My Alpha's King

My Alpha's King
19



Song: Radioactive - Imagine Dragons.


Author.


Gerbang istana terbuka lebar menampilkan Darvin dan beberapa Warrior dibelakangnya, Darvin kembali keistana dengan Warrior Warriornya itu dikarenakan ia ingin menmbah pasukan Warrior untuk dibawanya menyusul Bov yang pergi seorang diri ke Silver moon Pack.


Saat sudah berada di dalam area istana Darvin dan beberapa warriornya kembali menggnti shift dengan wolfnya, sebelum berpisah jalan dengan Bov Darvin sempat memberi perintah kepada beberapa pasukanya untuk mengikuti Bov.


Clora yang melihat kepulangan Darvin dari jendela istana atas terlihat bingung.


"Darvin?? Apa Mycale sudah pulang?? Dan dimana Bov??". Bantinya berkata.


Karna ingin memenuhi rasa penasaran nya Clora pun memutuskan untuk turun kebawah menemui dan bertanya langsung kepada Darvin.


Saat sudah sampai dibawah Clora bergegas hendak keuar istana, tapi saat ingin membuka pintu tiba tiba saja Darvin lah yang terlebih dahulu membuka pintu.


Darvin yang melihat Clora ada didepanya tiba tiba saat ia membuka pintu pun terkejut.


"Luna??".


"Darvin?? Mengapa kau hanya datang sendirian, dimana Bov??". Tanya Clora langsung.


"Hmmm, maaf Luna, saat sedang mencari Alpha Mycle semalam tiba tiba saja Alpha mempunyai fikiran kalau hilangnya Alpha Mycle dan Luna Amara itu ada hubunganya dengan Silver Moon Pack, setelah itu Alpha Bov memutuskan untuk mencari Alpha Mycle dan Luna Amara kesana Luna, tetapi dengan kondisi yang hanya membawa Warrior seberapa tidak memungkinkan untuk kami pergi kesana". Jelas Darvin jujur.


"Tetapi Alpha Bov tetap bersikeras untuk kesana dan pada akhirnya Alpha pun memutuskan untuk pergi sendirian Luna". Lanjut Darvin membuat Clora mengerutkan keningnya dalam.


"Lalu untuk apa kau sepanik itu Darvin?? Bukankah Bov dan juga Alrond sudah berdamai?? Bahkan mereka terlihat akrap sewaktu penobatan Mycle kemarin".


"Saya pun mempunyai fikiran yang sama Luna, tetapi kau tahu sendiri bukan sikap keras Alpha Bov?? Yang saya khawatirkan dia pergi kesana hanya seorang diri dengan emosi yang sudah mengkepul kepul, jika dia berhasil menemui Alpha Alrond dengan kondisi seperti itu saya tidak yakin kalau mereka tidak akan bertengkar Luna". Ucap Darvin menjelaskan isi hatinya.


"Kau benar darvin, aku jadi khawatir denganya sekarang, kalau begitu tunggu apa lagi?? Bergegaslah kau kesana sebelum dia berhasil menemui Alrond". Tambah Clora.


"Baik Luna , saya akan segera kesana". Ucap Darvin dan membalikan tubuhnya kembali berjalan kearah pintu, tapi saat pintu akan dibuka tiba tiba saja pintu terbuka terlebih dahulu dan...


"Aaa..alpha? Luna??!!".


"Mycle?? Amara??". Ucap Clora dan Darvin bersamaan saat melihat siapa orang yang ada dibalik pintu itu yang hendak terbuka.


"Ibu??". Panggil Mycle dengan suara lemasnya.


"Astaga Dewi Bulan, apa yang terjadi kepadamu nak??". Ucap Clora panik dan segera menghampiri Mycle yang masih bertumpu pada Amara Clora hampir terkena serangan jantung melihat anak bungsunya itu terlihat seperti glandangan dengan baju yang sobek dan kotor, juga luka luka memar yang memenuhi tubuh putranya itu.


"Alpha?? Apa yang terjadi denganmu?? Mari aku antarkan kau ke kamar". Ucap Darvin segera menghampiri Mycle dan bergerak untuk membantu Amara yang masih menahan Mycle.


Setelah itu mereka pun berjalan beriringan membantu Mycle yang masih sangat lemas menuju kamar Mycle dan Amara yaitu bertempatan dilantai 2.


Saat sudah sampai Darvin dengan sangat hati hati merebahkan tubuh Mycle diatas ranjang yang berukuran king size tu, Mycle merasa sangat tidak berdaya saat ini, entah mengapa ia merasa tubuhnya sangat sakit sekali, ia merasakan otot otot tubuhnya seperti putus, padahal iya hanya menabrak sebuah benda atau mungkin batu yang sangat besar, tetapi mengapa sesakit ini??


"Apa yang terjadi padamu nak?? Dan apa sebenarnya yang terjadi kemarin malam?? ". Tanya Clora sambil berjalan dan duduk tepat disamping Mycle.


Mycle tiba tiba saja membisu, ia bingung harus menceritakan bagaimana kepada ibunya.


"Hmmmm, ibu?? Sebenarnya ini semua karena Amara". Tiba tiba saja Amara membuka mulut membuat Clora, Mycle dan juga Darvin menoleh.


"Kau yang salah?? Maksudmu apa nak?? ". Tanya Clora bingung.


"Amara pergi meninggalkan istana tanpa sepengetahuan kalian semua, Amara pergi tanpa memberitahu kalian, Amara tidak tahu kalau ternyata Mycle mengikuti Amara dan akhirnya Mycle celaka seperti ini". Ucap Amara dengan suara yang mulai serak dan terisak.


"Heii sayang mengapa kau menangis, hmm?? ". Ucap Mycle tiba tiba menggenggam tangan gadisnya itu erat.


Amara menoleh kearah Mycle dengan mata yang sudah dibasahi oleh cairan bening yang merembet ke pipi mulusnya.


"Kenapa kau menangis Amara?? Ini semua bukan salahmu, aku sangat mengerti apa yang kau rasakan dan itu bukan sepenuhnya salahmu, kita semua tidak menginginkan ini terjadi termasuk dirimu, jadi tidak ada yang salah disini kau mengerti?? ". Ucap Clora sambil mengelus lembut punggung Amara sambil tersenyum manis membuat siapapun yang melihatnya akan merasa tenang, Clora memang wanita berparas cantik dan anggun juga baik hati bak Ratu keturunan Yunani.


"Terimakasih Ibu". Ucap Amara pelan dan langsung memeluk Clora dengan sangat penuh kasih sayang, betapa beruntungnya ia mempunyai ibu mertua sebaik dan secantik Clora.


"Sama sama putriku". Balas Clora tersenyum, setelah itu ia melepaskan pelukan mereka.


"Mm.. Maaf Luna?? ". Clora, Amara dan Mycle sontak menoleh kearah Darvin.


"Ada apa Darvin?? ". Tanya Mycle bingung.


"Alpha Bov bagaimana Luna?? ". Tanya Darvin langsung membuat Clora menepukan jidatnya.


"Astaga aku sampai lupa dengan itu!! Kalau begitu kau tunggu apa lagi Darvin?? Segeralah kau susul dia, aku tidak ingin terjadi apa apa denganya!!! ". Ucap Clora dengan nada yang sedikit mengeras membuat Darvin menganggukan kepalanya cepat dan berjalan keluar meninggalkan kamar Mycle dan Amara untuk memanggil beberapa Warrior nya dan membawa mereka untuk menyusul Bov.


"Apa yang terjadi Ibu?? ". Tanya Mycle semakin bingung melihat ibunya yang terlihat begitu panik.


******


Pintu besar itu terbuka, menampilkan seorang pria berjas silver yang sangat rapih, pria itu berjalan menuju meja dimana pemimpin nya itu duduk dibalik meja tersebut.


"Ada apa Darco?? Ada kabar bagus kah?? ". Tanya pria dibalik meja tersebut dengan senyum yang selalu terukir diwajah tampanya.


"Diluar ada Alpha Bov Alpha, beliau sepertinya ingin menemui anda, dan beliau terlihat seperti datang sendirian Alpha". Ucap Darco memberitahu.


"Bov?? Hahahaha, WOW, sangat menarik, biarkan dia masuk". Ucap pria itu dan dijawab anggukan oleh Darco.


*****


"Waahh waaah, tamu spesial ku". Ucap seseorang dari belakang yang membuat nya menoleh dan orang itu ternyata Alrond, terdengar dari suaranyapun Bov sudah sangat mengenalinya.


"Ada apa rupanya kau kesini Bov?? Apa kau kangen denganku?? ". Tanya Alrond basa basi.


"Anakmu?? Malik?? Diana?? Ata... ".


"Mycle". Potong Bov langsung.


"Ah, Alpha Mycle ternyata, hmmm, memang apa yang terjadi denganya?? ". Tanya Alrond membuat Bov geram karna sudah terlalu bertele tele.


"Dia menghilang sejak semalam bersama dengan mate nya, dan.__".


"Dan kau mengira aku yang menculiknya?? ". Potong Alrond membuat Bov mengangkat sebelah alisnya.


"Kenapa kau berfikiran jelek terlebih dahulu kepadaku?? ". Tanya Bov serius.


"Hahahaha tidak tidak, aku hanya bercanda, hawa disini lama lama semakin mencekam, sedikit hangat bukan bila ada candaan seperti ini, bukankah kita sudah lama tidak tertawa barang?? Ah aku ingat, terakhir kita tertawa bersama secara tulus itu hmmmm, sudah sangat lama sekali yah".


"Hmmmm, yang lalu biarlah berlalu, tujuan ku kesini hanya ingin menanyakan anaku kepadamu". Ucap Bov menyudahi semua basa basi ini.


"Hmmm begitu yah, sebelumnya.. Aku tidak tahu dimana Alpha Mycle berada, sungguh aku tidak tahu, tapi mungkin setelah ini aku akan membantumu mencarinya?? ". Tawar Alrond.


Bov menatap Alrond dengan pandangan yang tidak bisa dibaca, ada ketidak percayaanya disana.


"Bagaimana?? ". Tanya Alrond lagi.


"Baiklah, kabari aku bila kau tahu dimana keberadaan anaku itu". Ucap Bov akhirnya menyetujui.


Hening beberapa saat diantara mereka, namun tiba tiba saja terdengar keributan diluar sana, Bov dan juga Alrond berjalan kearah jendela besar ruangan pribadi Alrond, dibawah sana terlihat ada beberapa pasukan Warrior dari Black Moon Pack, Bov yang melihat itupun mengangkat sebelah alisnya.


Tanpa mengucapkan apapun Bov berjalan keluar ruangan menuju halaman istana (Silver Moon Pack).


"Darvin?? ". Panggil Bov membuat keributan itu seketika menjadi hening.


"Ada apa ini?? Kalian... Mengapa kalian berlaku tidak sopan kepada tamu tamu ku hmmm?? ". Ucap Alrond tiba tiba dari belakang.


"Apa rencanamu kali ini Alrond?? ".


******


Sesudah Clora memanggil kan beberapa maid untuk membawakan baju dan membantu Amara untuk membersihkan dan juga mengganti baju Mycle, Clora pun segera keluar kamar karna ia tahu apa yang akan terjadi setelah ini, dan dia tidak ingin mengganggunya.


Setelah Clora keluar kamar Mycle dan juga Amara, hanya ada keheningan diantara mereka.


"Mycle?? ".


Merasa namanya di panggil Mycle pun membuka matanya dan menoleh kepada gadis cantik disampingnya itu.


"Eh, apa aku mengganggu tidurmu?? Aku tidak tahu kalau kau belum tidur, aku hanya memanggilmu saja tadi, kau boleh lanjut tidur, maafkan aku ya". Ucap Amara tiba tiba merasa bersalah.


Mycle terkekeh dan mengelus lembut rambut panjang Amara yang tergerai.


"Ada apa sayang??". Tanyanya lembut.


"Maafkan aku, karna aku kau jadi sakit seperti ini". Ucap Amara menundukan kepalanya merasa bersalah dan kembali mengeluarkan carian bening dari matanya.


"Heii sayang, lihat aku". Ucap Mycle mengangkat dagu gadisnya itu sehingga kini kedua mata abu milik Amara pun menatap Mycle.


"Aku sudah terlihat membaik karna ada kau disini, obatku sudah ada disini, dan itu kau, kau tidak salah sayang, aku yang salah karna sudah meninggalkanmu demi menyerang rogue rogue sialan itu, kalau saja aku tidak meninggalkanmu, mungkin saja aku sudah melihat langsung wujud serigala cantikmu itu". Ucap Mycle mengelus lembut pipi mulus Amara.


"Aku sangat senang sayang, kini suhu kita sekarang sudah sama". Lanjutnya dan mencium sekilas bibir pink Amara.


Amara tersenyum senang dan langsung memeluk Mycle dengan erat dan dibalas lebih erat oleh pria didepannya itu, dia cukup senang sekarang.


.


.


.


.


.


"Permainan baru saja memasuki babak pertama, terlihat seru bukan?? Hahahaha, kalian tidak sabar dengan kelanjutannya?? Hmmm, sama aku juga, kita tunggu keseruan berikutnya setelah ini". Batin perempuan itu tersenyum sinis.


******


Hallo semuanya!!!


Para readers My Alpha's King yang aku sayang🖤🖤


Jangan lupa follow ig akuu yaaaaa⬇️


@erikaamdna


Maaf ya aku baru bisa up sekarng, karna biasabya aku kalo up itu kan malem minggu atau minggunya kan, baru bisa bebas dari tugas tugas masalahnya wkwkwk, kemarin sibuk pekan ulangan dan gabisa mikir buat ngetik ******* jadi baru bisa bikin next part, ini aja belum sempet revisi jadi maap ya kalo banyak typo hehehe


Tapi sekarang aku udah bisa up, kalian gabosen kan nunggunya??:( semoga engga yaa,maafin yaaaaa, lain kali aku up ga lama lama lagi deh:(


Segini dulu penjelasan aku yaa, intinya kalian jangan marah yaaa, jangan pindah cerita jugaaaa okeee???😚😚


Jangan luoa vote and comment yaa buat semangatin aku hehehe❣❣


See u next part All🖤🖤