My Alpha's King

My Alpha's King
35



(Budayakan vote terlebih dahulu sebelum membaca)


🎢Ah thousand years-Christina Perri🎢


Author Pov.


Serigala hitam itu berlari kencang melewati beberapa pohon besar yang menjulang tinggi disekitarnya, langit yang mulai redup menemaninya sekarang.


Alex, serigala hitam itu sudah tidak bisa berfikir jernih untuk saat ini, yang ada difikirannya adalah bagaimana caranya cepat sampai dikawasan Bavarian, Mycle hanya datang seorang diri, entahlah, para Warrior nya itu awalnya memang mengekor dibelakang, tetapi sepertinya kehilangan jejaknya karena lari mereka yang tidak bisa menyusul larinya seorang Alpha.


Sedari tadi Bov dan juga Darvin tidak henti hentinya mndlink menanyakan keberadaanya, atau menyuruhnya untuk segera kembali, tetapi itu tidak membuat Mycle berniat kembali ke istana, ia sudah setengah jalan, Amara kini semakin dekat denganya, ia tidak ingin membuang buang waktu lagi.


Suara burung malam dan keadaan yang semakin dingin menemani Mycle yang saat ini masih berlari, tiba tiba saja wajah Amara yang cantik itu terlintas didepanya, bagaimana gadis itu tersenyum, bagaimana gadis itu cemberut, bagaimana mate nya itu memohon untuk minta berjalan jalan ke kota, bagaimana Amara tertawa lepas hanya dengan sedikit candaan ringan yang dibuatnya.


Satu tetesan cairan bening keluar dari ujung mata Alex, tanpa ada seseorang yang tahu, serigala hitam itu menangis ditengah larinya yang sekencang kilat.


Mengetahui keberadaan buah hatinya didalam perut Amara membuat Mycle merasa lebih bersalah kalau sampai terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


Bayangan wajah Amara yang kesakitan sempat terlintas difikirannya, dan dia tidak bisa membayangkan yang lebih parah dari itu, ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri kalau sampai terjadi apa apa dengan Amara, atau yang lebih parahnya, kalau sampai Amara ditemukan tidak sadarkan diri.


Mycle semakin mempercepat larinya, berkali kali ia mengaung sangat kencang yang kemudian membuat para suara serigala pun ikut mengaung.


Cahaya bulan purnama merah sekarang lebih terlihat semakin terang dan besar, Mycle semakin khawatir, apakah rencana iblis yang mengulik Amara itu sengaja di waktu bulan Purnama merah ini muncul?


Berbagai macam fikiran buruk terputar terus menerus didalam otaknya, membuatnya semakin tidak sabar untuk segera sampai disana.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


"HENTIKAN INI SEMUA IBLIS!!! ". Teriak seseorang membuat Amara dan Athena menoleh kearah sumber suara.


"Mmmm..malik? ". Ucap Amara lemas.


Athena yang melihat itu mengerutkan keningnya bingung, tapi dengan cepat ia berdiri dengan senyum yang terukir diwajahnya.


Malik terlihat seperti sangat marah, tatapannya menajam, dia seperti melihat mangsanya didepan sana dan siap untuk melahap, Athena terkekeh sedikit melihat wajah itu yang memerah.


"Malik?? Oh apakah benar itu kau?? ". Tanya Athena dengan nada sok dibuat terkejut, ia berjalan sedikit mendekat ke arah Malik, tetapi tidak terlalu dekat karena ia tidak ingin menghancurkan tembok pembatas yang sudah ia buat.


"Lihat lah Amara, yang dateng siapa?? Apa kau tahu?? Ohh, jadi dia adalah mate mu?? Malik mate mu begitu?? ". Tanya Athena lagi sambil menoleh kearah Amara yang sudah terkulai lemas dibawah sana. Tetapi tatapannya yang masih menajam kearah Athena wanita iblis itu.


Athena tertawa dan kembali menoleh kearah Malik.


"Sayang sekali ya, yang kutunggu tunggu padahal adalah kakakmu Malik, yaitu Mycle, tapi kemana dia? Apa terjadi sesuatu denganya?? Mengingat terakhir kali dia bertengkar hebat dengan ayahnya, oh apakah dia mati?? Dan kemudian engkau menggantikan nya untuk datang kesini?? ". Ucap Athena membuat Amara me melototkan matanya tidak percaya.


"Aaa.. apa maksud.. mu iblis?? "?.Β  Tanya Amara terbata bata karena tenaga nya benar benar terkuras habis, bahkan untuk berbicara panjang saja rasanya susah.


Athena menoleh kearah Amara yang baru saja membuka suara.


" Apa maksudku?? Apa kau tidak mengetahui itu?? Oh yaa, kau sudah mati saat itu, jadi kau tidak tahu apa yang terjadi pada mantan mate mu itu kan?? ".


Amara terlihat bingung, ia tidak mengingat apa apa terakhir kali dirinya berada dimana, dan yang terjadi padanyapun ia tidak ingat, yang ia ingat adalah ia berada di sebuah mimpi mimpi aneh dan berakhir di istana menyeramkan ini dengan suara beberapa cowo sebelumnya yang ia dengar.


"Tidak usah banyak bicara Devil, kau lepaskan dia atau-".


" Atau apa?? ". Tanya Athena memotong ucapan Malik.


"Yang kau inginkan tidak pernah akan terwujud". Jawabnya tajam.


" Siapa kau bisa menjamin seperti itu?? Kau itu tidak ada apa apanya Malik!! Adikmu itu yang seorang Alpha saja bisa terpengaruh oleh sihir ku, bagaimana kau?? Hahahaha, terlalu mudah bagiku menghancurkan mu yang hanya makhluk tidak berdaya". Ucap Athena sinis.


Malik terlihat seperti sudah menahan gejolak amarah yang ingin meluap luap, tubuhnya sudah memerah, tetapi ia mencoba untuk menahan, ia tidak ingin berubah wujud didepan Amara.


Athena menyeringai jahat, ia tahu apa yang sedang ada difikiran laki laki itu, maka dengan begitu ia dengan senang hati akan membantu Malik mengeluarkan wujud aslinya.


Athena berbalik mendekat kearah Amara yang kini membalas tatapannya tajam.


Malik yang melihat itupun semakin tidak bisa tenang, ia bersumpah sampai iblis itu menyentuh Amara, akan dipastikan ia akan menghancurkan Athena saat itu juga.


Athena mengelus rambut tipis Amara, berpindah ke wajah Amara yang sudah mengkerut, Amara nampak menyeramkan sekarang.


Sejujurnya Amara sedikit takut, tetapi ia sendiri tidak bisa berbuat apa apa, ia pasrah dengan semua ini, banyak pertanyaan yang kembali muncul di otaknya, tetapi ia bisa apa, biarlah ia mati penasaran.


Amara memejamkan matanya seperti ia sudah sangat pasrah, satu tetes air kluar dari kelopak matanya, bayangan tentang Mycle tiba tiba saja terlintas didepannya, dimana lelaki itu dengan rapihnya menggunakan tuxedo hitam dan tersenyum kepadanya, mengajaknya makan malam, menjemputnya, hingga membawanya ke istana, mengucapkan janji saling menandai sebagai Alpha dan Luna, dan kenangan kenangan manis lainya, membuat Amara merasa senang.


Melihat Amara yang memejamkan matanya Damai membuat Malik tidak bisa diam lagi, tiba tiba saja tubuhnya kembali memerah kali ini merah darah yang sangat terang, kemudian munculah sebuah bulu diseluruh tubuhnya, wujudnya sekarang terlihat seperti Monyet tetapi berkulit merah.


Malik dengan gerakan cepat berlari kearah Athena yang masih berjongkok dekat Amara, tetapi tiba tiba saja tubuhnya terhempas saat ia merasakan menabrak sesuatu yang sangat keras tetapi tidak terlihat.


Athena yang sadar dengan itupun tersenyum, kemudian perlahan kembali berdiri, ia melihat Malik yang kesakitan diujung pojok sana, ia terkekeh kecil.


"Malik Malik, sudah kubilang bukan?? Untuk yang satu ini, jangan coba coba kau untuk merusaknya, ya tenang saja, aku tidak akan melakukan sesuatu kepadamu, karena bagaimanapun juga kau telah membantuku untuk merusak keluargamu sendiri". Ucap Athena tersenyum.


Malik terlihat seperti sedang mengatur nafasnya yang memburu, ia kembali mendekat kearah Athena, tetapi menyisakan beberapa jarak karena ia tahu ia tidak akan bisa menembus tembok tadi.


Malik menatap tajam mata merah Athena, tatapan tajamnya perlahan mulai menenang, mata hijaunya itu kembali terlihat, bulu bulu pada tubuhnya pun perlahan mulai menghilang, warna kulit kemerahan ya kini sudah kembali normal, ia sudah kembali ke wujud manusia nya.


Athena terdiam, tatapan Malik kepadanya seakan mengganggu konsentrasinya, ia berkedip untuk mengalihkan rasa aneh itu, ia kembali menyeringai, kemudian menoleh kebelakang, satu mantra keluar dari mulutnya membuat cahaya berwarna hitam keluar mengelilingi Amara yang masih memejamkan matanya, dan membawa tubuh Amara kembali keatas batu besar yang ada disana.


Malik yang melihat itu tidak banyak respon, ia hanya terdiam, menyaksikan kelanjutan aksi Athena sehabis ini.


"Thena? ". Panggil Malik tiba tiba membuat Athena berhenti mengucapkan mantra selanjutnya, mulutnya terdiam, ia kembali menoleh kearah Malik yang sekarang sedang menatapnya lekat.


"Aku tahu kau kehilangan sesuatu berharga didalam dirimu, kau ingin sesuatu itu kembali padamu, tetapi kau tidak bisa seperti ini, menggunakan cara jahat untuk mendapatkan sesuatu itu, kau bukan Thena yang kukenal". Ucap Malik lembut membuat Athena menajamkan tatapannya.


Athena merasa dejavu dengan apa yang baru saja diucapkan Malik, kata kata itu tidak asing dikedua telinganya.


"Siapa kau berani memanggilku Thena?? Bahkan kau bukan orang terdekatmu Malik Culles!! ". Ucap Athena terpancing emosi.


Malik tersenyum, ia menunduk sesaat kemudian kembali mengangkat kepalanya menatap Athena.


"Ada sesuatu penting yang harus perlu kau ketahui...". Ucap Malik jeda membuat Athena semakin geram


"Tentang Garden". Ucap Malik berhasil membuat mata Athena kembali memerah terang.


Athena terlihat seperti sudah sangat marah, tetapi ucapan Malik selanjutnya membuatnya terlihat lebih tenang.


"Garden, pujaan hatimu".


Athena seperti tersihir oleh kata kata itu, sunggu ini semua sangat ambigu di otaknya, mendengar nama itu nyalinya seketika menghilang, ia bukan seperti Athena seorang wanita iblis lagi.


" Kau ingat dia Thena?? ". Ucap Malik membuat Athena kembali menoleh kearah laki laki itu, tatapannya melemah.


" Ada sesuatu yang perlu kuberikan padamu tentangnya".


"Apa maksudmu?? ". Tanya Athena semakin penasaran.


" Bagaikan aku bisa memberikan padamu kalau tembok sihir mu ini masih menghalangi kita?? ". Ucap Malik membuat Athena menoleh kearah tembok yang seperti kaca itu namun bergemilap.


Athena mengeluarkan suatu mantra kembali dari mulutnya, entah mantra apa itu, Malik tidak mengerti, yang terpenting adalah Athena melepaskan tembok sialan itu.


Ketika tembok sudah menghilang, Malik tersenyum senang kemudian mendekat kearah Athena, Athena menatap Malik penasaran.


"Apa yang kau maksud?? Jangan coba coba menjebak ku, kau akan tahu akibatnya!! ". Ucap Athena memperingatkan.


Malik tersenyum sangat manis, dan itu berhasil membuat Athena terdiam, entah mengapa, senyum itu mengingatkan ya pada Garden.


Malik mendekatkan wajahnya kepada Athena, mati matian ia memaksakan rencananya itu walau sebenarnya sedikit sulit, Athena benar benar seperti terhipnotis sekarang, ia tidak tahu apa yang terjadi denganya ini, ia memejamkan mata seolah tahu apa yang terjadi selanjutnya.


Bibir pucat Malik kini perlahan menyentuh bibir berwarna hitam milik Athena. Sentuhan bibir Malik ternyata berefek bagi ratu iblis itu.


Dalam hati Malik tersenyum senang, rencananya berhasil, ia membuka matanya, mulutnya masih menyatu dengan Athena, tapi tangan tidak tinggal diam, tangan nya terangkat dan perlahan mengeluarkan cahaya berwarna hijau, cahaya itu berjalan mendekat kearah Amara yang masih terbaring dengan mata tertutup.


Saat hampir cahaya itu sampai, tiba tiba saja tubuhnya kaku, sihirnya terhenti begitu saja.


Athena menyeringai menyeramkan, mulutnya kembali mengeluarkan mantra, tatapan nya menajam kearah Amara yang berbaring disana, tanganya terangkat berbarengan dengan terangkat nya tubuh Amara, Malik sedikit khawatir melihat itu.


Tiba tiba sebuah akar pohon berkeliaran dari sela sela tembok tua istana ini, akar yang sangat menyeramkan, Akar itu perlahan melilit tubuh Amara sehingga membuat tubuh itu tergantung disana, Amara terlihat seperti mayat sekarang, entahlah, gadis itu masih hidup atau mati.


Malik terlihat semakin geram, ia mencoba menggerakan tubuhnya tapi susah, rencananya ternyata diluar dugaan, memang benar, Athena tidak segampang itu untuk dibodohi.


Athena menoleh kearah Malik yang sedang menatapnya tajam.


"Kau sudah tahu yang kau lakukan barusan adalah kesalahan besar Malik Culles, dan kau harus mempertanggung jawabkan itu! ". Ucap Athena tersenyum sinis.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Mantan Alpha itu dari tadi terlihat gelisah, sedari tadi yang bisa dilakukanya adalah berjalan bolak balik, entah gunanya untuk apa yang jelas ia tidak bisa tenang untuk sekarang.


" Mengapa hewan itu bisa melarikan diri??". Tanya Bov kepada para Warrior yang ada dihadapanya ini.


"Kami tidak tahu Alpha, tiba tiba saja ada asap hitam mengelilingi hewan itu dan kemudian menghilang bersamaan dengan tidak adanya hewan itu, kamipun bingung karena tidak mungkin ada sesuatu yang begitu kuat menembus pagar jeruji besi istana Alpha". Ucap salah satu warrior itu.


Bov menoleh kearah Dari yang berada disampingnya.


" Mengapa kau tidak mndlink ku saat Mycle berpamitan dengan mu?? ". Tanya Bov lagi.


" Maaf sebelumnya Alpha, aku tidak memberi tahu mu karena aku saja tidak sadar kalau Alpha Mycle mndlink ku, ratusan hewan aneh itu menyerang kita, tidak mungkin aku meleng begitu saja". Jawab Darvin membuat Bov terdiam, ia tidak bisa menyalahkan siapa siapa disini.


"Apa kau yakin Mycle berbicara kepada hewan itu?? ". Tanya Bov lagi yang dijawab anggukan oleh para warrior disana.


" Saya sungguh melihat Alpha Mycle yang berbicara sendiri dengan hewan itu Alpha, Alpha Mycle sempat menanyakan beberapa pertanyaan tentang Luna Amara, saya tidak mengerti apa yang mereka bicarakan, tapi menurut saya Alpha Mycle pergi ada hubungan dengan yang diucapkan oleh hewan itu".


Bov terdiam sebentar, ia tidak bisa berbuat apa apa juga, hewan itupun sekarang sudah menghilang dari sel istana nya entah kemana.


"Kita susul Mycle tanpa pengetahuan Clora dan yang lain, kau Darvin, kau tetaplah disini, buat Clora dan yang lain tidak penasaran kemana aku pergi dan Mycle pergi, usahakan tetap buat ia tenang". Ucap Bov kepada Darvin, sebenernya Darvin masih terlihat ragu, tapi ia hanya bisa mengangguk, bagaimana pun juga Bov masih ada tanggung jawab di istana ini.


" Baik Alpha". Jawab Darvin, dan setelah itu Bov berjalan keluar ruangan pertemuan istana, sebelum berangkat menyusul Mycle, Bov menyempatkan untuk melewati kamar Clora istrinya, ia melihat Clora masih diposisi sebelumnya, yaitu tertidur, ia harap istrinya itu tidak akan khawatir dan menanyakan nya.


Bov kembali menutup pintu kamarnya dengan Clora kemudian berjalan keluar istana, setengah Warrior ikut denganya, setelah mereka berganti shift dengan wolf masing masing barukan mereka berangkat dengan Bov dan Darco memimpin didepan.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Mycle menatap tajam istana yang sudah terlihat dari tempat ia berdiri sekarang, istana itu nampak menyeramkan memang, aura nya yang sangat mencekam bahkan dari jarak sejauh ini, membuat siapaun yang mendekat akan berfikir 100 kali.


"Kita harus segera kesana make!! Tidak ada waktu lagi, perasaanku sudah semakin tidak enak!! ". Ucap Alex kepada Mycle.


Setelah itu serigala itupun kembali berlari kencang, tapi tiba tiba saja Alex berhenti mendadak dengan kuku kukunya yang menancap kepada tanah.


" Ada apa lex?? ". Tanya Mycle melalui mndlink.


" Aku merasakan ada yang tidak beres disini Make, kita harus berhati hati".


"Apa maksudmu?? ".


" Apa kau ingat kata hewan itu?? Dikawasan ini Athena banyak menyuruh vampire vampire untuk berjaga, dan aku merasakan keberadaannya disini". Ucap Alex membuat Mycle terdiam dan mulai berfikir, ya dia ingat kata kata hewan hitam itu.


"Lalu?? Kita berdiam seperti ini terus begitu?? Kita tidak punya banyak waktu lagi lex! ". Ucap Mycle sedikit geram, rasanya ia ingin mencabik habis habisan vampire itu.


"Kita hanya perlu berhati hati Make!! ". Ucap Alex lagi.


Serigala hitam itupun kembali berlari, tapi kali ini dengan sedikit lambat agar tidak menimbulkan suara dari daun daun kering yang ia injak.


Tapi tiba tiba saja Alex merasakan ada yang berlari melewatinya sekencang kilat, ini yang membuatnya terlihat khawatir sedari tadi.


Alex menolehkan kepalanya kebelakang, tidak ada apa apa, ia mencoba untuk tenang, beruntung warnanya yang hitam membuatnya sedikit tidak terlihat, ia sedikit lebih lega.


Alex kembali melanjutkan langkahnya, sampai tiba tiba saja munculah dua vampire di depannya, hampir saja ia menabrak vampire itu.


Alex menggeram, iris matanya kini sudah berubah menjadi hitam lekat.


"Seekor serigala?? Wahh Alpha ternyata!! ". Ucap salah satu vampire bermata kuning itu.


Mycle kembali menggeram.


οΏΌ


" Kau Alpha Mycle?? ". Tanya salah satu vampire yang satunya.


" Aku melihatnya mengangguk". Ucap Vampire bermata kuning itu lagi.


"Hahahaha, kalau begitu, ini yang kita tunggu tunggu". Ucap vampire itu lagi kemudian kedua vampire itu berlari mengelilingi Mycle, seakan membuatnya bingung, tapi dengan cepat Mycle berlari dan melompat untuk menggapai salah satunya.


Dan terjadilah pertengkaran dia vampire melawan satu Alpha wolf.


Satu vampire berhasil tertangkap, dengan cepat Mycle mencakar dan mencabik nya berulang kali sampai berujung dengan kepala vampire itu putus karena gigitanya.


Dan vampire satunya itupun masih berusaha menghindar dengan menaik diatas pohon, Alex berusaha meloncat setinggi mungkin untuk menggapai vampire itu, dalam hati ia merutuki kedua vampire jelek itu yang sudah mengganggu jalanya.


Ketika vampire itu sedikit terpeleset kesempatan bagi Alex, dan dengan cepat ia melompat tinggi sehingga vampire itupun tertangkap, dan nasib vampire bermata kuning itupun berakhir tragis sama seperti yang sebelumnya.


Alex menggeram dan kemudian kembali berlari, tapi tidak sampai situ, ternyata didepan sana masih ada 5 vampire yang menghadangnya.


Alex menghela nafas gusar, sepertinya malam ini tenaganya akan terkuras untuk memutuskan semua kepala vampire didepannya itu.


Dan kemudian yang terjadi, sama seperti sebelumnya.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€


Athena tersenyum senang melihat pemandangan didepannya saat ini, yaitu dimana terdapat Amara yang tergantung dan juga Malik.


Sepertinya kini sudah lengkap, ia tidak perlu menunggu kedatangan Mycle, karena sudah ada Malik yang bisa menggantikan Alpha bodoh itu.


Athena berjalan kearah meja dimana disana terdapat beberapa bunga dan pisau yang entah akan digunakan untuk apa.


Ia mengambil salah satu botol berbentuk guci kecil dan kemudian ditaro nya dibawah Amara untuk menampung darah gadis itu yang masih menetes akibat luka tanganya yang masih robek.


Athena menyalakan 5 lilin yang terdapat di meja itu, senyumnya kembali mengembang saat pantulan cahaya bulan semakin menipis dan keadaan semakin gelap yang artinya gerhana bulan merah akan segera terjadi.


Satu mantra keluar dari mulutnya, tanganya terlipat dengan memegang kalung sabit berwarna hitamnya, angin bertiupan semakin kencang mendominasi keadaan didalam istana ini.


Sampai tiba tiba saja....


"FANA HENTIKAN SEMUA INI!!! ".


Athena terdiam, suara itu, Mycle. Mycle datang.


πŸ–€πŸ–€πŸ–€πŸ–€


**Haiii gengsss, ketemu aku lagiiii......


Maaf banget aku up lama yaa:( karena sumpah, sebagai pelajari tugas aku itu bener bener banyak banget apa lagi aku drop drop an terus, demam terus dan itu yang bikin tugas tugas aku makin bengkak ga karuan😫


Dan maaf jugaaa konfliknya masih belum selesai karena seharusnya target aku ngetik itu 4000words dan sekarang malah 2,6k words doangg huhuhuhu sedih dehh😭😭


Maaf banget yaa, tapi kalian do'ain aja soon aku bakal up lagi dan nyelesaiin konfliknya karena senin ini aku libur dia minggu lebih, ya bisa lah ya up berapa kali nih wkwkwkwk, semoga aja sih kalo aku ga banyak kegiatan juga.


Jadiii....


Nikmatin aja dulu ya part ini, jangan bosen nungguin part selanjutnya, seenggaknya nemenin kegabutan kalian lah hehehehe


Yaudah gitu ajaa dehh..


JANGAN LUPA VOTE AND COMMENT!!!


SEE U NEXT PART LUP LUP KUH😘😘😘**