
**Selamat membacaaππ!!
MusicπΌ
One Direction - What Makes You Beautifull**.
»»--β--««
Saat ini Mycle dan Amara sudah dalam perjalanan. Setelah Mycle meminta Amara untuk bisa mengantar wanita itu pulang. Akhirnya Amara mengangguk memberi izin, dan di sinilah mereka sekarang.
Selama perjalan hanya hening. Sejak meninggalkan restaurant sakai sekarang tidak henti hentinya Amara bergerak gelisah, wajahnya masih terlihat khawatir. Jari jarinya bergerak gerak, wajahnya menatap keluar jendela. Sejak tadi Mycle memperhatikan nya. Telinganya mendengar sangat jelas detak jantung wanita itu yang tidak teratur.
"Tenanglah, Amara." Amara menoleh, ia merasakan tangan besar Mycle berada di atas kedua tangannya. Mycle meraih salah satu tangan Amara kemudian membawa tangan itu mendekat pada wajahnya. Kemudian mengecup punggungnya lembut dan lama. Amara terkesiap, ia merasakan kehangatan saat Mycle berlaku seperti itu. Debaran jantungnya saat ini bukan lagi karena khawatir oleh ibunya, tetapi itu karena perlakuan manis Mycle.
Untuk waktu beberapa saat Amara terdiam. Menatap pria itu tanpa berkedip. Mycle menoleh, menatap Amara yang ternyata sedang menatapnya juga. Tatapan mata abunya terlihat sangat serius, Mycle terkekeh melihatnya.
"Apa kau ingin matamu itu keluar, huh??" Mycle membuka suaranya. Membuat Amara tersadar dan wanita itu gelagapan. Amara menarik cepat tangannya dari genggaman Mycle. Kemudian membuang wajahnya kembali ke jendela. Mycle tersenyum geli melihatnya.
Mycle kembali fokus pada jalanan. Keadaan kembali menjadi hening, hanya suara mesin mobil dan jalanan kota yang mendominasi. Mycle kembali menoleh menatap Amara. Kali ini sedikit lebih serius.
"Mengapa ka terlihat sangat khawatir mengingat ibumu di rumah sendiri, sayang??" Tanya Mycle tiba tiba. Amara menoleh, menatap pria itu sebentar. Kemudian menunduk. Menggigit bibir bawahnya, sedikit ragu. Melihat itu Mycle tersenyum lembut, tangannya terangkat menyentuh pipi mulus Amara dan mengelus nya lembut. "Ada apa, Amara?" Tanya Mycle halus.
"Ekhmm... Mungkin ini sangat menyedihkan untuk didengar Mycle, " Ucap Amara seperti merasa tidak nyaman. Mycle menoleh sebentar, menghela nafasnya kemudian kembali fokus pada jalanan.
"Ceritakan saja Amara. Kau tida perlu ragu untuk itu! Terbiasa lah untuk berkata jujur dan terbuka padaku tentang apa yang kau alami, atau kau rasakan! " Ucap Mycle. Amara menoleh cepat, menatap Mycle yang masih fokus menyetir. Entah lah, Amara menghangat mendengarnya. Tanpa sadar senyum kecil terukir di wajah cantiknya. Mycle menoleh, kemudian ikut tersenyum.
Amara menarik nafasnya panjang, kemudian menghembuskannya. Mungkin memang Mycle adalah orang yang tepat untuk tempatnya berbagi cerita. Lagi pula selama ini ia tidak menemukan teman bicara yang akan membuatnya senyaman ini seperti Mycle.
"Ibuku menderita penyakit... " Amara sudah mulai menceritakan semuanya walaupun tidak sedetail dan sepanjang yang sebenarnya. Tetapi ia yakin Mycle akan mengerti. Karena Amara melihatnya mengangguk beberapa kali saat mendengarkan dengan serius ceritanya.
Amara berkata jujur pada Mycle perihal ibunya. Lengkap! Kemudian ayahnya dan semua perjalanan keluarga kecil nya yang- entahlah, benar benar memyedihkan. Amara menggigit bibir bawahnya menahan air mata yang mendesak keluar itu. Tetapi kemudian ia tersenyum, air mata itu berhasil dicegahnya.
Entahlah, Amara tidak perduli. Walaupun begitu dua sangat sangat bersyukur masih mempunyai sosok wanita terhebat seperti Bella saat ini. Mengingat ibunya itulah yang selama ini sudah mendukung nya, menjadi tempat dimana dirinya selalu kembali dan menjadi senderan dimana tubuhnya merasa rapuh. Amara sangat bersyukur untuk itu.
Gagal sudah, Amara merasa cairan hangat baru saja meluncur dipipi nya dengan begitu mulus. Tetapi tangannya dengan cepat menghapus. Ya Tuhan, dia tidak ingin terlihat sangat rapuh.
"Apa ini? Air mata siapa yang ada di wajah wanitaku?" Ucap Mycle tiba tiba kemudian mengelus pipi Amara lembut dengan ibu jarinya. "Jangan ada yang menitipkan nya!!" Lanjutnya membuat wanita itu terkekeh seketika.
"Tidak Mycle."
Tiba tiba saja tangan pria itu meraih tangan Amara dan menggenggamnya kembali erat. Menyatukan kemari jemarinya dengan jemari lentik Amara.
"Aku tahu kau adalah wanita yang kuat Amara. Bersikap seolah kau tidak memiliki masalah apapun dan masih bisa tersenyum kepada orang disekitar mu."
"Kau salah jika berfikir setelah ini aku akan menjauhi mu karena kehidupanmu yang menyedihkan. Menyingkirkan mu karena hidupmu yang benar benar jatuh.Dan akan melepaskan mu setelah mengetahui semuanya. Tidak! Itu sama sekali tidak akan terjadi!" Ucap Mycle tiba tiba membuat Amara terdiam mendengarkannya. Ia merasa darahnya berdesir hangat saat Mycle berucap seperti itu.
"Aku janji akan merubah segalanya. Sudah cukup sampai disini, kehidupanmu setelah ini akan jauh berbeda dari sebelumnya. Aku janji!" Lanjutnya menoleh kemudian tersenyum manis. Dan kembali fokus pada jalanan dengan tangannya yang masih setia menggenggam tangan Amara erat.
Kata kata yang keluar dari mulut Mycle barusan entah mengapa membuat ia tidak mengerti. Ya Tuhan, pria ini datang dalam kehidupannya dan membuat semuanya terasa seperti membahagiakan?? Pria ini bersikap manis kepadanya, memanggilnya 'sayang' dan menjanjikan kehidupannya akan berubah??
Otaknya masih tidak sampai untuk mencerna itu semua yang sangat tiba tiba. Tetapi ia berharap ini bukanlah jalan yang buruk, suah cukup selama ini dirinya menderita. Tetapi Amara akan menjalankannya, ia yakin tidak semua hal buruk akan selalu menghiasi dan mendominasi hidupnya.
Tidak terasa saat ini Mycle sudah melajukan mobilnya sangat dekat dengan sebuah rumah nya. Amara memintanya berhenti saat mereka sudah berada tepat di depan gang itu.
"Apa disini?? Dimana rumahmu??" Tanya Mycle bingung karena Amara memintanya berhenti dipinggir jalanan.
"Sudah sampai Mycle. Aku hanya tinggal berjalan sedikit kesana, " Ucap Amara tersenyum sembari menunjuk gang kecil disebrang jalan. Mycle menoleh, kemudian mengernyit bingung.
"Apa masuk ke gang sempit itu??" Tanya nya. Amara mengangguk sembari tersenyum pahit, memalukan sekali.
"Kalau begitu aku antarkan, " Ucap pria itu tiba tiba sembari membuka seatbelt dan hendak membuka pintu mobilnya. Tetapi dengan cepat Amara menahannya.
"Ya tuhan Mycle. Ini sangat dekat, tidak perlu. Kau cukup mengantarku sampai sini!"
"Yasudah kalau begitu akan aku melihatmu dari sini. Sampai kau masuk kedalam rumahmu. Setelah itu baru aku pergi, " Ucapnya keras kepala. Amara menghela nafas panjang.
"Yaaaa terserah kau saja lah."
Amara bergerak membuka pintu mobil dan akan segera turun dari sana. Tapi lagi lagi dan lagi lengan besar itu menahan nya. Amara menoleh dengan wajah sedikit kesal, mengapa pria ini selalu terus menahannya.
Mycle hanya menatapnya dengan ekspresi yang tidak bisa aku baca. Mata birunya mengkilat, Amara dapat melihat itu. Dan detik berikutnya- bibir sempurna miliknya itu menempel pada bibir Amara lembut. ******* nya pelan.
Ohhhh tuhannn kenapa selalu tiba tiba?? Bagus bagus Amara tidak punya riwayat jantung...
Hanya beberapa saat, setelah itu dia melepaskan ciumannya dan tersenyum. Amara tidak mampu menatapnya lebih lama, akan sangat memalukan sekali jika dia melihat wajahnya yang memerah.
Setelah itu dengan cepat Amara langsung segera keluar dan berjalan cepat menuju rumahku tanpa mau menoleh kembali kearah Mycle ataupun mobilnya.
»»--β--««
Setelah mengantarkan Amara pulang Mycle tidak langsung kembali pulang ke apartemen nya melainkan ke istana miliknya. Ada sesuatu yang ingin ia sampaikan mengenai Amara pada kedua orang tuanya.
Sesampainya di istana, masih dengan senyum cerahnya seperti sejak di perjalanan tadi. Mycle kini berjalan melewati koridor istana menuju ruang keluarga, banyak warrior yang tunduk hormat dan tersenyum kepadanya selama ia melangkah. Itu sudah biasa bagin
Sesampainya diruangan dimana keluarganya selalu berkumpul. Disana ia melihat Bov dan Clora yaitu Ayah dan Ibunya yang rupanya sudah menunggu dirinya. Clora terlihat tersenyum manis menatapnya, dan wajah cantik ibunya itu selalu membuatnya berfikir. Bov, ayahnya adalah pria beruntung.
Mycle langsung menghampiri Clora dan memeluk ibunya itu erat. Clora membalas pelukan hangat anaknya itu riang. "Anakku yang tampan, " Ucap Clora membuat Mycle tersenyum.
Setelah melepaskan pelukan nya dengan Clora Mycle beralih pada Bov, memeluk ayahnya itu juga sama seperti ibunya. Bov menepuk pundak Mycle pelan.
Setelah pelukan mereka selesai. Mycle kini mendudukan bokongnya tepat di single sofa yang bersebelahan dengan Bov.
"Tidak biasanya kau akan kebali ke istana dalam waktu cepat seperti ini. Dengan malam hari seperti ini biasanya kau akan langsung ke apartemen kebanggaan mu itu, huh?? Jadi?" Ucap Bov tiba tiba. Mycle terkekeh mendengarnya.
"Apa aku sudah tidak dianggap lagi disini?" Tanya Mycle tersenyum. Bov menepuk lagi pundak anaknya itu. "Kau yang sudah melupakan istana ini, son."
Mycle tertawa mendengarnya. Benar seperti itu memang, segala urusannya di luar sana benar benar menguras waktu dan tenaganya. Segala urusan penting mengenai perusahaan milih keluarganya itu sangat penuh. Mycle tetap menjalankannya profesional, dan walaupun seperti itu. Usahanya dalam menemukan Amara tetap berlangsung. Hingga saat ini dirinya berhasil menemukan wanitanya itu. Mengingat itu membuat Mycle tersenyum senang.
"Astaga Bov, apa sekarang putramu ini sudah menjadi gila setelah ia kembali dari dunia manusia itu??" Ucap Clora tiba tiba membuat Mycle menoleh kesal. Sedangkan Bov tertawa menanggapinya.
"Aku rasa dia baru saja mendapatkan hadiahnya, sayang, " Jawab Bov membuat Clora tersenyum.
"Oh, ayolah ibu, apa yang kau inginkan?? Ketika aku kembali kesini dengan wajah tertekuk kau berkata bahwa anakmu ini kerasukan?? Dan ketika aku kembali dengan wajah senang kau bilang aku gila? You're a very hearty mother! " Clora tertawa mendengarnya.
"Sangat aneh melihatmu seperti itu Mycle. Baiklah baiklah, maafkan aku. Jadi apa yang membuat senyum itu terukir diwajah mu, hmm? " Tanya Clora. Dan Mycle tersenyum puas, akhirnya ibunya ini menanyakannya.
"Aku pernah berkata ada kalian. Jika suatu saat aku kembali ke istana ini dengan wajah berseri. Artinya itu hadiah yang kalian tunggu tunggu sudah tiba."
Clora dan Bov mengerutkan kening bingung. "Hadiah apa?" Tanya Bov penasaran. Mycle hanya terkekeh melihat wajah kedua orang tuanya ini. Clora yang melihat itu berdecak kesal.
"Kau benar benar anak nakal ya. Jangan membuat ibumu ini menunggu lama! " Ucap Clora kesal.
Dengan jeda beberapa detik, akhirnya Mycle kembali membuka suaranya. Membuat Bov da Clora terkejut setelah mendengar itu.
"Aku sudah menemukan mate ku, ibu!"
"Astaga! Sungguh?? Oh, Moongoddes berapa bahagianya aku. Aku yakin sebentar lagi ini memng aka terjadi!! " Ucap Clora heboh dan kemudian bangkit berdiri berjalan memeluk Mycle. Mycle tersenyum senang melihat reaksi antusias ibunya ini.
Bov hanya tersenyum senang melihat istrinya itu yang terlihat sangat bahagia sekali. Memang selama ini Clora lah yang paling paling menantikan seluruh anak anaknya itu mendapatkan mate.
Clora melepaskan pelukanya dan memandang putranya itu senang, setelah itu dia kembali duduk disamping suaminya.
"Kau menemukan dimana matemu itu??" Tanya Bov penasaran.
Mycle hanya tersenyum freak mendengar pertanyaan ayahnya itu. Akan aneh jika dia menceritakan semuanya, yang jelas Mycle pun tidak menyangka rencana konyol Darvin itu membuahkan hasil. Dengan menerima 5 orang wanita untuk bekerja dalam perusahaan nya. Yang benar saja! Jika mendengar itu akan dipastikan Bov terkejut.
"Akan panjang jika aku menceritakan nya ayah. Yang jelas dia sudah aku temukan, aku benar benar sangat yakin jika dia adalah mate ku! "
"Yasudah, itu juga sama sekali tidak penting. Yang terpenting saat ini kau sudah menemukannya. Dan aku benar benar bahagia, Mike, " Ucap Clora dengan mata hijau wanita itu yang berbinar bahagia.
"Siapa namanya??" Tanya Bov lagi.
"Amara Alexandra. Wanita cantik yang akan mengalahkan kecantikanmu ibu," Ucap Mycle sombong membuat Bov menatap anaknya itu tida suka. Sedangkan Clora terkekeh mendengarnya.
"Tetap istriku lah yang paling cantik!" Balas Bov tidak mau kalah. Mycle terkekeh menanggapinya.
"Aku akan membawa dia secepatnya. Dan pasti kau akan setuju denganku ayah, " Ucap Mycle tersenyum senang.
"Ah, benar! Bawalah dia secepatnya! Aku bener benar ingin bertemu dengan wanita itu. Ya Tuhan, aku tida menyangka akan secepatnya ini Mycle," Clora masih menampilan reaksi bahagianya. Dan itu membuat Mycle tersenyum puas. Ia sangat berterimakasih kepada Dewi Bukan karena sudah mempertemukan dirinya dengan wanitanya saat ini.
"Ibu, ayah. Aku rasa tujuan ku kesini sudah selesai. Aku harus kembali ke dunia manusia yang ricuh itu. Dan secepatnya aku akan kembali. Tapi kali ini dengan wanitaku, " Ucap Mycle tersenyum. Ia bangkit berdiri dan merapihkan jas Grey nya. Clora da Bov ikut bangkit berdiri kemudian tersenyum senang.
"Aku akan menunggunya! Dan jangan membuat aku menunggu terlalu lama!! Cepatlah kembali kesini dengan dirinya!" Clora memperingatkan. Mycle mengangguk pelan.
"Besok aku akan menjemputnya. Dan membawanya kemari, oleh karena itu aku harus kembali sekarang, " Clora tersenyum puas. Wajah wanita itu benar benar terlihat bahagia. Mycle senang melihatnya, termasuk Bov. Ia melingkarkan lengannya erat pada perut kecil Clora.
"Ingat Mike, sebentar lagi adalah penobatanmu sebagai Alpha. Aku berharap kau bisa menggantikan diriku ini dengan lebih baik dan memegang semua tanggung jawabmu dengan benar! " Ucap Bov tiba tiba. Mycle menatap ke tengah mata biru Bov yang mirip dengan matanya. Memberikan keyakinan disana.
"Pasti Ayah!"
»»--β--««
**Haiiiii gaeesss
Aem sori yaa......
Maaf bangett semuaa aku baru up sekarangg, lamaa ya:(
Soalnya aku tuh kan baru masuk SMA kls 1 dan kemarin itu aku lagi sibuk sibuknya ikut MPLS jadi bener bener gaada mikir sampe buat next part ******* aku, jadi terlantarkan dech:(
Kalian gabosen kan??:(
Semoga engga yaa:)πππππ
Tetep stay sama 'My Alpha's King' yaaaπππ
Jangan lupa vote and comment yaa, aku usahain deh buat up lebih ceoat biar kalian gabosennππππ
Maaf kalau banyak Typo yaaπ
See yaaπππππππ
Mycle Culles.
Amara Alexandra Button**.