
Jangan lupa vote and comment dulu sebelum baca gengs, cium online dari Author buat kalianππ.
Author Pov.
"Sedang apa kalian disini?? ". Suara berat itu berhasil membuat Clora dan Amara menoleh kearah pintu yang menjadi penghubung antara lorong istana dan belakang istana dimana para Maid dan Omega tinggal.
"Mycle?? ". Ucap Amara terkejut. Wajah gadis itu sangat terlihat ketakutan saat melihat Mycle datang dengan mengerutkan keningnya bingung, tapi tiba tiba saja mata gadis itu memerah dan berair, Amara berkaca kaca, yang artinya gadis itu siap menumpahkan air matanya.
Mycale yang melihat gadisnya meneteskan air matapun terkejut, tapi tidak dengan Clora, wanita baya cantik itu seakan tau drama apa yang sedang dimainkan oleh wanita yang dipeluk anaknya sekarang.
Clora memasang muka datarnya, dia tidak terlihat khawatir atapun terkejut sedikit pun saat melihat Amara menangis, dan itu membuat Mycle bertambah bingung, pria itu memanggil Clora saat ibunya itu ingin melangkah masuk kembali kedalam istana.
"Ibu?!!". Panggil Mycle pelan, tetapi ada penekanan disana, membuat Clora menghentikan langkahnya, selang beberapa detik wanita baya itu membalikan badanya menatap anak laki lakinya yang masih dalam posisi memeluk gadis yang telah membuatnya benar benar kecewa, marah, sekaligus sedih. Ingin rasanya Clora menangis, tapi ia menahanya, ia tidak ingin terlihat lemah di depan gadis licik itu.
Mycle memandang ibunya itu dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, tanganya masi setia mengelus punggung gadisnya yang terisak.
" Apa yang terjadi dengan Amara ibu?? ". Tanya Mycle datar namun tersirat nada kekhawatiran didalamnya.
Clora tidak menjawab membuat Mycle menatap ibunya itu tanpa berkedip, Clora baru saja menyaksikan perubahan iris mata biru laut anaknya itu yang berganti dengan warna hitam lekat, Clora tau anaknya itu sedang marah sekarang.
"Mengapa kau tidak tanya saja pada wanita itu?? ". Ucap Clora menekan kata 'wanita' seolah dirinya sama sekali tidak mengenal Amara gadis yang sangat dicintai oleh Mycle. Betapa terkejutnya Mycle dengan jawaban Clora barusan, tidak biasanya ibunya itu seperti ini, ia bisa merasakan apa yang gadisnya ini rasakan, tanganya mengepal sekaan dapat merasakan sakit yang teramat dalam saat mendengar isakan yang keluar dari mulut Amara semakin jadi.
Tetapi ia tidak bisa marah kali ini, yang sedang berada dihadapanya adalah Clora, wanita pertama yang sangat berharga untuknya setelah Amara matenya, tidak mungkin Mycle membentak Clora, karna ia tahu hati ibunya itu sangat lembut dan sensitif, ia tidak ingin melukai hati wanita yang berati dalam hidupnya itu.
Tetapi yang ia bingung sekarang mengapa sikap Clora barusan seakan tidak perduli dengan Amara bahkan berlaku seperti tidak mengenal Amara sama sekali, yang Mycle tahu Clora sangat menyayangi Amara bahkan mungkin lebih dari menyayangi dirinya yang notabenya adalah anak kandungnya.
Amara menaikan kepalanya menatap Mycle yang sudah mengeraskan rahangnya, gadis itu tahu pria yang sedang memeluknya saat ini dalam kondisi panas, sudah siap terbakar ketika disiram minyak sedikit. Dan Amara dengan senang hati akan menyiramkan minyak itu pada pria didepannya ini.
Sadar kalau gadisnya itu memandangnya, Mycle menunduk menatap wajah cantik gadis dipelukanya itu, mata berair gadis itu seakan menghipnotis nya.
"Kau kenapa sayang??". Tanya nya lembut.
Amara menggeleng, dan tambah mengeratkan pelukannya dengan Mycle, dia berbicara sesuatu yang membuat Clora melotot tidak percaya.
"Ibumu menamparku Mycle". Ucap gadis itu masih dengan isakanya, Mycle yang mendengarnya terkejut tidak percaya, ia kembali mengeraskan rahangnya seakan sangat sangat marah ketika mendengar ada tangan seseorang yang berani menyentuh miliknya sekalipun itu orang tuanya sendiri.
Sebenarnya ia sendiri bingung dengan apa yang terjadi, disisi lain ia sangat khawatir dan marah saat melihat gadisnya ini menangis, tapi disisi lain ia tidak mungkin melawan Clora.
Mycle menoleh menatap Clora dengan mata yang memerah, Clora bisa merasakan aura negatif disekitar sini, mata yang ia tatap itu bukanlah mata anaknya, Clora tahu itu.
Detik berikutnya Mycle mengeluarkan suaranya yang membuat Clora sekaan tersambar petir dimalam hari, hatinya merasa baru saja di sentuh oleh beribu ribu benda tajam.
"Jangan pernah sesekali Anda menyentuh miliku, aku tidak akan segan segan memberi perhitungan walaupun orang itu kau sekalipun! ". Ucap Mycle diluar dugaan Clora, satu tetes air lolos dari mata wanita baya itu.
"MYCLE!!!!!". Bentak seseorang dengan suara baritonya yang membuat siapa saja yang mendengarnya akan merasakan getaran sekaan suara itu seperti tiang yang dipukul sangat kencang menggunakan kayu.
Bov, itu suara Bov, Clora merasa khawatir sekarang, ia tidak ingin suaminya itu lepas kendali, yang sedang berada dihadapanya ini adalah Anak kandungnya, tidak mungkin Clora membiarkan Ayah dan Anak itu berantam, belum lagi serigala mereka yang sama sama kuat, secara mereka adalah seorang Alpha dari pack yang terkenal kuat.
Mata Mycle seketika berubah kembali normal saat melihat pria yang sekarang sedang berjalan kearahnya dengan rahang kokohnya yang mengeras dan tanganya yang sudah terkepal kuat juga tubuh pria itu yang memerah seakan habis tersiram oleh air yang mendidih.
Bov menghentikan langkahnya saat sudah berada tepat didpan anaknya itu. Bov menatap manik mata biru laut milik Mycle, dengan posisi masih memeluk Amara Mycle tanpa takut membalas tatapan tajam Bov.
Clora yang melihat itu hanya bisa menangis, ia tidak akan sanggup jika melihat Suami dan Anak kesayangan nya itu bertengkar, tidak, Clora tidak sanggup.
"Ya Tuhan, tolong kami". Batin Clora memohon.
Clora memejamkan matanya, dia tidak sanggup melihat Suami dan Anaknya itu yang sekarang sedang berkelahi, mereka sudah berganti shift dengan serigala mereka masing masing, serigala coklat besar milik Bov sekarang sedang berlari siap menerkam serigala hitam besar yang ada didepannya, kali ini ia tidak mengingat kalau serigala hitam itu adalah anaknya setelah apa yang Mycle lakukan kepada istrinya itu.
"Hahahahahahaha, lihatlah ayah, bukan kah ini yang sudah kita tunggu tunggu?? Mari kisa saksikan tontonan seru ini". Batin wanita itu tersenyum sinis.
*******
Wanita itu berjalan sambil sesekali tersenyum kepada orang yang melewatinya, walau beberapa dari mereka tidak membalas senyuman itu.
Wanita itu berjalan sampai akhirnya ia menemukan tempat tujuanya, yaitu salah satu gubuk yang dibuat menggunakan beberapa pohon pisang dan padi kering.
Wanita itu masuk kedalam gubuk tersebut, didalam dilihatnya seorang gadis cantik yang sedang berbaring memejamkan matanya, wajah mulusnya seakan mengeluarkan cahaya yang sangat berkilau, wajah gadis itu terlihat sangat anggun.
Wanita itu mengerutkan keningnya bingun, siapa gadis ini?? Ia tidak mengenalnya, ini bukan anaknya, ia tidak mungkin salah alamat, yang ia datangi sekarang jelas jelas adalah tempat tinggal satu satunya dengan anak anaknya.
Tapi tiba tiba saja seseorang masuk membuat wanita baya itu menoleh, ternyata itu adalah anak gadisnya yang cantik.
"Ibu?? ". Panggil Crystal terkejut saat melihat wanita paru baya yang cantik itu berada didepannya, wanita itu tersenyum dan membuka tanganya lebar lebar memberi ruang untuk anak gadisnya itu memeluknya.
Tanpa bicara Crystal berlari menubruk tubuh ramping wanita didepannya itu, wanita itu adalah orang yang sudah ia anggap sebagai ibu, wanita yang sudah menolong dan merawatnya bersama adiknya, wanita yang selama ini susah payah banting tulang untuknya dan adiknya, betapa besarnya kasih sayang wanita itu kepadanya.
Crystal menumpahkan air mata yang selama ini ia pendam, air mata kerinduan, rindu akan sosok wanita yang dipeluknya, wanita yang selama ini selalu ia sebut dalam doanya, berharap wanita itu cepat kembali dengan keadaan baik baik saja.
"Ehmm". Leguhan dari gadis itu membuat Bella, wanita baya itu dan Crystal menoleh, dilihatnya Amara yang mengerjap ejapkan makananya berulang kali, mencoba menerima pantulan cahaya matahari yang masuk dari cela cela daun pisang di gubuk itu.
Crystal melepaskan pelukanya sangat berjalan kearah Amara, mendudukan bokongnya di samping gadis itu yang masih memegang kepalanya yang sakit.
"Aku dimana?? ". Ucap Amara tiba tiba membuat Crystal mengerutkan keningnya bingung.
"Kau sedang berada dirumah kita Amara, apa kau lupa?? ". Tanya Crystal membuat Amara menolehkan wajahnya kearah Crystal dengan mata yang menyipit dan keningnya yang bergelombang.
" Kau siapa?? ". Ucapnya tiba tiba membuat Crystal semakin bingung, apa Amara lupa denganya?? Sebelumnya Amara tidak mengalami cedera pada kepalanya, gadis itu hanya pingsan saat sedang dalam perjalanan menuju desa mereka.
Amara mengedarkan pasanganya keseliling gubuk itu, ia bingung mengapa ia berada disini?? Siapa yang membawanya kesini??
Crystal masih menatap Amara bingung.
"Kenapa kau tidak mengingatku Amara?? ".
Amara kembali menoleh kearah Crystal, menatap gadis disampingnya itu bingung.
" Dimana Mycle?? ".
*******
Yeayyy update.... ππ
Gimana?? Seneng ga?? Hehehehe.
Maaf ya aku update nya kelamaan, soalnya aku lagi banyak tugas banget sekarang, secara, aku ini kan masih pelajar, jadi masih harus ngatur waktu buat istirahat, belajar terus *******, jadi mohon pengertiannya ya semuaaππ
Aku harap kalian mengerti dan mau bersabar buat selalu nunggu cerita My Alpha's King, ga bosen bacanya....
Terus maaf juga kalau part ini agak gimana gtu, agak ganyambung gitu ga sih?? Kali emang iya kalian comment aja ya, gapapa kokπ
Inget yaa, jangan lupa vote and comment yaa....
Jangan lupa follow ig aku
@erikaamdna
See u next part all πππ