
Song: Beautiful In White - WestLife.
Author.
"Amara??".
"Hah?? Siapa itu??". Bingung Amara saat ada yang memanggilnya namun dia tidak melihat satu orang pun didepanya.
"Huufft kau ini ya, kau tidak ingat hah?? Aku ini wolf mu, aku berada didalam tubuhmu Amara!!!". Ucap wanita didalam fikiran Amara itu.
"Ah, ternyata kau...".
"Kau tidak bisa kah berbicara kepadaku melalui fikiran mu?? Jika kau terus berbicara kepadaku dengan normal seperti itu kau justru akan dikira tidak waras Amara".
"Tapi aku tidak mengerti bagaimana harus berbicara melalui fikiran, apa aku harus betapa begitu maksudmu??". Tanya Amara bingung.
"Hahahaha kau ini ya... kau berlebihan Amara, kau itu hanya perlu berbicara dalam hati, seperti saat kau berdoa misalnya, atau kau sedang bertanya pada hatimu, dan seperti itulah caranya berbicara kepadaku". Ucap wanita itu menjelaskan.
"Oh seperi itu ya?? Hmm baiklah baiklah, akan kucoba".
"Ehhhmmmm eeeegghhhmmm".
"Ahh mengapa susah sekali!!". Ucap Amara mengeluh.
"Kau harus tenang Amara, lagi pula bukankah kau kemarin berbicara melalui fikiran denganku?? Mengapa sekarang tida bisa?? Kau ini bodoh sekali ya, kemarin kau bisa, sekarang tidak, aneh".
"Heiii kau berani mengataiku bodoh ya, aku kan tidak bisa, aku juga tidak menyadarkan hal itu,aku tidak tahu kalau aku sudah berbicara melalui fikiran,aku tidak biasa seperti itu, kalau aku tidak bisa tidak udah dipaksa dong!!". Ucap Amara kesal.
Tookk tokk tokk
Ketukan pintu tiba tiba berbunyi membuat Amara menoleh.
"Siapa??". Teriak Amara sambil berjalan kearah pintu.
"Saya Omega Luna, saya diperintahkan Alpha Mycle untuk membawakan makanan siang untuk Luna". Ucap Omega itu dari luar.
"Hmmm silahkan masuk". Ucap Amara dan membuka pintunya menampilkan wanita cantik yang seperti tidak asing baginya.
"Mengapa tidak Mycle yang membawanya untuku??". Tanya Amara penasaran.
"Alpha sedang rapat dengan perdana mentri dan beberapa Warrior ditempat kerjanya Luna ". Ucap wanita itu masih mdnunduk.
"Ohh begitu". Jawab Amara sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Kalau begitu terinakasih makananya, kau boleh kembali berkerja". Ucapnya lagi kepada Omega itu.
"Terimakasih Luna, kalau begitu saya permisi". Ucap Omega itu dan segera berbalik, saat akan melangkah kan kakinya tiba tiba saja Lunanya itu memanggil membuatnya harus kembali menoleh.
"Ehmm tunggu". Ucap Amara tiba tiba.
"Ada apa Luna??".
"Kalau aku boleh tahu, siapa namamu??".
"Nama saya Alice Luna".
"Ahh Alice, sekali lagi terimakasih yah, apa boleh aku memanggilmu saat aku sedang bosan??". Tanya Amara tersenyum.
"Tentu saja boleh Luna".jawab Alice tersenyum.
"Baiklah,senang telah mengenalmu, kalau begitu kau boleh kembali". Ucap Amara lembut.
"Permisi". Ucap Alice menunduk sopan dan berbalik lalu melangkahkan kakinya menuruni tangga dan Amara kembali masuk kedalam kamarnya, ralat, kamarnya dan Mycle.
******
"Aku ingin besok malam kalian semua ikut bersamaku, tapi kalian harus ingat, tidak boleh satupun prajurit dari Thomas ataupun Gamma mereka mengetahui kalian telah ikut bersamaku, kalian harus bisa berhati hati, kalau perlu kalian cari tempat persembunyian yang aman dan tidak jauh dari istana Thomas". Ucap Mycle tegas.
"Apa kau yakin akan membawa semua Warrior Alpha??". Tanya Darvin membuat Mycle menoleh.
"Ya aku yakin, sebenarnya aku merasakan ada firasat buruk saat Thomas mengundangku keacara adiknya itu besok malam, tapi aku tidak bisa menolak karna ayahnya adalah kerabat baik ayahku". Ucap Mycle menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu, kalian harus ingat apa yang barusan Alpha katakan, kalian harus berhati hati, bagaimanapun caranya, kalian tidak boleh sampai ketahuan oleh prajurit Silver Moon Pack, kalian harus bersembunyi, tapi tidak usah jauh jauh dari istana karna kalian tetap harus melindungin Alpha dan juga Luna". Ucap Darvin angkat bicara.
"Maaf Beta, Apakah aku juga harus memerintahkan semua Warrior yang berada digerbang istana untuk ikut bersama kita??". Tanya salah satu kepala Warrior itu kepada Darvin.
"Tidak usah semua, sebagian dari kalian tetaplah diistana untuk menjaga jaga dan sebagian lagi ikut bersama kami". Ucap Darvin membuat semuanya mengangguk mengerti.
"Tapi apakah sebagian Warrior akan cukup untuk ikut denganmu Alpha?? Mengapa kita tidak membawa lebih banyak lagi??". Tanya kepala Warrior itu lagi.
"Tidak perlu, itu akan membahayakan Warrior lainya, cukup sebagian saja,kalau begitu, Darvin tutup rapat ini". Printah Mycle dan segera berdiri dari kursinya dan berjalan keluar ruangan.
*******
Hari sudah berganti, tibalah malam dimana Thomas mempersiapkan segala keperluan pesta adik tercintanya yaitu Fana, dan tidak lupa juga dia menyusun dengan sangat rapi rencananya malam ini untuk menyambut tamu istimewanya.
"Kau memang pandai sekali ka hahahaha".
"Kau tidak akan mmeragukaku Fana, kakamu ini memang sangat pandai, dan saking pandainya aku, aku tau bagaimana memulai permainan seru ini hahahaha". Jawab Thomas tertawa bahagia.
"Kau aturlah ka, dan aku yakin,ayah akan senang mendengar ini hahaha".
"Tentu". Ucapnya tersenyum Licik.
******
Sementara itu Mycle dan Amara sedang bersiap siap untuk berangkat ke Silver Moon Pack, dengan Amara yang sudah siap mengebakan gaun merah nya dan Mycle yang sudah siap dengan jaz hitam miliknya mereka berduapun berjalan berdampingan menuruni anak tangga menuju lantai bawah.
Saat ingin keluar pintu istana Mycle dan Amara berpapasan dengan Bov dan Clora yang juga terlihat rapih dengan dandananya yang tidak beda jauh dengan Mycle dan Amara.
"Apa ibu dan ayah juga akan ikut keundangan Thomas??". Tanya Mycle ketika berpapasan dengan Bov dan Clora tepat dipintu istana.
"Tidak Mycle, cukup kau saja yang mewakili kami, karna kami ingin menghadiri penobatan putra White Moon Pack". Jawab Bov membuat Mycle mengangguk anggukan kepalanya.
"Kalau begitu tunggu apa lagi,segeralah kau berangkat, hati hati, kalau sempat kami akan menyusul kalian kesana". Ucap Clora menyuruh Mycle dan Amara untuk bergegas pergi keacara sebelum pertengahan malam.
"Amara, kau hati hati ya, kau harus tetap berada didekat Mycle, ingat pesan ibu nak". Ucap Clora lembut sambil tersenyum dan menghelus rambut panjang Amara yang menjuntai kebawah.
"Iyah ibu, aku pasti akan terus bersama Mycle". Jawab Amara tersenyum manis
"Kalau begitu kami berangkat, ayoo sayang". Ucap Mycle dan segera menggandeng Amara masuk kemobil.
Tidak butuh waktu lama untuk mereka keluar dari kawasan Black moon pack dan akhirnya merekapun sampai dikawasan Silver Moon Pack, mobil Mycle dengan cepat melaju menuju gerbang istana, dari sana mereka sudah melihat keramaian para tamu undangan yang juga sedang memasuki istana.
"Mycle??". Panggil Amara tiba tiba membuat Mycle menoleh kearahnya.
"Iya sayang?".
"Jangan tinggalkan aku sendirian, tetaplah bersama ku". Ucap Amara pelan sambil menggenggam kencang tangan Mycle dan menjepit 5 jari Mycle.
"Tidak akan sayang!! Aku akan selalu berada disampingmu! Tidak akan ku iarkan orang lain menyentuhmu disini!". Ucap Mycle lembut dan sedikit menekan kata 'Tidak Akan' membuat Amara sedikit melega.
Setelah itu mereka segera masuk kedalam istana, terlihat banyak sekali tamu tamu yang datang disana, sebenarnya acara apa ini, apakah ini acara ulang tahun Fana?? Entahlah.
"Waaahhh suatu kehormatan sekali Alpha Mycle kau akhirnya datang juga keistanaku". Tiba tiba saja Thomas muncul dengan bertepuk tangan dan membungkukan badanya tanda menyambut.
"Hmmmm". Dehamnya saat mata birunya menangkap wanita yang berdiri tepat disamping Mycle.
"Apakah ini Luna mu??". Tanya nya msnyipitkan mata.
"Ya". Jawab Mycle singkat.
"Sangat harum sekali". Ucap Thomas tersenyum.
"Acara apa ini sebenarnya Thomas, apa adikmu itu sedang berulang tahun??". Tanya Mycle mengalihkan pembicaraan.
"Ah, emmmm.. ya benar, ini adalah hari bertambah umurnya adik tercintaku". Ucap Thomas tersenyum dengan mata yang masih memandang Amara.
"Mycle??". Panggil seseorang dari belakang Thomas yang ternyata adalah Fana.
"Oh Mycle, terimakasih kau sudah mau datang keacaraku ini, aku sangat sangat bahagia sekali, ternyata kau tidak lupa dengan hari bahagiaku". Ucap Fana yang tiba tiba saja langsung memeluj erat tubuh Mycle membuatnya terkejut.
"Maaf lepaskan aku Fana". Ucap Mycle hati hati sambil mendorong pelan bahu gadis didepanya ini.
"Apa apaan sekali dia??? Apa dia tidak punya mata sehingga tidak melihatmu yang sedang berada disamping Mycle huh?? Tidak tahu malu!!". Ucap Wanita didalam fikiran Amara itu tiba tiba.
Beberapa menit berpelukan setelah itu Mycle dengan hati hati sedikit mendorong tubuh Fana menjauh darinya dan kembali melingkarkan tangan kekarnya diperut kecil Amara.
"Maaf kami tidak bisa berlama lama disini,aku kesini hanya ingin mewakili ayahku saja, dan sekarang kalian sudah tau kalau kami sudah datang". Ucap Mycle datar.
"Lho?? Ko cepat sekali?? Apa kalian tidak suka dengan pes-". Ucapan Fana tiba tiba saja kepotong oleh Thomas.
"Oh begitu?? Tentu, kalian sudah hadir saja sunggu kehirmatan buat kami". Ucap Thomas tersenyum,tapi Mycle dan Amara tidak tahu apa maksud dibalik senyum itu.
"Baiklah,kami permisi". Ucap Mycle dan berbalik kembali kearah mobilnya bersama Amara yang masih menggandeng tanganya.
"Cepat sekali Mycle, apa kita tidak menyicipi makanan didalam terlebih dahulu??". Tanya Amara menoleh menatap Mycle.
"Hahahaha, dengarkan aku Amara, malanan didalam itu kebanyakan daging **** semua, apa kau mau??". Bisik Mycle pelan membuat Amara merinding seketika.
"Hah?? Benarkah??". Tanya Amara kaget.
"Tentu".
"Ewwhhhh!!! Tidak tidak,aku tidak mau, kalau begitu ayo kita pulang saja". Ucao Amara dan segera menarik lengan Mycle,sementara pria itu hanya terkekeh karena telah membohongi gadis nya ini, sangat lucu.
Sekarang Mycle dan Amara sudah berada dimobil mereka berjalan menuju kembali ke Black Moon Pack, jalanan begitu sepi dan gelap.
"Ughhh". Laguh Amara tiba tiba membuat Mycle menoleh.
"Ada apa sayang??".
"Tiba tiba kepalaku terasa sangat sakit sekali Mycle". Jawab Amara sambil memegangi kepalanya.
"Darvin?? Apa kau mendengarku??". Panggil Mycle kepada Darvin melalui mndlink.
"Iya Alpha?? Ada apa??".
"Amara tiba tiba saja merasakan pusing dikepalanya, aku khawatir ini adalah efek karna sebentar lagi adalah malam bulan purnama penuh, jadi kau dan beberapa warrior, jagalah bukit bulan".
"Baiklah Alpha". Ucap Darvin dan setelah itu Mycle memutuskan mndlinknya.
Tiba tiba saja mobil mereka mengerem mendadak.
"Ada apa ini??". Tanya Mycle kepada supir nya.
"Saya tidak tahu Alpha, saya tadi melihat segrombolan rogue lewat tepat didepan mobil kita".
"Rogue??". Tanya Mycle sedikit khawatir.
"Ada apa Mycle??". Tanya Amara,suaranya pelan sekali seperti kelihatan sedang lemas.
"Tidak apa apa sayang,kau tidurlah saja, kalau sudah sampai akan aku bangunkan". Ucap Mycle yang dijawab anggukan singkat dari Amara dan perlahan gadis itu menyenderkan kepalanya kebelakang dan mulai memejamkan matanya.
"Apa yang sebenarnya kau rencanakan Thomas??". Batin Mycle tiba tiba.
"Alpha?? Apa kau mendengarku??". Panggil Darvin tiba tiba mndlink.
"Ya aku mendengarmu Darvin, ada apa??".
"Puluhan rogue tidak jauh dibelakangmu sedang mengikuti kalian Alpha, kumohon berhati hatilah, jangan keluar dari mobil dahulu, aku dan Warrior lainya akan mencoba mengalihkan mereka". Ucap Darvin membuat Mycle menoleh kebelakangnya, dan benar saja, puluhan rogue sedang berlari mengikuti laju mobilnya.
Dengan cepat Mycle memeluk Amara yang masih tertidur.
"Aku taakan membiarkan rogue rogue itu menyentuhmu sayang, bahkan Thomas sekalipun!!".
*******
Hallo semuanya!!!
Para readers My Alpha's King yang aku sayang🖤🖤
Jangan lupa follow ig akuu yaaaaa⬇️
@erikaamdna
Maaf ya aku baru bisa up sekarng, karna biasabya aku kalo up itu kan malem minggu atau minggunya kan, baru bisa bebas dari tugas tugas masalahnya wkwkwk, kemarin sibuk pekan ulangan dan gabisa mikir buat ngetik wattpad jadi baru bisa bikin next part, ini aja belum sempet revisi jadi maap ya kalo banyak typo hehehe
Tapi sekarang aku udah bisa up, kalian gabosen kan nunggunya??:( semoga engga yaa,maafin yaaaaa, lain kali aku up ga lama lama lagi deh:(
Segini dulu penjelasan aku yaa, intinya kalian jangan marah yaaa, jangan pindah cerita jugaaaa okeee???😚😚
Jangan luoa vote and comment yaa buat semangatin aku hehehe❣❣
See u next part All🖤🖤