitan dipundakmu itu".


"Tapi aku harus mencari ibuku dulu Mycle, ak-".


"Tidak usah khawatir,aku sudah menyuruh 500 perajurit istana untuk segera mencari ibumu, aku tidak akan membiarkanmu untuk kembali kedunia itu lagi, sudah cukup, waktunya kau aku bawa keistana dan tinggal bersamaku". Ucapnya sambil menggenggam erat tanganku.


Aku merasakan sesak didadaku, aku merasa sangat senang, sangat bahagia, tapi disisi lain aku juga merasakan sakit yang teramat dalam, ada apa ini? Ada apa denganku??.


Tidak terasa cairan tumpah dari ujung kelopak mataku, meluncur turun membasahi pipiku, Mycle yang melihat nya dengan cepat mengusap air mataku dengan jarinya.


"Heeii,kenapa kau menangis sayang??". Tanya nya lembut namun dengan nada sedikit khawatir.


"Tidak apa Mycle, aku hanya khawatur kepada ibuku". Ucapku dan kembali menumpahkan air mataku, dan kali ini sedikit deras membuat Mycle dengan cepat memeluku dan berbisik.


"Ibumu akan aman sayang, percayalah kepadaku".


********


Author Pov.


"Mycle?". Panggil Amara kepada Mycle yang sedang menyiapkan beberapa pakaian untuk Amara pakai setelah mandi.


"Iya sayang??".


"Apa tidak sebaiknya kau mandi dulu??".


"Tidak apa apa, aku tidak mandi juga kau tetap cinta kan??". Tanya nya dengan wajah sok gantengnya membuat Amara bergidik geli, tapi dengan jujur Amara berkata bahwa memang benar, ketampanan pada pria itu tidak pudar walaupun belum mandi hehehe.


"Aa..apaa sihh, tidak usah kegeeran dasar CEO keras kepala!".


"Hahahaha, kau ini, aku tahu yang ada didalam fikiranmu itu, kau sebenarnya memang mengakui kalau aku tampan bukan??". Goda Mycle membuat Amara memalingkan wajah kebelakang.


"Ada apa dengan pria itu ya tuhannn???!!! Rilex Amara Rilex". Batin Amara berteriak.


Mycle hanya terkekeh kecil melihat wajah merah Amara yang membuang muka darinya.


"Sudah sudah, sekarang kau harus mandi, apa perlu aku mandikan??". Gida Mycle lagi dengan senyum menjijikanya itu (tapi manis wkwk).


"Tii...tidakkk, tidak usah! Aku bisa mandi sendiri". Ucap Amara segera turun perlahan dari kasur rumah sakitnya dan berjalan kearah pintu kamar mandi, memang Amara akui rumah sakit ini seperti rumah sakit yang sangat berbeda dari rumah sakit pada umumnya, lebih tepatnya mirip dengan hotel klasik buatan eropa, dinding kamarnya pun terbuat dari kramik dengan ukiran ukiran indah didalamnya, apa ada rumah sakit seperti ini?? Entahlah.


Setelah beberapa menit didalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya akhirnya Amara pun keluar dengan menggunakan dress berwarna kuning honey.


οΏΌ


Mycle yang melihat gadisnya itu sudah terlihat lebih cantik hanya bisa tersenyum dan kembali bersyukur dan mungkin akan terus bersyukur kepada dewi bulan telah memberinya mate secantik dan seindah ini.


Amara yang dipandang seperti itu oleh Mycle hanya bisa memalingkan mukanya entah kemana asal tidak kepada pria itu.


"Kau sangat cantik sayang". Puji Mycle sambil berjalan dan berdiri tepat dibelakang Amara.


Amara merasakan geli dibagian lehernya karena Mycle menupuhkan dagunya kepada pundaknya dan bernafas tepat dilehernya, Amara merasa bulu kuduknya kini sudah berdiri sangat tegak, dia hanya bisa memejamkan mata merasakan kenikmatan ini.


Mycle melingkarkan tangan kekarnya itu diperut rata Amara, mencium sekilas leher jenjang nan putih milik Amara, dia sudah tidak tahan rasanya ingin segera mengigit leher mulus ini hingga mengeluarkan darah yang sangat manis, tapi ini belum saatnya.


*******


Disinilah Amara berada sekarang, didalam mobil milik Mycle, sedari tadi Amara hanya bingung memandang keluar jendela, kenapa berbeda?? Tidak seperti diperkotaan? Sepanjang jalan hanya terlihat pepohonan yang menjulang tinggi, dan dedaunan kering yang berterbangan juga suara burung yang saling bersahutan, Amara bisa menebak ini adalah dihutan.


"Apa istanamu terletak ditengah hutan Mycle??".


"Dipojok hutan sayang, sangat pojok".


"Hehh, pantas saja jalanya sangat jauh". Desah Amara dengan melemaskan tubuhnya dan menyender kesenderan kursi.


"Apa kau bosan sayang??". Tanya Mycle membuat Amara menoleh dan begeleng pelan.


"Tidakk, aku hanya pusing saja". Ucap Amara pelan.


Dengan cepat Mycle menyenderkan kepala Amara kepundaknya, karna memang mereka berdua sekarang sedang duduk dikursi penumpang, karna supir pribadi Mycle lah yang telah membawa mobil.


Tidak butuh waktu lama Amarapun memejamkan matanya dan tertidur dipundak Mycle, Mycle yang melihatnya pun hanya tersenyum, akhirnya sekarang matenya ini sudah berada disampingnya dan akan selalu seperti ini sampai maut memisahkannya dari Amara.


Cukup lama mereka menempuh perjalan untuk ke istana dan akhirnya tibalah mereka didaerah tidak jauh dari istana, dari sini pun mereka sudah bisa melihat atap istana yang menjulang sangat tinggi dan terlihat sangat menawan.


Mycle pun segera membangunkan gadisnya itu dengan hati hati, Amara yang baru saja bangun dari tidurnya pun belun sepenuhnya sadar, dia masih mengerjapkan matanya bingung.


"Kita dimana Mycle??".


Amara menoleh keluar jendela, ternyata benar, ia sudah berada tepat didepan gerbang istana yang sangat tingi dan panjang, mobil melaju cukup kencang melewati gerbang istana dan terus masuk melewati lorong lorong menju halaman pertama.


Saat turun dari mobil Amara dikejutkan dengan banyaknya orang yang berpakaian seperti ingin perang dengan mengunakan rompi besi yang bergambar srigala didepanya dan merekapun menunduk hormat kepada Mycle juga kepada dirinya, apa se terpandang itukah Mycle diistana ini??


Amara hanya melihatnya bingung, sementara Mycle sudah lebih dahulu berjalan masuk kedalam istana, dengan cepat Amara menyusul pria itu dari belakang.


Mycle berjalan dengan melingkarkan tangan besarnya diperut kecil Amara dari samping, gadisnya itu terlihat sangat cantik sekali hari ini.


Setelah memasuki pintu istana disana sudah terlihat Clora dan Bov yang sedang berdiri berdampingan dengan Clora yang menyenderkan kepalanya dipundak Bov sementara tangan Bov melingkar diperut istrinya itu sama seperti yang dilakukan Mycle pada Amara.


Clora mengangkat kepalanya dan berjalan menemui putra dan calon Luna nya itu dengan senyum yang terus merekah diwajah anggunya.


"Selamat datang kembali diistana ini lagi Amara". Ucap Clora sambil memeluk Amara dengan penuh kasih sayang.


"Kali ini kau datang bukan sebagai tamu lagi Amara, karna istana kami ini juga menjadi milikmu sekarang". Ucapnya lagi melepaskan pelukanya dan beralih mencium kening Amara dengan cukup lama.


"Tapi ini istana mu Nyon-".


"Jangan panggil aku nyonya Amara!!". Ucap Clora dengan wajah berbeda yang membuat Amara menjadi merasa tidak enak.


"Panggil aku Ibu, sekali lagi, pa nggil a ku ibu! Mengerti?? Aku sudah bilang kepadamu kan sayang, kau ini sudah aku anggap seperti anakku, dan kau harus menganggap aku sebagai ibumu, jadi panggil aku ibu mulai dari sekarang, oke??". Ucap Clora sambil menyelipkan anak rambut Amara kebelakang telinganya.


"Mengerti ii..ibuu". Jawab Amara tersenyum.


"Good Girls".


"Sudah sudah, permisi istriku yang cantik,izinkan aku untuk menemui mate anak kita". Ucap Bov dengan menyerobot dipertengahan antara Clora dan Amara membuat Clora dengan cepat memanyunkan bibirnya kedepan.


"Selamat datang kembali Amara, aku sangat senang kau bisa tinggal bersama kami sekarang, dan kami juga sangat bahagia karna anak kami mendapatkan mate secantik dan sebaik kamu Amara, aku harap kau akan terbiasa dengan kehidupan mu yang baru disini, kau akan banyak mempunyai pengalaman disini, dan aku ingin kau selalu bisa mengendalikan dirimu". Ucap Bov tersenyum dan memeluk Amara dengan penuh kasih sayang, mencium kening Amara sama sepeeti saat Clora mencium Amara barusan.


Amara merasakan panas disekujur tubuhnya, dia berusaha sebisa mungkin untuk menahan bendungan air diujung kelopak matanya yang siap terjun kebawah bila dia mengedipkan matanya.


Mycle, Clora dan Bov pun ikut panik saat melihat Amara meneteskan air matanya.


"Kau kenapa sayang?". Tabya Mycle dengan nada yang sangat khawatir.


"Tidak apa Mycle".


"Lalu kenapa kau menangis sayangku??". Tanya Clora sambil menghelus pipi mulus Amara.


"Aku hanya teringat dengan sosok ayah dan ibuku bu, aku sangat rindu mereka, ayahku sudah lama pergi meninggalkanku, dan sekarangpun ibu ku ikut pergi entah kemana meninggalkan ku". Ucap Amara yang mulai terisak sekarang membuat Mycle semakin panik.


"Ssssssstt sayang, kau masih punya kami, kami juga orang tuamu sayang, kau bisa melampiaskan rasa rindumu untuk kedua orang tua mu ke kami, dan aku berjanji,kita semua berjanji akan membawa ibumu kembali Amara, kami akan mencari ibumu, sekarang berhenti menangis oke??". Ucap Clora dan memeluk Amara kembali dengan sangat erat.


Amara sangat bersyukur bisa bertemu dengan orang sebaik mereka, Amara bingung harus bersyukur dengan cara bagaimana lagi untuk mengutarakan kebahagiaanya sekarang?? Amara hanya bisa berdoa dan terus berdoa agar tidaj kehilangan orang yang ia sayang untuk kedua kalinya.


Setelah itu Mycle pun mengajak Amara untuk kekamarnya dan beristirahat, setelah berada dikamar Amara mendudukan bokongnya disofa besar yang berada didalam kamar itu.


οΏΌ


(Anggap aja kamar Amara sama Mycle kek gini ya hehe)


"Kenapa kau duduk disitu sayang?? Kau harus istirahat, tidurlah diranjang,aku tidak ingin kau melakukan kegiatan apapun dulu, kau baru pulih Amara,aku tidak mau kau kenapa kenapa lagi".


"Tapi itu ranjangmu Mycle, jadi aku tidur disofa saja".


"Tidakk!! Itu ranjang kita Amara, kita berdua akan tidur disitu, kau mengerti??". Ucap Mycle dengan sedikit menekan setiap katanya.


"Pindah sekarang, sebelum aku yang menggendongmu dan memindahkan mu keranjang". Setelah mendengar itu dengan sepat Amara berjalan menuju ranjang dan mendudukan bokongnya disana dengan menaikan kedua kakinya.


"Itu baru Amaraku". Ucap Mycle tersenyum senang, sedangkan Amara hanya memandang pria itu dengan pandangan sinis.


"Tidak usah melihatku seperti itu, kau membuatku ingin sekali mencium mata tajam mu itu". Ucapnya sambil membuka satu persatu kancing kemeja nya.


"Kau ingin apa??". Tanya Amara dengan wajah sok polosnya itu.


Mycle berjalan kearah Amara dengan perlahan lahan, membuat Amara memundurkan tubuhnya.


"Aku...". Ucap Mycle semakin mendekat kearah Amara bahkan kini wajahnya sudah berada tepat disamping wajah Amara membuat gadis itu memejamkan matanya.


"Akuu....ingin mandi".


Jlegggg


Amara mebuka langsung matanya dan menyaksikan sekarang pria didepanya itu sedang tertawa sangat geli membuatnya ingin sekali melempar wajah tampannya dengan bantal.


"Tidak usah tertawa kau".


"Hahahahaha,kau ini sangat ingin sekali ku cium ya??".


"Tidakkk!!". Jawab Amara membuang muka.


"Hahaha, kau sangat lucu sayang, Aku sangat cinta padamu". Ucap Mycle sambil berjalan kearah kamar mandi dan kemudian masuk kedalamnya.


Amara menolehkan kepalanya kearah pria itu, dia hanya bingung, apa sekarang dia sudah mulai mencintai Mycle?? Jawabanya... yaa, yaaa Amara sudah mencintai pria itu sekarang.


Amara mengangkat kedua ujung bibirnya, dia tersenyum dengan sangat lebar dan menjatuh kan tubuhnya kekasur menatap langit langit kamar dengan senyum yang masih mengembang.


"Aku juga cinta padamu Mycle".


*********


Hoyee Welcomeback to my wattpad!!!!!πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Kalian langsung baca ajaaa yaaa, aku udah cape banget ngetik ini, heheheheh


See u nex part AllπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Jangan bosen sama ceritanyaaa yaaaa, ikutinn terussss okeeee


Mmmwaaah