
(**Budayakan vote terlebih dahulu sebelum membaca)
🎶Lady Gaga-II'i Never Love Again🎶
MOHON BACA!
Ps: aku udh nunggu spam comment kalian di partai sebelumnya, dan aku sedikit kecewa karena cuma 9 yang comment dari 200 lebih org pembaca, aku mohon comment sebanyak banyaknya karena aku butuh itu banget buat nyelesaiin cerita ini, makasih**:)
🖤🖤🖤🖤
Pertarungan itupun terjadi, Clora kini menyaksikan bagaimana dua pria yang disayanginya itu sedang berjuang untuk melindungi istananya, Clora hanya bisa menangis berharap tidak akan terjadi apapun pada Mycle dan juga Bov suaminya, beruntung disisinya kini terdapat Diana dan juga Crystal, dua wanita itu berusaha menenangkanya walau sebenarnya Crystal sama takutnya terjadi apa apa dengan Darvin diluar sana.
Clora menggigit bibir bawahnya saat melihat Mycle yang terhempas kebelakang akibat serangan sayap besar hewan seperti kelelawar itu.
"Ya Tuhan, kumohon lindungilah mereka". Batin Clora berteriak.
Alex, serigala hitam itu kembali bangkit dan berlari kencang kearah hewan jelek yang membuatnya terhempas jauh, itu curang, hewan besar itu menyerangnya ketika ia sedang fokus dengan yang lain, Alex berlari kemudian melompat setinggi mungkin untuk menggapai hewan yang berusaha terbang itu.
Ketika dapat mangsanya, Alex segera bertukar posisi sehingga hewan besar itu berada dibawahnya, kuku tajamnya dengan cepat merobek sayap hewan tersebut sehingga mengeluarkan darah segar berwarna hitam, hewan itu meringis kesakitan, namun Alex sama sekali tidak beri rasa ampun, saat akan mencabik habis habisan hewan didepannya, ia mendengar sesuatu membuat kegiatannya itupun terhenti.
"Bunuhlah aku Make!!".
Dalam tubuh Alex, Mycle merasa bingung mendengar suara itu yang entah datang dari mana, ia menatap tajam hewan yang warnanya sama dengan Alex itu, hewan itu juga menatapnya tajam dengan iris mata merahnya.
"Aku lah yang berbicara kepadamu bodoh!! ". Mycle terkejut, ternyata suara yang didengarnya ini berasal dari hewan yang berada dibawahnya, hewan itu masih menatapnya tajam.
"Bunuhlah aku!! Dengan begitu aku tidak akan melakukan penghianatan oleh ratu ku!! ".
Mycle mengerutkan keningnya bingung, apa maksud hewan jelek itu.
" Apa maksudmu?? Dan hewan jenis apa kau?? Mengapa kau bisa berbicara?? Apa mereka yang sejenis denganmu juga bisa berbicara?? ". Tanya Mycle.
Hewan itu tersenyum.
"Hahahaha dasar bodoh!! Aku ini siluman, mereka bukan sejenis denganku, aku sebenarnya adalah manusia, tapi ratu ku mengutuku jadi seperti ini, dan itu karena mu Make!! Karenamu!! ".
Mycle semakin bertambah bingung sekarang, ia berfikir keras apa maksud omongan hewan itu, ia seperti orang gila sekarang, benarkan hewan seperti ini bisa berbicara??
" Alpha!! Mengapa kau melamun??! Berbahaya Alpha, berkonsentrasi lah!! ". Teriak Darvin melalui mmdlink.
Mycle tersadar, ia kembali menoleh kepada hewan yang masih ditahannya dibawah, ia menoleh kepada beberapa warrior penjaga nya, dan mmdlink mereka untuk segera mendekat.
" Bawa hewan yang terluka itu kedalam sel istana! ". Suruh Mycle sambil menyerahkan hewan yang sayapnya terluka karena kukunya tadi. Para warrior itupun mengangguk nurut dan segera menyeret hewan besar berwarna hitam tersebut kearah sel istana yang terletak dibawah sangat sangat bawah tanah.
Mycle kembali menoleh kebelakang nya, disana masih terlihat beberapa warrior nya Bov dan juga Darvin sedang berusaha melawan hewan seperti kelelawar itu yang kini jumlahnya semakin mendikit.
"Darvin? Aku akan pergi sebentar,masalah hewan hewan besar ini kuserahkan padamu,ada urusan yang lebih penting untuk ku urus saat ini". Ucap Mycle pada Darvin melalui mndlink. Kemudian setelah mndlink Darvin Mycle pun berlari kembali kedalam istana.
Setelah berganti shift kembali dengan Alex Mycle kini menggunakan pakaian biasanya, dan mulai berjalan kearah sel istana dimana ia menyuruh para warrior nya untuk mengurung salah satu hewan yang ia buat sayapnya terluka itu.
Menuruni beberapa anak tangga kini Mycle sudah sampai tepat didepan pintu menuju ruangan sel bawah tanah, disana sudah terdapat kurang lebih 50 warrior yang berjaga, dan didalam sekitar 15 yang berjaga.
Mycle mulai membuka pintu dan melangkahkan kakinya kedalam, beberapa warrior yang menyadari kehadiran pun menuduk beri hormat, Mycle mulai mendekat kearah sel dimana terdapat hewan besar bersayap itu yang kini terbaring lemah.
Mycle menatap hewan itu tajam.
"Hewan apa kau sebenarnya?? Apa tujuanmu menyerang istanaku??!". Ucap Mycle kepada hewan yang ada didepannya itu, beberapa warrior yang menyaksikan sedikit bingung, untuk apa Mycle berbicara kepada hewan yang hanya bisa mengeram sedari tadi??
"Sudah kubilang aku bukan hewan!! Berhenti menyebutku hewan!! ". Bentak hewan itu kepada Mycle, beberapa warrior yang melihat hewan besar itu memberontak seketika bersiap untuk mendekat, namun tangan Mycle yang terangkat membuat gerakan mereka tertahan.
" Tahan, aku akan menghadapinya". Ucap Mycle membuat warrior itu kembali berdiri tegap ditempat semula walau mereka akan tetap berjaga jika sesuatu terjadi pada Mycle.
"Kalau bukan hewan, apa wujudmu itu?? Jelas jelas kau ini seperti hewan yang menyeramkan!! ". Ucap Mycle lagi, para warrior semakin bertambah bingung melihat Mycle yang berbicara sendiri.
"Maaf Alpha, apa kau berbicara kepada hewan itu?? Apa ia bisa mengerti ucapanmu?? ". Ucap salah satu warrior membuat Mycle menoleh.
" Tentu, apa kalian tidak mendengar, sedari tadi hwan ini membalas ucapanku, lihatlah ia sedang menertawakanku". Ucap Mycle sambil menuju hewan yang ia lihat kini sedang terkekeh.
"Tetapi sedari tadi hewan jelek itu hanya menggeram tidak jelas Alpha". Ucap Warrior itu lagi membuat hewan besar itupun kembali memberontak.
"Heii enak saja warrior mu itu mengatai ku jelek!! Lihatlah, kalau dibandingkan dengan ku jelas dia sangat kalah!! ". Ucap hewan itu membuat Mycle terkekeh.
Lagi lagi para Warrior dibuat bingung dan aneh dengan sikap Mycle, apa Alpha nya ini sudah tidak waras? Yang benar saja mereka mempunyai pemimpin yang sudah gila seperti ini!
Mycle menoleh keseluruh warrior yang menatapnya bingung.
" Mengapa kalian menatapku seperti itu?? Kalian menganggapku gila huh??". Tanya Mycle mengangkat sebelah alisnya.
"Tidak Alpha, kami hanya bingung, kau berbicara kepada hewan itu, apakah ia mengerti apa yang kau ucapkan? Dan kau terus berbicara seakan ia membalas ucapanmu". Ucap salah satu warrior nya lagi.
"Hmmm, jadi disini hanya aku yang mengerti dengan ucapanya ya?? Kalian memang mungkin tidak melihatnya berbicara atau berekspresi, tetapi aku melihatnya, sunguh, ini nyata,dan aku meminta kalian untuk mengerti". Ucap Mycle membuat para warrior itu mengangguk dan membiarkan Mycle untuk melanjutkan kegiatannya.
Mycle kembali menatap hewan yang kini juga sedang menatapnya.
"Ternyata warrior warrior bodoh mu itu tidak bisa melihatku berbicara ya?? Hahahaha, sangat norak sekali". Ucap hewan itu sambil terkekeh.
"Diamlah kau, tidak usah mengurusi mereka, jawablah pertanyaanku sebelumnya, siapa kau ini sebenarnya?? Apa niatmu menyerang istanaku?? ". Tanya Mycle pada percakapan sebelumnya.
" Aku tidak bisa memberitahumu mengapa aku menyerang istanamu, dan yang perlu kau tahu, aku ini adalah manusia, aku berwujud seperti ini itu karena kutukan dari ratu ku". Ucap hewan itu membuat Mycle bingung.
"Siapa ratumu??! Mengapa kau tidak mau memberitahu ku mengapa kau menyerang istanaku?? Beritahu aku yang jelas!!".
" Aku tidak bisa memberitahumu lebih dalam,karena itu adalah privasi ratu ku,aku tidak ingin menghianatinya,bunuhlah aku sekarang!!dengan begitu aku bisa pergi bebas kembali ke alamku!!". Ucap hewan itu membuat Mycle mengerutkan keningnya bingung.
"Beritahu aku dengan jelas!!dengan begitu,aku akan membantumu untuk berubah kembali ke wujudmu sebelumnya". Ucap Mycle membuat hewan itu memandangnya tajam.
"Aku tidak percaya dengan ucapanmu Alpha bodoh!!".
"Peganglah janjiku!! Kau akan aman disini,tidak akan ada yang mengetahuinya selain aku dan warrior warrior ku,ratumu itu tidak akan menemuimu disini".
Hewan itu terdiam sesaat, kemudian mengangguk singkat membuat Mycle tersenyum senang karena penawarannya yang berhasil.
" Jadi.. Jelaskan siapa itu ratumu,dan alesanmu menyerang istanaku".
" Athena".
"Athena? ".
"Dia adalah ratu iblis yang terkutuk oleh dewi sihir hitam, ia manusia yang tidak sempurna karena hati jahatnya, ia dibuang dari dunia sihir karena dendamnya kepada dunia werewolf, dunia sihir dan dunia werewolf dahulu bersatu, tapi karena itu sihir pada Athena mati, ia tidak Terima dengan itu, dan ia menyangka itu ada hubungannya dengan kaum werewolf ". Jelas hewan itu membuat Mycle terdiam mendengarkan dengan serius.
" Oleh karena itu ia bersumpah akan memusnahkan semua kaum werewolf yang ada disini dengan sihirnya, tetapi dewi sihir hitam mencegahnya dan mencabut semua sihir yang ada pada tubuh Athena, dan pada saat itu Athena berubah menjadi iblis yang sangat jahat, ia sengaja mengincar para Luna, terlebih jika itu adalah Luna pendatang baru seperti mate mu Amara.".
Ketika mendengar nama gadis itu seketika mata Mycle berubah menjadi hitam pekat, ia kembali teringat akan gadisnya yang sekarang menghilang entah kemana.
"Tahu dari mana kau nama mate ku Amara??! Apa kau yang menculiknya?!!! ". Tanya Mycle mulai meninggikan suaranya.
" Tenanglah Make, aku mengetahui dimana mate mu itu berada, Amara sekarang sedang bersama Athena ratu ku, dia sedang mempersiapkan upacara Panathenaia yaitu upacara dimana Athena akan menyedot habis semua kekuatan yang ada pada tubuh Luna. Dan yang lebih parahnya Athena akan mengambil jantung Amara kali ini, karena ada satu nyawa yang harus ia hidupkan kembali".
Mendengar itu Mycle menggeram dan mengeluarkan urat urat pada tubuhnya, ia terlihat sangat marah sekali, terlihat dari wajahnya yang memerah, tubuhnya pun mengeluarkan asap yang begitu ngepul membuat para Warrior yang melihat itu khawatir dan bingung sekaligus.
"Alpha ada apa?? Mengapa kau seperti ini?? Apa yang diucapkan hewan itu?? ". Tanya kepala Warrior disitu. Mycle tidak menjawab, ia memandang tajam hewan didepanya.
" DIMANA RATUMU MEMBAWA MATE KU??!!! ". Teriak Mycle murka, ia benar benar sudah hilang kendali sekarang, mengingat ada anak mereka di perut gadisnya itu membuatnya semakin kalut, ia semakin tidak sabar akan mencabik habis habisan wanita iblis bernama Athena itu.
" Ratu ku membawa mate mu ke istana tua diujung bukit kawasan Bavarian, ia sengaja membawanya kesana agar kalian sedikit kesulitan untuk kesana, ia juga mengajak kerja sama beberapa vampire untuk menjaga sekitar kawasan, jadi kuharap kau lebih berhati hati".
Setelah itu Mycle dengan cepat berjalan keluar sel bawah tanah itu, beberapa warrior mengekor dibelakangnya dan sebagian tetap berjaga.
Hewan hitam itu tersenyum sinis melihat kepergian Mycle yang ber api api, rencananya berhasil dan tiba tiba saja ia melihat bayangan hitam mengitarinya.
"Kau berkhianat Dayren! ".
🖤🖤🖤🖤
Tawa itu semakin lama semakin mereda, bersamaan dengan langkahnya yang semakin mendekat membuat detak jantung yang dirasakan Amara sekarang semakin tidak normal, ia berusaha menahan rasa takutnya, siapapun yang melihatnya, pasti bisa menebak bagaimana takutnya ia sekarang.
Fana atau Athena... Wanita itu tersenyum menyeramkan kearahnya, rambut putihnya berterbangan karena angin sore yang masuk melalui celah celah diatas langit, Amara menundukan kepalanya dalam dalam, ia tidak berani terus menerus melihat wanita iblis didepan ya ini.
Athena mengangkat tangannya menyentuh bawah dagu Amara dan mengarahkan wajah gadis itu menatapnya.
"Kenapa Amara?? Kau takut hmm?? ". Tanya Athena masih tersenyum. Amara memandang sinis wanita yang ada didepan ya itu, ia tidak boleh merasa takut untuk sekarang, ia percaya semua akan baik baik saja, ya, dia yakin.
" Aku tidak takut denganmu Devil!! ". Ucap Amara tajam membuat Athena lagi lagi tertawa nyaring dengan kepala yang ikut melenggak kebelakang menampilkan leher yang terlilit oleh kalung ber liontin sabit hitam.
Athena kembali menatap Amara lembut, tanganya berpindah mengelus pelan kening hingga ke pipi mulus Amara membuat gadis itu merasa bertambah takut sekarang, dalam hati ia terus menerus meminta tolong kepada siapapun yang mendengarnya, bahkan Cara, serigala itu entah menghilang kemana.
Amara berani membalas tatapan mata merah itu yang sedang melihatnya penuh selidik, benar benar ia tidak habis fikir, wanita cantik yang selama ini bersama dengan Mycle ternyata adalah seorang iblis yang sangat menyeramkan.
"Mengapa Amara?? Mengapa kau menatapku seperti itu?? Kau mau marah kepadaku hmm?? Marah lah, sepuas mu!! Atau, kau mau membunuhku saat ini juga?? Bunuhlah aku Amara, pakailah kekuatan Dewi Bulan pada tubuhmu untuk yang terakhir kalinya..... Sebelum kekuatan mu itu aku ambil". Bisik Athena di kalimat terakhirnya tepat didepan telinga Amara.
" Apa sebenarnya maumu Fana??!!". Tanya Amara membuka suara. Ucapan Amara barusan rupanya sangat ber efek dengan Athena, terlihat dari perubahan wajahnya.
"BERHENTI SEBUT AKU DENGAN NAMA ITU BODOH!! AKU ADALAH ATHENA!!". Bentak Athena sambil mencengkeram kencang pipi Amara membuat gadis itu meringis kesakitan.
" Kau memang Fana, wanita iblis yang sudah merebut hatiku, belahan jiwaku, Mycle!! ". Ucap Amara membuat Athena melotot, matanya kini sudah berubah menjadi merah darah yang menyeramkan dari sebelumnya.
Pplaaakkk
Perih, perih yang teramat sangat dirasakan Amara saat ini tepat dibagian pipi kanannya, darah segar mengalir keluar dari sudut bibirnya, ia meringis kesakitan, tetapi mati matian ia tetap menahan rasa sakit itu.
Athena terlihat sedang mengatur nafasnya yang memburu, ia membuka kupluk pada kepalanya, menggigit satu kuku panjangnya hingga lancip diujung kukunya itu, ia tersenyum kemudian tanpa Amara ketahui kuku itu menggores tiba tiba pipi kanannya sehingga kini mengeluarkan darah yang begitu bertambah banyak, Athena tersenyum senang melihat itu.
Tidak kuat. Tidak bisa dipungkiri, rasa sakit yang dirasakannya tidak bisa ia tahan lagi, Amara meringis sejadi-jadinya mati matian ia menahan perih pada pipinya itu dan sekarang ditambah luka gores yang menimbulkan darah segar mengalir disana.
Athena tersenyum senang, ia menjilati darah segar Amara yang ada pada kukunya.
"Manis, sangat lezat!! Hmmm, sayang sekali ya, kalau seandainya vampire vampire diluar sana aku kasih darahmu ini, sudah pasti mereka akan sangat suka, tapi sayang, mereka tidak akan bisa merasakan karena darahmu sekarang hanyalah miliku! Hahahahaha".
Keadaan diruangan besar ini semakin mencekam, Amara tidak bisa terus berlama lama disini, ia tidak boleh lemah, ia harus bisa menyelamatkan diri.
Saat melihat pergerakan pada Amara dengan cepat Athena mengeluarkan mantra yang membuat tubuh Amara seketika kaki tidak bisa bergerak sedikitpun, asap merah mengitari tubuh mungil gadis itu dan rasanya benar benar sakit, ia tidak kuat lagi sekarang, tubuhnya seperti retak.
"Kau melawan ku rupanya Amara!! Aku sudah akan mengajakmu main perlahan, tetapi kau meminta untuk memulai pada rencanaku untuk membunuhmu begitu?? Hahaha baiklah". Ucap Athena kemudian mendekat kearah Amara yang wajahnya kini sudah pucat pasi seperti mayat hidup.
Tapi saat akan mendekat tiba tiba saja Athena menghentikan langkahnya saat hidungnya mencium sesuatu yang sangat segar, sesuatu energi yang sangat kuat, ia bisa merasakan itu.
Tatapan menajam pada Amara.
"Hahahahahaha, ada dua nyawa rupanya disini". Ucap Athena membuat Amara teringat akan sesuatu.
"Ouhh malangnya nyawa anak itu". Ucap Athena dengan milik wajah yang di lembutkan, ia melepaskan mantra pada tubuh Amara sehingga membuat tubuh itu jatoh lemas kebawah, Amara sungguh tidak bisa berbuat apa apa lagi sekarang, ia pasrah dengan nasibnya ini, satu satu harapanya adalah keajaiban dimana seseorang datang dan menolongnya.
Athena perlahan berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan Amara yang sekarang terduduk lemas dengan mata yang masih menatapnya tajam.
"Hahahaha, Amara Amara, kau berlaku seperti seolah kau ini wanita yang kuat begitu?? Walaupun sebenarnya aku tahu dihati kecilmu itu kau berharap suatu keajaiban datang dimana kau akan diselamatkan kan, benar bukan?? ". Tanya Athena tersenyum membuat Amara semakin menahan emosi.
" Buang jauh jauh niat jahat mu itu Fana!! Aku sangat yakin, seseorang, siapapun itu, akan menemukan ku disini!! Dan kau, bersiap siaplah, karena kau akan mati!! ". Ucap Amara berhasil kembali menarik emosi Athena.
"SUDAH KUBILANG!! BERHENTI MEMANGGILKU DENGAN NAMA GADIS MENGENASKAN ITU!! ". Teriak Athena menggelegar disetiap penjuru ruangan.
Athena terdiam sesaat memandang tajam Amara yang berada didepannya.
" Sudahlah! Tidak ada gunanya aku berlama lama berdebat dengan mantan manusia seperti mu!! Sduah saatnya aku memulai rencana awal ku, yaitu mengambil semua yang ada padamu Amara!! Hahahahaha". Amara semakin merinding, jujur ia sudah tidak bisa menahan rasa takutnya itu.
"Sebelum itu, mana dulu yang harus ku ambil hmm?? Ibunya, atau anaknya dulu?? ". Ucap Athena tersenyum membuat Amara mengerutkan keningnya bingung mendengar ucapan Athena barusan.
" Apa maksudmu Devil?? ".
" Apa maksudku?? Ohh ayolah Amara kau tidak usah menyembunyikan nya lagi, kau fikir aku bodoh huh?? Kau yang bodoh!! Aku tahu ada anak kalian didalam perutmu itu kan?? Hahahaha, sayang sekali nasib anakmu itu Amara, bahkan belum lahir kedunia saja ia sudah harus tersiksa seperti ini". Ucap Athena membuat Amara memelototkan matanya tidak percaya.
Jadi benar?? Bahwa ia sedang mengandung?? Amara sungguh sangat merasa bersalah sekarang, yatuhan, ada satu nyawa ternyata disini yang harus dijaga nya.
Amara menggeleng kuat dengan air mata yang sudah keluar, ia tidak bisa berdiam saja seperti ini, cukup cintanya, cukup Mycle yang pergi, jangan, jangan buah hatinya.
"Kumohon Athena, jangan dia, kumohon!! ". Ucap Amara memohon yang sekarang malah membuatbAthena kembali tertawa.
" Ssssssttt, tidak usah takut seperti itu Amara". Ucap Athena menaruh jari telunjuk nya tepat di depan bibir.
"Lagi pula, jika kalian berdua kubunuh, kalian akan hidup bahagia disurga sana, dan Mycle?? Tenanglah Amara, ia akan bahagia bersamaku".
" Sudahlah!! Tidak usah berlama lama, aku tidak ingin terbawa permainan drama mu ini, bertahanlah Amara, ini tidak akan sakit". Ucap Athena lagi kemudian mengambil lengan Amara menggenggam nya erat.
"Lepaskan!! ". Teriak Amara menolah, tidak tinggal diam Athena mengeluarkan mantra yang membuat tubuh Amara kembali kaku, tenaganya seolah sudah tidak ada sekarang.
" Ssssssttt tenanglah Amara, ini tidak akan sakit, percayalah padaku". Ucap Athena yang kemudian menggigit bagian lengan Amara dengan tiba tiba.
"ARGGHHHHHHHHHHH". Teriak Amara kesakitan, sungguh ia tidak kuat menahan sakit ini, darahnya seperti sudah terkuras habis, rasa sakit yang teramat itu kini mendominasi setiap tubuhnya, tenaganya sudah sepenuhnya hilang, tubuhnya semakin mengecil, kulitnya yang pucat kini sudah semakin pucat, Amara tampak menyeramkan.
"HENTIKAN INI SEMUA IBLIS!!! ". Teriak seseorang membuat Amara dan Athena menoleh kearah sumber suara.
"Mmmm..malik? ". Ucap Amara lemas.
🖤🖤🖤🖤
**Sabarr... Di Next up aku bakal kelarin konfliknya okee.
Okeeee jadiii.......
Haii para readers ku....
Lamaa tidak berjumpa, maaf ya aku telat up buat part kali ini, ada masalah yang ngebuat mood aku gabagus buat ngetik *******, aku takut aja kalo aku pake ngetik malah jadi gajelas nanti ceritanya jadi aku tunggu sampe mood udan enakan dulu baru aku ngetik, maaf yaaa:(
Oiya gimana buat part kali ini?? Ayo dong comment nyaa
Aku penasaran siapa aja yang pengen tau kelanjutan next part nyaa
Masa gak ada yang penasaran gimana Mycle berjuang buat sampe ke istana itu
Terus gimana nasib Amara selanjutnya?? Seriusan gak ada yang penasaran?? Comment dong kalo emang kalian penasaran...
Yaudah itu aja dulu deh, inget ya, di next part aku bakal kelarin konfliknya, jadi buat yang ga sabar, spam comment biar aku bisa secepatnya next up, oke??
See u next part all ❣**
Satu kata buat Mycle??