
Budaykan Vote terlebih dahulu sebelum membaca. Terimakasih 🙏
🎶Llovera-Mia Maestro🎶
(Dengarkan sambil membaca biar lebih kane😁)
Author Pov.
Seorang gadis terlihat sedang memandang teduh bulan yang ada didepannya, tanganya sengaja ia pegangkan pada liontin Bulan yang tertempel indah di kalung yang ia pakai.
Mata abu nya terlihat berkilauan bertabrakan dengan chaya Bulan yang berada tepat didepan wajahnya.
Semilir angin malam berhembusan membuat rambut coklat tua yang ia biarkan tergerai bebas itu berterbangan, tapi ia tidak memperdulikan itu, matanya tetap terfokus kepada bulan yang semakin lama semakin mengeluarkan cahaya yang begitu sangat terang sekali.
Tapi entah mengapa cahaya itu tidak menyilaukan untuk gadis ini, justru ia terlihat senang cahaya bulan yang sangat terang itu masuk menabrak iris mata abu nya.
Kedua ujung bibirnya terangkat membuat lengkungan diwajah cantiknya, senyum yang selama ini hanya ia jadikan lukisan sementara untuk menutupi wajah aslinya kepada semua orang yang menganggap ia kuat.
Satu tetes air berhasil lolos dari matanya, terjun bebas melewati pipi mulusnya. Gadis itu menangis dibalik senyum manisnya.
Seketika kenangan manis yang sedang dibayangkan nya punah begitu saja, tergantikan oleh kenyataan pahit seperti sekarang ini.
Satu bulan telah berakhir, satu bulan telah lewat begitu saja dengan luka yang semakin lama semakin bertumbuh dihatinya. Luka yang tidak bisa ia perlihatkan, luka yang hanya bisa ia obati dengan sebuah senyuman palsu.
Wajah cantik Amara sekarang tidak lagi terhiasi dengan senyuman tulus manis gadis itu, tetapi hanya senyuman Luka yang selalu gadis itu tampilkan.
Melihat belahan jiwanya yang lain, pergi begitu saja dengan tanpa pamit, meninggalkan luka yang tidak pernah bisa sembuh dengan hanya menanti kehadiran kembali, tapi sekarang jiwanya yang lain itu sedang berbahagia dengan raga seorang iblis yang berupa wanita cantik di istananya.
Mata abu Amara kembali menumpahkan beberapa air dengan sangat deras kali ini. Ia menunduk tidak kuat memandang bulan yang sudah meredup, bulan itu seakan merasakan apa yang sedang ia rasakan saat ini.
"Aaa--akuu hikss haaruss apaa hiksss Dewi Bulan?? ". Ucapnya pelan seperti bisikan, badanya bergetar hebat seakan luka yang ada ditubuhnya ini ber infeksi, rasanya semakin sakit dan sakit, luka itu seakan semakin lama semakin menyebar, tidak bisa kalau hanya ditutupi oleh perban.
Amara menangis sesenggukan memegangi dadanya yang terasa sakit.
" Jangan seperti ini terus Amara, kumohon, aku tersiksa didalam tubuhmu, apa kau lupa dengan aku?? Kumohon Amara, aku kesakitan didalam tubuhmu". Ucap seorang perempuan membuat Amara merendahkan tangisnya untuk mendengar lebih jelas suara perempuan itu.
"Aku Cara Amara, aku Cara, wolf mu, jangan lupakan aku, aku satu tubuh denganmu, tolong lah Amara, kumohon jangan seperti ini, kau membuatku sakit, tolong jangan, hiks hiks". Amara membulatkan matanya, Cara wolf putihnya itu telah kembali, Amara sangat membutuhkan Cara disaat saat seperti ini, tapi wolf nya itu tiba tiba saja hilang satu bulan ini, entah kemana, tapi sekarang wolf putihnya itu telah kembali, Amara tersenyum senang, sambil menghapus bekas air mata yang masih menempel di kedua pipi mulusnya, menyelipkan anak rambut yang menutup wajahnya kebelakang telinga.
" Hei tenanglah Cara, tenang, aku tidak akan menangis lagi, aku tidak akan membiarkanmu tersakiti didalam sama". Ucap Amara lembut membuat Cara merendahkan tangisnya. Serigala putih itu membuat hati Amara menghangat, setidaknya dihatinya itu masih ada satu jiwa yang selamanya akan selalu ada didalam tubuhnya.
Amara sangat bersyukur kepada Dewi Bulan.
"Kita jalankan ini sama sama Amara, kumohon jangan menangis lagi, aku tahu hatimu sangat hancur, tapi jangan egois, tidak hanya jiwa Mycle yang ada di tubuhmu, tapi aku, akupun ada didalam tubuhmu Amara dan aku selamanya akan ada didalam tubuhmu, kumohon berhenti menyakiti dirimu sendiri, kau menyiksaku Amara, kumohon jangan sakiti dirimu sendiri". Ucap Cara membuat air mata Amara kembali menetes, tangan gadis itu melayang menyentuh dadanya sendiri.
" Kemana saja kau Cara?? Aku sangat membutuhkanmu disaat saat seperti ini, tetapi kau menghilang, kau kemana?? ".
" Aku mencari sesuatu Amara, aku mencari sesuatu tentang Mate kita, Mycle dan Alex". Jawab Cara jujur.
"Lalu?? Kau menemukan apa?? ".
" Mycle tidak sepenuhnya sadar sekarang Amara, tidak sepenuhnya, Mycle yang engkau lihat sekarang bukanlah Mycle kita, ia hanya terkendali dengan sihir jahat milik Fana!! Dan kau tahu?? Mate ku Alex ia menghilang dan itu karena ulah Fana!! Aku tidak bisa mengetahui jejaknya ada dimana yang jelas Alex pun juga sudah terkena oleh sihir iblis milik Fana Amara, jadi kumohon, bantu aku untuk mengungkap ini semua, maafkan aku kalau satu bulan ini aku pergi darimu, tapi aku sungguh bisa merasakan apa yang kau rasakan". Ucap Cara panjang lebar mambuat Amara menatap kosong jurang yang ada didepannya.
Apa ini saatnya?? Ini saatnya perlawanan harus segera ia lakukan?? Tidak mungkin ia berdiam diri seperti ini.
"Benar Amara, ini saatnya kita mulai perlawanan, kau tidak usah khawatir, sihir Fana tidak ada apa apanya dengan kekuatan Dewi Bulan yang ada didalam tubuhmu, percaya padaku".
Ya.. Cara benar, kekuatan Dewi Bulan masih melekat pada tubuhnya, ia yakin ia bisa melawan Iblis itu, ia harus segera menyelamatkan matenya, belahan jiwanya, Alpha dari Black Moon Pack.
Amara bangkit berdiri, perlahan tubuhnya mengeluarkan cahaya putih yang berkilauan, detik berikutnya, dirinya sepenuhnya telah berubah wujud menjadi serigala berwarna putih bersih yang sangat indah, Amara bertukar Shift dengan Cara.
Cara serigala putih itu mulai berlari dengan sangat kencang dari atas bukit, berlari bebas Arah melewati beberapa pepohonan yang menjulang tinggi, bulunya yang halus dan tebal ikut bergoyang seiring lari nya yang semakin mencepat.
Tanpa seseorang sadari, mata indah serigala putih bersih itu meneteskan matanya.
"Sehancur itu kah kau Amara?? ".
*******
Clora membuka kamar milik Mycle dan Amara, disana terlihat seorang perempuan yang berdiri di balkon, menatap kosong kedepannya, angin pagi bertiup nakal menerbangi beberapa helai rambut gadis itu yang dibiarkan terurai.
Clora tersenyum, berjalan kearah Amara, berdiri tepat disamping gadis itu, Amara masih memandang kosong kedepannya, ternyata gadis itu belum menyadari kehadirannya.
Clora mengelus lembut rambut panjang Amara, menyelipkan anak rambut gadis itu kebelakang telinga, sadar akan perlakuan Clora, Amara pun menolehkan kepalanya kearah Clora, ia terkejut melihat wanita baya yang sudah ia anggap seperti ibunya itu tiba tiba berada disampingnya, Amara segera menghapus sisa air mata pada pipinya.
"Ibu?? Sejak kapan ibu disini?? ". Tanya Amara bingung.
"Baru saja sayang". Jawab Clora lembut sambil masih mengelus sayang rambut Amara.
" Cantik". Puji nya membuat Amara tersenyum manis.
Clora memegang dagu Amara dan mengarahkan mata abu gadis itu menatap iris mata hijau miliknya.
"Jangan nangis lagi cantiku, kau tidak sendiri disini, ada aku, ibumu, aku ibumu sayang, ada Bov, ayahmu, Diana, kakakmu, dan masih banyak yang lainya, dan mereka semua menyayangimu, termasuk Mycle, dia juga begitu menyayangimu Amara, dia hanya sedang tidak menggunakan akal sehat nya, ia sudah terpengaruh oleh gadis itu, ini hanya sementara Amara, percayalah padaku". Ucap Clora lembut, sambil tersenyum manis kearah Amara.
Amara mulai berkaca kaca, ia tersenyum senang, keberadaan Clora selalu membuat hatinya menghangat, selama satu bulan ini hanya Clora yang selalu membuatnya bertahan untuk tetap disini, ia juga sudah memutuskan sejak kemarin malam bersama Cara, bahwa dirinya akan melawan sihir jahat Fana.
Amara memeluk erat Clora, menghirup dalam dalam aroma khas Clora yang memabukan dan membuat nyaman, Amara merasa enteng saat sudah bersama Clora, memang Clora punya daya tarik tersendiri sebagai ibu dan juga istri. Dia wanita yang jarang banyak orang temukan diluar sana, Amara jadi penasaran, bagimana rupa Wolf dari Clora, tapi yang pernah ia dengar dari Mycle, wolf milik Clora sudah lama menghilang entah kemana, wanita baya itu tidak pernah lagi bisa merubah wujudnya menjadi seekor serigala, Amara tidak mau membahas itu, ia tidak ingin membuat Clora bersedih.
Amara melepaskan pelukannya pada Clora, mengembangkan senyum manisnya dihadapan Clora, membuat wanita baru itu pun ikut tersenyum.
"Ayoo, kau tidak bisa berdiam sendirian seperti ini terus, kau harus kembali melakukan aktivasi seperti biasanya, daripada kau memikirkan sesuatu yang membuat hatimu sakit, lebih baik kau ikut denganku sekarang untuk memilih gaun yang akan diajakin Crystal diacara pernikahannya nanti". Ucap Clora membuat Amara mengerutkan keningnya kemudian menepuk keningnya itu.
"Oh ya Tuhan, aku sampai lupa ibu, kalau besok adalah hari pernikahan Darwin dan Crystal, astaga, aku benar benar hampir lupa". Ucap Amara heboh sendiri membuat Clora terkekeh.
Setelah itu mereka berdua berjalan beriringan keluar dari kamar yang sudah tidak sehangat dulu lagi. Amara dan Clora segera menuju ruangan yang dulu pernah dipakai Amara untuk memilih gaun yang akan ia pakai diacara penobatan Mycle, dan sekarang ruangan itu dipakai Crystal untuk memilih gaun pengantin ya.
Sedikit cerita Author.
Jadi gaiss, mungkin banyak dari kalian yang bilang part ini banyak berubahnya ya?? Hehehe iya, jadiii banyak diantara kalian yang pengen banget ceritanya itu hanya terfokus pada Amara dan Mycle dulu, jadiii....
Di part ini aku langsung potong ke 1 bulan selanjutnya, dan di 1 bulan ini, banyak banget yang berubah, dari yang ternyata Crystal adalah Mate dari Darvin, itu terjadi pada pertama kali Crystal diajak Amara ke istana bersama Bella ibunya, dan pada saat itu juga Darvin mengklaim bahwa Crystal adalah miliknya. Pada pertemuan Darvin dan Crystal malam itu ditengah hutan Bavarian, Darvin sudah mengetahui bahwa Crystal adalah mate nya, tetapi ia tidak ingin menggangu suasana dari Luna da Alpha nya, jadi ia memutuskan untuk mencari kembali Crystal pada saat masalah Mycle dsn Amara terselesaikan.
Dan setelah mengetahui bahwa Crystal adalah Mate nya, Darvin ingin melakukan resepsi pernikahan seperti layaknya manusia sungguhan, karna Crystal memang asli manusia, ia ingin matenya merasa sudah sepenuhnya menjadi miliknya, bukan hanya mengklaim bahwa dia mate nya, tetapi juga menikahinya. Awalnya Darvin meminta menikah kecil kecilan saja, tetapi Clora dan Bov memaksanya untuk dirayakan semewah mewahnya di istana, karna kaya mereka Darvin sudah mereka anggap seperti anak mereka sendiri, dan jadilah besok mereka akan melangsungkan acara pernikahan.
Dan bagaimana dengan Mycle dan Amara?? Oh sungguh mereka sangat menyedihkan, terutama Mycle, setelah kesadaran Amara dari pingsan itu, Bov memutuskan untuk mengusir Fana dari istana nya, tapi karna Mycle yang keras kepala akan ikut pergi dari istana ini dengan Fana, jadi Bov mau tidak mau tetap mengizinkan gadis iblis itu tinggal di istana ini, dan Fana diberikan kamar sendiri di istana ini, awalnya kamar yang gadis itu pakai sangat kecil, tetapi Mycle memindahkannya ke uang lebih besar, karna Mycle memilih untuk tidur seranjang dengan Fana, Bov dan Clora sempat emosi dengan kelakuan gila Mycle, bahkan tidak hanyas sekali Bov hampir ingin membunuh Mycle, tapi berkali kali.
Dan itu gagal lagi dan lagi karna Amara yang selalu mencegahnya.
Author Pov.
Semua orang yang berada di istana sibuk berlalu lalang membawa beberapa pernak pernik pernikahan, dari mulai Kue, Gaun, Bunga, meja tamu, bangku, menata panggung, menggelar karpet merah, dan lain sebagainya.
Dan disini sekarang Amara, bersama Crystal, Diana dan juga Clora, mereka sedang membantu merias Crystal seindah mungkin, hari ini adalah hari dimana Crystal dan Darvin akan mengucap janji suci di depan semua orang, dan hari ini juga Crystal akan resmi diklaim menjadi milik Darvin sepenuhnya.
Amara sedikit sedih, karna belum lama ia dinobatkan sebagai Luna 3 bulan yang lalu, dan sekarang dirinya merasa seperti tidak menjadi Luna sungguhan, ia merasa kini yang menjadi Luna adalah gadis itu, gadis yang suaminya perlakuan seperti Mate. Amara menghela nafas panjang, ia tidak ingin mengingat itu dulu dihari bahagia ini, ia tidak ingin mengacaukan semuanya.
Crystal terlihat tersenyum melihat pantulan dirinya dicermin, sungguh sempurna riasan 3 wanita cantik disampingnya ini, Diana, Clora dan juga Amara tersenyum senang saat melihat hasil karya mereka.
"Wahh wahh wahh, lihatlah ibu, bagaimana karya tanganku ini?? Hmm bagaimana?? Cantik bukan?? ". Tanya Diana bangga dengan melihatkan wajah Crystal yang sudah cantik terpeleset make up tipis hasil tangan Diana.

Amara tersenyum, gadis yang sudah ia anggap seperti adenya ini sangat cantik sekali hari ini, Amara turut bahagia melihat Crystal hari ini.
" Hei heii, bukan hanya kau yang boleh pamer, lihatlah, hasil riasan rambutnya?? Ini adalah karya ku.. Bagaimana?? Indah bukan?? ". Tunjuk Clora pada rambut Crystal yang sudah ia buat seindah mungkin, Crystal dan Amara hanya terkekeh menyaksikan perdebatan kecil Clora dan Diana, ibu dan anak itu memang pandai dalam menghias, makanya tidak geran kalau di pernikahan Crystal dan Darvin, Clora dan Diana lah yang paling antusias.
Sejujurnya Crystal sangat senang sekali bisa bertemu dengan orang orang di istana ini, ia sungguh senang sekali bisa diajak Amara ke istana ini, hidupnya kini berubah 180° dari yang hanya gadis biasa menjadi seperti seorang ratu.
Tetapi Crystal tahu diri, dianggap menjadi anak oleh Clora sudah cukup baginya, ia juga sudah menganggap mereka semua adalah keluarga, samaa seperti Bella yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.
Clora menoleh kearah Amara, gadis itu sedang menatap Crystal sambil tersenyum manis.
"Sayang, kau tidak ganti bajumu?? Hmm". Tanya Clora melihat Amara yang masih menggunakan dress biasa berwarna abu abu putih.
" Ganti baju?? Ini baju yang kupilih ibu, apa terlalu norak?? ". Tanya Amara bingung.
" Jadi ini baju yang kau pilih sayang?? Oh tuhann". Ucap Diana heboh saat melihat baju yang Amara gunakan.
Diana berjalan kearah lemari besar yang menyediakan beberapa gaun cantik tergantung rapih disana, kemudian ia berjalan ke arah Amara dan menyerahkan gaun itu kepada Amara.
"Pakai ini. Cepatlah, kau tidak akan memakai gaun itu, itu sangat biasa Amara, itu gaun seperti yang sehari hari kau pakai, oh ayolah, ini adalah pesta pernikahan sayang". Ucap Diana membuat Amara tersenyum canggung, ia merasa malu sekarang, selera nya ini memang sangat jauh sekali dengan Diana dan juga Clora.
Setelah itu Amara berjalan masuk kedalam ruang untuk berganti pakaian, ia berganti dengan gaun yang Diana berikan padanya.
Saat Amara keluar dari ruangan itu, Diana, Crystal dan Clora sontak menoleh, betapa terkagum nya mereka melihat kecantikan dan kemolekan tubuh Amara, sungguh indah.
"Diana?? Sungguh apakah ini tidak terlalu terbuka?? ". Tanya Amara merasa tidak enak dengan gaun yang ia pakai.
" Tidak Amara, sungguh itu sangat indah pada tubuhmu". Ucap Diana jujur.
"Iya Amara, kau cocok memakai gaun itu, tolong lah, demi hari kebahagiaan ku ini, yah?? ". Tanya Crystal menampilkan puppy eyes nya membuat Amara tersenyum.
" Ya baiklah baiklah". Mereka pun sontak tertawa bersama.
"Yaudah kalau begitu ayo kita segera turun ke aula, semua sudah menunggu kedatangan pengantin wanitanya yang cantik ini, mereka sangat penasaran rupa mate dari Beta tampan seperti Darvin". Ucap Clora membuat Crystal tersenyum malu malu.
Crystal pun berdiri dari duduknya, menampilkan gaun uang menjuntai kebawah dengan sangat indah, sungguh Diana, Amara dan juga Clora tu dah henti hentinya memuji kcantikan Crystal hari ini.

*******
Disisi lain Mycle sudah berada di aula tempat Darvin dan Crystal akan melangsungkan pernikahan mereka, Mycle tampak terlihat sangat tampan dengan jas hitamnya yang melekat pas pada tubuh kekar pria itu, kemeja putih yang sangat menampilkan otot ototnya, dan juga kemeja hitam yang membalut tubuhnya, rambut yang ditata serapih mungkin dan tidak lupa dengan gadis yang ada disampingnya itu. Siapa lagi jika bukan Fana😒.
Mycle memeluk pinggang Fana dari samping menandakan kepemilikan, sesekali ia memuji kecantikan Fana hari ini dengan menggunakan gaun hitam polos dengan tangan buntung dan beberapa hiasan bunga hitam di gaun itu menambah kesan elegant, dan gaun yang juga pas ditubuh langsing Fana membuat siapa saja yang melihat akan memuji keindahan tubuh Fana yang ideal.
Tidak jarang beberapa tamu yang berlalu lalang menyapa Mycle yang mereka tahu adalah Alpha dari Black Moon Pack ini, yang membuat mereka bingung adalah gadis yang berada di sebelah Mycle, mereka tidak pernah mengetahui gadis itu, yang mereka tahu mate Mycle adalah Amara, tetapi gadis itu bukan Amara.
"Sayang?? Apa gaun ku ini jelek?? ". Tanya Fana sedikit berbisik ke kuping Mycle.
Mycle menoleh kearah Fana dan tersenyum, kemudian dikecup nya sekilas bibir ranum milik Fana itu.
" Kau terlihat paling cantik disini sayang, tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikanmu". Ucap Mycle sambil mencium lekukan leher jenjang Fana membuat gadis itu menggeliat geli, tetapi Mycle hanya terkekeh.
"Tapi semua orang melihatku aneh Make, apa kau sungguh mengatakan kalau ak-".
" Ssssttt, diam berbicara atau mulutmu akan kembali kucium?? ". Ancam Mycle membuat Fana menutup mulutnya, Mycle hanya melihat gemas gadis disampingnya ini, ia kembali merengkuh pinggang kecil Fana, meletakan tangan kelarnya disana.
Tiba tiba saja semua orang berbisik bisik saat ada 2 orang wanita turun dari tangga, semua mata memandang kagum kearah dua gadis itu.
Mycle yang bingung akhirnya ikut menoleh kearah tangga, disana ada dua gadis cantik yang sedang berjalan turun kebawah, yang satu menggunakan gaun pengantin, yang pasti adalah wanita Darvin, dan yang satu gadis yang selama ini tidak pernah ia anggap ada, yang selama ini sedang membuat ia berusaha untuk melupakanya, gadis itu, Amara.
Mycle sedikit mengeraskan rahangnya saat melihat beberapa pria memandang Amara nakal, mata pria itu melihat Amara dari ujung kaki hingga kepala, Mycle bisa melihat itu, wajah nakal pria itu seperti memancing emosinya, yang membuatnya semakin kesal adalah, mengapa Amara harus menggunakan gaun itu?? Yang yang menampilkan jelas lekuk tubuh indah miliknya.

Mycle melepaskan tanganya dari pinggang Fana, ia melonggarkan dasi yang ia pakai, ia mulai terasa sesak sekarang, rasanya ia ingin sekali menarik Amara dari sini dan membawanya pergi kekamar, dan memarahi gadis itu karna sudah menunjukan lekuk tubuh cantik miliknya kepada pria yang bukan siapa siapanya. Bahkan gadis itu menambahkan senyum manisnya kepada orang-orang yang menatap nya lapar. Sungguh menyebalkan.
Fana yang melihat perubahan raut wajah Mycle pun terlihat bingung, bahkan sekarang Mycle sampai melepaskan jasnya dan menggulung kemejanya hingga sikut.
"Mycle kau kenapa?? ". Tanya Fana bingung.
Mycle menoleh kearah Fana yang sekarang sedang menatap nya dengan kening yang berkerut.
" Tidak apa apa". Jawab Mycle tersenyum, ia sebenarnya hanya sedikit kesal melihat Amara yang begitu santai tubuhnya diperhatikan senakal itu oleh pria pira berhidung belang didalam aula ini.
"Lihat saja kau Amara, aku akan memberi mu hukuman karna sudah memamerkan tubuhmu yang hanya punyaku, miliku!! ".
********
Yeayyyy update lagiii, gimana gimana?? Panjang kan?? Seneng ga nih??? Hehehehe
Ah uda ah aku gamau panjang lebar kali ini, pegel😟
Intinya aku sudah memenuhi permintaan kalian untuk cepat Up yaaa.....
Jangan lupa vote anda comment sebanyak banyaknya, okee??? Karna itu semangat aku buat ngelanjutin ceritanya😉☺
Bonus pic babang Mycle 👌

See u next part All😘😘