My Alpha's King

My Alpha's King
07



Author Pov.


"Tunggu dulu, kamu kemana?? Hei beritahu aku dulu!! Kamu kemana??".


"Heii.. Hei sayang, bangun lah".


Amara menyipitkan matanya silau karena tiba tiba saja cahaya masuk langsung menusuk kematanya.


"Aku dimana??". Tanya nya setelah matanya itu terbuka sempurna dan membenarkan posisinya dari berbaring menkadi terduduk diatas kasur king size milik Mycle.


"Kamu ada dirumahku Amara, lebih tepatnya dikamarku". Jawab Mycle yang berhasil memhuat kedua mata Amara membulat besar.


Amara langsung mengarahkan matanya kepada baju yang sedang ia pakai, tapi ternyata ia masih memakai baju yang sama seperti sebelumnya, juga tidak ada tanda tanda yang mencurigakan.


"Aku tidak menyentuhmu sama sekali, walaupun aku ingin. Tapi itu akan ada saatnya. Lagipula aku tidak ingin menyentuhmu tanpa sizinmu". Ucap Mycale sembari tersenyum manis, dan... Oh mata birunya yang indah. Amara baru menyadari jika pria ini berkali kali lipat lebih tampan bila dari dekat.


οΏΌ


"Apa maksudmu?".


"Tidak usah difikirkan. Sekarang bersiaplah, orang tuaku sudah menunggumu dibawah". Ucap Mycle lagi kemudian segera turun dari kasur dan berjalan keluar menuju ruang keluarga untuk menemui Ayah juga Ibu nya.


Amara nampak berfikir, dia benar benar tidak mengerti dengan apa yang sudah terjadi, dia juga masih dibuat bingung dengan mimpinya, sebenarnya apa maksud dari mimpinya itu.


"Hheehhh". Desah nya kemudian segera turun dari kasur dan ikut keluar kamar menuju ruang keluarga menyusul Mycle.


Tapi saat keluar pintu kamar Amara dibuat terkejut dengan tampilan rumah ini. Bisa dia bilang ini tidak cocok dibilang rumah, melainkan istana, istana ini tidak ada bedanya dengan istana negara bahkan mungkin ini lebih besar dari istana negara.


Banyak lukisan juga ukiran yang terbuat dari keramik dan yang Amara tau semua lukisan juga ukiran ini berasal dari yunani kuno yang sering ia lihat difilm film kerajaan, dan istana ini lebih mirip dengan kastil dibanding istana istana lain.


Ketika sedang melihat lihat sekitar Amara dibuat terkejut dengan datangnya seorang wanita paruh baya yang ia kirakan adalah pembantu atau pelayan disini karna terlihat dari pakaianya


"Luna? Alpha Bov, Luna Clora dan Alpha Mycle sudah menunggu anda dibawah, mari saya antarkan". Ucap pelayan itu membuat Amara mengerutkan keningnya bingung.


"Luna?? Hehehe emm maaf, tapi nama saya Amara bukan Luna".


"Hahaha Luna ini sangat Lucu. KanΒ  Β  au ini kan mate dari Alpha Mycle, dan kau juga lah yang akan menjadi Luna di pack ini nantinya, yang akan menjadi mate seorang Alpha itu pasti menjadi seorang Luna, dan kau Luna". Ucap pelayan itu menjelaskan yang menambah dalam kerutan dikening Amara.


"Mari Luna saya antarkan". Ucapnya dan segera berjalan duluan kebawah diikuti oleh Amara dibelakangnya.


Setibanya disana Bov juga Clora dan Mycle berdiri menyambut hangat Amara, Clora yang nampak sangat bahagia segera berjalan kearah Amara dan memeluknya dengan sangat erat.


Amara hanya memandang bingung wanita paruh baya yang sedang memeluknya ini, kelihatan dari kerutan diwajahnya bisa dia bilang kalau wanita ini seumuran dengan ibunya, dan dia sangat amat cantik, diumurnya yang mungkin masuk kepala empat tapi wanita ini tetap kelihatan seperti seumuranya, sangat cantik dan anggun.


"Selamat datang sayang, selamat datang dirumah barumu, aku sangat senang kau lah yang ditakdirkan dewi bulan untuk menjadi mate anakku". Ucapnya sambil melepaskan pelukanya.


Amara hanya memberikan senyum canggung, dia masih sangat bingung dengan semua ini. Apa maksudnya? Luna?? Mate?? Alpha?? Lalu kenapa Mycle si pria judes itu dipanggil Alpha? Apa nama panjangnya adalah Mycle Alpha atau Alpha mycle? Huh Amara sangat bingung dengan orang orang didalam istana ini.


"Lihatlah Bov, Luna ku ini sangat cantik bukan?? Kau sungguh beruntung Mycle bisa mendapatkan Mate secantik ini, kau sungguh manis nak". Ucap Clora sambil ngehelus rambut juga pipi Amara, sentuhan lembutnya membuat Amara teringat dengan ibunya yang sedang sakit.


"Hmmm maaf nyonya, namaku Amara bukan Luna". Ucap Amara sambil memberikan senyum canggung diwajahnya.


Ucapan Amara barusan membuat Clora dan Bov tertawa, Amara menaikan kedua alisnya tanda bingung, pandangan beralih ke Mycle yang juga sedang menertawainya.


"Hahahaha, kau sangat lucu Amara, aku tahu, mungkin kau belum mengerti tentang Luna, mate dan Alpha atau sejenisnya, tapi nanti kau akan tahu, kau akan mengerti dan kau akan terbiasa dengan sebutan sebutan itu". Ucap Clora sambil menghelus lembut rambut panjang Amara.


"Satu lagi, kau jangan panggil aku nyonya, panggil aku Ibu sama seperti dengan kau memanggil ibumu, dan panggil dia". Tunjuk Clora kepada Bov yang sedang melipat tanganya didepan dada. "Panggil dia Ayah, sama dengan kau memanggil Ayahmu, oke??".


Amara hanya mengangguk singkat, pandanganya berlaih kembali kearah Mycle yang masih berdiri dengan senyuman manis diwajahnya itu yang tak pernah berhenti memandangnya, ada apa dengan pria itu, apa dia sudah tidak waras?


Setelah itu Clora membawa Amara duduk disebelahnya, mereka mengobrol cukup lama diruang keluarga sampai akhirnya jam menunjukan pukul 15:00 dan Clora juga Bov izin untuk pergi keluar karna ada urusan penting yang harus mereka urus, setelah itu Mycle mengajak amara berkeliling istana dan dengan senang hati Amara mengiyakan saja.


"Kalau dari koridor sini, dan kau belok kekanan dikit, itu akan membawamu menuju taman belakang istana, disana hanya tertanam tumbuh tumbuhan, tidak seperti taman halaman yang kau lihat barusan, disana hanya ada beberapa macam tanaman bunga tidak ada buah buahan". Ucap Mycle kepada Amara yang dibalas anggukan oleh gadis itu.


οΏΌ


Selama perjalanan memutari istana, Mycle tidak ada hentinya menceritakan seluk beluk juga isi istana kepada Amara, dan itu sungguh menarik menurut Amara, banyak cerita clasik di istana ini, juga banyak barang kuno dan antik yang ada disetiap ruangan, dan Amara mungkin sudah mukai nyaman dengan istana ini.


"Tapi Mycle, ada yang ingin aku tanyakan lagi sama kamu". Ucap Amara tiba tiba membuat Mycle menoleh.


"Apa?".


"Apa maksud dari Luna, mate, Alpha dan semacamnya, apa ada sejarah dari semua nama itu? Apa itu nama panggilan untuk orang yang penting??".


Mycle menghentikan langkah kakinya membuat Amara juga ikut berhenti melangkah. Ditatapnya wanita cantik di depannya itu dengan senyuman diwajahnya.


"Aku tidak akan memberi tahumu sekarang sayang, aku ingin kau tahu sendiri nantinya, aku ingin kau mengerti dengan sendirinya, dan itu ada saatnya. Sekarang yang perlu kau tahu, kau itu adalah miliku, aku tidak mau kalau ada orang yang berusaha merebutmu dari ku, kau mengerti itu??". Tanya Mycle membuat Amara terdiam.


"Alpha Mycle, ini aku Darvin, apakah Alpha mendengarku?". Panggil Darvin tiba tiba melalui mndlink.


"Ya Aku mendengarmu, ada apa?".


"Alpha Thomas ingin menemuimu Alpha, dia sudah menunggumu diruang kerjamu sekarang".


"Thomas??? Mau apa dia kesini??".


"Aku tidak tahu Alpha, dia bilang dia hanya ingin menemui mu".


"Baik, aku akan segera kesana, terimakasih Darvin".


"Baik Alpha".


Setelah menutup mndlink, Mycle menoleh kepada Amara yang sedang celingak celinguk memandangi sekitar taman.


"Sayang? Aku ada urusan sebentar, kau tidak apa apa aku tinggal? Kau sudah tahu kan arah kemana jika ingin kembali?? Apa perlu kupanggil pelayan untuk menemanimu agar tidak tersesat??".


"Hah?? Tidak usah Mycle, tidak usah pakai pelayan, aku sudah tahu ko arah arahnya, kau pergi saja tidak apa apa, aku bisa berjalan jalan sendiri". Ucap Amara tersenyum.


Mycle ikut tersenyum, melihat gadisnya ini tersenyum membuatnya merasa nyaman dan sangat bahagia, dia berjanji pada dirinya sendiri, akan selalu menjaga mate nya ini, dan tidak akan membiarkan orang lain menyakitinya.


Mycle memajukan wajahnya dan mencium kening Amara cukup lama, membuat Amara membulatkan matanya.


"Aku pergi dulu, kau baik baiklah disini, aku akan segera kembali". Ucap Mycle dan segera berjalan cepat kearah ruangan kerjanya.


Amara memandang bingung punggung Mycle yang sekarang sudah menjauh darinya dan mulai hilang dari pandanganya, kenapa pria itu sangat perduli kepadanya? Kenapa juga pria itu sangat posesif kepadanya? Kekasih saja bukan, kenal lama sebelumnya pun juga belum, pria itu seperti mengagapnya seorang kekasih, bahkan lebih.


******


"Untuk apa kau kesini??".


"Hahahaha, jangan terlalu tegang Mycle, kau ini akan menjadi seorang Alpha sebentar lagi dan kau tidak boleh bersikap tidak sopan seperti ini kepada tamu". Ucap Pria itu sambil berjalan dan duduk diatas sofa yang berada diruang kerja Mycle.


"Baiklah baiklah, aku dengar, hari ini kau membawa matemu keistana, iya betul??".


"Itu bukan urusanmu!!".


"Jelas itu urusanku, kau ini adalah saudaraku, dsn matemu juga akan menjadi saudaraku, jadi apa aku tidak boleh mengenali calon saudaraku terlebih dahulu??". Tanya Thomas membuat Mycle tambah berapi api.


"Hajar saja orang ini Make, gantilah sift denganku, akan aku cabik cabik wajah sok gantengnya itu!!!". Ucap Alex yang tiba tiba saja muncul, werewolf nya itu ternyata sudah mulai kesal.


"Tenanglah Alex, pelan pelan, kita tidab bisa berganti sift untuk saat ini, karna mate kita sedang berada diistana ini".


"Huhh!! Kau selalu saja seperti itu, yasudahh, kau urus orang jelek ini, dan jauhkan dia dari pandanganku". Ucap Alex kesal dan kemudian hilang kembali entah kemana.


"Waahhh.. Werewolf mu ternyata sudah mulai kesal kepadaku yaaaa". Ucap Thomas sambil tertawa.


"Baiklah baiklah, aku akan segera pergi, tapi kau harus ingat, kau harus kenalkan matemu itu kepadaku yaa, aku ingin sekali mencium Aromanya". Kalimat terakhir Thomas berhasil membuat Mycle ingin segera berganti sift dengan Alex namun tiba tiba tertahan oleh Darvin yang baru saja datang.


"Atur emosimu kawan". Ucap Thomas tertawa dan segera keluar dari ruangan kerja Mycle.


"Kau tidak boleh terpancing denganya Alpha, jadikanlah pengalaman masa lalumu denganya pelajaran". Ucap Darvin membuat Mycle sedikit tenang.


*****


"Luna?". Tiba tiba suara dari belakang membuat Amara menoleh dan melihat wanita cantik menggunakan baju sama seperti pelayan paru baya yang memanggilnya Luna juga, Amara bisa menebak kalau gadis cantik ini seorang pelayan, namun mengapa dia menjadi pelayan?? Gadis secantik ini menjadi pelayan? Kenapa tidak menjadi model saja??.


"Maaf.. Nama saya Amara bukan Luna".


"Tapi saya harus memanggil anda Luna". Ucap Pelayan itu tersenyum.


"Hehh... Yaa baiklah, ada apa?".


"Beta Darvin meminta Luna untuk segera keruangan pribadi Alpha Luna".


"Siapa Alpha?". Tanya Amara menaikan alisnya tanda bingung.


"Maksud saya Alpha Mycle Luna".


"Kalau boleh aku tahu, siapa namamu?".


"Nama saya Alice Luna". Jawabnya tersenyum.


"Ohh ok... Alice, utuk apa aku kesana??".


"Saya tidak tahu, saya hanya mengikuti perintah Beta Darvin saja".


"Yasudah, antarkan aku kesana". Ucap Amara, setelah itu pelayan cantik itu pun berjalan duluan menuju ruangan pribadi Mycle diikuti dengan Amara dibelakangnya, awalnya Amara bingung, mengapa ia harus keruangan Mycle?? Bukannya tadi pria itu meminta izin kepadanya ada urusan penting??


Setibanya diruangan pribadi Mycle Amara dipersilahkan untuk masuk kedalam, lagi lagi ia dibuat terkejut dengan isi ruangan ini, ruanganya tidak beda jauh dengan kamar Mycle, banyak lukisan juga barang antik disana, ruangannya yang sangat besar mungkin saja bisa dijadikan kontrakan menurutnya hehe.


"Saya sudah antarkan Luna keruangan Alpha, kalau begitu saya permisi Luna". Ucap Pelayan itu dan segera beranjak pergi meninggalkan ruangan.


"Ehh tunggu... Kau ingin meninggalkanku disini sendiri??". Tanya Amara membuat pelayan cantik itu menghentikan langkahnya dan berbalik


"Maaf Luna, tugas saya hanya mengantar Luna".


"Jadi aku sendirian diruangan ini?".


"Setelah ini pasti Alpha Mycle akan datang, jsdi Luna tidak perlu khawatir".


"Hemmmm, baiklah, kau bisa pergi". Ucap Amara pasrah.


"Baik, saya permisi Luna".


Setelah menutup pintu, pelayan itupun pergi entah kemana, dan tinggalah Amara diruangan ini sendiri, dia bingung, sebenarnya untuk apa dia dipanggil kesini?? Sedangkan pria itu juga mungkin masih sibuk dengan urusan pentingnya itu.


Untuk menghilangkan bosan, Amara berkeliling menelusuri seisi ruangan, dilihatnya sebuah lukisan lukisan yang tak ia mengerti apa maksud dari lukisan itu, juga pajangan pajangan antik seperti pajangan emas berbentuk bulan dan panjangan silver berbentuk pohon dan lain sebagainya.


Saat sedang melihat lihat benda diatas meja yang Amara perkirakan adalah meja milih Mycle itu tiba tiba saja ada barang antik yang tidak asing baginya, seperti pernah ia lihat sebelumnya.


"Kalung??... Kalung inii...aku kaya pernah lihat dimana yaa".


"Sayang?".


Terkejut, buru buru Amara meletakan kembali kalung itu ketas meja dan berbalik menoleh kearah suara yang ternyata itu adalah Mycle.


"Kamu sedang apaa hmm??". Tanya Mycle sambil berjalan kearah Amara yang masih berdiri kaku didepan meja.


"Aaa..akkuu aku cuma sedang melihat lihat saja". Jawab Amara gugup.


Mycle hanya memandang wajah cantik Amara dengan detail tanpa berkedip dengan senyum manis yang masih terukir diwajahnya membuat Amara sedikit malu.


Amara membuang mukanya kearah lantai membuat Mycle terkekeh.


"Hahahaha kenapa kau malu sayang?? Kalau kau menunduk seperti ini aku tidak bisa melihat wajah cantikmu itu".


"Kau ini apa apaan sih, jangan gombal deh, basi tau gak". Ucap Amara kesal masih sambil membuang mukanya.


"Gombal? Siapa yang gombal?? Aku tidak menggombal sayang, aku serius". Ucap Mycle memegang dagu Amara dan mengarahkan wajah gadis itu kewajahnya.


Ditatapnya pupil mata Amara yang berwarna abu abu itu.


"Kau sangat cantik sayang".


Ucap nya sambil mengelus lembut pipi Amara dan perlahan mendekatkan wajahnya dengan wajah Amara sampai nafas mereka bertemu dan saling beradu, detik selanjutnya bibir mereka pun menempel dan saling merasakan satu sama lain.


"Apa aku sedang berimpi?".


*********


Hoyee Welcomeback to my wattpad!!!!!πŸ’™πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Kalian langsung baca ajaaa yaaa, aku udah cape banget ngetik ini, heheheheh


See u nex part AllπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Jangan bosen sama ceritanyaaa yaaaa, ikutinn terussss okeeee


Mmmwaaah