
(Budayakan vote terlebih dahulu sebelum membaca okee)
πΆEverything I Need-Skylar GreyπΆ
---------
πππ
----------
Author Pov.
Cahaya putih itu kembali datang menghampiri nya, ia sudah tahu tujuan cahaya itu selalu datang, cahaya itu akan selalu membawanya ke suatu tempat misterius yang terus berputar seperti film yang sedang kita tonton, bedanya ini seperti sangat nyata, hanya saja memiliki banyak teka teki yang sangat susah untuk dipecahkan.
Lagi dan Lagi, Amara berakhir ditempat yang sangat mengasingkan, kali ini cahaya putih itu membawanya ke suatu hutan, entah hutan apa namanya karna hutan ini sangat beda dengan hutan yang selalu ada disekitar istana dan juga hutan hutan yang pernah ia lihat.
Sangat beda dengan hutan ini karna hutan ini terlihat begitu lebih tertutup. Dan hawanya pun sangat mengerikan, walaupun jujur pemandangan nya memang sangat indah, tapi tidak memungkiri Amara sedikit ketakutan.
Banyak suara burung yang berkicauan seperti sedang berbincang satu sama lain, begitu juga cahaya matahari yang masuk melalui celah celah daun dan juga ranting pohon. Tetapi keadaanya yang sangat sepi dan kanan kirinya yang begitu gelap membuat bulu bulu pada kulit Amara berdiri.
Ia memberikan diri untuk berjalan ke depan mengikuti arah jalanan yang ada didepannya, Amara menolehkan kepalanya ke kanan dan kekiri, ia bingung mengapa cahaya putih itu membawanya ke hutan yang keadaanya sangat sepi seperti ini, untuk apa??
Saat sedang fokus berjalan tiba tiba saja Amara mendengar suara, suara seperti sesorang yang sedang berbicara, tapi suara itu seperti samar samar terdengar, Amara mencoba untuk mencari dimana sumber suara itu berada, tetapi nihil, ia tidak melihat apapun, semakin lama suara seseorang berbicara itu semakin terdengar jelas di telinganya.
"Kau harus menyerahkan Garden kepadaku Antania, kalau kau ingin anak anak kesayangan mu itu selamat, kau harus menyerahkan suami tercinta mu untuk ku!!".
"Tidak akan Thena, tidak akan pernah sampai nafas terakhir ku! Aku tidak akan memberikan orang orang yang kusayang kepadamu, kau hanya ingin mencelakai mereka, kau tidak tulus menyayangi Garden, kau hanya ingin merebut kalung itu darinya!! Aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi!! ".
" Hahahahaha, kau berani melawan ku Antania?? Kau berani melawan ku??!!APA KAU BERANI MELAWAN KU ANTANIA?!!! ".
Amara menegang saat suara itu bertambah kencang sekarang, ia mencoba untuk mencari darimana suara itu berada, dan berhasil, ia kini melihat dua orang wanita, wanita pertama itu menggunakan jubah hitam dengan kupluk yang menempel dikepalanya, dan wanita yang kedua adalah wanita yang sedang terduduk menyender pada salah satu pohon besar dibelakangnya.
"Aku tidak takut kepadamu Thena, tidak akan pernah takut, kau hanyalah wanita jahat dan kau adalah iblis yang berusaha untuk menghancurkan para kaum Werewolf, kau hanyalah wanita kutukan, kau tidak pernah direstukan Dewi Bulan untuk ada dibumi, oleh karena itu kau tidak mempunyai sihir Dewi Bulan dan kau hanya bisa merebut sihir Dewi Bulan dari para Luna seperti ku, dan kau hanya bisa mengandalkan para hewan iblis yang kau panggil dari neraka itu!! ". Ucap wanita berambut putih itu yang masih terduduk menyender dipohon belakangnya, ia memandang tajam wanita berjubah hitam itu.
" JAGA UCAPANMU KEPADAKU ANTANIA!!! KAU TIDAK BISA BERBUAT APAPUN SEKARANG!! KALAU KAU INGIN NYAWAMU DAN ANAK ANAKMU SELAMAT, MAKA SERAHKAN GARDEN PADAKU!!!Β ". Teriak wanita berjubah hitam itu, teriakannya sangat menakutkan membuat siapaun yang mendengarnya akan merasakan getaran yang hebat. Sama seperti yang Amara rasakan saat ini.
" Tidak akan Thena! Aku tidak akan pernah menyerahkan Garden kepadamu!! ". Jawab wanita berambut putih itu lagi membuat wanita menyeramkan didepan ya itu semakin naik pitam.
" AAARGHHHH". Teriak wanita bernama Thena itu, dan tiba tiba saja wanita cantik berambut putih itu mengeluarkan cahaya putih dan membuat wanita itupun merasa kesakitan dan meringis sambil memegang dadanya yang terasa nyeri.
"Menyerah lah Antania!! Aku sudah menarik sisa kekuatan Dewi Bulan itu dari tubuhmu! Kau tidak ada apa apanya sekarang hahahahaaha".
" Ttt--tidak aa--akaann". Jawab wanita bernama Antania itu terbata bata akibat tubuhnya yang sudah tidak bertenaga karna kekuatan yang sekarang sedang disedot habis oleh wanita iblis didepan ya itu.
"AAARGHHHHHH". Wanita berjubah itupun kembali menyedot kekuatan pada tubuh perempuan didepannya itu yang sekarang seperti sudah kehilangan nafasnya.
" Kau akan mati ditanganku Antania!! Dengan begitu Garden dan anak anakmu akan jatuh ke tanganku!!! Hahahahahaha terimalah pilihanmu ini, kau sudah berani menentangku!!!".
Amara merasa tidak tega dengan wanita yang sudah sekarat dibawah sana, wajah wanita itupun sudah berubah menjadi biru menyeramkan. Amara berjalan maju memberikan diri menghampiri wanita berjubah hitam itu.
"Hentikan!!! ". Teriak Amara kencang, tetapi tidak membuat wanita berjubah hitam itu memberhentikan aksinya.
Amara lupa, ia tidak akan terlihat didunia aneh ini, ia hanya bisa menyaksikan tanpa bisa berinteraksi. Amara memandang malang wanita cantik yang sekarang sudah tidak sadarkan diri itu dengan tubuh yang sudah berwarna biru menyeramkan.
Amara menetes kan air matanya, tidak tega melihat wanita yang tidak berdaya itu, ia merasa bersalah karna tidak berhasil menolongnya.
Setelah merasa puas, wanita berjubah itupun melepaskan wanita cantik yang kini sudah kurus kering dan menyeramkan, tidak secantik sebelumnya, Amara yang melihat itupun merasa ketakutan, ia memandang iba wanita yang berbaring lemah diatas tanah itu.
Tapi tiba tiba saja wanita berambut putih itu membuka matanya perlahan dan menoleh terhadap Amara yangasih setia memandangnya, akhirnya mata mereka pun bertemu, Amara terkejut bukan main, wanita itu menyadari kehadirannya.
"Kkk--kaalung". Amara mengernyit bingung.
" Kkk--kalungmu". Ucap wanita itu dengan nafas tersengal sengal.
Dan tiba tiba saja cahaya itu kembali datang menghampirinya.
---------
πππ
----------
"Ibu kumohon berhentilah menangis, dan minumlah sedikit bu, kumohon". Ucap Crystal memelas, ia sudah berusaha sejak tadi untuk membujuk Clora agar dia berhenti menangis, tetapi usahanya selalu sia sia, Clora sama sekali tidak mendengarkannya, wanita baya itu masih terus menangis, wajahnya sudah pucat pasi, bahkan Bov pun tidak bisa menenangkan istrinya itu, jangankan menenangkan, untuk bertemu dengannya saja Clora tidak mau.
"Ayah melakukan itu karena ia tidak bisa mengontrol emosinya ibu, aku yakin itu semua dilakukan diluar kesadarannya". Ucap Crystal lagi sambil masih setia memeluk Clora yang masih sesenggukan itu.
"Tapi akibat ulahnya saat ini Mycle sekarat Crystal, kalau anak itu sekarat bagaimana bisa ia mencari Amara mate nya yang sekarang menghilang entah kemana, Amara sedang mengandung anak mereka Crystal, aku tahu itu! Amara sedang mengandung cucuku!! Keturunan Black Moon Pack!!!Β ". Ucap Clora menaikan nada diakhir kalimatnya.
"Aku mengerti ibu, tapi aku yakin masalah ini akan segera terselesaikan, percayalah padaku, Amara orang yang kuat, begitupun Mycle, Mycle adalah Alpha dari pack besar ibu, dan Amara adalah Mate nya, aku sangat yakin mereka bisa melewati ini semua". Ucap Crystal menenangkan.
Clora terdiam sejenak, yang diucapkan Crystal semua benar, Clora merasa malu dengan Crystal, ia mantan Luna di Black Moon Pack Ia juga ibu dari Alpha yang sekarang berjabat di Black Moon Pack yang terkenal akan Alpha nya yang kuat, Clora juga sudah berada disini dari puluhan tahun sebelumnya, harusnya ia sudah bisa lebih mengenal tentang masalah ini.
Clora memejamkan matanya sesaat, menyenderkan punggungnya pada sandaran kasur dikamarnya, memang sejak tadi ia hanya dikamar memikirkan Mycle yang sampai sekarang belum juga membuka matanya, ia sejak tadi selalu bersama Crystal, walaupun sesekali Diana menghampiri ibunya itu sekedar untuk memberinya makan dan minum, tetapi masih tidak berhasil.
Crystal memandang wajah cantik wanita baya didepan ya itu dari samping, dari wajahnya Crystal tahu kalau Clora sedang menahan emosi dan juga sedihnya, walaupun memang sejak tadi Clora menangis, tetapi ia tidak mengeluarkan emosi sedikitpun.
Cclekkk
Tiba tiba saja pintu terbuka, menampilkan figur seorang wanita cantik yang mempunyai rambut sangat mirip dengan Clora, siapa lagi jika bukan Diana, wanita itu tersenyum kemudian mendekat, Clora yang belum menyadari kehadiran Diana anaknya itu masih setia memejamkan mata.
Saat sudah berdiri dekat kasur, Diana memberi isyarat kepada Crystal untuk bertukar tempat, Crystal yang mengerti pun langsung mengangkat bokongnya, membiarkan Diana duduk tepat disamping ibunya itu.
"Ibu?? ". Panggil Diana lembut, membuat Clora perlahan membuka matanya. Saat menoleh kesamping, dilihatnya anak perempuan pertamanya itu sedang tersenyum manis seperti tidak ada masalah.
Clora kembali membuang mukanya sambil berkata. "Aku masih tidak ingin makan dan minum Diana, biarkan aku sendiri terlebih dahulu".
"Hmmm tidak apa ibu, aku tidak memaksamu untuk tetap makan, aku hanya ingin memberitahu satu hal pada ibu yang pasti akan membuat ibu kembali tersenyum". Ucap Diana menarik perhatian Clora untuk kembali menoleh kepada anaknya itu.
"Apa?? Satu hal apa?? ". Tanya Clora penasaran.
" Tetapi kau harus berjanji kepadaku, setelah kau menerima kabar ini, kau harus segera makan dan minun, janji?? ". Tanya Diana membuat Clora terdiam sejenak kemudian mengangguk kecil membuat Diana tersenyum senang.
"Mycle sudah sadar ibu". Ucap Diana memberikan efek yang 180Β° membuat Clora berubah dari sebelumnya, wanita baya itu tersenyum senang sambil mengeluarkan kembali cairan bening dari dalam matanya.
----------
πππ
-----------
Sebelum Mycle sadar.
Ruangan putih polos ini sedari tadi yang ia tempati tidak berubah membuatnya bingung harus berjalan kearah mana karna tidak ada tanda tanda pintu atau jendela disini, yang terlihat benar benar putih bersih.
Mycle sadar kalau ia sekarang bukanlah didunia nyata, melainkan dialam bawah sadarnya, karna yang ia ingat terakhir kali adalah dirinya yang tidak berdaya karna serangan bertubi tubi yang diberikan Bov kepadanya sehingga membuat kesadarannya pun menghilang.
Mycle mencoba untuk berjalan mengitari ruangan yang sebenarnya luas ini, tetapi percuma tidak ada apapun yang ia temukan disini, dirinya seperti berada ditempat dimensi yang sangat aneh.
Tapi tiba tiba saja suara seorang perempuan memanggilnya dengan sedikit berteriak, suara itu terdengar sangat jauh dari tempatnya berpijak. Mycle pun menolehkan kepalanya ke kanan dan kekiri, berharap menemukan perempuan pemilik suara itu, tapi nihil, yang ia lihat masih tetap sama, putih bersih yang polos tanpa ada apapun.
"Mycle?!! ". Teriak suara itu lagi, kali ini mulai mendekat, Mycle pun semakin frustasi mencari dimana figur perempuan yang memanggilnya tetapi tetap sama sekali tidak ada siapapun disekitarnya, ia mengacak acak rambutnya kesal.
" Siapa kau?? Mengapa kau tidak terlihat??!! ". Teriak Mycle dan membuat keadaan kembali hening, suaranya seakan lenyap dalam waktu sedetik. Suara perempuan yang memanggilnya pun berhenti.
Mycle mengusap wajahnya kasar, ia harus apa sekarang, mengapa harus seperi ini?? Untuk diusahakan kembali ke dunia nyata pun susah, ia sudah mencoba beberapa kali untuk membuka matanya kembali tetapi hasilnya tetap sama, tidak bisa.
"Mycle?? ".
Merasa namanya kembali dipanggil Mycle pun menolehkan kepalanya kebelakang, dan disana terdapat seorang wanita cantik berdiri dengan menggunakan dress berwarna putih bersih selutut, rambut coklat panjangnya tergerai hingga pinggang, wajahnya tepoles make up natural yang sangat cantik. Gadis itu berkilauan, membuat siapa pun yang melihatnya akan berbinar, sama seperti Mycle sekarang, matanya tidak lepas pada sosok perempuan cantik itu.
"Mycle?? Mendekatlah, aku merindukanmu". Ucap wanita itu lagi kali ini dengan air mata yang baru saja keluar jatuh melalui pipi mulusnya. Mycle tersadar kemudian mengerjapkan matanya berkali kali, mengerutkan keningnya bingung.
" Siapa kau?? ". Tanya nya kepada wanita didepannya itu yang masih setia tersenyum kearahnya.
" Apa kau masih tidak ingat denganku Mycle?? ". Tanya Amara dengan raut wajah yang sedih saat mengetahui pria didepannya ini masih tidak mengingatnya.
Iris mata abu itu memandang lekat mata indah berwarna biru laut didepannya.
Amara kembali mengeluarkan cairan bening dari matanya, tetapi dengan cepat ia mengusapnya kembali, hatinya merasa hangat saat kembali menatap kembali wajah tampan pria didepannya itu dengan sedekat ini.
Mycle masih memandang Amara bingung, ia memang tidak mengenal siapa wanita didepannya ini, wanita itu memany begitu tidak mengasingkan, tetapi ia masih tetap tidak mengingat siapa Amara.
Tangan nya tiba tiba saja terangkat dan mendarat dengan sangat halus di pipi mulus milik Amara, Amara terlihat sangat nyaman dengan sentuhan Mycle pada pipinya, ia memejamkan mata untuk menikmati sentuhan lembut oleh pria yang dicintainya, untuk sesaat kemudian ia kembali membuka matanya, menatap lekat mata biru laut yang sangat indah itu.
"Aku mate mu Mycle". Ucap Amara tersenyum manis, kemudian mulai mendekatkan wajahnya pada Mycle, semakin dekat sehingga hidung mancung mereka kini bersentuhan, disusul dengan bibir mereka yang juga bersentuhan, keduanya saling memejamkan mata.
Tiba tiba saja bayangan itu kembali menghampiri Mycle, mulai dari ia pertama kali bertemu dengan gadis itu, membawanya makan malam, menemukanya saat berlumuran darah kemudian menolongnya, menunggunya dirumah sakit, mengklaimnya sebagai miliknya, mengklaim sebagai mate nya, dan sampai wanita iblis itu datang dan menghancurkan semuanya.
Mycle membuka matanya lebar. Ia terkejut ketika bayangan itu tiba tiba saja menghilang, ia ingat semua ini, ia kembali mengingat semuanya.
Tapi tiba tiba saja ia tersadar.
Deg..
Gadis didepan ya kini tidak ada, Amara menghilang.
Cairan bening itu kini berhasil lolos dari mata indah berwarna biru laut itu.
------------
πππ
-----------
"Amara?!!!! ". Suara teriakan itu memenuhi ruangan serba putih bernuansa klasik dengan berbau obat obatan ini, membuat orang yang berada disana pun terkejut bukan main.
Bov yang sejak tadi memang menunggu putranya itu yang belum sadarkan diri kini langsung berdiri tegak dari tempat duduknya, ia berjalan mendekat kearah bangkar Mycle.
Tidak hanya Bov, Darvin, Darco dan beberapa Warrior yang terjaga disana pun terkejut dan segera mendekat kearah Mycle yang sudah duduk tegak.
Matanya menoleh keseluruh penjuru ruangan, mengamati semua yang ada disini, bau obat obatan langsung menyeruak masuk ke indra penciuman nya. Ruangan serba putih ini, ia bisa menebak ada dimana dirinya sekarang.
"Mycle? ". Panggil Bov menegang pelan pundak anaknya itu, Mycle yang merasa di panggil pun menoleh.
"Ayah?? Mengapa aku bisa ada disini?? Apa yang terjadi?? ". Tanya Mycle membuat semua yang ada disana pun saling melempar tatap bingung dengan pertanyaan Mycle. Belum sempat Bov menjawab, pintu ruangan kamar Mycle dirawat itupun terbuka, menampilkan sosok wanita cantik menggunakan kacamata dan Jaz serba putih yang diyakini adalah dokter, ternyata setelah mengetahui kesadaran Mycle, salah satu warrior pun memanggil sangat dokter untuk segera datang.
Mycle yang melihat kedatangan dokter itupun hanya menatapnya bingung, sebenarnya apa yang terjadi padanya?? Mengapa ia bisa ada dirumah sakit? Dan dimana Amara?? Ah Mycle sungguh sudah tidak bisa mengingat apapun, kepalanya benar benar pening sekarang, otaknya terasa seperti keluar dari tempat.
"Bagaimana keadaannya dokter?? ". Tanya Bov saat dokter itu baru saja selesai memeriksa Mycle yang baru sadar itu.
"Maaf Alpha, apa kita bisa berbicara empat mata saja?? Ada yang harus saya bicarakan kepada Anda penting, tentang Alpha Mycle". Ucap Dokter bernama Zara itu, mengerti degan ucapan Zara, Bov pun mengangguk setuju kemudian keluar ruangan terlebih dahulu. Sebelum benar benar keluar tiba tiba saja seorang wanita cantik datang masuk kedalam ruangan rawat Mycle itu, ya itu Diana.
"Ayah?? Bagaimana Mycle??". Tanya Diana kepada Bov saat tidak sengaja bertemu dengan ayahnya itu diambang pintu dengan seorang wanita ber Jaz putih yang ia ketahui adalah dokter rumah sakit khusus kaum werewolf ini. Sebenarnya para kaum werewolf biasa memanggil rumah sakit ini adalah Corfu yang artinya perawatan.
"Dia baru saja sadar Diana". Ucap Bov tenang membuat Diana menyunggingkan senyum senang mendengar kabar gembira itu.
"Benarkah ayah?? Oh Tuhan, aku akan beritahu ibu". Ucap Diana membuat Bov tersenyum senang dan mengangguk menyetujukan ucapan Diana. Setelah itu Diana melesat pergi untuk menemui ibunya yang sekarang mungkin masih dengan keadaan sama, yaitu bersedih.
------------
πππ
------------
Cleekkk...
Suara pintu terbuka itu kembali terdengar, membuat semua yang berada didalam pun menoleh, dan munculah 3 sosok perempuan cantik dari sana, Clora, Diana dan Crystal.
Clora tersenyum bahagia melihat Mycle yang kini sedang menatapnya, wajahnya terlihat lebih hidup dari sebelumnya, hanya saja yang membuatnya terihat berbeda adalah beberapa bulu bulu kecil yang tumbuh disekitar rahang kokoh anak laki lakinya itu.
Clora dan Diana mendekat kearah Mycle dengan senyum manis yang masih terukir diwajah cantik mereka, sedangkan Crystal berjalan menuju Darvin yang berdiri tepat disebelah kiri bangkar Mycle.
"Terimakasih sudah bantu menenangkan Luna sayang". Bisik Darvin tepat ditelinga Crystal membuat wanita itu menggeliat geli, Darvin yang melihat itupun hanya terkekeh kecil.
"Mycle?? Ya Tuhan, syukurlah kau sudah sadar nak". Ucap Clora sambil mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Mycle yang ditumbuhi beberapa rambut tipis.
Clora masih tersenyum, merasa sangat bersyukur karna doa doanya sejak tadi terkabulkan, ia sudah sangat frustasi dengan ketidak sasaran Mycle, belum hilang kesedihannya akan kehilangan Amara, ia tidak ingin menambah kesedihan dengan menyaksikan anaknya ini tidak sadarkan diri. Tetapi syukurlah karna sekarang anak laki lakinya itu sudah kembali membuka matanya.
Mycle memandang Clora dan Diana bergantian, kemudian kearah Crystal yang berada disamping kirinya dengan Darvin yang juga menatapnya tersenyum. Ia bingung dengan keadaan ini, mengapa semua orang terlihat senang sekali?? Dia tidak mengerti soal itu, tapi yang ingin ia tahu sekarang adalah, dimana Amara?? Dimana Mate nya??
"Ibu?? ". Panggil Mycle tiba tiba membuat Clora menaikan kedua alisnya sambil menjawab. " Iya? ".
" Dimana Amara?? Mengapa sejak tadi aku tidak melihatnya?? Dimana wanitaku?? ". Tanya Mycle dengan wajah yang sudah sedikit geram, yang ia butuhkan saat ini adalah Amara ia sangat khawatir dengan mimpinya beberapa menit yang lalu, gadis yang ia cintai itu menghilang begitu saja saat sedang berciuman denganya, dan untunglah itu hanya dibawah alam sadarnya, dan sekarang ia ingin melihat wajah cantik gadisnya itu dan memastikan bahwa gadis itu baik baik saja.
Pertanyaan Mycle baru saja berhasil membuat Clora membeku ditempat, mulutnya terasa kelu untuk mengucapkan sesuatu, tidak hanya Clora, Diana, Crystal dan juga Darvin pun merasakan hal yang sama, mereka khawatir menjawab pertanyaan Mycle barusan. Kini Mycle sudah kembali sepenuhnya menjadi Mycle sebelumnya, Clora yakin itu, dan jika Mycle tahu Amara menghilang, bisa dipastikan detik itu juga kemarahan anak laki lakinya itu akan naik pitam.
"Mengapa kau diam ibu?? Dimana Amara?? Apa dia sedang ada diistana? Mengapa ia tidak menungguku kalau ia tahu aku sedang sakit??". Tanya Mycle lagi semakin bingung degan semua ini, ia sendiri saja tidak tahu dengan apa yang terjadi sebelumnya sehingga mengakibatkan dirinya berada disini, dan sekarang Amara, tadinya itu entah ada dimana.
Hening. Clora masih tidak menjawab pertanyaan Mycle, dan itu membuat Mycle merasa frustasi, tapi tiba tiba saja suara yang merasuki kepalanya membuatnya merasakan kesakitan yang teramat dalam.
"KAU BODOH MAKE KAU BODOH!!! ". Teriak suara itu didalam fikiranya, Mycle sudah tahu siapa pemilik suara tersebut, tidak lain adah Alex, serigala hitam menyebalkan itu.
"Apa maksudmu Alex?? Kenapa kau datang datang meneriaki ku bodoh??! Darimana saja kau?? Seharusnya aku yang marah kepadamu!! ".
"KAU YANG BODOH MYCLE, apa kau tahu??!! Amara!! Mate kita, dia menghilang!! Dan itu semua karena ulah kau!! Kau itu sangat teramat bodoh, kau sangat bodoh karna sudah mudah terpengaruhi sihir jahat wanita jelek itu!! Kau sudah bodoh karna mau menuruti apa semua yang keluar dari mulut wanita iblis itu!! Asal kau tahu! Aku menghilang karena sihir bodohnya itu, dia telah menyekap ku di dimensi lain dalam tubuhmu, dia membuatku tidak bisa berbicara sedikitpun untuk menyadarkanmu, begitupun dengan Cara, wolf Amara, ia pun ikut dalam sihir jahat wanita iblis itu karena ia mau menolongku!! Dan ini semua karena kecerobohanmu Make!!! ".
Mycle terdiam, mencerna baik baik perkataan Alex barusan, mencoba untuk menangkap setiap kata yang Alex ucapkan kepadanya, dan setelah merasa mengerti dengan semuanya, Mycle pun membulatkan matanya lebar lebar, membuat Clora, Diana, Crystal dan juga Darvin bingung melihat perubahan raut wajah Mycle.
"MENGAPA UNTUK MENGATAKAN ITU SEMUA SAJA KALIAN SUSAH SEKALI?!! ". Teriak Mycle tiba tiba membuat Clora dan yang lainya terkejut bukan main, suara berat pria itu menggelegar ke isi ruangan rapatnya, Clora kembali menumpahkan air matanya, ia sudah mengerti mengapa Mycle semarah ini sekarang, rupanya anak itu sudah tahu akan keadaan nya sekarang.
"MENGAPA KALIAN TIDAK MEMBERITAHUKU KALAU MATE KU MENGHILANG, HUH?!!". Teriak Mycle lagi membuat Bov dan Zara yang sedang diambang pintu itupun terkejut dan segera masuk kedalam untuk melihat keadaan Mycle.
Semua mata kini menoleh kepada Bov dan juga Zara yang baru saja datang, bingung melihat keadaan Clora yang menangis dipelukan Diana dan juga Mycle yang sudah berdiri dari kasurnya dengan wajah merah dan urat urat yang menonjol pada wajah dan juga leher pria itu.
Bov berjalan mendekat kearah Mycle dan akan segera menyentuh pundak anaknya itu, tapi dengan cepat Mycle menepis kasar tangan Bov, ia sudah sangat berapi api sekarang, yang ia fikirkan saat ini adalah Amara, gadisnya itu menghilang, mengetahui Cara wolf Amara masih dalam sihir wanita iblis itu tidak mungkin Amara bisa berganti shift untuk melawan siapa pun yang mengganggunya. Dan itu membuat Mycle bertambah khawatir dengan gadisnya sekarang.
"Tenanglah Mycle, ayah sudah menyuruh ratusan warrior untuk mencari Amara, kita tidak akan tinggal diam, jadi kumohon kau tenanglah, kita bisa mencarinya pelan pelan". Ucap Bov mencoba menenangkan Mycle yang kini sudah mendidih.
Mycle memandang tajam Bov, tapi kemudian tatapannya melemah, dia menundukan kepalanya dalam dalam, merutuki dirinya yang bodoh karna sudah membiarkan Amara pergi begitu saja, ia tidak tahu apa yang sudah ia perbuat kepada gadis yang dicintainya itu sampai membuatnya menghilang, yang pasti ia tidak akan pernah bisa memaafkan kan dirinya sendiri kalau terjadi apa apa dengan Amara.
Tiba tiba saja Mycle dengan cepat berlari keluar dari Corfu itu, Clora yang melihat itupun seketika panik dan semakin histeris.
"Bov kumohon kejarlah Mycle!!! Jangan biarkan sesuatu terjadi kepadanya!! Ia sedang dalam keadaan tidak baik, aku tidak ingin sampai terjadi sesuatu kepadanya lagi". Teriak Clora tiba tiba masih sambil menangis, Diana juga masih setia mengelus lembut punggung ibunya itu, ia pun tidak bisa melakukan apapun sekarang, ia ingin berganti shift dengan serigala nya tetapi tidak bisa, dia saat saat seperti ini ia harus terus berada dekat dengan Clora.
"Aku akan mengejarnya sayang, kau tenanglah"m ucap Bov lembut kemudian matanya beralih kearah Diana. " Diana, ayah minta kau bawa ibumu ke istana sekarang bersma Crystal, beberapa warrior akan mengiringi kalian hingga sampai istana, ayah, Darvin dan juga Darco akan mengejar Mycle". Ucap Bov yang dijawab anggukan cepat oleh Diana.
---------
πππ
---------
Saat sudah diluar Corfu dan mulai memasuki hutan, Mycle pun dengan cepat meminta untuk bertukar shift dengan Alex, dan dengan senang hati pun Alex menurutinya, walaupun ia masih kecewa dan emosi terhadap Mycle, tetapi ia juga butuh ketenangan dengan berlari bebas dihutan yang indah dengan keadaan langit yang sudah berubah menjadi oren pertanda sebentar lagi matahari akan tenggelam dan langit berganti menjadi gelap.
Alex, serigala hitam itu berlari kencang sambil sesekali mengaung kencang memanggil manggil nama seseorang yang dicarinya, yaitu Amara, tetapi tidak ada jawaban, yang ada hanyalah suara burung bersahutan.
Mata serigala hitam itu kini berubah menjadi warna hitam pekat yang menyeramkan, tetapi dibalik mata seramnya itu, terdapat kesedihan yang mendalam saat ini, tidak ada yang tahu, kalau mata itu tiba tiba saja mengeluarkan cairan bening yang terhempas bersama angin.
"Maafkan aku sayang, maaf kan aku, maafkan aku Amara!! Kumohon, kembalilah, kumohon!"
---------
πππ
----------
Bisa kalian bayangin gimana kalau baby Mycle dan Amara lahir?? Terus Mycle bakal ngegendong anak mereka, pasti lucu ya wkwkwkwkππ
Udah ahh, see u next part gaissππ