
Amara Pov.
Suara binatang malam yang bersautan, sinar bulan yang menembus masuk melalui celah celah jendela, pepohonan yang menjulang tinggi itu seakan menjadi saksi kebahagiaanku malam itu.
"Apa kau siap untuk kutandai Amara??".
Oh tuhannn.... bahkan suara sexy nya itu masih terdengar sangat jelas ditelingaku.
Nafasnya yang sangat lembut...
Tubuhnya yang hangat...
Sentuhanya yang sangat hati hati...
Itu semua masih sangat jelas untukku rasakan.
******
"Amara??".
Amara menolehkan kepalanya kebelakang, dilihatnya Mycle yang masuk dengan membawa nampan berisi selembar roti dan segelas susu dan ditaronya diatas meja samping tempat tidur.
"Kau sudah bangun sayang??". Ucapnya tersenyum dan berjalan kearah balkon kamar untuk menemui sang pujaan hati yang sedang berdiri menikmati segarnya udara pagi.
"Kalau aku masih terbaring ditempat tidur itu berati aku masih tertidur Mycle". Ucap Amara memutarkan bola matanya malas.
"Hahahaha, ya ya aku tahu sayang". Ucap Mycle teetawa dan melingkarkan tanganya keperut rata Amara.
"Akankah perut ini segera membesar??". Ucap Mycle tiba tiba dengan meraba tangan kekarnya didepan perut rata Amara.
"Tidak mungkin secepat itu Mycle".
"Hmmmm, yaa aku mengerti, tidak apa apa, yang terpenting kau sudah seutuhnya menjadi miliku sekarang". Ucap Mycle dan mencium leher Amara cukup lama meninggalkan tanda merah disana.
"Apa kau bahagia bersamakuAmara??".
"Aku bahagia Mycle, sangat bahagia". Ucap Amara tersenyum membuat Mycle mengangkat kedua ujung bibirnya, dan diciumnya sekilas bibir kecil Amara.
"Apa tubuhmu masih sangat sakit karena semalam??". Tanya Mycle dengan nada sedikit khawatir.
"Tidak Mycle, aku baik baik saja". Jawab Amara tersenyum, walaupun sebenarnya memang bagian selangkangannya masih terasa nyeri.
"Mycle??". Pangil Amara memutar tubuhnya menjadi menghadap kearah Mycle.
"Hmmm??".
"Aku rindu dunia perkotaan Mycle, apa aku tiba boleh kesana untuk terakhir kali sebelum selamanya aku tinggal disini??". Ucap Amara memanyun kan bibirnya berharap pria didepanya itu luluh dengan sikap sok imutnya.
Cuppp
Mycle msncium sekilas bibir gadisnya itu yang sangat manis. Mycle tersenyum, tangannya bergerak mengelus lembut rambut panjang Amara yang bergelombang dibagian bawahnya.
"Tidakk sayang. Kau tidak boleh kesana lagi, sudah cukup bagiku karena hampir kehilanganmu karena dunia perkotaan yang kejam itu. Sekarang tidak lagi, tempatmu disini. Kau aman disini Amara," Amara menunduk sedih. "Hmmmm, baiklah jika menurutmu ini yang terbaik, " Mycle terkekeh. "Kalau begitu jangan bersedih. "
"Lain kali. Jika memang kondisimu suda membaik. Aku akan mengajakmu kembali ke kota, " Amara mengangkat kepalanya dan menatap Mycle dengan mata berbinar. "Sungguh??! " Mycle mengangguk dengan senyum tipisnya. "Tentu! "
Cup. Amara mengecup pipi Mycle sekilas. Kemudian memamerkan senyum manisnya. "Terimakasih, " Amara memeluk Mycle erat. Menikmati kenyamanan dan kehangatan yang berbeda dari tubuh pria ini. Mycle membalas pelukan Amara tidak kalah erat, mendekap tubuh mungil itu dengan penuh kasih sayang.
"Sama sama sayang, " Jawab Mycle tersenyum. Ia senang sekarang Amara sudah bisa menerima dirinya. Hanya saja membutuhkan waktu sedikit untuk menunjukan semuanya. Dan ia harap wanita ini akan terus menerimanya. Apapun itu keadaanya.
*******
Setelah Mycle menyuruhnya bersiap siap dan menyusulnya kebawah Amara dengan cepat membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaian nya dengan yang lebih rapih seperti sekarang ini. Saat ini ja menggunakan sebuah Long Dress bewarna grey yang dipadukan dengan warna putih dibagian bawahnya. Terlihat sangat elegant.
Amara menuruni anak tangga satu persatu dengan sangat hati hati. Dilihatnya dibawah sudah sangat ramai, disana sudah terdapat Bov, Clora, Mycle yang sedang menunggunya dan beberapa pelayan yang sedang menyiapkan makanan yang sangat banyak diatas meja makan yang besar itu.
"Pagi Amara, " Sapa Bov menyambut Amara yang baru saja menghampiri mereka. Amara tersenyum hangat pada pria baya yang masih terpancar ketampanan dan aura muda nya ini.
"Pagi juga Ayah. "
"Kau cantik sekali pagi hari ini Amara," Clora tersenyum sembari menghelus lembut. Sembari menarik kursi yang terdapat disamping Mycle Amara menoleh kearah Clora dan membalas senyum cantik wanita itu.
"Kau juga sangat cantik ibu, "
"Hahahaha kau ini ada ada saja, aku ini sudah tua Amara, dimana letak kecantikan ku??, "
"Tapi kau sungguh terlihat masih sangat cantik ibu, "
"Hahahaha ya baiklah baiklah. Aku Terima pujianmu itu," Amara terkekeh. Para pelayan sibuk memberika beberapa menu makanan diatas meja. Amara tersenyum canggung melihat ini semua. Ini benar benar sangat mewah, ia bahkan tidak pernah berfikir akan merasakan ini didalam hidupnya.
Tiba tiba saja datang seorang pria berbadan tinggi dan tegap dengan rambut dan wajah yang begitu sangat mirip dengan Mycle datang menghampiri mereka. Amara menoleh, mengerutkan kening bingung. Apakah pria ini kakanya??
"Selamat pagi ibu, ayah, " Pria itu berjalan menuju Bov dan Clora. Kemudian memeluk kedua orang tuanya itu.
"Pagi nak, apa kau kesini bers-".
"Pagi Ayahhhh!!! Pagi Ibuu!!!," suara seorang wanita menggema. Clora dan Bov sudah sangat mengenali suara itu. Mereka tersenyum saat melihat seorang wanita cantik berjalan mendekati mereka.
Wanita itu sangat cantik dan anggun, wajahnya sangat mirip dengan Clora, bahkan rambut putihnya sama seperti Clora, apakah ia adalah kaka/adik Mycle??
"Itu yang baru saja ingin aku tanyakan," Bov tekekeh. "Kau sangat heboh sdkali Diana, " Clora ikut menyambar dengan kekehan nya melihat anak perempuannya itu.
"Kau seperti baru mengenalku saja ibu," Diana tertawa. Diana melirikkan matanya ke arah Mycle. Dia berdeham saat menyadari bahwa ada seorang gadis cantik di samping adik laki lakinya itu.
"Hmmmm, aku merasakan ada yang berbeda dikeluarga kita," Diana menyindir. Matanya masih melirik sekilas Mycle dan Amara dengan senyum jahilnya.
"Ini mateku, " Mycle bersuara seolah ia sudah mengerti apa maksud dari perkataan Diana barusan.
"Ah... benar kan dugaan ku!!! Ohh Dewi Bulan... betapa cantiknya adik ipar ku ini!!, " Diana kembali heboh dan segera menghampiri Amara.
"Jangan membuatnya takut," Wanti Mycle membuat semuanya terkekeh terkecuali pria satu itu. Ngomong ngomong soal pria yang sangat mirip dengan Mycle itu, pria itu kini sudah mendudukan bokongnya tepat di samping Bov.
"Siapa namamu cantik??,"
"Namaku Amara, "
"Hmmmm Aamara yaa?? Kalau tidak salah artinya itu cahaya, pantas saja kau sangat cerah sekali," Ucap Diana tersenyum membuat Amara juga ikut tersenyum, dia senang bisa bertemu dengan Diana kaka Mycle, dia merasa keluarganya sudah kumplit disini.
"Baiklah Diana, " Balas Amara tersenyum. Diana mengingatkannya pada Riska. Oh Tuhan, Amara jadi merindukan wanita itu.
"Good girl," Ucap Diana mengacungkan jempolnya. "Heii kau, kakak ipar macam apa kau?? sapa adik iparmu ini," suruh Diana pada Malik. Pria beraura dingin dan menusuk itu. Pria itu hanya terdiam dengan kedua alis yang terangkat menatap Diana.
"Tidak perlu, " potong Mycle. Ia bangkit berdiri dari kursinya. Menarik Amara lembut untuk berdiri. "Aku pamit untuk mengantar Amara kerumah sakit untuk memeriksa jahitanya," Tanpa menoleh ke siapapun Mycle berjalan begitu saja meninggalkan ruang makan yang sekarang hening.
"Huuuufffttt, kalian ini masih saja yaa. Seperti anak berumur 10 tahun yang bertengkar kerang dingin seperti ini. Aku merasa-" Diana menghentikan ucapannya saat melihat Malik, adiknya itu berdiri dan meninggalkan ruang makan juga yang sekarang hanya tersisa dirinya Clora dan Bov.
Diana mendesah frustasi. "Ada apa sebenarnya dengan kedua adikku ibu??!! "
*******
Amara Pov.
"Mengapa dia datang tiba tiba?? Kalau bukan karna ibuku yang meminta, aku sudah usir lelaki itu dari istanaku, "
Suara apa itu?? Mycle?? Suaranya seperti Mycle.
"Mycle??, " Panggilku kepada Mycle yang sedang duduk terdiam disampingku. Aku hanya ingin memastikan suara yang tiba tiba saja terdengar oleh telingaku. Dan itu benar benar sangat jelas. Suaranya seperti pria disampingku ini.
"Iya sayang??"
"Aku baru saja mendengar suaramu menggeruntu, apa benar kau sedang bicara sesuatu barusan???, "
"Aku sedari tadi hanya diam saja Amara, "
"Tetapi aku mendengar suaramu Mycle, aku mendengar kau berbicara sesuatu, "
"Sungguh sedari tadi aku hanya terdiam sayang. Mungkin perasaan mu saja, sudah sekarang kau tidurlah, perjalanan masih sangat jauh, " Printah nya kemudian menarik kepalaku untuk bersender dipundaknya. Yaa akupun tidak bisa menolak, dengan sedikit memaksakan untuk memejamkan mataku dan mulai tertidur.
*******
Silver Moon Pack.
"Mereka sedang perjalanan menuju rumah sakit Alpha, "
"Baik kalau begitu, terus ikuti mereka, kemanapun mereka pergi!"
"Akan kulaksanakan Alpha, "
Pria itu memutuskan pembicaraan melalui mndlink dengan Beta nya. Senyum jahat terukir diwajahnya. "Hahahahaha, permainan sudah kita mulai Mycle, bersiap siaplah!!"
*******
"*Amaraa??"
"Amara??" Panggil seseorang dari jauh, suaranya sangat amat kecil seperti orang itu sedang berteriak jauh diujung sana.
"Siapaa disanaa??!"
"Amara!"
"Tunjukan wujudmu,siapa kamu???"
"Syukurlahh, akhirnya aku bisa bebas, terimakasih dewi bulan...!!" Ucap wanita itu, suaranya terdengar sangat bahagia seperti baru saja mendapatkan hadiah istimewa.
"Kamu siapa?? Mengapa kamu memanggil namaku?? Apa aku mengenalmu??!!"
"Aaaaa akuu tidak tahu namaku Amara,yang jelas aku sangat senang satu tubuh denganmu sekarang"
"Hah?? Siapaa?? Aku tidak mengenalmu!! Dann kau satu tubuh denganku???"
"Aku wolf mu Amara, aku berada ditubuhmu saat ini"
Wolf?? Aku mempunyai wolf?? Apa aku seorang werewolf*???.
********
Hmmmmm up lagiii nihhhh wkwkwk
Siapa yang malem minggunya ngedekem dikamer aja diajak muter muter apa kipass wkwkwk??
Siapa yang malem minggunya LDR ann???
Siapa yang malem minggunya mewek dikamerr???
Siapa yang malem minggunya abis diapelin doi??? (Wah pasti seneng banget kan wkwk)
Hmmmm.... dan akuu memilih nomer ke 2:( sangat menyedihkan, tapi itu pasti membuat aku makin kuat dalam menjaga suatu hubungannn horeeeeeee (GARING ANYING) wkwkwk yauda yauda maap.
Langsung ke intinya aja ya All.
Im so sorry all very very sorry....:(
Aku bener bener minta maaf kalo up nya terlalu lamaa ya, soalnya aku bener bener pusing banget mikirin tugas yang selalu setia nunggu aku kaya aku setia nunggu diaa eeeeee
Pokonya aku minta maaf banget badu bisa up sekarang:( semoga kalian gabosen bacanya yaaaaa
Jangan pindah ceritaa ya all
But aku bakal sedih kalo kalian pindah kecerita lain dan lupain wattpad My Alpha's king:'
Semoga kalian ga kecewaaa yaaa❣❣❣
Semoga kalian jugaa sukaa sama part inii🖤🖤🖤
Jangan lupa vote and commet nya yaa:(
See u next part all, aku udh ngantuk bgt🤒❣❣
Jangan lupa follow instagram:
@errfanka
Di situ adalah info info wattpad akuuu☺❤