
🎶Two Ghosts-Harry Styles🎶
Author Pov.
Suara pintu kayu itu terdengar terbuka membuat orang yang berada didalam menoleh dan berencana ingin memarahinya karena telah masuk sembarangan tanpa mengetuk pintu ruang pribadinya terlebih dahulu, tapi niatnya itu ter urungkan saat melihat siapa yang ada dibalik pintu, ternyata istrinya, Clora.
Clora berjalan kearah suaminya itu yang sedang duduk di depan meja besarnya dengan lampu yang sengaja dinyalakan remang remang, entah apa maksudnya Clora pun tidak tahu.
"Kau belum tidur sayang?? ". Tanya Bov merengkuh pinggang Clora saat istrinya itu berdiri tepat disampingnya.
"Mengapa kau bersikap sangat datar kepada anak dan mantu mu akhir akhir ini Bov?? Apa yang salah dari mereka?? ". Tanya Clora to the point. Memang sejak pristiwa hilangnya Mycle dan juga Amara, Bov lah orang yang paling terlihat sangat khawatir, tetapi saat dikabarkan Mycle dan Amara berhasil ditemukan entah mengapa mantan Alpha Black Moon Pack itu berubah menjadi lebih datar tidak sehangat biasanya.
Bov diam tidak menjawab pertanyaan Clora barusan untuk beberapa saat, tangan yang melingkar erat diperut Clora melonggar dengan sendirinya tiba tiba, seperti tidak ada tenaga ditangan itu. Clora hanya menatap serius wajah tampan suaminya itu yang sudah di penuhi dengan bulu bulu halus diranhang kokohnya, diumur Bov yang sudah memasuki kepala 4,tidak membuat kadar ketampanannya berkurang, bahkan ia terlihat lebih matang dan itu membuat Clora semakin hari semakin jatuh hati kepada suaminya itu.
Bukanya menjawab pertanyaan istrinya justru Bov tiba tiba saja berdiri dan berjalan kearah saklar lampu diruangan kerjanya itu, menyalakan lampu nya sehingga ruangan pribadinya terlihat lebih terang, terlihat jelas Clora yang masih berdiri sambil memperhatikan Bov yang berjalan kearahnya.
"Kenapa kau nyalakan lampunya?? ". Tanya Clora polos membuat Bov terkekeh kecil dan tersenyum nakal.
" Jadi aku suka rmang remang seperti tadi ya?? ". Tanya Bov membuat Clora tersipu malu.
"Kau dengar itu, serigala mu saja mengakui kalau kau memang tadi menginginkan sesuatu kan?? ". Goda Bov lagi membuat Clora mencubit gemas perut keras Bov dengan sekuat tenaganya, tapi tetap saja itu tidak menimbulkan efek apapun buat pria baya yang masih terlihat tampan itu.
" Kau ini ya!! Sudah... Tidak usah mengalihkan topik pembicaraan, aku kan sebelumnya bertanya kepadamu, kenapa tidak kau jawab?? ". Tanya Clora membuat wajah Bov kembali terlihat datar dari sebelumnya yang tersenyum.
" Aku tidak bersikap se datar itu kepada Mycle dan juga Amara". Ucap Bov dan kembali duduk dikursi kerjanya sambil membuka beberapa kertas yang sudah usang, kertas dengan warna yang sudah kekuningan seperti sudah bertahun tahun lamanya.
Terlihat beberapa tulisan kuno disana, Clora mengerutkan keningnya bingung, buku apa yang sedang suaminya buka itu??.
"Buku apa itu Bov?? ". Tanya Clora penasaran.
Bov menoleh dan tersenyum.
" Ini buku peninggalan nenek moyang kami sayang". Jawab nya lembut.
"Peninggalan nenek moyang?? Apa ada hubungannya dengan kaum kami?? ".
" Hmmm, tentu saja, buku ini sudah beberapa kali berpindah pindah tangan dari ratusan tahun yang lalu". Ucap Bov membuat Clora bertambah bingung.
"Kenapa buku itu bisa ada ditanganmu?? ". Tanya Clora lagi yang tiba tiba saja menjadi penasaran tentang buku kuno itu, pasalnya selama bersama Bov bertahun tahun lamanya ia tidak pernah melihat buku itu di istana ini, ia juga tiba tiba saja lupa dengan topik awalnya yang menanyakan sifat datar suaminya itu.
"Buku ini adalah buku yang sangat sangat diinginkan oleh kaum kaum serigala jahat diluar sana, buku ini adalah penyebab nya permusuhan antara kaum serigala dan vampire, sebelum ketemunya kaca Garden Moon, buku ini lah yang sebenarnya sedang mereka cari cari". Jelas Bov panjang lebar.
"Mereka siapa?? ".
"Anak buah Athena, yang sampai sekarang entah berada dimana, kau ingat saat kau hampir saja kehilangan nyawamu dan Diana saat tiba tiba ada kuda bersayap dan bertanduk membawa kalian?? ". Tanya Bov yang dijawab anggukan oleh Clora.
" Itu adalah para utusan Athena yang ia panggil dari lubang Zeus, tapi untung saja lubang itu sudah di tutup oleh penjaganya, dan Athena, dia entah berada dimana sekarang, kuharap ia sudah musnah". Jelas Bov membuat Clora bergidik ngeri.
"Kalau Athena kembali dan menghancurkan kaum serigala termasuk kita bagaimana Bov?? ". Tanya Clora yang entah mengapa berfikiran seperti itu.
" Ssssttt sayang, apapun yang terjadi denganmu atau dengan kita, percayalah aku akan selalu berada didekatmu". Ucap Bov lembut dan memeluk istrinya itu dengan penuh sayang.
*********
Mycle kembali menghela nafas panjang, tugas tugas yang dikirim dari perusahaan nya ini begitu menumpuk, saat ia ingin bersenang senang dengan Amara mate nya malam ini, tiba tiba saja Darvin beta nya itu mndlink nya dan memberi tahu kalau ia harus menyelesaikan beberapa file yang tertunda semenjak dirinya kembali menetap di istana.
Ia pun ingin sekali rasanya marah, tapi mau bagaimana lagi?? Ini juga sudah tugasnya, Clora pernah berkata kepadanya kalau nanti ia menjadi Alpha tugas tugasnya itu memang bertambah berat dan ia harus siap menerimanya, dan benar saja yang ibunya itu katakan, meskipun menjadi Alpha ia juga harus tetap melaksanakan tugasnya menjadi CEO di perusahaan ayahnya. Oh dia merasa bersalah sekali kepada Amaranya itu.
"Sekali lagi maafkan aku sayang". Batin nya lagi entah sudah yang keberapa kali ia mengucapkan maaf didalam hatinya.
Saat ingin meluangkan waktu bersama dengan Amara ia selalu saja mendapat halangan entah apapun itu yang membuatnya tidak bisa selalu berlama lama dengan Amara akhir akhir ini, padahal sebelumnya tidak pernah sesibuk ini.
Tokkk tokk tokk
Suara ketukan pintu menyadarkanya, ia mengangkat kepalanya menoleh dan pintu pun terbuka, ternyata orang dibalik pintu itu adalah maid istana nya, yaitu Alice.
"Maaf Alpha aku mengganggu mu". Ucap Alice lembut sambil menunduk.
" Ada apa?? ". Tanya Mycle datar.
" Luna Amara menyuruhku untuk kesini dan menanyakan kepada Alpha, Alpha ingin dibuatkan sesuatu karna Luna Amara tahu Alpha akan berlembur malam ini". Jawab Maid itu sambil masih menundukan kepalanya.
"Kenapa tidak gadisku saja yang keruangan ku?? Kemana dia?? ".
" Aku ingin dia saja yang kesini, beritahu dia aku memanggilnya, kau boleh pergi". Ucap Mycle datar dan kembali menoleh ke laptop didepanya.
"Baik Alpha". Jawab Maid itu dan pergi meninggalkan ruangan kerja Mycle.
Setelah kepergian Alice Mycle berjalan kearah lemari besar yang ada didalam ruangan kerjanya ini, lemari itu berisikan berbagai macam pajangan antik, disana juga terdapat berkas berkas juga beberapa fotonya dan juga foto tadinya Amara saat pertama kali ia mencari tahu tentang asal usul gadisnya itu menggunakan foto tersebut.

Didalam foto itu Amara gadisnya terlihat sangat cantik, wajah polosnya sangat membuatnya ingin sekali mengklaimnya saat itu juga, mata hijau keabuanya sangat teduh bila dilihat terus menerus, ia sangat bersyukur kepada Dewi Bulan karna sudah memberikannya mate se cantik dan se indah Amara.
Tapi entah mengapa akhir akhir ini ia kurang merasakan kenyamanan berada di dekat gadisnya itu, bukan, bukan ia sudah bosan, ia hanya merasa berbeda, apa karna akhir akhir ini ia banyak memikirkan sesuatu?? Hehh entahlah itu Mycle tidak mau memusingkanya, yang terpenting Amara bersamanya, itu lebih dari cukup.
********
Setelah keluar dari ruangan pribadi suaminya, Flora berjalan menuju tangga berniat untuk kembali ke kamarnya, tapi saat akan menaiki tangga ia melihat ada seseorang yang baru saja lewat dan berjalan cepat kearah belakang istana, awalnya Clora tidak ingin memikirkannya, mungkin saja itu Omega yang berlalu lalang untuk membersihkan istana, tetapi firasatnya berbeda, ia semakin penasaran, kemudian ia urungkan niatnya untuk kembali ke kamar, ia mengikuti arah jalan wanita yang sudah hilang ini entah kemana.
Clora melewati lorong istana yang sepi, lorong ini akan membawanya kebelakang istana, disana memang tidak ada Warrior yang berjaga karna disana adalah tempat para maid istana dan Omega lainya tinggal, sebenarnya untuk apa juga ia kesana, tidak akan ada apa apa malam malam begini, tetapi rasa penasaran itu seolah mendobrak nobrak ingin tahu.
Saat sudah sampai dibelakang istana Clora berhenti, memperhatikan sekitarnya, sepi, itu lah yang ia lihat, tidak ada orang sama sekali disini, apa yang ia lihat tadi hanya halusinasinya saja?? Ya mungkin gak begitu, tapi saat akan membalikan badan kembali kedalam langkahnya terhenti saat mendengar suara seseorang yang berbicara.
"Bagaimana ini kak?? Bagaimana bisa wanita itu masih hidup??!! Kau ini bagaimana??! Bukan kah sudah ku suruh kalian untuk membunuh saja wanita itu, bahkan kalau bisa kalian serahkan wanita itu pada rogue rogue buas diluar sana, tapi mengapa ia masih hidup juga??!!!! Kalo wanita itu masih hidup, rencana kita 100% akan gagal!! ". Ucap perempuan itu emosi, suaranya seperti bisikan namun dapat terdengar jelas di kedua telinga Clora, saat Clora mendekat, tidak sengaja dirinya menginjak salah satu daun kering yang mengakibatkan suara dari daun utu terdengar cukup kencang.
Clora sedikit panik, tapi saat ingin berbalik dan melangkah ke dalam istana tiba tiba munculkan seorang perempuan didepannya.
"Ibu?? ".
" Amara?? ".
" Ibu sedang apa disini??! ". Tanya Amara sedikit meninggikan suaranya.
" Kau habis berbicara kepada siapa Amara?? Apa yang kau rencanakan?? Aku mendengar semuanya!! ". Ucap Clora menekan semua kalimatnya, wajahnya pun terlihat seperti marah, tidak biasanya Clora menunjukan sifatnya ini kepada orang yang ia sayang, Amara adalah mate dari anaknya, Amara juga lah yang sekarang menempati posisi lamanya sebagai Luna, maka dari itu ia sangat menyayangi Amara seperti anaknya sendiri, tapi kali ini entah mengapa ia emosi dan berhasil membentak Amara.
" Aku tidak berbicara dengan siapa siapa, aku disini hanya mencari udara segar, aku merasa bosan dikamar ibu". Jawab Amara dengan nada yang tidak bisa dijelaskan, Clora masih ragu dengan jawaban Amara, sekarang ia merasakan tidak ada yang benar disini, ia merasakan sesuatu yang berbeda didekat Amara sekarang.
"Kau bukan Amara! ". Ucapnya Tiba tiba dengan sangat menekan membuat Amara menatap tajam Clora, dan detik itu juga Clora berhasil melihat nata Amara yang berubah menjadi merah tiba tiba.
"Apa maksudmu bu?? Aku ini Amara! Bagaimana kau bisa ngomong seperti itu kepadaku?? ". Tanya Amara nadanya merendah tetapi ada pena kanan di kalimat 'Aku ini Amara! '. Itu bisa dirasakan Clora dengan jelas.
" Kau-". Ucapan Clora terhenti saat ada suara berat seorang pria dari arah pintu yang menghubungkan antara lorong dan halaman belakang istana.
"Sedang apa kalian ada disini? ".
"Mycle?? ".
******
BACA!!
Yeayy Update lagiii😜🤗💕
Hmm kira kira gimana ya tuh Clora udah tau kalau itu bukan Amara yang ia kenal?? Penasaran ga??.
Wkwkwkwk
Aku udah up cepat nihh....
Seneng ga?? Seneng dong pastinya wkwkwkw, partnya kependekan ga si?? Pendek ya?? Wkwkwk yaudah gapapa lah, tapi kali ini aku bakal up cepat, setelah ini di publish besok aku bakal publish lagi next partnya yeayyy wkwkwk.
Tapi kalian pada setuju ga nih?? Kalo publish nya cuma berselang satu hari doang?? Atau mau minggu depan lagi aja kaya biasanya?? Gimana?? Comment ya kalau setuju🙏
Kalo gaada yang comment terpaksa deh aku next partnya minggu depan:(
Makanya jangan lupa comment dan vote part ini yaaa, comment sebanyak banyak nyaaa!!!
AKU TUNGGU COMMENT KALIAN KALIAN PARA READERS KU TERCINTAH💕💕
Bonus Pic dari aku🤗❤

See u next part all ❤❤